Anda di halaman 1dari 7

PENGAMAN BERBASIS BIOMETRIKA Biometrika Multimodal

Oleh: Ranis Cinthianingrum 1104505029

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS UDAYANA Oktober 2013

BIOMETRIKA MULTIMODAL

Biometrika Multimodal adalah sistem biometrika yang menggunakan gabungan (fusion) dua atau lebih karakteristik biometrika seperti menggabungkan sidik jari dengan telapak tangan, sidik jari dengan wajah, menggabungkan telapak tangan, sidik jari dan wajah serta penggabungan lainnya. Dalam sistem biometrika multimodal terdapat tiga isu penting menyangkut proses penggabungan yaitu metode operasi penggabungan, level penggabungan dan skenario penggabungan. Berikut penjelasannya: A. Mode Operasi Penggabungan Penggabungan karakteristik biometrika dapat dilaksanakan dalam tiga tahap: 1. Mode Serial Pada mode serial, output dari salah satu karakteristik biometrika dgunakan untuk mempersempi atau menyaring sejumlah kecil identitas pengguna yang mirip dari keseluruhan identitas pengguna pada database, kemudian karakteristik yang lainnya diterapkan pada sejumlah kecil database tersebut untuk mengidentifikasi pengguna asli. Sebagai contoh biometrika multimodal yang menggunakan wajah dan sidik jari menggunakan informasi wajah untuk memproleh beberapa pengguna, lalu menggunakan sidik jari untuk benar-benar mendapatkan pengguna asli. 2. Mode Pararel Pada model pararel, seluruh karakteristik biometrika digunakan secara bersamaan untuk pengenalan. 3. Mode Hierarki Pada mode ini, pengklasifikasi (karakteristik biometrika) dikombinasikan seperti struktur pohon. B. Tingkat Penggabungan Ada tiga tingkat penggabungan pada biometrika multimodal yaitu pda tingkat vektor ciri, skor dan tingkat abstrak. Berikut penjelasannya: 1. Penggabungan pada tingkat vektor ciri. Data dari setiap kaakteristik biometrika digabungkan pada vektor cirri. Sangat imungkinkan untuk menjumlahkan vektor hasil ekstrasi cirri menjadi vektor tunggal

(single) seperti gambar berikut. Jika dimensi salah satu karakteristik sangat berbeda, teknik reduksi atau penskalaan cirri dapat digunakan unutk menormalisasi vektor cirri karakteristik bimetrika tersebut. 2. Penggabungan pada tingkat skor (confidence or rank level) Proses pencocokan akan menghasilkan skor kesamaan untuk masing-masing karakteristik biometrika. Skor dari karakteristik biometrika diberikan bobot (confidence value) untuk menetukan akhir jawaban sistem. Total nilai seluruh 3. Penggabungan pada tingkat abstrak (abstract level) atau tingkat keputusan (decision level) Setiap sistem biometrika melakukan pengenalan dari masing-masing karakteristik, kemudian skema votting dapat dignakan untuk keputusan akhir. Penggabungan model ini umumnya bila ada lebih dari 2 karakteristik biometrika. Contohnya adalah penggabungan dari pengenalanwajah, sidik jari, dan telapak tangan. Jika dua dari tiga karakteristik itu mengatakan sah, maka pengguna itu sah begitupun sebaliknya jika dua karakteristik mengatakan tidak sah maka pengguna tidak sah. C. Skenario Sistem Biometrika Multimodal Sistem biometrika multimodal yang bertujuan mendapatkan cirri yang berbeda dapat dirancang untuk beropersi seperti gambar berikut:

Gambar 1 Skenario Sistem Biometrika Multimodal

Masing-masing nomor pada gambar tersebut: 1. Penggabungan menggunakan banyak sensor (informasi didapat dari sensor yang berbeda sehingga menghasilkan ciri yang berbeda). 2. Menggunakan banyak karakteristik biometrika . 3. Menggunakan banyak unit dari biometrika yang sama misalnya dari telunjuk jari dan ibu jari. 4. Menggunakan banyak pengambilan (Informasi dengan banyak pengambilan dengan kesan berbeda, misalnya biometric sidik jari agak ditekan pada saat pendaftaran). 5. Menggunkan banyak algoritma pemisahan ciri dan pencocokan untuk biometrika tunggal (vektor ciri dan pencocokan diproleh dengan menggunakan algoritma berbeda seperti vektor ciri sidik jari telunjuk dan vektor ciri gambar digabungkan). D. Contoh Kasus Biometrika Multimodal Salah satu contoh biometrika multimodal adalah penggabungan antara biometrika wajah dan sidik jari. Dalam tesis berjudul Pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Dan Pemutakhiran Pemilih Dengan Otentikasi Identitas Berbasis Biometrika Wajah Dan Sidik Jari Di Kpud Kabupaten Gresik yang dibuat oleh Hamzah Rizaldy, S.Kom., Rully Soelaiman, S.Kom., M.Kom. menyatakan bahwa akurasi sistem biometrika tunggal antara sidik jari dan wajah, memang lebih baik biometrika tunggal sidik jari. Namun untuk lebih memaksimalkan akurasi, maka digunakan biometrika multimodal antara biometrika sidik jari dengan biometrika wajah.

Gambar 2 Otentikasi Identitas Mode Operasi Cascade/Serial

Sistem otentikasi identitas pemilih menggunakan sistem biometrika multimodal wajah dan sidik jari dengan mode operasi cascade/serial, seperti pada Gambar 2. Mode ini menggunakan informasi wajah untuk memperoleh beberapa profil pemilih yang mungkin cocok dari sekian banyak profil pemilih, lalu menggunakan sidik jari untuk benar-benar mendapatkan pemilih yang sebenarnya. Dengan mode ini diharapkan proses pencocokan berjalan lebih cepat karena berkurangnya jumlah perbandingan yang harus dilakukan untuk setiap tahapan.

Gambar 3 Grafik Karakteristik Penerimaan Sistem Biomatrika Wajah dan Sidik Jari

Grafik karakterisik penerimaan genuine ditunjukkan Gambar 3. Informasi yang didapatkan dari kedua grafik tersebut adalah sistem biometrika sidik jari cenderung memiliki akurasi lebih baik dari pada sistem biometrika wajah. Titik kritis sistem biometrika sidik jari terjadi pada FAR 90/ FRR 10 (minimum threshold value skala 0 hingga 100). Hal ini sesuai dengan parameter matching constant Griaule Fingerprint SDK 2009, seperti pada Tabel 1.

Tabel 1 Griaule Fingerprint SDK 2009 Matching Constant

Sumber: Griaule Fingerprint SDK 2009 Developers Manual

Daftar Pustaka

Putra, Darma. (2009). Sistem Biometrika Konsep Dasar, Teknik Analisis Citra dan Tahap Membangun Aplikasi Sistem Biometrika. Yogyakarta: Andi Offset. digilib.its.ac.id public S-Master- 0 - aper-pdf.pdf

http://cecs.louisville.edu/security/presentations/MultimodalBiometrics.pdf http://www.biometricnewsportal.com/multimodal-biometrics.asp