Anda di halaman 1dari 87

BADAN RESERSE KRIMINAL POLRI DIREKTORAT TINDAK PIDANA NARKOBA

DOKUMEN PENGADAAN
NOMOR TANGGAL : DOKADA/8/ I X/ 2013 : 26 SEPTEMBER 2013

UNTUK PENGADAAN BARANG ALSUS NARKOBA TAHUN ANGGARAN 2013

PANITIA PENGADAAN DITTIPIDNARKOBA BARESKRIM POLRI

BAB I UMUM

A.

Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 70 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian, istilah dan singkatan sebagai berikut : 1. BARANG : Setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang; : Harga Perkiraan Sendiri; : Harga Evaluasi Akhir; : Kerjasama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis; : Lembar Data Pemilihan; : Lembar Data Kualifikasi; : Pengguna Anggaran; : Kuasa Pengguna Anggaran; : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang; : Surat Penunjukan Penyedia Barang; : Surat Pesanan; : Tingkat Komponen Dalam Negeri; : Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit kerja Polri yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang secara elektronik;

B.

2. 3. 4.

HPS HEA KEMITRAAN

5. 6. 7. 8. 9.

LDP LDK PA KPA PPK

10. SPPB 11. SP 12. TKDN 13. LPSE POLRI

14. APLIKASI SPSE : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di server LPSE dan dapat diakses melalui website LPSE. C. Pelelangan Sederhana dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari Sumber pendanaan yang tercantum dalam LDP.

BADAN RESERSE KRIMINAL POLRI DIREKTORAT TINDAK PIDANA NARKOBA

BAB II PENGUMUMAN LELANG SEDERHANA DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor : Peng/8/ I X / 2013 Panitia Pengadaan pada Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan melaksanakan lelang sederhana dengan metode pascakualifikasi secara elektronik paket pengadaan sebagai berikut : 1. Paket Pekerjaan : a. b. c. Nama paket pekerjaan : Alsus Narkoba Lingkup pekerjaan Nilai Total HPS : Pengadaan Barang Alsus Narkoba : Rp. 2.690.202.350 (Dua Miliyar Enam Ratus Sembilan puluh juta dua ratus dua ribu tiga ratus lima puluh Rupiah) : APBN TA.2013

d. 2.

Sumber pendanaan

Persyaratan Peserta : Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia barang yang memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan untuk menjalankan kegiatan/usaha. b. Memiliki keahlian, pengalaman, kemampuan teknis dan manajerial untuk menyediakan barang. c. Tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana. d. Sebagai wajib pajak, harus memenuhi kewajiban perpajakan. e. Terlebih dahulu melakukan registrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) POLRI melalui Website http://www.lpse.polri.go.id.

3.

Pelaksanaan Pengadaan : Pengadaan barang dilaksanakan secara elektronik dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (aplikasi SPSE) pada alamat website http://www.lpse.polri.go.id Jadwal pelaksanaan pengadaan : Jadwal dapat dilihat pada website http://www.lpse.polri.go.id

4.

Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.

Jakarta,

September 2013
TTD

PANITIA PENGADAAN

BAB III INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP) A. Umum 1. Lingkup Pekerjaan 1.1 Panitia Pengadaan mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan pengadaan barang yang tercantum dalam LDP; 1.2 Nama paket dan lingkup pekerjaan ditentukan dalam LDP; 1.3 Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan dalam LDP, berdasarkan Syarat-Syarat Umum dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak. 2. Sumber Dana 2.1 Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan yang tercantum dalam LDP. 3. Peserta Pemilihan. 3.1 Pengadaan Barang ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta pengadaan yang berbentuk badan usaha atau kemitraan yang memenuhi kualifikasi; 3.2 Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan kemitraan, baik dengan perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki perjanjian Kerja Sama Operasi/ kemitraan yang memuat persentase kemitraan/ KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut; 3.3 Peserta kemitraan/KSO dilarang untuk mengubah perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan. 4. Larangan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan. 4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut : a. Berusaha mempengaruhi anggota Panitia Pengadaan dalam bentuk dan cara apapun, untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan, dan/ atau peraturan perundang-undangan; Melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil pelelangan sehingga mengurangi/ menghambat/ memperkecil/ meniadakan persaingan yang sehat dan atau merugikan pihak lain; Membuat dan/ atau menyampaikan dokumen dan/ atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini.

b.

c.

4.2 Peserta yang menurut penilaian Panitia Pengadaan terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka 4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut : a. Sanksi administratif, seperti 3 digugurkan dari proses pelelangan

b. c. d. 5.

atau pembatalan penetapan pemenang; Sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam; Gugatan secara perdata; dan/atau Pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.

4.3 Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Panitia Pengadaan kepada PA/KPA. Larangan pertentangan kepentingan. 5.1. Para pihak dalam melaksanakan tugas, fungsi dan perannya dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi; 5.2. Peran ganda sebagaimana dimaksud pada angka 5.1 antara lain meliputi : a. Seorang anggota Direksi atau Dewan Komisaris suatu Badan Usaha dilarang merangkap sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi peserta pada Pelelangan yang sama; Pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/ D/ I atau anak perusahaan pada BUMN/ BUMD yang mengikuti Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya, merangkap sebagai anggota Panitia Pengadaan atau pejabat yang berwenang menetapkan pemenang Pelelangan.

b.

5.3. Afiliasi sebagaimana dimaksud pada angka 5.1. adalah keterkaitan hubungan, baik antar peserta, maupun antara peserta dengan PPK dan/ atau anggota Panitia Pengadaan yang antara lain meliputi : a. b. c. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai dengan derajat kedua, baik secara horizontal maupun 4vertical; PPK dan/ atau anggota Panitia Pengadaan, baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta; Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham dan/ atau salah satu pengurusnya sama.

5.4. Pegawai K/ L/ D/ I dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan K/L/D/I. 6. Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri 6.1. Pengadaan Barang yang terdiri atas bagian atau komponen dalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor, dilakukan dengan ketentuan : a. Peserta diwajibkan membuat daftar Barang yang diimpor yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis, jumlah dan harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran; Semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam negeri, seperti jasa asuransi, angkutan, ekspedisi perbankan dan pemeliharaan.

b.

6.2 Pengadaan barang impor dimungkinkan dalam hal : a. b. c. Barang tersebut belum dapat diproduksi di dalam negeri; Spesifikasi teknis Barang yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan; dan/atau Volume produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan. 4

7.

Satu Penawaran Tiap Peserta 7.1. Setiap peserta, baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota kemitraan hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu paket pekerjaan; 7.2. Setiap peserta yang termasuk dalam kemitraan dilarang menjadi peserta baik secara sendiri maupun sebagai anggota kemitraan yang lain pada paket pekerjaan yang sama.

B.

Dokumen Pengadaan 8. Isi Dokumen Pengadaan 8.1 Dokumen pengadaan Kualifikasi : a. b. c. d. e. terdiri atas Dokumen Pemilihan dan Dokumen

8.2 Dokumen Pemilihan meliputi: Umum Pengumuman Pelelangan; Instruksi Kepada Peserta; Lembar Data Pemilihan; Bentuk Dokumen Penawaran: 1) Surat Penawaran; 2) Bentuk surat kuasa; 3) Bentuk Surat perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO); 4) Bentuk Formulir Isian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN); 5) Dokumen Penawaran Teknis; 6) Jaminan Penawaran; Bentuk Surat Perjanjian; Syarat-Syarat Umum Kontrak; Syarat-Syarat Khusus Kontrak; Spesifikasi Teknis; Daftar Kuantitas dan Harga; Bentuk Dokumen lain: 1) 2) 3) 4) 5) 8.3 Surat Penunjukan Penyedia Barang (SPPB); Surat Pesanan (SP); Jaminan Sanggahan Banding; Jaminan Pelaksanaan; Jaminan Uang Muka;

f. g. h. i. j. k.

Dokumen Kualifikasi meliputi : Lembar Data Kualifikasi.

9.

Bahasa Dokumen Pengadaan 9.1 Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi tertulis proses pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia. dalam

10. Pemberian penjelasan 10.1 Pemberian Penjelasan dilakukan secara online melalui aplikasi SPSE pada waktu yang ditentukan, oleh Panitia Pengadaan kepada peserta yang terdaftar; Ketidakikutsertaan peserta pada saat Pemberian Penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran; 5

10.2

10.3

Apabila dipandang perlu, Panitia Pengadaan melalui Aanwijzer atau tim teknis yang ditunjuk, dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara memberikan penjelasan secara langsung di Sekretariat LPSE Polri; Catatan tentang Pemberian Penjelasan mengenai isi Dokumen Pengadaan, pertanyaan dari peserta, jawaban dari Panitia Pengadaan dapat dilihat melalui aplikasi SPSE . Jika dilaksanakan penjelasan lanjutan dapat dibuat Berita Acara Penjelasan Lanjutan (BAPL) yang diunggah dalam website LPSE dan dapat dilihat melalui aplikasi SPSE; Apabila terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka Panitia Pengadaan menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan;

10.4

10.5

10.6 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan, maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen Pengadaan awal; 10.7 Peserta dapat mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Panitia pengadaan pada website LPSE. 11. Perubahan Dokumen Pengadaan. 11.1 Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran, Panitia Pengadaan dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi Dokumen Pengadaan; Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan; Pengumuman Adendum Dokumen Pengadaan dapat dilihat pada website LPSE 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran.

11.2 11.3

12. Perubahan waktu. Panitia Pengadaan dapat melakukan perubahan waktu pada setiap tahapan lelang dengan menyertakan alasan. C. PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN DAN KUALIFIKASI 13. Biaya dalam Penyiapan Penawaran dan Kualifikasi 13.1 13.2 Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian penawaran; Panitia Pengadaan tidak bertanggungjawab atas kerugian apapun yang ditanggung oleh peserta.

14. Bahasa Penawaran 14.1 Semua Dokumen Penawaran dan menggunakan Bahasa Indonesia; Dokumen Isian Kualifikasi harus Penawaran dapat

14.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing; 14.3

Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran, maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia.

15. Dokumen Penawaran 15.1 Dokumen Penawaran meliputi : a. Surat penawaran yang didalamnya mencantumkan : 1) 2) 3) 4) b. Tanggal; Masa berlaku penawaran; Harga penawaran; Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan; dan

Jaminan Penawaran (scan). Dalam hal pencairan jaminan memerlukan dokumen asli Jaminan maka jaminan tersebut dikirim melalui pos/ jasa pengiriman ke alamat sesuai LDP; Daftar kuantitas dan harga; Surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi scan (apabila ada); Dokumen penawaran teknis yang terdiri dari : 1) 2) 3)
4)

c. d. e.

Spesifikasi teknis barang; Jadwal waktu pelaksanaan/pengiriman barang; Identitas (jenis, tipe dan merk) barang;
Brosur/gambar asli produk barang yang mencantumkan spesifikasi teknis mencakup merk dan tipe barang. Brosur bukan merupakan hasil midifikasi dalam rangka untuk menutupi kelemahan suatu produk atau menampilkan keistimewaan yang tidak dimiliki suatu produk, brosur harus disetempel oleh pabrikan / distributor / agen tunggal; Surat pernyataan yang dikeluarkan oleh principal untuk garansi purnajual barang selama 12 (dua belas) bulan meliputi perangkat lunak dan perangkat keras (harus diendorse oleh notaris negara asal pabrikan atau notaries negara perwakilan distributor) untuk alat utama; Surat pernyataan dari principal mengenai kesanggupan menyediakan suku cadang untuk peralatan yang ditawarkan selama 5 (lima) tahun, garansi sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; Surat pernyataan sistem back up unit (peminjam alat) apabila terjadi kerusakan mengenai atas kerusakan yang membutuhkan perbaikan lebih dari satu bulan yang dikeluarkan pabrikan yang diendorse oleh notaries Negara asal pabrikan atau notaries Negara asal principal perwakilan principal sesuai spesifikasi teknis; Surat pernyataan free sofware update patch sesuai spesifikasi teknis diendorse oleh notaris negara asal pabrikan atau negara asal perwakilan principal untuk alat utama; Surat pernyataan bahwa barang yang akan diterima adalah barang baru dan asli 100% yang diendorse oleh notaris negara asal pabrikan atau notaris perwakilan principal untuk alat utama; Surat pernyataan bahwa harga barang sudah masuk dalam asuransi; Memiliki tenaga teknis untuk instalasi dan pelatihan, yang memiliki keahlian dan pengalaman sesuai dengan pekerjaan yang dilelangkan dengan melampirkan sertifikat; Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan (bila ada).

5)

6)

7)

8)

9)

10) 11)

13) f. g.

Dokumen Isian Kualifikasi; dan Dokumen lain yang dipersyaratkan sesuai LDP.

16. Harga Penawaran 16.1 16.2 16.3 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf; Untuk kontrak lump sum, peserta mencantumkan harga satuan untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga; Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan pengadaan barang ini diperhitungkan dalam total harga penawaran.

17. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran. 17.1 Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang sesuai yang tercantum dalam LDP; 17.2 Pembayaran atas pelaksanaan pengadaan barang ini dilakukan sesuai dengan cara yang ditetapkan dalam LDP dan diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.

18. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaan 18.1 Masa berlaku penawaran sesuai dengan ketentuan dalam LDP;

18.2

Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan, sebelum akhir masa berlakunya penawaran, Panitia Pengadaan dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu. Konfirmasi perpanjangan dapat dilakukan secara elektronik, Peserta Pengadaan dapat menyampaikan konfirmasi secara elektronik melalui e-mail. Peserta dapat : a. b. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran; Menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi.

18.3

18.4

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam LDP.

19. Pengisian Dokumen Isian Kualifikasi. 19.1 19.2 Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta Integritas dan mengisi Isian Data Kualifikasi dalam aplikasi SPSE; Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui dan ditandatangani oleh peserta pengadaan.

20. Pakta Integritas. 20.1 Pakta integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan dan akan melaporkan terjadinya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam pengadaan barang; Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi SPSE, maka Penyedia barang/ jasa dianggap telah menandatangani Pakta Integritas.

