Anda di halaman 1dari 0

www.rajaebookgratis.

com

Kemauannya Harus Dituruti

Bagaimana jika balita Anda selalu menunjukkan
sikap atraktif bila mengingingkan sesuatu? Apa
saja yang diinginkan harus dituruti. Kalau tidak, ia
merajuk, menangis bahkan mengamuk hingga
mengguling-guling di lantai. Haruskah semua
keinginannya dituruti meski dengan cara demikian?

Ny. Chandra (36 th) selalu kewalahan, jika
anaknya Mirna (4 th) sudah merengek-rengek
minta sesuatu. Meski terkadang tidak bisa saat itu
juga keinginan balitanya terpenuhi. Misalnya, pagi-
pagi buta Mirna sudah minta dibelikan kue
martabak manis. Padahal penjual martabak manis baru ada sore hari. Atau si
kecil minta permen, sementara batuknya belum sembuh. Bahkan ia sampai
teriak-teriak mengamuk hanya untuk minta permen yang harganya tak
seberapa. "Sampai malu rasanya, apalagi kalau di depan umum," ujar Chnadra.

Menurut psikolog Sugirto Hermawan, Psi. ada banyak cara yang biasa ditempuh
oleh anak untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Misalnya,
dengan merayu menggunakan kata-kata, merajuk bahkan dengan tindakan yang
dramatis seperti menangis keras atau bahkan berguling-guling.

Untuk hal terakhir ini merupakan usaha keras anak untuk memenuhi
keinginannya. Hal demikian biasanya terjadi karena memang anak sangat
berkeinginan atau bisa juga karena dia sudah terbiasa dipenuhi segala
kemauannya. Sehingga saat orang tua benar-benar tidak mampu memenuhi,
anak akan berpikir "itu hanya kepura-puraan orang tua saja".

Komunikasi Jujur
Meminta sesuatu sambil merayu, menangis, atau sampai teriak-teriak
mengamuk, sama-sama memiliki tujuan tertentu. Apapun bentuknya bukan cara
yang baik. Sebaiknya, kata Sugirto, anak diajari untuk berkomunikasi dengan
baik. Tidak perlu merayu dan mengada-ada sambil memuji. Jika ingin
mendapatkan sesuatu, lebih baik kita mengajari anak untuk langsung
mengatakan keinginannya.

Kita juga bisa mengajarkan cara meminta yang benar, misalnya "Kalau nanti
Bunda pulang, Mirna dibeliin es krim ya, Bunda." Sang Bunda juga perlu berkata
jujur mau membelikan atau tidak dengan alasan yang semestinya. Misalnya,
kalau si kecil memang masih batuk, katakan, "Bunda akan belikan, tapi kalau
Mirna sudah sembuh batuknya. Sekarang kan masih batuk, jadi lebih baik Bunda
belikan saja kue yang enak." Dengan demikian komunikasi lebih efektif. Yang
penting, orangtua perlu mengajarkan berkata yang sebenarnya jika anak
menginginkan sesuatu.

Komunikasi yang baik juga sangat diperlukan saat Anda tidak dapat memenuhi
keinginan anak karena berbagai alasan. Misalnya, karena dinilai belum waktunya
anak memiliki mainan yang diminta, atau mainan yang sejenis masih banyak
sehingga mubazir kalau membeli lagi, atau karena memang dana belum
mencukupi, dsb. Kemukakan juga alasan itu. Komunikasikan alasannya dengan
www.rajaebookgratis.com

lugas, sederhana dan jujur. Sehingga bisa dipahami anak. Sesungguhnya
dengan bahasa yang sesuai dengan taraf perkembangannya anak sudah bisa
memahami setiap kalimat yang didengarnya.

Jangan Janji Kosong
Satu hal yang masih kerap diabaikan orangtua adalah, meremehkan kejujuran
dan melupakan janji. Banyak orangtua yang berbohong pada anaknya dengan
mengatakan bahwa belum punya uang. Kemudian berjanji akan membelikan
begitu uang sudah ada. Eh, ketika uangnya sudah ada, Anda merasa sayang jika
membeli mainan serupa, karena si anak sudah memiliki.

Yang kemudian bisa terjadi adalah, anak terus meminta, bahkan sampai
mengeluarkan triknya dengan menangis terus menerus atau berguling-guling.
Lewat cara yang didramatisir seperti itu, anak paham bahwa orangtuanya akan
memenuhi keinginannya.

Pada saat seperti itu, Anda sebenarnya sedang diuji anak lewat caranya sendiri.
Cara yang tepat adalah membiarkan anak dengan kelakuanya dan kita harus
sabar menghadapinya. Memang terkesan Anda tidak sayang anak, tidak perduli,
tidak mau mengalah dan memenuhi keinginan anak.

Padahal, kata Sugirto, tidak memenuhi keinginan anak adalah cara terbaik
memberi pelajaran pada si kecil tentang apa yang bisa dimiliki dan apa yang
tidak. Dengan cara ini orang tua memegang kendali anak, bukan sebaliknya.
Sebab bila serba dituruti, anak akan merasa bisa 'mengendalikan' orangtuanya.

Dengan tidak menuruti, selain anak belajar bahwa ada yang boleh dan tidak
boleh dimiliki anak, si kecil juga belajar mengikuti kemauan atau peraturan ayah
ibunya. Lambat laun ia akan terbiasa. Asal, kuncinya konsisten. Biarkan saja
mengamuk, biarkan.... Tapi kelak ia akan banyak memetik hal dan sikap yang
positif. B. mia fathia

Menghadapi Anak Berkeinginan Keras
Bila anak mulai bersikeras bahkan mengamuk agar terpenuhi keinginannya,
sebaiknya Anda:
1. Tetap menolak keinginannya. Bila Anda merasa keinginannya tak patut
dipenuhi, tetap pegang teguh hal itu. Katakan "tidak" meski ia menangis,
merengek, bahkan berteriak. Tinggalkan saja bila ia mulai menggelosor di
tanah. Percayalah, Anda tinggal anak akan ketakutan dan memilih
mengejar Anda.
2. Memberinya Pilihan win win solution. Bila memungkinkan, berikan ia
alternatif lain. Misal, "kamu tidak boleh minta permen, snack kecil, tapi
kalau roti atau es krim okey." Atau, "oke kamu tetap bersikeras minta
permen tapi kita batal main games, dan kamu tak boleh menolak kalau
nanti harus ke dokter karena batukmu jadi makin parah." Itu dapat
mengalihkan perhatian anak pada satu hal saja.
3. Menyingkir. Si kecil tetap bersikeras, tinggalkan. Menyingkir adakalanya
menjadi jalan yang terbaik. Masuk ke kamar dan kunci. Setelah reda
tangis anak, dekati dan ajak ia bermain, lupakan sementara. Setelah
anak sudah lupa, jelaskan mengapa Anda tak mengizinkannya membeli
apa yang diinginkannya.
www.rajaebookgratis.com



Hal Lainnya:
Usahakan jika Anda akan memberikan sesuatu yang diinginkannya, ajari
anak agar berusaha keras untuk mendapatkannya. Ajarilah anak untuk
mengungkapkan perasaannya dan mengatakan sebenarnya apa yang
diinginkannya.
Jika Anda merasa bahwa anak Anda telah melakukan sesuatu tugas
dengan baik, maka jangan lupa memberinya hadiah tanpa ia
memintanya.
Lakukan dengan konsisten. Bila Anda yakin "tidak" itu baik untuknya,
terapkan. Tapi Anda harus benar-benar konsisten. Kemudian beri
pengertian bahwa tidak semua keinginannya harus dipenuhi.mia