Anda di halaman 1dari 3

Patofisiologi Meniere :

Gejala klinis penyakit meniere disebabkan oleh adanya hidrops endolimfa pada koklea dan vestibulum. Hidrops yang terjadi mendadak dan hilang timbul disebabkann oleh: a) b) c) d) Meningkatnya tekanan hidrostatik pada ujung arteri. Berkurangnya tekanan osmotic di dalam kapiler. Meningkatnya tekanan osmotic ruang ekstra kapiler. Jalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat sehingga terjadi penimbunan cairan endolimfa. Pada pemeriksaan histopatologi tulang temporal didapatkan pelebaran dan perubahan pada morfologi pada membran Reissner. Terdapat penonjolan ke dalam skala vestibuli, terutama di daerah apeks koklea (helikotrema). Sakulus juga mengalami pelebaran yang dapat menekan utrikulus. Pada awalnya pelebaran skala media dimulai dari apeks koklea, kemudian dapat meluas mengenai bagian tengah dan basal koklea. Penyebab penyakit Meniere secara pasti belum diketahui, namun terdapat berbagai teori, termasuk pengaruh neurokimia dan hormonal abnormal pada aliran darah yang menuju ke labirin, gangguan elektrolit dalam cairan labirin, reaksi alergi, gangguan autoimun dan akibat adanya gangguan pada sistem vaskular serta peruabahan pada aktivitas sayaraf. Adanya perubahan tersebut mempengaruhi utrikulus, saraf vestibular superior atau arteri vestibular posterior. Hal ini menyebabkan timbulnya VEMP (Vestibular-Evoke-Myogenic-Potensial) dan menyebabkan vertigo yaitu BPPV. Selain karena hipotesis diatas, terdapat juga hipotesis lain yang menyatakan bahwa migrain disebabkan oleh adanya penyebaran impuls saraf sepanjang korteks serebri dan aktivasi reseptor nyeri pada batang otak. Reseptor neri tersebut terletak dekat dengan aparatus vestibular. Adanya aktivasi nyeri tersebut disebabkan oleh pelepasan neurotransmiter tertentu. Neurotransmiter tersebut kemudian menyababkan terjadinya dilatasi pada pembuluh darah dekat scalp.

Secara patologis, penyakit Meniere disebabkan oleh pembengkakan pada kompartemen endolimfatik, bila proses ini berlanjut dapat terjadi ruptur membran Reissner sehingga endolimfe bercampur dengan perilimfe. Pembengkakan pada kompartemen endolimfatik terjadi karena penumpukan cairan dalam kompartemen dari telinga bagian dalam, yang disebut labirin. labirin berisi organ keseimbangan (saluran setengah lingkaran dan organ otolithic) dan pendengaran (koklea). Hal ini memiliki dua bagian: labirin tulang dan labirin membran. Labirin membran diisi dengan cairan yang disebut endolymph, di organ keseimbangan, merangsang reseptor sebagai benda bergerak. Reseptor kemudian mengirimkan sinyal ke otak tentang posisi tubuh dan gerakan. Pada koklea, cairan yang dikompresi dalam merespon suara getaran, yang merangsang sel-sel indera yang mengirimkan sinyal ke otak. Pada penyakit Meniere, penumpukan endolymph di labirin mengganggu sinyal keseimbangan dan normal pendengaran antara telinga bagian dalam dan otak. Kelainan ini menyebabkan gejala vertigo dan lain dari penyakit Meniere. Penyakit Meniere masa kini dianggap sebagai keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan cairan telinga tengah yang abnormal yang disebabkan oleh malapsorbsi dalam sakus endolimfatikus. Namun, ada bukti menunjukkan bahwa banyak orang yang menderita penyakit Meniere mengalami sumbatan pada duktus endolimfatikus. Apapun penyebabnya, selalu terjadi hidrops endolimfatikus, yang merupakan pelebaran ruang endolimfatikus. Baik peningkatan tekanan dalam sistem ataupun ruptur membran telinga dalam dapat terjadi dan menimbulkan gejala Meniere. Penyakit Meniere meyebabkan terjadinya gangguan pendengaran sementara yang kembali pulih setelah membrana kembali menutup dan cairan endolimfe dan perilimfe kembali normal. Hal ini yang menyebabkan terjadinya ketulian yang dapat sembuh bila tidak terjadinya serangan. Terjadinya Low tone Hearing Loss pada gejala awal yang reversibel disebabkan oleh distorsi yang besar pada daerah yang luas dari membrana basiler pada saat duktus koklear membesar ke arah skala vestibuli dan skala timpani. Mekanisme terjadinya serangan yang tiba-tiba dari vertigo kemungkinan disebabkan terjadinya penonjolan-penonjolan keluar dari labirin membranasea pada kanal ampula. Penonjolan kanal ampula secara mekanis akan memberikan gangguan terhadap krista. Tinitus dan perasaan penuh di dalam telinga pada saat serangan mungkin disebabkan tingginya tekanan endolimfatikus.

Daftar Pustaka :
1. Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC. 2. Mansjoer, Arif dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3. Jakarta : Media Aesculapius FKUI. 3. Haq, Nuzulul Zulkarnain. 2009. Askep Meniere, (Online), (http://nuzulul-

fkp09.web.unair.ac.id/artikel_detail-35550Kep%20Sensori%20dan%20Persepsi-Askep %20Meniere.html, diakses pada 10 Oktober 2013) 4. Pearce, Evelyn C. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. 5. Soepardi, Eflaty Arsyad, dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan, Kepala & Leher. Jakarta : FKUI. 6. Lana, Elizabeth A.K.. 2012. Gannguan Vestibular Tipe Perifer : Migrain Vestibular, Penyakit Meniere, Neuritis Vestibular, (Online), (http://www.medicinesia.com/kedokteranklinis/penginderaan/gangguan-vestibular-tipe-perifer-migrain-vestibular-penyakit-meniereneuritis-vestibular/, diakses pada 10 oktober 2013)