20.2

21. Jaminan Penawaran. 21.1


21.2

Peserta menyerahkan Jaminan Penawaran dalam mata uang penawaran sesuai yang tercantum dalam LDP dan mengunggah (upload).
Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjaminan atau asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian perusahaan suretyship)

sebagaimana tercantum dalam LDP; b. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam LDP; Nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Penawaran; Jaminan

c. d. e.

Besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai nominal yang ditetapkan dalam LDP; Besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf;

f. g. h.

Nama Panitia Pengadaan yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Panitia Pengadaan yang mengadakan pelelangan; Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan; Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Panitia Pengadaan diterima oleh Penerbit Jaminan; Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan.

i.

21.3 21.4 21.5

Jaminan Penawaran dari pemenang lelang akan dikembalikan setelah pemenang lelang menyerahkan Jaminan Pelaksanaan; Jaminan Penawaran dari peserta yang tidak ditetapkan sebagai pemenang lelang akan dikembalikan setelah pengumuman pemenang lelang; Jaminan penawaran akan disita apabila : a. b. Peserta terlibat KKN; Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaan dalam hal harga penawarannya dibawah 80% HPS; Calon pemenang dan calon pemenang 1 dan 2 tidak hadir dalam klarifikasi dan/ atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak dapat diterima; atau Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diterima atau gagal tanda tangan kontrak.

c.

d.

22. Bentuk Dokumen Penawaran. Dokumen Penawaran disampaikan dalam bentuk softcopy berupa file yang telah dienkripsi dianggap telah ditandatangani oleh peserta pengadaan. D. Pemasukan Dokumen Penawaran. 23. Penyampulan dan penandaan sampul penawaran. 23.1 23.2 Penyampulan Dokumen 1 (satu) file/sampul. a. b. Penawaran dengan menggunakan metode

Dokumen penawaran terdiri dari : Penawaran administrasi; Penawaran teknis; 9

c. d. 23.3 23.4

Penawaran harga; dan Dokumen Isian Kualifikasi.

File disandikan dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO); Peserta wajib mengetahui dan mengikuti ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia pada aplikasi APENDO.

24. Penyampaian dokumen penawaran. 24.1 Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Panitia Pengadaan : a. b. 24.2 24.3 Pertama-tama, mengirimkan data kualifikasi melalui aplikasi SPSE; Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan;

Peserta hanya dapat menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Panitia Pengadaan melalui aplikasi SPSE; Peserta dapat mengirim data kualifikasi dan mengunggah file penawaran secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Data kualifikasi dan file penawaran terakhir akan menggantikan data dan file yang telah terkirim sebelumnya.

25. Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran. Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Panitia Pengadaan paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Panitia Pengadaan. 26. Penawaran Terlambat. Setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran, Aplikasi SPSE akan menolak setiap penawaran yang akan dikirim. E. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran. 27. Pembukaan Penawaran. 27.1 Pada tahap pembukaan penawaran, Panitia Pengadaan mengunduh dan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO sesuai waktu yang telah ditetapkan; Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi), Panitia Pengadaan menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka. Selanjutnya Panitia Pengadaan menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. Apabila dapat dibuka, maka Panitia Pengadaan akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan; Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) peserta maka pelelangan dinyatakan gagal; Penawaran masuk yang dimaksud butir 27.3 adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka, yang berisi data kualifikasi dan penawaran administrasi, teknis dan harga; Panitia Pengadaan tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE.

27.2

27.3 27.4

27.5

28. Evaluasi penawaran. 28.1 Evaluasi penawaran dilakukan dengan metode evaluasi sistem gugur; 10

28.2

Untuk kontrak lump sum, dilakukan koreksi aritmatik sebelum dilakukan evaluasi penawaran dengan ketentuan : a. b. Volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan; apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah; dan jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong;

c.

28.3

Hasil koreksi aritmatik dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula. Koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak lump sum yang melampirkan daftar kuantitas dan harga hanya dilakukan untuk menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan tanpa mengubah nilai penawaran; Penawaran setelah koreksi aritmatik yang melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur; Berdasarkan hasil koreksi aritmatik, Panitia Pengadaan menyusun urutan dari penawaran terendah; Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui website sebagaimana yang tercantum dalam LDP; Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur dilakukan oleh Panitia Pengadaan untuk mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang memenuhi syarat yang dimulai dengan penawaran terendah setelah koreksi aritmatik; Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran harga; Panitia Pengadaan melakukan evaluasi penawaran yang meliputi : a. b. c. a. b. Evaluasi administrasi; Evaluasi teknis; dan Evaluasi harga; Panitia Pengadaan dilarang menambah, mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah isi Dokumen Pengadaan ini; Panitia Pengadaan dan atau peserta dilarang menambah, mengurangi, mengganti, dan atau mengubah isi Dokumen Penawaran; Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini, tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat; Penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah : 1) Penyimpangan dari 11 Dokumen Pengadaan ini yang

28.4 28.5 28.6 28.7

28.8

28.9

28.10 Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut :

c.

d.

mempengaruhi lingkup, kualitas dan hasil/ kinerja pekerjaan; dan/atau; 2) Penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/ atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat.

e. f.

Para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Panitia Pengadaan selama proses evaluasi; Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/ atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta, Panitia Pengadaan dan/ atau PPK, dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta, maka : 1) 2) 3) Peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peserta lain yang terlibat dimasukkan kedalam daftar hitam; Proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada); dan Apabila tidak ada peserta lain sebagaimana dimaksud pada angka 2), maka pelelangan dinyatakan gagal.

28.11 Evaluasi administrasi : a. b. Evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi; Penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, apabila : 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi; 2) Terdapat surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut : a) b) c) 3) a) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam LDP; jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu yang ditetapkan dalam LDP; dan; Bertanggal. Diterbitkan oleh Bank Umum, perusahaan penjamin atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan; Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir memasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam LDP; Nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Penawaran; Besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan dalam LDP; Besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf; Nama Panitia 12 Pengadaan yang menerima Jaminan

Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut

b)

c) d) e) f)

Penawaran sama dengan nama Panitia Pengadaan yang mengadakan pelelangan; dan g) h) Paket pekerjaan yang dijamin pekerjaan yang dilelangkan; sama dengan paket

Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari Panitia Pengadaan diterima oleh Penerbit Jaminan; Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan/ Kerja Sama Operasi (KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan; Substansi dan keabsahan/ keaslian Jaminan Penawaran kepada penerbit jaminan telah dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Panitia Pengadaan kepada penerbit jaminan.

i)

j)

c. d. e.

Panitia Pengadaan dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan; Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis; Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis, dan Apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi, maka pelelangan dinyatakan gagal; Panitia Pengadaan memasukan hasil evaluasi administrasi pada aplikasi SPSE, termasuk alasan ketidak lulusan peserta dalam evaluasi administrasi.

f. g.

28.12 Evaluasi Teknis : a. b. Unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan yang ditetapkan; Evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur dengan ketentuan : 1) Panitia Pengadaan menilai persyaratan teknis dengan membandingkan pemenuhan persyaratan teknis sebagaimana yang ditetapkan dalam LDP; Penilaian syarat teknis minimal dilakukan terhadap : a) Spesifikasi teknis barang; b) Jadwal waktu pelaksanaan/penyerahan barang; c) Identitas (jenis, type dan merk) barang; d) Brosur/ gambar asli untuk masing-masing produk disertai dengan spesifikasi teknis barang dan stempel dari pabrikan/distributor/agen ; e) Jaminan purna jual; f) Surat pernyataan mengenai kesanggupan menyediakan suku cadang; g) Surat pernyataan bahwa harga barang sudah masuk dalam asuransi; h) Memiliki tenaga teknis untuk instalasi dan pelatihan; i) Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakan sebagaimana ditetapkan dalam LDP. 13

2)

c.

Apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang kurang jelas atau meragukan, Panitia Pengadaan melakukan klarifikasi dengan peserta. Dalam klarifikasi, peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran; Peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan dengan evaluasi harga; Apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang lulus evaluasi teknis, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga; peserta dalam evaluasi Apabila tidak ada peserta evaluasi teknis maka pelelangan dinyatakan gagal; yang lulus

d. e. f. g.

Panitia Pengadaan memasukan hasil evaluasi teknis pada aplikasi SPSE, termasuk alasan ketidaklulusan teknis.

28.13 Evaluasi Harga : a. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal yang atau penting, dengan ketentuan : 1) pokok

Total harga penawaran dibandingkan terhadap nilai total HPS : a) Apabila total harga penawaran atau penawaran terkoreksi melebihi nilai total HPS, dinyatakan gugur; dan b) Apabila semua harga penawaran atau harga penawaran terkoreksi di atas nilai total HPS, pelelangan dinyatakan gagal; Harga satuan yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS, dilakukan klarifikasi. Harga satuan penawaran tersebut dinyatakan timpang dan hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga; Mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan. Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya; Kontrak Lump sum : a) Apabila ada perbedaan antara penulisan nilai harga penawaran antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf; Apabila penawaran dalam angka tertulis dengan sedangkan dalam huruf tidak jelas, maka nilai diakui adalah nilai dalam tulisan angka; atau jelas yang

2)

3)

4)

b)

c) b.

Apabila penawaran dalam angka dan huruf tidak jelas, maka penawaran dinyatakan gugur.

Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Klarifikasi dalam hal penawaran komponen dalam negeri berbeda dibandingkan dengan Daftar Inventarisasi Barang Produksi Dalam Negeri; Klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh perseratus) HPS dengan ketentuan : 14

2)

a)

Apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang, harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS; dan Apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikan nilai jaminan pelaksanaan, maka penawaran-nya digugurkan dan Jaminan Penawaran disita untuk Negara serta dimasukan dalam daftar hitam.

b)

c.

Apabila didalam evaluasi penawaran ditemukan adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/ atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan), maka pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam; Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama, maka Panitia Pengadaan memilih peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita Acara; Panitia Pengadaan menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada).

d.

e.

28.14 Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/ atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/ persekongkolan) antara peserta, Panitia Pengadaan dan/ atau PPK, dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta, maka : a. b. Peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peserta lain yang terlibat dimasukkan ke dalam Daftar Hitam; Anggota Panitia Pengadaan dan/ atau PPK yang terlibat persekongkolan diganti, dikenakan sanksi administrasi dan/atau pidana; Poses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada); dan Apabila tidak ada peserta lain sebagaimana dimaksud pada angka (3), maka pelelangan dinyatakan gagal.

c. d.

29. Evaluasi Kualifikasi. 29.1 29.2 29.3 29.4 29.5 Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang serta pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada); Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode penilaian system gugur; Evaluasi Kualifikasi dalam proses pascakualifikasi sudah merupakan ajang kompetensi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi; Tatacara evaluasi dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Bab VIII Dokumen Pengadaan ini; Apabila calon pemenang lelang serta pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) tidak lulus evaluasi kualifikasi, maka dilakukan evaluasi kualifikasi terhadap penawar ranking berikutnya.

15

30. Pembuktian Kualifikasi. 30.1 30.2 Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi; Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat dokumen asli atau dokumen yang sudah dilegalisir oleh yang berwenang dan meminta salinannya; Panitia Pengadaan melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen, apabila diperlukan; Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data, maka peserta digugurkan dan dimasukkan dalam Daftar Hitam; Apabila tidak ada penawaran yang lulus pembuktian kualifikasi, maka lelang dinyatakan gagal.

30.3 30.4 30.5

F.

PENETAPAN PEMENANG PELELANGAN. 31. Pengumuman Pemenang. Panitia Pengadaan mengumumkan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) melalui aplikasi SPSE dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat. 32. Sanggahan. 32.1 Peserta dapat menyampaikan sanggahan atas penetapan pemenang kepada Panitia Pengadaan dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang, disertai bukti terjadinya penyimpangan, dengan tembusan kepada PPK, PA/ KPA dan Irwasum Polri sebagaimana tercantum dalam LDP. Sanggahan diajukan oleh peserta baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan peserta lain apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi : a. Penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 70 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan; Rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya usaha yang sehat; dan/atau persaingan

32.2

b. c. 32.3

Penyalahgunaan wewenang oleh Panitia Pengadaan dan/ atau pejabat yang berwenang lainnya.

Panitia Pengadaan wajib memberikan jawaban secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas semua sanggahan paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah menerima surat sanggahan; Apabila sanggahan dinyatakan benar, maka Panitia Pengadaan menyatakan pelelangan gagal; Sanggahan yang disampaikan secara offline, bukan kepada Panitia Pengadaan atau disampaikan diluar masa sanggah, dianggap sebagai pengaduan dan ditindaklanjuti secara offline di luar aplikasi SPSE oleh pihak-pihak yang berwenang. 16

32.4 32.5

33. Sanggahan Banding. 33.1 Peserta yang tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Panitia Pengadaan, dapat mengajukan sanggahan banding secara tertulis kepada PA/ Kapolri sebagaimana tercantum dalam LDP, paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan, dengan tembusan kepada PPK, Panitia Pengadaan, dan Irwasum Polri sebagaimana tercantum dalam LDP; PA/ Kapolri sebagaimana tercantum dalam LDP wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima; Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding sebesar ketentuan dalam LDP dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding; Penerima Jaminan Sanggahan Banding adalah Panitia Pengadaan; Sanggahan banding menghentikan proses pelelangan; Sanggahan banding yang disampaikan bukan kepada PA/ Kapolri sebagaimana tercantum dalam LDP atau disampaikan diluar masa sanggah banding, dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti.

33.2

33.3

33.4 33.5 33.6

G.

PENUNJUKAN PEMENANG. 34 Penunjukan Penyedia Barang. 34.1 Panitia Pengadaan membuat dan mengunggah Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) ke dalam aplikasi SPSE dan menginformasikan kepada PPK sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia (SPPB); PPK menerbitkan SPPB dengan ketentuan : a. b. c. 34.3 Tidak ada sanggahan dari peserta; Sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar; atau Masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. keputusan tersebut, dengan

34.2

Penyedia yang ditunjuk wajib menerima ketentuan : a.

Apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh Panitia Pengadaan, maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam LDP; Apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif oleh Panitia Pengadaan, maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam LDP serta dimasukkan dalam Daftar Hitam, Atau Apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena masa penawarannya sudah tidak berlaku, maka jaminan penawaran yang bersangkutan tidak boleh dicairkan.

b.

c.

34.4

Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka penunjukan pemenang dapat dilakukan kepada pemenang cadangan sesuai dengan urutan peringkat, selama masa surat penawaran dan Jaminan Penawaran 17

pemenang cadangan masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya; 34.5 34.6 34.7 34.8 Apabila semua pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri, maka pelelangan dinyatakan gagal oleh KPA setelah mendapat laporan dari PPK; SPPB diterbitkan paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang, apabila tidak ada sanggahan; SPPB diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah semua sanggahan dan sanggahan banding dijawab; Dalam SPPB disebutkan bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak; Dalam hal PPK tidak bersedia menerbitkan SPPB karena tidak sependapat atas penetapan pemenang, maka diberitahukan kepada KPA untuk diputuskan dengan ketentuan : a. b. Apabila KPA sependapat dengan PPK, dilakukan evaluasi ulang atau pelelangan dinyatakan gagal; atau Apabila KPA sependapat dengan Panitia Pengadaan/KPA memutuskan penetapan pemenang oleh Panitia Pengadaan bersifat final dan KPA memerintahkan PPK untuk mengeluarkan SPPB;

34.9

34.10 Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPB. 35. BAHP dan Kerahasiaan Proses. 35.1 Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Panitia Pengadaan bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman pemenang; Panitia Pengadaan menuangkan ke dalam BAHP segala hal terkait proses pemilihan penyedia barang secara elektronik yang tidak dapat diakomodir atau difasilitasi aplikasi SPSE; Jika diperlukan, file BAHP dapat diunggah secara berulang, diganti atau ditimpa sampai dengan kontrak ditandatangani.

35.2

35.3

H.

PELELANGAN GAGAL. 36. Pelelangan Gagal. 36.1 Panitia Pengadaan menyatakan Pelelangan gagal, apabila : a. b. c. d. e. Jumlah peserta yang memasukan Dokumen Penawaran kurang dari 3 (tiga); Tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran; Dalam evaluasi penawaran persaingan tidak sehat; ditemukan bukti/ indikasi terjadi

Seluruh harga penawaran yang masuk untuk Kontrak Lump Sum di atas HPS; Sanggahan dari peserta atas pelaksanaan pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 70 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah dan Dokumen Pengadaan ternyata benar; 18

f. g.

Sanggahan dari peserta atas Pengadaan ternyata benar; atau

kesalahan

substansi

Dokumen

Calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2, setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/ atau pembuktian kualifikasi.

36.2

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal, apabila : a. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sebagaimana tercantum dalam LDP sependapat dengan PPK yang tidak bersedia menandatangani SPPB karena proses Pelelangan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 70 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan Panitia Pengadaan dan/atau PPK ternyata benar; Dugaan KKN dan/ atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pelelangan dinyatakan benar oleh pihak berwenang; Sanggahan dari Penyedia atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan Penyedia ternyata benar; Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 70 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; Pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pengadaan; Calon pemenang dan Pengundurkan diri. calon pemenang cadangan 1 dan 2

b. c. d. e.

f. g. 36.3

Kapolri sebagaimana tercantum dalam LDP selaku PA menyatakan pelelangan gagal, apabila : a. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan KPA, PPK dan/atau Panitia Pengadaan, ternyata benar; atau Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan KPA, ternyata benar. Panitia Pengadaan

b. 36.4 36.5

Setelah pelelangan dinyatakan gagal, maka memberitahukan secara elektronik kepada peserta.

Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal, maka Panitia Pengadaan atau Panitia Pengadaan lainnya yang ditugaskan meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya pelelangan gagal, menentukan langkah selanjutnya, yaitu melakukan : a. b. c. d. Evaluasi ulang; Penyampaian ulang Dokumen Penawaran; Pelelangan ulang; atau Penghentian proses pelelangan.

I.

SURAT JAMINAN PELAKSANAAN. 37. Surat Jaminan Pelaksanaan. 19

37.1
37.2

Peserta berkewajiban untuk menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan dalam waktu 14 (empat belas) hari kerja setelah SPPB diterbitkan. Surat Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. b. Diterbitkan oleh Bank Umum; Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan dimulai sejak tanggal penandatangan kontrak dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu yang ditetapkan dalam LDP; Nama penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Pelaksanaan; Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan; Besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan huruf; Nama PPK yang menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama PPK yang mengadakan pelelangan; Paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang tercantum dalam SPPB; Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja, setelah surat pernyataan wanprestasi dari PPK diterima oleh Penerbit Jaminan; Jaminan Pelaksanaan atas nama kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama kemitraan; Memuat nama, alamat, dan tandatangan pihak penjamin.

c. d. e. f. g. h.

i. j. 37.3 37.4

PPK mengkonfirmasi dan mengklarifikasi secara tertulis substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Pelaksanaan kepada penerbit jaminan; Kegagalan Penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani Kontrak; Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Surat Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak.

37.5 J.

PENANDATANGANAN KONTRAK. 38. Penandatanganan Kontrak. 38.1 Sebelum penandatanganan Kontrak PPK wajib memeriksa apakah pernyataan dalam Dokumen Isian Kualifikasi masih berlaku. Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak dipenuhi, maka penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan; Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPB, dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan, dengan ketentuan : a. Nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi antara 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai penawaran atau penawaran terkoreksi; atau Nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibawah 80% delapan puluh perseratus) nilai HPS adalah 20

38.2

b.

sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. 38.3 38.4 PPK dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak; PPK dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi, bahasa, redaksional, angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak; Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian, dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain, maka berlaku urutan sebagai berikut a. b. c. d. e. f. g. h. i. 38.6 a. Adendum Surat Perjanjian; Pokok perjanjian; Surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga; Syarat-syarat khusus Kontrak; Syarat-syarat umum Kontrak; Spesifikasi khusus; Spesifikasi umum; Gambar-gambar; dan Dokumen lainnya seperti : jaminan-jaminan, SPPB, BAHP. Sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli, terdiri dari : 1) 2) b. 38.7 Kontrak asli pertama untuk PPK dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia; dan Kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai bagian yang ditandatangani oleh PPK; pada

38.5

Banyaknya rangkap Kontrak dibuat sesuai Kebutuhan, yaitu :

Rangkap Kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai, apabila diperlukan.

Pihak yang berwenang menandatangani Kontrak atas nama Penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar, yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundangundangan; Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada poin 37.7 diatas, dapat menandatangani Kontrak, sepanjang mendapat kuasa/ pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/ Anggaran Dasar untuk menandatangani Kontrak.

38.8

21

BAB IV LEMBAR DATA PEMILIHAN ( LDP )


NO. 1 A. KLAUSUL IKPP 2 LINGKUP PEKERJAAN 1. Pokja : PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN KETENTUAN KLAUSUL-KLAUSUL INSTRUKSI KEPADA PESERTA PENGADAAN (IKPP) 3 Panitia Pengadaan Barang DIREKTORAT TINDAK PIDANA NARKOBA BARESKRIM POLRI Jl. MT. Haryono No.11 Cawang Jakarta Timur 13630 http://www.lpse.polri.go.id Alsus Narkoba APBN T.A. 2013

2. Alamat Panitia : Pengadaan

3. Website 4. Nama Paket Pekerjaan

: :

5. Jangka waktu : penyelesaian pekerjaan B. C. SUMBER DANA METODE PEMILIHAN

43 (empat puluh tiga) hari kalender

Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN T.A. 2013. Pemilihan penyedia ini dilaksanakan dengan metode Pelelangan Sederhana Pascakualifikasi. Pekerjaan ini menggunakan Kontrak Lump Sum. Pemilihan ini terbuka dan dapat diikuti oleh penyedia dalam negeri yang berbentuk badan usaha.

D. E.

JENIS KONTRAK PESERTA YANG DAPAT MENGIKUTI PEMILIHAN PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PENGADAAN

F.

Penjelasan Dokumen Pemilihan (aanwijzing) dilaksanakan secara elektronik melalui Website http : //www.lpse.polri.go.id pada : 1. Hari 2. Tanggal 3. Pukul : : : Selasa 1 Oktober 2013 10.00 s/d 11.00 WIB

G.

DOKUMEN PENAWARAN

1. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan ............................... (diisi apabila ada bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan bukan pekerjaan utama, kecuali pekerjaan spesialis). 2. Surat penunjukan/ dukungan dari principal kepada penyedia barang; 3. Surat pernyataan dari principal bahwa barang yang dikeluarkan 100% baru dan asli;

22

3
4. Surat pernyataan kesanggupan untuk menterjemahkan buku manual / panduan kedalam Bahasa Indonesia untuk Peralatan Utama. 5. Memiliki agen di Indonesia dengan alamat lengkap dan nomor telpon jelas, yang ditunjuk oleh principal; 6. Metode tahapan pelaksanaan pekerjaan pengadaan yang ditawarkan mulai dari pesanan sampai instalasi dan pelatihan penggunaan harus sesuai dengan jadwal waktu tahapan pelaksaan pekerjaan;

7. Jaminan pabrikan/ LOA (Letter Of Authorization) untuk barang yang memerlukan pelayanan pasca pengadaan harus memenuhi persyaratan administrasi, yaitu kejelasan tujuan surat dukungan, cakupan dukungan, perusahaan membuat surat harus tertera dengan jelas pada catalog brosur yang dilampirkan (tidak terputus mulai manufaktur agen dan selanjutnya sampai kepeserta lelang; 8. Surat keterangan tidak pailit yang dikeluarkan oleh Pengadilan Niaga tahun 2013; 9. Surat pernyataan tidak memberikan keterangan tidak benar.

H. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN

1. Mata uang yang digunakan rupiah. 2. Pembayaran dilakukan didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan. Masa berlaku penawaran selama 35 (tiga puluh lima) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. 1. Besarnya Jaminan penawaran sebesar 1% X Rp.2.690.202.350; = Rp. 26.902.023,5,- (Dua Puluh Enam Juta Sembilan ratus dua ribu dua puluh tiga ribu koma lima) 1% dari HPS. 2. Masa berlaku jaminan penawaran selama 35 (tiga puluh lima) hari kalender.
3. Diterbitkan oleh bank umum (tidak termasuk bank Perkereditan Rakyat), perusahaan penjamin atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan Nomor : KEP-648/KM.10/2011 tanggal 3 Agustus 2011.

I.

MASA BERLAKUNYA PENAWARAN JAMINAN PENAWARAN

J.

K.

JADWAL PEMASUKAN PENAWARAN

Waktu pemasukan/pengunggahan (upload) penawaran melalui Website http://www.lpse.polri.go.id pada : 1. Hari : Rabu s/d Jum at 2. Tanggal : 2 s/d 4 Oktober 2013 3. Pukul : 23.59 s/d 08.45 WIB

23

L.

BATAS AKHIR PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN

Batas akhir waktu pemasukan/pengungguhan (upload) penawaran melalui Website http://www.lpse.polri.go.id pada : 1. Hari : Jum at 2. Tanggal : 4 Oktober 2013 3. Pukul : 09.45 WIB Pembukaan penawaran dilaksanakan secara elektronik melalui Website http://www.lpse.polri.go.id pada : 1. Hari : Jum at 2. Tanggal : 4 Oktober 2013 3. Pukul : 10.00 WIB

M. PEMBUKAAN PENAWARAN

N.

EVALUASI PENAWARAN

Metode evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem gugur.

O. SANGGAHAN, SANGGAHAN BANDING DAN PENGADUAN

1. Sanggahan ditujukan kepada panitia pengadaan. 2. Tembusan sanggahan ditujukan kepada : a. PPK; b. PA/KPA; c. IRWASUM POLRI. 3. Sanggahan Banding ditujukan kepada Kapolri selaku PA/Direktur Narkoba Bareskrim Polri Kapolri selaku KPA; 4. Tembusan sanggahan banding ditujukan kepada : a. PPK; b. PANITIA PENGADAAN; c. IRWASUM POLRI. 5. Pengaduan ditujukan kepada Irwasum Polri.

P.

JAMINAN SANGGAHAN BANDING

1. Besarnya jaminan sanggahan banding sebesar 1% dari HPS, yaitu 1% x Rp. 2.690.202.350 = Rp. 26.902.023,5,(Dua Puluh Enam Juta Sembilan ratus dua ribu dua puluh tiga ribu koma lima). 2. Jaminan sanggahan banding ditujukan kepada Panitia Pengadaan. 3. Jaminan sanggahan banding dicairkan dan disetorkan ke Kas Negara, apabila sanggahan banding dinyatakan salah.

Q. JAMINAN PELAKSANAAN

Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan (empat puluh tiga) hari kalender.

selama

43

24

BAB V LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) A. LINGKUP KUALIFIKASI 1. 2. Nama Panitia Pengadaan : Panitia Pengadaan Barang Alamat Panitia Pengadaan : DIREKTORAT TINDAK PIDANA NARKOBA BARESKRIM
POLRI

Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang Jakarta Timur 13630 3. B. Nama Paket Pekerjaan : Alsus Narkoba APBN T.A. 2013

PERSYARATAN KUALIFIKASI 1. Peserta harus memiliki surat izin : Akta pendirian perusahaan dan perubahan terakhir bila ada, SIUP, TDP, Surat Keterangan Domisili Perusahaan, SPPKP, SKT dan surat ijin lainnya yang dipersyaratkan dalam LDP; Perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak bangkrut dan tidak sedang dihentikan kegiatan usahanya, dinyatakan dalam surat pernyataan; Salah satu dan/ atau semua pengurus dan badan usahanya tidak masuk dalam Daftar Hitam; Memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 (bila ada transaksi), PPh Pasal 25/ Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan (Juni, Juli dan Agustus 2013) atau Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF); Peserta berbentuk badan usaha harus memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak, kecuali bagi penyedia yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun; Memiliki pengalaman pada subbidang Perlengkapan TNI/Polri non Amunisi/Senjata, Mobil dan alat mekanikal atau yang sejenis, dengan ruang lingkup dan kompleksitas yang setara, pekerjaan yang sesuai untuk usaha non kecil; Dalam hal peserta berbentuk badan usaha akan melakukan kemitraan : a. Peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan dan perusahaan yang mewakili kemitraan tersebut; dan Untuk perusahaan yang melakukan kemitraan, evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 7 dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan.

2.

3. 4.

5.

6.

7.

b.

25

BAB VI BENTUK DOKUMEN PENAWARAN A. BENTUK SURAT PENAWARAN


( KOP BADAN USAHA/KEMITRAAN/KSO )

Nomor Perihal

: : Penawaran harga ...................

..............., ................... 2013

Kepada Yth. PANITIA PENGADAAN BARANG Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang Jakarta Timur 13630 Sehubungan dengan pengumuman pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan nomor : ........................... tanggal ............................ dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan, [dan adendum Dokumen Pengadaan], dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan ......................................... sebesar Rp. ....................... (..................................................................................). Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama . (.....................................) hari kalender. Penawaran ini berlaku selama penawaran ini. .. ( ..) hari kalender sejak tanggal surat

Sesuai dengan persyaratan Dokumen Pengadaan, bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan : 1. 2. 3. 4. Jaminan penawaran (scan) dan diupload Asli diserahkan ke Panitia Pengadaan paling lambat sebelum evaluasi peenawaran; Daftar Kuantitas dan Harga satuan; Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi, bila ada (scan) dan diupload; Dokumen Penawaran teknis terdiri dari : a. spesifikasi teknis barang; b. jadwal Waktu Pelaksanaan/pengiriman barang; c. identitas (jenis, tipe dan merk) barang; d Brosur asli masing-masing produk; e. jaminan purnajual; f. surat pernyataan dari principal mengenai kesanggupan menyediakan suku cadang; g. surat pernyataan bahwa harga barang sudah masuk dalam asuransi; h. tenaga teknis untuk instalasi dan pelatihan; Data Kualifikasi yang dikirimkan melalui aplikasi SPSE; Dokumen lain yang dipersyaratkan.

5. 6.

26

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] .......................... Jabatan

27

B. BENTUK SURAT KUASA

CONTOH

[Kop Surat Badan Usaha] SURAT KUASA Nomor : ___________ Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : _____________________________ Alamat perusahaan : _____________________________ Jabatan : _____________________________ [Direktur Utama/ Pimpinan Perusahaan] ___________________[ nama PT/CV/Firma] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris No. ______ [No. Akta notaris] tanggal ____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya, yang berkedudukan di _________________ (alamat perusahaan) yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. memberi kuasa kepada : Nama : __________________________*) Alamat : _________________________ Jabatan : __________________________ yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Khusus Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili: 1. [menandatangani Surat Penawaran,] 2. [menandatangani Pakta Integritas,] 3. [menandatangani Surat Perjanjian/Surat Perintah Kerja,] 4. [menandatangani Surat Sanggahan,] 5. [menghadiri Surat Sanggahan Banding,] Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain. __________, _______________ 20___ Penerima Kuasa ________________ (nama dan jabatan) Pemberi Kuasa ________________ (nama dan jabatan)

*) Penerima kuasa dari direktur utama/pimpinan perusahaan yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akte pendirian atau perubahannya.

28

[Kop Surat Badan Usaha] SURAT KUASA Nomor : ___________

CONTOH

Yang bertandatangan di bawah ini: Nama : _____________________________ Alamat Perusahaan : Jabatan : _____________________________ [Direktur Utama/ Pimpinan Perusahaan/Kepala Cabang/(wakil Kemitraan /KSO)] ___________________[ nama PT/CV/Firma] dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [perusahaan/(kemitraan/KSO) berdasarkan Akta Notaris No. ___ [No. Akta notaris] tanggal ____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] beserta perubahannya atau [Perjanjian kemitraan /Kerjasama Operasi (KSO)No. ___________tanggal __________)] yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. Memberi kuasa kepada : Nama : _________________________ Alamat : _________________________ yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Khusus Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa mewakili: 1. [melakukan pendaftaran dan pengambilan dokumen,] 2. [menghadiri pemberian penjelasan,] 3. [menghadiri pembukaan penawaran,] 4 ______________, dst

Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain. __________, _______________ 20___ Penerima Kuasa Pemberi Kuasa

________________ (nama)

________________ (nama dan jabatan)

29

C.

BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN UNTUK KERJASAMA OPERASI (KSO) SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN KERJASAMA OPERASI (KSO)
CONTOH

Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ______________________________ yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di _______________________ pada tanggal __________________________ 20____, maka kami : ______________________________________ (nama peserta 1); ______________________________________ (nama peserta 2); ______________________________________ (nama peserta 3); ____________________________________________________dst bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/ Kerja Sama Operasi (KSO). Kami menyetujui dan memutuskan bahwa: 1. Secara bersama-sama: a. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan adalah__________________ b. Menunjuk ____________________________ (nama peserta 1) sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama KSO. c. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. 2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah: _______________ [nama peserta 1] sebesar _____% (__________persen) _______________ [nama peserta 2] sebesar _____% (__________persen) _______________ [nama peserta 3] sebesar _____% (__________persen) __________________________________________________dst 3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/ KSO, akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari kemitraan/KSO. 4. Pembagian sharing dalam kemitraan/ KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Kelompok Kerja (Pokja) Panitia Pengadaan atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan/KSO.

30

5. Terlepas dari sharing yang ditetapkan diatas, masing-masing anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat-menyurat, teleks, dan lain-lain. 6. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/ KSO diberikan kepada ______________________________ (nama wakil peserta yang diberi kuasa) dalam kedudukannya sebagai direktur utama/ direktur pelaksana ___________________(nama peserta 1) berdasarkan persetujuan tertulis dari dari seluruh anggota kemit raan/ KSO. 7. Perjanjian ini akan berlaku sejak tanggal ditandatangani.

8. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO.

9. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap _____ (_______________________) yang masingmasing mempunyai kekuatan hukum yang sama. DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda tangan di________________pada hari__________ tanggal_____________________ bulan_____________, tahun________________________________________ Penyedia 1 (_______________) Penyedia 2 (________________) dst (_________________) Penyedia 3 (________________)

Catatan: Surat Perjanjian Kemitraan/Kerjasama Operasi ini harus dibuat diatas kertas segel.

31

D.

BENTUK FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN)

FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) Nilai Gabungan Barang/Jasa (Rp) TKDN Uraian Pekerjaan Total Barang/ DN LN Gabu-ngan Ribu % Jasa Rp KDN (1) (2) (3) (4) (5) (7) (8) BARANG I. Material Langsung (Bahan baku) (1A) (1B) (1C) (1D) (1E) (1G) II. Peralatan (Barang jadi) (2A) (2B) (2C) (2D) (2E) (2G) A. Sub Total Barang JASA III. Jasa Umum B. Sub Total Jasa C. TOTAL Biaya (A + B) Formulasi perhitungan :
% TKDN (Gabungan Barang dan Jasa) = Nilai Barang Total (3C) - Nilai Barang Luar Negeri (3A) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) Nilai Jasa Total(8C) - Nilai Jasa Luar Negeri (8A) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C)

(3A) (4A) (5A)

(3B) (4B) (5B)

(3C) (4C) (5C)

(3D) (4D) (5D)

(3E) (4E) (5E)

(3G) (4G) (5G)

(6A)

(6B)

(6C)

(6D)

(6E)

(6G)

__________ [tempat], __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun]

[tanda tangan]

[nama wakil sah badan usaha/ (kemitraan/KSO)]

32

E.

BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS

CONTOH
DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS

Cantumkan dan jelaskan secara rinci hal-hal berikut. Jika diperlukan, keterangan dapat dicantumkan dalam lembar tersendiri/tambahan. 1. 2. Spesifikasi teknis barang; Jadwal Waktu Pelaksanaan/ pengiriman barang [ tidak melampaui batas waktu yang ditetapkan dalam LDP]; Identitas (jenis, tipe dan merk) barang; Brosur asli produk barang yang mencantumkan spesifikasi teknis mencakup merk dan type barang. Brosur bukan merupakan hasil modifikasi dalam rangka untuk menutupi kelemahan suatu produk atau menampilkan keistimewaan yang tidak dimiliki suatu produk, brosur harus disetempel oleh pabrikan / distributor / agen tunggal; Surat pernyataan yang dikeluarkan oleh principal untuk garansi purnajual barang selama 12 (dua belas) bulan meliputi perangkat lunak dan perangkat keras; Surat pernyataan dari principal mengenai kesanggupan menyediakan suku cadang untuk peralatan yang ditawarkan selama 5 (lima) tahun, garansi sekurang-kurangnya 12 (dua belas) bulan; Surat pernyataan bahwa harga barang sudah masuk dalam asuransi; Memiliki tenaga teknis untuk instalasi dan pelatihan, yang memiliki keahlian dan pengalaman sesuai dengan pekerjaan yang dilelangkan dengan melampirkan sertifikat; Bagian pekerjaan yang akan disubkontrakan sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam LDP.

3. 4.

5. 6.

7. 8.

9.

33

F.

BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK

Kop Bank Penerbit Jaminan GARANSI BANK sebagai JAMINAN PENAWARAN No. __________

CONTOH

Yang bertanda tangan dibawah ini : ________________________________ dalam jabatan selaku _________________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________[nama bank] berkedudukan di ___________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN, dengan ini menyatakan akan membayar kepada : Nama Alamat : -------------------------------------------------------------- [ Panitia pengadaan] : ------------------------------------------------------------------------------------

Selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN. sejumlah uang Rp. --------------------------- terbilang (------------------------------------------ ) sebagai Jaminan Penawaran dalam bentuk garansi bank, apabila : Nama Alamat : -----------------------------------------------------------[peserta pelelangan] : ------------------------------------------------------------------------------------

selanjutnya disebut : YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/ tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan yaitu : a. b. Yang Dijamin menarik kembali penawarannya selama pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang; Yang Dijamin tidak : 1) 2) 3) c. Menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang; Menandatangani Kontrak; atau Hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang dilaksanakannya

Yang Dijamin terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN); sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut :

34

1. 2.

Garansi Bank berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari tanggal _____________________ s/d____________________ Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari penerima jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Penawaran sebagaimana tercantum dalam butir 1. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai tidak memenuhi kewajibannya. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang yang dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Garansi Bank sebagai Jaminan Penawaran ini dijadikan jaminan kepada pihak lain. tidak dapat dipindahtangankan atau

3.

4.

5. 6.

Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank sebagai Jaminan Penawaran ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ................................................................. Dikeluarkan : ------------------------Pada tanggal : ------------------------....................................................................................

( Bank )
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _______Bank

Meterai Rp. 6.000,Nama dan Jabatan

35

G.

BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN

JAMINAN PENAWARAN Nomor Jaminan : 1. ............ Nilai :

CONTOH
.. ..

Dengan ini dinyatakan, bahwa kami : _____________________[ nama] , _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________________[nama penebit jaminan] , _____________ [ alamat] , sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada [ ________________[ nama Panitia Pengadaan] , __________[ alamat] sebagai Pelaksana Pelelangan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________(terbilang______________________) Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan _____ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN : a. b. Menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. Tidak: 1) 2) 3) c. Menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang; Menandatangani Kontrak; Hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang;

2.

3.

Terlibat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

4. 5.

Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal__________ PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji/wanprestasi. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal1831 KUH Perdata. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan Pada tanggal TERJAMIN
Untuk keyakinan, pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke ______ penerbit Jaminan

6.

7.

: :

----------------------------------------------------PENJAMIN

Meterai Rp. 6.000,-

Nama dan jabatan

Nama dan jabatan

36

BAB VII BENTUK KONTRAK SURAT PERJANJIAN untuk melaksanakan Paket Pekerjaan Pengadaan Barang __________ Nomor : [ Jika Penyedia bukan berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/ komparisi sebagai berikut : SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut Kontrak ) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara : __________ [ nama Pejabat Pembuat Komitmen] , selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [ nama satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen], yang berkedudukan di __________ [ alamat Pejabat Pembuat Komitmen] , berdasarkan Surat Keputusan__________[ pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PPK] No _________________ [ No. SK penetapan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen] (selanjutnya disebut PPK ) dan __________ [ nama wakil Penyedia] , __________ [ jabatan wakil Penyedia] , yang bertindak untuk dan atas nama __________ [ nama Penyedia] , yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Notaris No. ___ [ No. Akta notaris] tanggal ____________ [ tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [ nama Notaris penerbit Akta] (selanjutnya disebut Penyedia ).] [ Jika Penyedia berbentuk kemitraan/ KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut : SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut Kontrak ) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [ tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [ nama Pejabat Pembuat Komitmen] , selaku Pejabat Pembuat Komitmen, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [ nama satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] , yang berkedudukan di __________ [ alamat Pejabat Pembuat Komitmen] , berdasarkan Surat Keputusan _______________ [ pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai PPK] No _________________ [ No. SK penetapan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen] (selanjutnya disebut PPKP ) dan kemitraan/ KSO yang beranggotakan sebagai berikut: 1. 2. _________________ [nama Penyedia 1]; _________________ [ nama Penyedia 2] ; dst

37

yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk __________ [ nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/ KSO] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di __________ [ alamat Penyedia wakil kemitraan] , berdasarkan surat Perjanjian kemitraan/KSO No. ___________ tanggal ___________ (selanjutnya disebut Penyedia ).] MENGINGAT BAHWA : (a) PPK telah meminta Penyedia untuk menyediakan Barang sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini (selanjutnya disebut Pekerjaan Pengadaan Barang ); Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada PPK, memiliki keahlian profesional, personil, dan sumber daya teknis, serta telah menyetujui untuk menyediakan Barang sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini; PPK dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan untu ini, dan mengikat pihak yang diwakili; PPK dan Penyedia mengakui dan menyatakan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) 2) 3) 4) menandatangani Kontrak

(b)

(c)

(d)

bahwa

sehubungan

dengan

Telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat; Menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut; Telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini; Telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan ngkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait.

MAKA OLEH KARENA ITU, PPK dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut : 1. Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum ditulis sebagai berikut : total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp_____________ (_______________ rupiah); ] [untuk kontrak lump sum ditulis sebagai berikut : total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp______________ (_________________ rupiah); ] 2. Peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini;

38

3.

Dokumen-dokumen berikut terpisahkan dari Kontrak ini: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j.

merupakan

satu-kesatuan

dan

bagian

yang

tidak

Adendum Surat Perjanjian; Pokok perjanjian; Surat penawaran; Daftar kuantitas dan harga; Syarat-syarat khusus Kontrak; Syarat-syarat umum Kontrak; Spesifikasi khusus; Spesifikasi umum; Gambar-gambar; dan Dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan, SPPB, BAHP.

4.

Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain, dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas; Hak dan kewajiban timbal-balik PPK dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya: a. PPK mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) 2) 3) Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia; Meminta laporan-laporan mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia; Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; Membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia.

5.

4)

b.

Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) 2) 3) 4) 5) Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak; Meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak; Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK ; Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; jadwal PPK

Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat, akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, angkutan ke atau dari lapangan, dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan, penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak;

39

6) 7) 8)

Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak; Mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia.

6.

Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam SyaratSyarat Umum/ Khusus Kontrak dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur alam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.

DENGAN DEMIKIAN, PPK dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.

Untuk dan atas nama __________ PPK [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp 6.000,- )]

Untuk dan atas nama Penyedia/ kemitraan (KSO) __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja PPK maka rekatkan materai Rp 6.000,- )] [nama lengkap] [jabatan]

[nama lengkap] [jabatan]

40

BAB VIII SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. KETENTUAN UMUM 1. Definisi : Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut : 1.1 Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, bergerak maupun tidak bergerak, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh Pengguna Barang; 1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabat Pemegang Kewenangan Penggunaan Anggaran; 1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN; 1.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang; 1.5 Panitia/ Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/ pejabat yang ditetapkan oleh PA/ KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan; 1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi; 1.7 Penyedia adalah badan usaha yang menyediakan barang; 1.8 Sub penyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia penanggung jawab kontrak, untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak); 1.9 Kemitraan adalah kerja sama usaha antar penyedia baik penyedia nasional maupun penyedia asing, yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis; 1.10 Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan, adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional), yang dikeluarkan oleh Bank Umum/ Perusahaan Penjamin/ Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh peserta/ penyedia kepada PPK untuk menjamin terpenuhinya kewajiban peserta/ penyedia; 1.11 Kontrak Pengadaan Barang Pemerintah yang selanjutnya disebut Kotrak adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Penyedia dan mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari Kontrak; 1.12 Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak; 1.13 Hari adalah hari kalender; 1.14 Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran;

41

1.15

Harga Perkiraan sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Panitia Pengadaan untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya; Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu barang sesuai peruntukannya yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan; Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan; Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan dalam Dokumen pemilihan, yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK; Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima barang; Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia adalah sama dengan tanggal penandatangan Surat Pesanan (SP) oleh penyedia; Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pekerjaan selesai, dinyatakan dalam berita acara penyerahan pekerjaan yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen; Tempat Tujuan Akhir adalah lokasi yang tercantum dalam Syarat-syarat khusus kontrak dan merupakan tempat dimana Barang akan dipergunakan oleh PPK; Tempat tujuan Pengiriman adalah tempat dimana kewajiban pengiriman barang oleh Penyedia berakhir sesuai dengan istilah pengiriman yang digunakan.

1.16

1.17

1.18

1.19

1.20 1.21

1.22

1.23

2.

Penerapan. SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hirarki dalam Surat Perjanjian.

3.

Bahasa dan hukum. 3.1 3.2 Bahasa kontrak harus dalam bahasa Indonesia; Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan etika pengadaan barang/ jasa pemerintah, para pihak dilarang untuk : a. Menawarkan, menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini; Mendorong terjadinya persaingan tidak sehat; Membuat dan/ atau 42 menyampaikan dokumen dan/atau

4.

Larangan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan. 4.1

b. c.

keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pemilihan. 4.2 Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua anggota kemitraan/ KSO apabila berbentuk kemitraan/ KSO) dan sub penyedianya (jika ada) tidak pernah dan tidak akan melakukan tindakan yang dilarang diatas; Penyedia yang menurut penilaian PPK terbukti melakukan laranganlarangan diatas dapat dikenakan sanksi-sanksi adminsitrastif oleh PPK sebagai berikut : a. b. c. d. 4.4 4.5 5. Pemutusan Kontrak; Jaminan Pelaksanaan dicairkan ditetapkan dalam SSKK; Pengenaan daftar hitam. dan disetor sebagaimana

4.3

Sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia; dan

Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh PPK kepada Kapolri; PPK yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. sanksi

Asal Barang. 5.1 5.2 5.3 Penyedia harus menyampaikan asal material/ bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor; Asal barang merupakan tempat barang diperoleh, atau diproduksi; Barang diadakan harus diutamakan barang yang manufaktur, pabrikasi, perakitan, dan penyelesaian akhir pekerjaannya dilakukan di Indonesia (produksi dalam negeri);

5.4

6.

Jika dalam proses pembuatan Barang digunakan komponen berupa barang, jasa, atau gabungan keduanya yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) maka penggunaan komponen impor harus sesuai dengan besaran TKDN harus tercantum dalam Daftar Inventarisasai Barang/ Jasa produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian yang membidangi perindustrian dan dinyatakan oleh Penyedia dalam Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN yang merupakan bagian dari Penawaran Penyedia. Korespondensi. 6.1 6.2 Semua korespondensi dapat berbentuk surat, e-mail dan/ atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK; Semua pemberitahuan, permohonan, atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia, dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak, atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan/ atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK;

43

7.

Wakil sah para pihak. Setiap tindakan yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan, dan setiap dokumen yang dipersyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh PPK atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Penyedia tidak boleh diwakilkan;

8.

Pembukuan. Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan pengadaan Barang ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku.

9.

Perpajakan. Penyedia, Subpenyedia (jika ada), dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak, bea, retribusi, dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak.

10.

Pengalihan dan/atau Subkontrak. 10.1 Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh Kontrak ini. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia, baik sebagai akibat peleburan (merger) maupun akibat lainnya; Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan pekerjaan utama yang disebutkan dalam daftar kuantitas dalam Kontrak ini; Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya diperbolehkan kepada Penyedia spesialis setelah persetujuan tertulis dari PPK. Penyedia tetap bertanggungjawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan; Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan Penyedia dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK.

10.2 10.3

10.4 11.

Pengabaian. Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian.

12.

Penyedia mandiri. Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggungjawab penuh terhadap personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.

13.

Kemitraan. Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama kemitraan/KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap PPK berdasarkan Kontrak ini.

14.

Pengawasan pelaksanaan pekerjaan. Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan. 44 PPK dapat mengawasi

B.

PELAKSANAAN PENGADAAN, PEMUTUSAN KONTRAK. 15.

SERAH

TERI MA,

AMANDEMEN

DAN

Jadwal pelaksanaan pekerjaan. 15.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat Perjanjian oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK; 15.2 Pekerjaan pengadaan Barang mulai dilaksanakan pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK; 15.3 Barang harus diserahkan pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK; 15.4 Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada PPK, maka PPK dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak.

16.

Surat Pesanan. 16.1 16.2 PPK menerbitkan SP selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan Kontrak; SP harus sudah disetujui/ditandatangani oleh penyedia sesuai dengan yang dipersyaratkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal penerbitan SP; Tanggal penandatanganan SP oleh penyedia ditetapkan sebagai tanggal awal perhitungan waktu penyerahan.

16.3

17.

Program Mutu. 17.1 17.2 Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh PPK; Program mutu disusun oleh penyedia paling sedikit berisi : a. Informasi pengadaan barang; b. Organisasi kerja penyedia; c. Jadwal pelaksanaan pekerjaan; d. Prosedur pelaksanaan pekerjaan; e. Prosedur instruksi kerja; dan f. Pelaksana kerja. Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lapangan; Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi adendum kontrak dan peristiwa kompensasi; Pemutakhiran program mutu harus menunjukan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan. Pemutakhiran program mutu harus mendapat persetujuan dari PPK; Persetujuan PPK terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia.

17.3 17.4 17.5

17.6 18.

Rapat persiapan pelaksanaan kontrak. 18.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SP dan sebelum pelaksanaan pekerjaan, PPK bersama dengan penyedia, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan, harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. 45

18.2

Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak adalah : a. b. c. d. e. f. Program mutu; Organisasi kerja; Tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan; Jadwal pelaksanaan pekerjaan; Penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan, apabila ada; Rincian rencana pengiriman dan rencana pabrikasi barang, jika barang yang akan diadakan memerlukan pabrikasi.

B.1

Pelaksanaan Pengadaan. 19. Lingkup pekerjaan. Barang yang akan diadakan harus sesuai dengan daftar kuantitas dan harga 20. Standar/Spesifikasi Teknis. Penyedia harus menyediakan barang yang memenuhi Spesifikasi Teknis Bekal Umum (STBU) Polri yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 21. Pemeriksaan Bersama. 21.1 Apabila diperlukan, pada tahap awal pelaksanaan Kontrak, PPK bersama-sama dengan penyedia melakukan pemeriksaan kondisi lapangan; Untuk pemeriksaan bersama ini, PA/ KPA dapat membentuk Panitia/ Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK; Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak, maka harus dituangkan dalam 46ddendum Kontrak.

21.2 21.3

22.

Inspeksi Pabrikasi. 22.1 PPK atau Tim Inspeksi yang ditunjuk PPK dapat melakukan inspeksi atas proses pabrikasi barang/peralatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam SSKK; Jadwal, tempat dan ruang lingkup inspeksi sesuai SSKK; Biaya pelaksanaan inspeksi termasuk dalam harga Kontrak.

22.2 22.3 23.

Pengepakan. 23.1 Penyedia berkewajiban atas tanggungannya sendiri untuk mengepak Barang sedemikian rupa sehingga Barang terhindar dan terlindungi dari resiko kerusakan atau kehilangan selama masa transportasi atau pada saat pengiriman dari tempat asal Barang sampai ke Tempat Tujuan Akhir; Penyedia harus melakukan pengepakan, penandaan, dan penyertaan dokumen identitas Barang di dalam dan di luar paket Barang sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.

23.2

24.

Pengiriman. 24.1 Penyedia berkewajiban untuk menyelesaikan pengiriman barang sesuai dengan jadwal pengiriman. Dokumen rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya diatur dalam SSKK; 46

24.2 24.3 25.

Sarana transportasi yang dipakai diatur dalam SSKK; Untuk barang-barang yang mudah rusak atau berisiko tinggi, penyedia harus memberikan informasi secara rinci tentang cara penanganannya. Penyedia harus mengasuransikan barang-barang yang akan diserahkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK; Penyedia harus mengasuransikan pengiriman barang-barang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam SSKK; Barang yang dikirimkan secara CIF (Cost, Insurance and Freight) harus diasuransikan untuk pertanggungan yang tercantum dalam SSKK terhadap kerusakan atau kehilangan yang mungkin terjadi selama pabrikasi atau proses perolehan, transportasi, penyimpanan dan pengiriman sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman; Asuransi terhadap Barang harus diteruskan sampai ke Tempat Tujuan Akhir, sebagaimana ditetapkan dalam SSKK; Penerima manfaat harus dijelaskan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK; dalam dokumen asuransi

Asuransi. 25.1

25.2

25.3

25.4 25.5 25.6 26. 26.1

Semua biaya penutupan asuransi telah termasuk dalam nilai kontrak. Penyedia bertanggung jawab untuk mengatur pengangkutan Barang (termasuk pemuatan dan penyimpanan) sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman; Transportasi Barang harus diteruskan sampai dengan Tempat Tujuan Akhir sebagaimana ditetapkan dalam SSKK; Semua biaya transportasi (termasuk pemuatan dan penyimpanan) telah termasuk di dalam nilai Kontrak.

Transportasi.

26.2 26.3 27.

Resiko. Semua resiko terhadap kerusakan atau kehilangan Barang tetap berada pada Penyedia dan tidak akan beralih kepada PPK sampai dengan Tempat Tujuan Pengiriman.

28.

Pemeriksaan dan pengujian. 28.1 PPK berhak untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian atas Barang untuk memastikan kecocokannya dengan spesifikasi dan persyaratan yang telah ditentukan dalam kontrak; Pemeriksaan dan pengujian dapat dilakukan sendiri oleh penyedia dan disaksikan oleh PPK atau diwakilkan kepada pihak ketiga; Pemeriksaan dan Pengujian dilaksanakan sebagaimana diatur dalam SSKK; Biaya pemeriksaan dan pengujian ditanggung oleh Penyedia; Pemeriksaan dan pengujian dilakukan di tempat yang ditentukan dalam SSKK, dan dihadiri oleh PPK dan/ atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan. Penyedia berkewajiban untuk memberikan akses kepada PPK dan/ atau Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan tanpa biaya. Jika pemeriksaan dan pengujian dilakukan di luar Tempat Tujuan Akhir maka semua biaya kehadiran PPK dan/ atau Pejabat/ Panitia Penerima Hasil 47

28.2 28.3 28.4 28.5

Pekerjaan merupakan tanggungan PPK; 28.6 Jika hasil pemeriksaan dan pengujian tidak sesuai dengan jenis dan mutu Barang yang ditetapkan dalam Kontrak, PPK dan/ atau Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berhak untuk menolak Barang tersebut dan Penyedia atas biaya sendiri berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang yang tersebut; Atas pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian yang terpisah dari serah terima Barang, PPK dan/ atau Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan membuat berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh PPK dan/atau Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan Penyedia.

28.7

29.

Waktu penyelesaian pekerjaan. 29.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal penyedia berkewajiban menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada tanggal penyelesaian yang ditetapkan dalam SSKK; Jika pekerjaan tidak selesai pada tanggal penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda; Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka PPK dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang; Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam Pasal ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan.

29.2

29.3

29.4 30.

Serah terima barang 30.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK untuk penyerahan pekerjaan; Serah terima Barang dilakukan di tempat sebagaimana ditetapkan dalam SSKK; Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan; PPK menugaskan

30.2 30.3 30.4

Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/ atau cacat hasil pekerjaan, Pejabat/ Panitia Penerima Hasil Pekerjaan menyampaikan kepada PPK untuk meminta penyedia memperbaiki/menyelesaikannya; Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berkewajiban untuk memeriksa kebenaran dokumen identitas barang dan membandingkan kesesuaiannya dengan dokumen rincian pengiriman; Jika identitas Barang tidak sesuai dengan dokumen rincian pengiriman Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dapat secara langsung meminta Penyedia melakukan pemeriksaan serta pengujian Barang (jika diperlukan); Jika Barang dianggap tidak memenuhi persyaratan Kontrak maka Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan berhak untuk menolak Barang tersebut;

30.5

30.6

30.7

48

30.8

Atas pelaksanaan serah terima Barang, Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan membuat berita acara serah terima yang ditandatangani oleh Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan Penyedia;

30.9 Penilaian hasil pekerjaan, dilaksanakan oleh Panitia/ Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. 30.10 PPK menerima penyerahan pekerjaan setelah : a. Seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/ Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan; dan Penyedia menyerahkan sertifikat garansi kepada PPK (apabila diperlukan).

b.

30.11 Jika Barang tidak dikirimkan sesuai dengan Jadwal Pengiriman bukan akibat Keadaan Kahar atau karena kesalahan atau kelalaian Penyedia maka Penyedia dikenakan denda keterlambatan. B.2 Garansi dan Layanan Tambahan. 31. Jaminan bebas cacat mutu/garansi. 31.1 Penyedia dengan jaminan pabrikan dari produsen pabrikan (jika ada) berkewajiban untuk menjamin bahwa selama penggunaan secara wajar oleh PPK, Barang tidak mengandung cacat mutu yang disebabkan oleh tindakan atau kelalaian Penyedia, atau cacat mutu akibat desain, bahan, dan cara kerja; Jaminan bebas cacat mutu ini berlaku sampai dengan 12 (dua belas) bulan setelah serah terima Barang atau jangka waktu lain yang ditetapkan dalam SSKK; PPK akan menyampaikan pemberitahuan cacat mutu kepada Penyedia segera setelah ditemukan cacat mutu tersebut selama Masa Layanan Purnajual; Terhadap pemberitahuan cacat mutu oleh PPK, Penyedia berkewajiban untuk memperbaiki atau mengganti Barang dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan tersebut; Jika Penyedia tidak memperbaiki atau mengganti Barang akibat cacat mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka PPK akan menghitung biaya perbaikan yang diperlukan, dan PPK secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh PPK akan melakukan perbaikan tersebut. Penyedia berkewajiban untuk membayar biaya perbaikan atau penggantian tersebut sesuai dengan klaim yang diajukan secara tertulis oleh PPK. Biaya tersebut dapat dipotong oleh PPK dari nilai tagihan atau jaminan pelaksanaan Penyedia; Terlepas dari kewajiban penggantian biaya, PPK dapat memasukkan Penyedia yang lalai memperbaiki cacat mutu ke dalam daftar hitam.

31.2

31.3

31.4

31.5

31.6

49

B.3

Perubahan Kontrak. 32. Perubahan Kontrak. 32.1 32.2 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak; Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak dan dituangkan melalui amandemen Kontrak, meliputi : a. Perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; a. b. 32.3 33. Perubahan jadwal pelaksanaan perubahan pekerjaan; pekerjaan akibat adanya

Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan, perubahan pelaksanaan pekerjaan dan/atau penyesuaian harga;

Untuk kepentingan perubahan kontrak, PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul PPK. Perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan dapat diberikan oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut : a. Perubahan disain; b. Keterlambatan yang disebabkan oleh PPK; c. Masalah yang timbul diluar kendali penyedia; dan/atau d. Keadaan Kahar. Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurangkurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat Keadaan Kahar; PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia; PPK dapat menugaskan Panitia/ Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usaha perpanjangan waktu pelaksanaan; Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum Kontrak.

Perpanjangan waktu pelaksanaan Pekerjaan. 33.1

33.2

33.3

33.4 33.5 B.4

Keadaan Kahar. 34. Pengertian. 34.1 Yang dimaksud Keadaan Kahar dalam Kontrak ini adalah suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya, sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. Yang digolongkan Keadaan Kahar adalah a. b. c. d. e. f. 34.2 Bencana alam; Bencana non alam; Bencana sosial; Pemogokan; Kebakaran; dan/atau Gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait;

Tidak termasuk Keadaan Kahar adalah hal-hal yang merugikan akibat 50

perbuatan atau kelalaian Para Pihak; 34.3 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar; Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan, Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai; Jika selama masa Keadaan Kahar PPK memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak. Kegagalan salah satu Pihak untuk memenuhi kewajibannya yang ditentukan dalam Kontrak bukan merupakan cidera janji atau wanprestasi jika ketidakmampuan tersebut diakibatkan oleh Keadaan Kahar, dan Pihak yang ditimpa Keadaan Kahar : a. b. Telah mengambil semua tindakan yang sepatutnya untuk memenuhi kewajiban dalam Kontrak; dan Telah memberitahukan secara tertulis kepada Pihak lain dalam Kontrak selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar, dengan menyertakan salinan pernyataan Keadaan Kahar yang dikeluarkan oleh pihak/ instansi yang berwenang sesuai ketentuan peraturan perundangundangan;

34.4

35.

Bukan cidera janji. 35.1

35.2 36.

Keterlambatan pengadaan akibat Keadaan Kahar tidak dikenakan sanksi.

Perpanjangan waktu. Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar.

37.

Pembayaran. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar, Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pengadaan yang telah dicapai. Jika selama masa Keadaan Kahar, PPK memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pengadaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk melanjutkan pengadaan dalam situasi demikian.

B.5

Pemutusan dan Penghentian. 38. Pemutusan oleh PPK . 38.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, PPK dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan 51

tertulis kepada Penyedia setelah terjadinya hal-hal sebagai berikut : a. Penyedia lalai/ cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan; Penyedia gagal mengirimkan Barang sesuai dengan Jadwal Pengiriman dan Penyelesaian. Pemutusan dapat dilakukan hanya terhadap bagian tertentu dari pengadaan yang gagal dikirimkan atau diselesaikan; Dalam hal terjadi pemutusan, PPK dengan caranya sendiri dapat memperoleh pasokan Barang yang gagal dikirimkan atau diselesaikan. Penyedia berkewajiban untuk mengganti selisih biaya (jika ada) yang dikeluarkan oleh PPK di atas Nilai Kontrak ini untuk memasok Barang tersebut. Penyedia tetap berkewajiban untuk meneruskan pelaksanaan bagian lain dari pengadaan dalam Kontrak ini yang tidak diputuskan; Penyedia berada dalam keadaan pailit; Penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Surat Jaminan Pelaksanaan; Denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan Penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak; Penyedia terbukti melakukan KKN, kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang; dan/atau Pengaduan tentang penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/ atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang.

b.

c. d. e.

f.

g.

38.2

Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia : a. b. c. d. Jaminan Pelaksanaan dicairkan; Sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan; Penyedia membayar denda; dan/atau Penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam.

39.

Pemutusan oleh Penyedia . 39.1 Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Penyedia dapat memutuskan Kontrak ini melalui pemberitahuan tertulis kepada PPK apabila PPK tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK; atau Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena PPK terlibat penyimpangan prosedur, dugaan KKN dan/ atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan, maka PPK dikenakan sanksi berdasarkan perundang-undangan.

39.2

40.

Penghentian Kontrak. Penghentian Kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar.

41.

Pembayaran setelah Penghentian/pemutusan. 52

Dalam hal Kontrak dihentikan atau diputus, maka PPK wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai sampai dengan tanggal berlakunya penghentian/pemutusan kontrak. C. HAK DAN KEWAJIBAN PENYEDIA. 42. Hak dan Kewajiban Penyedia Penyedia mempunyai Hak dan Kewajiban : a. b. Menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam kontrak; Berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari PPK untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak; Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada PPK; Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; Memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan PPK; untuk

c. d.

e. f. g.

Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak; dan Penyedia harus mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia.

43.

Tanggung jawab Penyedia berkewajiban untuk memasok Barang sesuai dengan Lingkup Pengadaan, Jadwal Pengiriman dan Penyelesaian. Penggunaan dokumen-dokumen Kontrak dan informasi. Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain, misalnya spesifikasi teknis dan/ atau gambar-gambar, kecuali dengan ijin tertulis dari PPK. Kekayaan Intelektual. Penyedia berkewajiban untuk melindungi Pejabat Pembuat Komitmen dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. Penanggungan. Penyedia berkewajiban untuk melindungi, membebaskan, dan menanggung tanpa batas PPK beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan, tanggung jawab, kewajiban, kehilangan, kerugian, denda, gugatan atau tuntutan hukum, proses pemeriksaan hukum, dan biaya yang dikenakan terhadap PPK beserta instansinya sehubungan dengan klaim yang timbul dari pengadaan Barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan Kontrak ini atas kehilangan atau kerusakan harta benda, dan cidera tubuh, sakit atau kematian pihak ketiga. Tindakan Penyedia yang mensyaratkan persetujuan PPK . 47.1 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan 53

44.

45.

46.

47.

tertulis PPK sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut : a. b. c. 48. Mensubkontrakkan sebagian pengadaan Barang ini; Mengubah atau memutakhirkan program mutu; Tindakan lain yang diatur dalam SSKK.

Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi kecil. 48.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, maka dalam kontrak dimuat : a. Penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro, Usaha Kecil dan koperasi kecil, antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya; Dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut; Bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; dan Membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas.

48.2

b. c. d. 48.3 49.

Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar, maka penyedia dikenakan sanksi yang ditetapkan dalam SSKK. Penyedia yang bukan berstatus Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil dapat bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil sebagaimana ditetapkan dalam SSKK, yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama; Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh PPK; Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut; Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.

Kerjasama antara Penyedia dan Sub Penyedia. 49.1

49.2 49.3 49.4 50.

Denda. Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban Penyedia dalam Kontrak ini. PPK mengenakan denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pengadaan Penyedia. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual Penyedia.

51.

Jaminan. 51.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada PPK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang (SPPB) sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan besar : 54

a. b.

5% (lima perseratus) dari nilai kontrak; atau 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS.

51.2 51.3 51.4

Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal kontrak; Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan setelah menyerahkan sertifikat garansi; Jaminan Uang Muka diberikan kepada PPK dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka; Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan; Masa berlakunya Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal serah terima barang; Besarnya jaminan, bentuk dan masa berlakunya jaminan-jaminan tersebut di atas disesuaikan dengan ketentuan dalam Dokumen Pengadaan.

51.5 51.6

51.7

52.

Laporan Hasil Pekerjaan. 52.1 Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan Kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atas kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan; Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan, dibuat laporan realisasi mengenai seluruh aktivitas pekerjaan; Laporan pelaksanaan pekerjaan dibuat oleh penyedia, apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil PPK.

52.2 52.3 D.

HAK DAN KEWAJIBAN PPK. 53. Hak dan kewajiban PPK. 53.1 PPK mempunyai Hak dan kewajiban : a. b. c. d. Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia; Meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia; Membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia; dan Memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.

55

54.

Fasilitas. PPK dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pengadaan sebagaimana yang tercantum dalam SSKK. Pembayaran. 55.1 Uang muka a. Uang Muka dapat diberikan kepada Penyedia untuk : 1) 2) b. Pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok barang/ material; dan/atau Persiapan teknis lain yang diperlukan bagi pelaksanaan Pengadaan Barang;

55.

Besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar setelah penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diterima; Penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepada PPK disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak; PPK harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka diterima; Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank umum, Perusahaan Penjamin atau Perusahaan Asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (Suretyship) jenis Surety Bond, sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan, yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional); Pengembalian uang muka harus diperhitungkan pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus); Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh PPK, dengan ketentuan : 1) 2) Penyedia telah mengajukan kemajuan hasil pekerjaan; tagihan disertai laporan

c.

d.

e.

f.

55.2 Prestasi pekerjaan a.

Pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam SSKK; Pembayaran harus dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; dan Untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan.

3) 4)

b.

Penyelesaian pembayaran hanya dapat dilaksanakan setelah barang dinyatakan diterima sesuai dengan berita acara serah terima barang; 56

c.

PPK dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM); Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. PPK dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan dan besarnya tagihan yang dapat disetujui untuk dibayar setinggi-tingginya sesuai ketentuan dalam SSKK; Denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia karena terjadinya cidera janji/wanprestasi; Ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada PPK karena terjadinya cidera janji/wanprestasi; Besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satuperseribu) dari nilai Kontrak atau bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan. Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh PPK atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi; Tata cara pembayaran denda dan/ atau ganti rugi diatur dalam SSKK; Ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan dalam addendum kontrak; Pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh PPK, apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data.

d.

55.3 Denda dan ganti rugi. a. b. c.

d.

e. f. g.

56.

Peristiwa Kompensasi. 56.1 Peristiwa kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut : a. b. c. d. PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; Keterlambatan pembayaran kepada penyedia; PPK tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/ atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; PPK menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan; PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan; ketentuan lain dalam SSKK.

e. f.

56.2. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/ atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka PPK berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/ atau memberikan perpanjangan waktu 57

penyelesaian pekerjaan; 56.3 Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada PPK, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Kompensasi; Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa Kontrak; Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/ atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Kompensasi. PPK membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar harga kontrak; Harga Kontrak telah memperhitungkan keuntungan dan beban pajak serta biaya overhead; Untuk Kontrak lump sum - Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga.

56.4

56.5

57.

Harga Kontrak 57.1 57.2 57.3

58.

Penangguhan 58.1 PPK dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya; PPK secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu; Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia; Jika dipandang perlu oleh PPK, penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia.

58.2

58.3 58.4

59.

Pengawasan dan Pemeriksaan. PPK berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Apabila diperlukan, PPK dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.

E.

PENYELESAIAN PERSELISIHAN. 60. Penyelesaian Perselisihan. Cara penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak yang meliputi musyawarah, arbitrase, mediasi, konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 61. Itikad baik. 58

61.1 61.2

Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak; Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Apabila selama kontrak, salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut.

59

BAB I X SYARAT- SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK)

A.

Pengertian

1. Pengguna Anggaran : 2 Kuasa Pengguna : Anggaran 3. Tempat Tujuan Akhir :

KAPOLRI DIREKTUR TINDAK PIDANA NARKOBA BARESKRIM POLRI Gudang Dittipidnarkoba Bareskrim Polri

B.

Korespondensi

Alamat Para Pihak sebagai berikut : Satuan Kerja PPK Nama Alamat Telek Faksimili Penyedia Barang Nama Alamat Telek Faksimili : : : : : : : : : : DITTIPIDNARKOBA BARESKRIM POLRI KBP Drs. ANJAN PRAMUKA PUTRA, S.H., M.Hum. Jl. MT. Haryono No. 11, Cawang, Jakarta Timur 13630 021-80887419 ....................................................... ....................................................... ....................................................... ....................................................... .......................................................

C.

Wakil Syah para pihak

Wakil Syah para pihak sebagai berikut : 1. PPK : KBP. Drs. ANJAN P. PUTRA,SH. M. Hum. 2. Penyedia Barang : ....................................................... 22 Oktober 2013 s/ d

D.

Tanggal berlaku Kontrak Waktu dimulainya pekerjaan

Kontrak mulai berlaku terhitung sejak 16 Desember 2013

E. F.

Pekerjaan pengadaan barang mulai dilaksanakan terhitung sejak tanggal 22 Oktober 2013. Penyedia Mikro. dapat bekerja sama dengan penyedia Usaha

Kerja sama antara 1. Penyedia dengan sub penyedia 2. 3.

Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan pekerjaan berupa pekerjaan pokok. Penyedia yang melanggar ketentuan tentang pengalihan dan/ atau subkontrak, akan dikenakan sanksi administratif.

G.

Standar/Spektek

Penyedia barang harus menyediakan barang yang telah memenuhi standar ( Spesifikasi Teknis Polri ).

60

H.

Pemeriksaan Bersama

PPK bersama-sama dengan penyedia barang melakukan pemeriksaan kondisi lapangan/pabrik setelah penandangan kontrak. PPK atau Tim Inspeksi yang ditunjuk PPK melakukan inspeksi atas proses pabrikasi barang pada waktu, awal, pertengahan dan/atau sesuai kebutuhan setelah penandatangan kontrak.

I.

Inspeksi Pabrikasi

J.

Pengepakan

Pengepakan, penandaan dan penyertaan dokumen didalam dan diluar paket Barang harus dilakukan sebagai berikut : 1. Penyedia barang wajib melakukan pengepakan terhadap barang-barang yang dikirim dari asal barang sampai ketujuan akhir yang telah dicantumkan dalam kontrak. 2. Packing barang dibuat berdasarkan spesifikasi teknis yang ditentukan dalam dokumen pemilihan Penyedia Barang. Rincian pengiriman dan dokumen terkait lainnya yang harus diserahkan oleh Penyedia adalah : Surat Ijin Pemasukan Barang dan Surat Jalan Barang. Dokumen tersebut diatas harus sudah diterima oleh PPK sebelum serah terima Barang. Jika dokumen tidak diterima maka Penyedia bertanggungjawab atas setiap biaya yang diakibatkannya.

Pengiriman

L. M. N.

Transportasi Serah terima Pemeriksaan dan pengujian

Barang harus diangkut sampai dengan Tempat Tujuan Akhir. Serah terima barang di Gudang Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Pemeriksaan dan pengujian yang dilaksanakan meliputi : 1. Memeriksa kelengkapan dokumen. 2. Penyerahan barang dapat dilakukan secara berangsurangsur (bertahap) atau sekaligus. 3. Pemeriksaan jumlah barang dilaksanakan di Gudang Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Jl. MT. Haryono No. 11 Cawang, Jakarta Timur. 4. Pengujian dapat dilakukan melalui uji fungsi/ uji mutu sesuai fungsi alat sebagaimana mestinya. 5. Dalam hal barang yang diserahkan tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan, maka terhadap barang tersebut akan dikembalikan dan penyedia barang wajib mengganti barang dengan jumlah yang sama dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Garansi

Masa Layanan Purna jual berlaku selama minimal 12 (dua belas) bulan setelah serah terima Barang yaitu dengan cara mengganti sejumlah barang yang cacat tidak wajar dengan 61

kualitas yang sama. P Tindakan Penyedia Barang yang Mensyaratkan Persetujuan PPK Mensubkontrakkan sebagian Paket Pekerjaan, Penyedia Barang tetap bertanggungjawab penuh atas pelaksanaan keseluruhan Paket pekerjaan.

Q.

Denda keterlambatan

Denda atas keterlambatan pengiriman barang sebesar 1 (satu perseribu) dari barang yang belum diterima untuk setiap hari keterlambatan.

R.

Surat Jaminan Jaminan pelaksanaan diterbitkan oleh Bank Umum (tidak Pelaksanaan termasuk Bank Perkereditan Rakyat) Perusahaan Penjamin atau Perusahaan Asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (Suretyship) jenis Surety Bond, sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan, yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional); dan ditetapkan sebesar 5% (lima persen) dari nilai kontrak. Fasilitas PPK berkewajiban untuk memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSUK untuk kelancaran Pelaksanaan Paket Pekerjaan. Kontrak pengadaan barang ini penawaran dan koreksi aritmatik. hasil dari evaluasi

S.

T.

Harga Kontrak

U.

Pembayaran 1. Pembayaran tagihan harga barang dalam kontrak kepada Penyedia dilaksanakan melalui Kantor Pelayanan Barang Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta III. 2. Dokumen penunjang yang dipersyaratkan mengajukan penagihan meliputi : a. SPM b. Surat Pernyataan LS c. Resume Kontrak d. Kontrak (asli) e. Berita Acara Penerimaan f. Kwitansi + Faktur Barang g. SPP (Surat Permintaan Pembayaran) h. Faktur Pajak Standar i. SSP 2 (dua) set (PPN + PPH) untuk

V.

Penyelesaian Perselisihan

Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan adalah : Pengadilan republik Indonesia yang berkompeten.

62

BAB X SPESIFIKASI TEKNIS ALSUS NARKOBA DIREKTORAT TINDAK PIDANA NARKOBA PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR POLRI TA. 2013 NO 1. NAMA ALAT ANALYSTS NOTEBOOK + LAPTOP FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS A. FUNGSI : Alat untuk visualisasi data hubungan telepon atau membangun grafik/pola jaringan hubungan telepon yang kompleks menjadi grup sehingga memudahkan dalam menganalisa jaringan pelaku tindak pidana. B. SPESIFIKASI TEKNIS MINIMAL : 1. Mampu menampilkan grafik/pola jaringan korelasi 2D dan 3D; 2. Mampu melakukan otomatisasi analisis yang memudahkan dan mempercepat pengelompokan dari suatu data yang kompleks; 3. Mampu membangun suatu pola analisa dengan cepat; 4. Mampu melakukan visualisasi dan analisis secara bersamaan; 5. Versi keluaran pabrikan terbaru; 6. Format data: Standard SQL Database; Multi user mode; 7. Format data yang dapat dimasukan: TXT, ACCESS, EXCEL, FoxPro, dBase, ODBC dan OLEDB; 8. Visualisasi: Link Analisis; Draw entities dan relationship on a link chart; Layout types; Dynamic Temporal Visualization; Geospatial visualization with ESRI-compatible data files; Integration with Google Earth; Show All Paths; Dynamic Database filters Color-code data according to Social Network Analysis; Dynamic de-clutter sliders; Dockable Windows with true multi-monitor support; 3D link chart navigation; Direct export of link charts dan analysis to productivity file formats HTML, Rich Text, Microsoft Word, Microsoft Excel, PDF; 9. Geospatial: Display ESRI-compatible shape files; Automatically plot entity data on shape files; Raster dan vector display; Geo-query; Lat/Long Wizard; Geo-filter; JUMLAH 3 Unit

63

NO

NAMA ALAT

FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS 10. Data Management: Integrated knowledgebase; User-extensible relational database; Fuzzy/Phonetic Searching; Web Search/Open Source built-in; 11. Kemampuan Analisis: Social Network Analysis Betweens; Social Network Analysis Closeness; Social Network Analysis Eigen value; Social Network Analysis Hub; Social Network Analysis Authority; Cell/Clique detection; Weight & Value analysis; Geospatial Query; Automatic Cut-Point detection; 12. Konfigurasi Minimum Laptop: Prosesor: Intel Core i5-430M dengan 2.26 GHz, Turbo Boost Technology up to 2.53 GHz; Operating System: Genuine Windows 7 Home Premium 64Bit; Memory: 4 GB DDR3 System Memory (2 DIMM), max supported = 8192 MB; Accessible Memory: 2 slot; Video Graphics: NVIDIA GeForce G105M with up to 512 MB DDR3 Intel HD Graphics; Display: 15.6 diagonal High Definition LED HP Bright View Display (1366x768); Harddisk: 500GB 7200 rpm SATA; Multimedia Drive: Lightscribe SuperMulti 8X DVDR/RW with Double layer Support; Power 90 W AC Adapter/6-Cell Lithium-Ion; Anti Virus Kaspersky 36 months Tas Laptop Webcam. Optical Drive Blue Ray 13. Software: Sistem Operasi Windows 7/ Vista atau XP SP3 (32bit) Software aplikasi utama forensic termasuk license key 14. Dilengkapi dengan manual book menggunakan bahasa Indonesia 15. Garansi alat minimum 1 (satu) tahun termasuk up date Software selama 1 (satu) tahun 16. Training di Jakarta untuk 5-10 orang selama 5-10 hari 17. Ketersediaan spare part minimal 5 (lima) tahun 18. Proof of Concept (POC) dari peralatan yang ditawarkan dengan skenario waktu pelaksanaan POC ditentukan oleh user

JUMLAH

64

NO 2.

NAMA ALAT DIRECTIONAL STEREO CONTACT MICROPHONE

FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS C. FUNGSI: Alat untuk mendengarkan dan merekam suara dari balik dinding atau penghalang lainnya dengan ketebalan tertentu. D. SPESIFIKASI TEKNIS MINIMAL: 1. Mampu meningkatkan voice intelligibility di lingkungan bising(noisy) atau di saat terdapat ambient noise (seperti noise AC atau lalu-lintas) dengan built-in DSP based Noise Reduction dan fungsi directivity; 2. Menggunakan Contact Microphone Head yang sangat sensitif sekaligus juga sangat kokoh dan kedap air; 3. Menggunakan sensor super-direksional proprietary, menghilangkan bothersome speech yang terdeteksi dalam area selama operasi (reduksi setidaknya 20 dB); 4. Dilengkapi dengan Fiber Optic Microphone (FOM) dan Fiber Optic Stethoscope (FOS) ; 5. Frequency response: - FOM : 10 15,000 Hz - FOS : 10 5,000 Hz 6. Line-out sensitivity: - FOM : 100 mV/Pa +10% at 1 kHz - FOS : >10 mV @ 1mg (RMS) 7. Gain control range: - FOM : - FOS : > 45 dB 8. Equivalent self-noise: - FOM : > 31dBA - FOS : > g 9. Supply voltage: External 8-15V DC or 4 x AA 1.5V battery 10. Current drain (max): - FOM : 100mA - FOS : 100mA 11. Output impedance (standard line output): - FOM : > 100W - FOS : > 100W 12. DSP latency, 16 kHz sampling: 32msec 13. Operating temperature range: -20OC to +60OC (-4OF to 140OF) 14. Fiber length: - FOM : 10m (33ft) as a default or longer - FOS : 5m (16ft) as a default or longer 15. Dimension of sensor head: - FOM : Length 23mm, Diameter 6mm, Weight 0,6g - FOS : Height 20mm, Diameter 36mm, Weight 16g 16. Battery tipe recommended: 1.5V LR6 AA Alkaline 17. Stereo Electronics Box: - Material: Anodized Alumunium - Headphone output: Stereo - Dimensions: 17.5(L) x 8.6(W) x 2.8(H) cm - Weght: 330g (without batteries), 430g (include batteries) 19. Dilengkapi dengan manual book menggunakan bahasa Indonesia.

JUMLAH 2 Unit

65

20. Garansi alat minimum 1 (satu) tahun termasuk up date Software selama 1 (satu) tahun 21. Training di Jakarta untuk 5-10 orang selama 5-10 hari 22. Ketersediaan spare part minimal 5 (lima) tahun. 23. Proof of Concept (POC) dari peralatan yang ditawarkan dengan skenario waktu pelaksanaan POC ditentukan oleh User

66

NO 3.

NAMA ALAT CAMERA DSLLR DILENGKAPI LENSA TELE

FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS E. FUNGSI: Alat untuk mengambil gambar/foto sesuai dengan target/obyek yang diinginkan. F. SPESIFIKASI TEKNIS MINIMAL: Kamera (body): Sensor full frame (36 x 24 mm) CMOS; Resolusi: 20 Megapiksel; ISO : 100 25600 (bisa di boost sampai 102400) Format File: JPEG, RAW: RAW (5472x3648), M RAW (4104x2736), Autofocus: Contrast Detect (sensor), Phase detect, Multi-area, Selectivesingle-point, Single Continous, Face Detection, Live View, Jumlah titik fokus: 11; Tipe viwfinder: optik pentaprisma; Cakupan viewfinder: 0.71X; Layar LCD: 1 M dot, 3.2 inchi, TFT LCD; Shutter speed: 30 detik 1/4000 detik; Flash sync speed: 1/180 detik; Continous drive: 4,5 fps; Mode matering: Multi, Center-weighted, spot, partial; Kompensasi exposure: + 5 EV; Video: 108Op dan 72Op, mono speaker, mono mikrofon; Wi-fi Connectivity: upload langsung foto atau video ke facebook, youtube serta ke harddisk dan printing secara wireless saat terhubung ke wi-fi network.

JUMLAH 2 Unit

Lensa : - Fitur : Cincin Ultrasonic Motor (USM) menggunakan getaran frekuensi ultrasonik, lensa dilengkapi ultra-low dispersion glass elemen untuk mencapai resolusi dan kontras tinggi, lensa juga dilengkapi dengan Al Aspherical Element untuk menekan pembiasan cahaya agar kualitas gambar tetap tinggi. - Ukuran Filter: Rear Gelatin; - Kesesuaian lensa: lensa Full Frame; - Lensa Type: Ultra Wide Prime; - Berat: + 645 gram; - Min.Jarak Fokus: 7.9 in./ 0.2m; - Agle of View: 114O (on-full frame camera); - Groups/Elements: 11 / 14; - Aperture Blade: 6; - Dimensi: 80mm x 94mm; - Kelengkapan paket: Tutup lensa depan dan belakang Built-in Hood; - Dilengkapi dengan manual book menggunakan bahasa Indonesia - Garansi minimum 1 (satu) tahun - Training di Jakarta untuk 5-10 orang selama 5-10 hari - Ketersediaan spare part minimal 5 (lima) tahun. - Proof of Concept (POC) dari peralatan yang ditawarkan dengan skenario waktu pelaksanaan POC ditentukan oleh user

67

NO 4.

NAMA UNIT BINOCULAR NIGHT VISION GOGGLE

FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS A. FUNGSI ALAT: Alat untuk melihat (meneropong) pada waktu malam hari atau dalam keadaan gelap tanpa cahaya dengan dua/dobel lensa (binocular). B. SPESIFIKASI TEKNIS MINIMAL: 1. Ringan, kokoh dan kompak serta sangat ergonomis; 2. Dilengkapi dengan asesoris magnifier 3x, filter sacrificial, filter anti kabut, filter daylight training, filter laser protection, tripod dan adapter kamera; 3. Cara pemakaian mudah (Quick Release) untuk dipasang pada Head (kepala) , Helmet (helm) dan Weapon (Senpi laras panjang); 4. Kontrol Gain Manual (MGC) untuk keseimbangan optimum gambar bagi kedua mata; 5. Otomatis switch off ketika dilipat atau dilepas dari dudukan head/helmet; 6. Factory Collimated Line of Sight: a. Mereduksi lelah mata (Eye Fatigue); b. Meningkatkan persepsi kedalaman (Depth Perception); c. Versi Binocular dengan menyambung dua Monocular menggunakan Bridge Mount Assembly; 7. Kedap air sampai kedalaman 20 meter; 8. Fisikal: a. Berat: 310 gram sampai 320 gram (dengan MGC); b. Dimensi (LxWxH): 115 x 53 x 74 mm; c. Lingkungan: Comply dengan MIL-STD-810G; 9. Optikal: Pembesaran: 1x 0.03, 5x dengan magnifier; Distorsi sistem: < 3%; Field of View: 400 20; System Focus: 25 cm sampai tak terhingga; Resolusi: > 1.2 lp/mrad; Kontrol Gain Manual: adjustable dari 30 sampai > 3000; Collimation: < 0.40; Lensa Obyektif: - Focal length: 27 mm; - F#: 1.2 - MTF (on axis): > 61 pada 40 lp/mm; Lensa Eyepiece: - Focal length: 27 mm; - Exit Pupil (on axis): 14 mm; - Exit Pupil (full field): 6 mm; - Eye Relief: 25 mm; - Adjustment Range: +2 sampai -6 dpts

JUMLAH 2 Unit

68

NO

NAMA UNIT

FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS 10. Elektrikal: a. Baterai: satu buah baterai ukuran AA tegangan antara 1.2 sampai 3.6 Volts; b. Umur baterai: > 65 jam dengan AA Lithium / > 40 jam dengan AA Alkaline; c. IR iluminator terintegrasi; d. Sistem High Level cut-off otomatis untuk melindungi Image Intensifier Tube; e. Indikator LED Internal untuk IR ON dan Low Batt; 11. Image Intensifier: tipe XD4, dengan Autogating ONYX (format black & white); 12. Head/Helmet Mount: Adjustment: - Kiri-Kanan: 15 mm; - Vertikal: 25 mm; - Tilt: +50 sampai -150; - Fore Aft: 25 mm; - Mekanisme Eye Shifting: memindahkan antar mata dengan satu tangan < 5 detik; - Fungsi Flip-Up: secara otomatis switched off saat posisi flip-up atau saat dilepas dari head mount; Berat: - Helmet Mount: < 200 gram; - Head Mount: < 260 gram; 13. Dilengkapi dengan manual book menggunakan bahasa Indonesia 14. Garansi alat minimum 1 (satu) tahun termasuk up date Software selama 1 (satu) tahun 15. Training di Jakarta untuk 5-10 orang selama 5-10 hari 16. Ketersediaan spare part minimal 5 (lima) tahun 17. Proof of Concept (POC) dari peralatan yang ditawarkan dengan skenario waktu pelaksanaan POC ditentukan oleh user.

JUMLAH

69

NAMA ALAT NO. 5. ROMPI ANTI PELURU A. FUNGSI :

FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS

JUMLAH

30 Unit

Rompi yang berfungsi untuk melindungi bagian tubuh personil di lapangan dari resiko terkena peluru senjata api atau serangan senjata tajam, tanpa mengganggu gerakan personil yang memakai rompi anti peluru dan sajam tersebut; B. SPESIFIKASI TEKNIS MINIMAL: 1. Daya Tahan Tembus Peluru (NIJ Standard) : Level III A (Kemampuan rompi level III A sesuai National Institute of Justice) 2. Daya Tahan Tembus Senjata Tajam (British Standard): a. b. Tusukan: Tidak Tembus 25 Joule; Bacokan: Tidak Tembus 40 Joule;

3. Daya Tahan Sobek: > 5 kg; 4. Kuat Tarik Jahitan: > 5 kg; 5. Daya Serap Air: < 30%; 6. Ringan dan nyaman untuk dipakai / sesuai dengan bentuk badan dan mudah dalam pemakaian / pelepasan; 7. Kenyamanan: a. b. c. a. b. c. d. e. Untuk berlari: Tidak mengganggu; Untuk merayap: Tidak mengganggu; Untuk berguling: Tidak mengganggu; Lingkar Leher: 60 cm; Lingkar Badan: 105-117 cm; Lebar Bahu: 40 cm; Panjang Badan: 50 cm; Lebar bahu lapisan kain Kevlar: i. Bagian Depan: 36 cm; ii. Bagian Belakang: 39 cm; f. Lebar badan lapisan kain insert: i. Bagian Depan: 57 cm; ii. Bagian Belakang: 43 cm; g. Tinggi lapisan kain insert: i. Bagian depan: 47 cm; ii. Bagian belakang: 51 cm; 9. Warna : Biru dongker / hitam 10. Dilengkapi dengan manual book menggunakan bahasa Indonesia. 11. Garansi minimum 1 (satu) tahun 70

8. Ukuran: All Size

NAMA ALAT NO.

FUNGSI DAN SPESIFIKASI TEKNIS 12. Training di Jakarta untuk 5-10 orang selama 5-10 hari 13. Proof of Concept (POC) dari peralatan yang ditawarkan dengan skenario waktu pelaksanaan POC ditentukan oleh user

JUMLAH

71

BAB XI DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

KETERANGAN UNTUK KONTRAK LUMP SUM 1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi kepada Peserta Pengadaan (IKP), Syarat-Syarat Umum dan Khusus Kontrak (SSUK), Spesifikasi Teknis dan Gambar; Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan terhadap pekerjaan yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam SSUK dan SSKK; Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan, pengawasan, bahan-bahan, perawatan, asuransi, laba, pajak, bea, keuntungan, overhead, dan semua resiko, tanggung jawab, dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak; Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran, terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas dan Harga; Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait; Panitia pengadaan akan melakukan koreksi aritmatik atas kesalahan penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut : a. b. Terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf; dan Terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah.

2. 3.

4.

5.

6.

72

BAB XI I BENTUK DOKUMEN LAIN

A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG (SPPB) Kop surat Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen BADAN RESERSE DAN KRIMINAL POLRI DIREKTORAT TINDAK PIDANA NARKOBA Nomor : ................................................... Lampiran : ................................................... Perihal : Penunjukan penyedia barang untuk Pelaksanaan Paket pekerjaan . . Yth. di

Jakarta,

. 2013

Kepada

1.

Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor __________ tanggal __________perihal __________ dengan nilai [ penawaran terkoreksi] sebesar

Rp__________ (__________) kami nyatakan diterima/disetujui. 2. Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang (SPPB) ini Saudara Diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPB. Kegagalan Saudara untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Saudara, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa. SATUAN KERJA Selaku PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN Tandatangan ( Nama lengkap ) Jabatan

73

B.

BENTUK SURAT PESANAN Kop Surat Satuan Kerja Pejabat Pembuat Komitmen SURAT PESANAN Nomor : ............................................ Paket Pekerjaan ........................

Yang bertandatangan di bawah ini : __________[nama Pejabat Pembuat Komitmen] __________[jabatan Pejabat Pembuat Komitmen] __________[alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen; Berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________, bersama ini memerintahkan : __________[nama Penyedia] __________[alamat Penyedia] yang dalam hal ini diwakili oleh : __________ selanjutnya disebut sebagai Penyedia; untuk mengirimkan barang dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut 1. Rincian Barang : NO. NAMA BARANG HARGA SATUAN KUANTITAS SATUAN ( Rp. ) TOTAL HARGA ( Rp. )

Total harga penawaran .................................................. ...................... Terbilang : (................................................................................... rupiah) Harga tersebut diatas sudah termasuk PPN sebesar 10% 2. Tanggal barang diterima : ...........................................................................

74

3. 4.

Syarat-syarat pekerjaan Waktu penyelesaian

: Sesuai dengan Spesifikasi Teknis yang dipersyaratkan dalam Surat Perjanjian Pengadaan Barang; : Selama .... (..........................) hari kalender terhitung mulai tanggal .. ..................... 2013 dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal .. ............. 2013.

5.

Alamat pengiriman barang : Gudang Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jl. MT. Haryono No.11 Cawang Jakarta Timur 13630 Denda : Terhadap setiap hari keterlambatan penyelesaian pekerjaan Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1 (satu perseribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak sesuai dengan Syarat-Syarat Umum Kontrak.

6.

Surat Pesanan ini mulai berlaku sejak tanggal dikeluarkan. Dikeluarkan di : Jakarta pada tanggal : .... 2013 Menerima dan Menyetujui : PENYEDIA BARANG Tandatangan Tandatangan (Nama lengkap wakil sah badan usaha/ Kemitraan/KSO) Jabatan [nama lengkap wakil sah badan usaha/(kemitraan/KSO)] [jabatan] ( Nama lengkap ) Jabatan SATUAN KERJA Selaku PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

75

C.

BENTUK JAMINAN SANGGAHAN BANDING DARI BANK (Kop Bank Penerbit Jaminan)

Bank Garansi Sebagai JAMINAN SANGGAHAN BANDING No. : ......................................

Yang bertanda tangan dibawah ini : dalam jabatan selaku dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [ nama bank] berkedudukan di [ alamat] untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN, dengan ini menyatakan akan membayar kepada : Nama Alamat : : .. . (Panitia pengadaan)

selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN, sejumlah uang Rp. apabila : Nama Alamat : : .. . (Peserta Pelelangan) (terbilang . ) sebagai Jaminan Sanggahan Banding dalam bentuk garansi bank,

selanjutnya disebut : YANG DIJAMINAN, ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2. Garansi Bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding berlaku selama ( ) hari kalender, dari tanggal s/ d Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar dari [ Menteri/ Pimpinan Lembaga/ Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi Lain] paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding sebagaimana tercantum dalam butir 1.

76

3.

Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Garansi Bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding ini tidak dapat dipindah tangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Mengenai segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri . Dikeluarkan : ------------------------Pada tanggal : ------------------------....................................................................................

4.

5. 6.

( Bank )
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _______Bank

Tanda tangan Nama dan Jabatan

77

D.

BENTUK JAMINAN PELAKSANAAN DARI BANK (Kop Bank Penerbit Jaminan)

Bank Garansi Sebagai JAMINAN PELAKSANAAN No. : ................................ Yang bertanda tangan dibawah ini : dalam jabatan selaku dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [ nama bank] berkedudukan di [ alamat] untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN , dengan ini menyatakan akan membayar kepada : Nama Alamat : : .. (Pejabat Pembuat Komitmen)

selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN, sejumlah uang Rp. apabila : Nama Alamat : : .. . (Peserta Pelelangan) (terbilang . ) sebagai Jaminan Pelaksanaan dalam bentuk garansi bank,

selanjutnya disebut : YANG DIJAMIN, ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, lalai/ tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan yaitu : a. b. Yang Dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak; Yang Dijamin melakukan kesalahan yang mengakibatkan terjadinya Pemutusan kontrak.

sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti oleh Yang Dijamin. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2. Garansi Bank sebagai Jaminan Pelaksanaan berlaku selama hari kalender, dari tanggal s/ d . . ( )

Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari penerima jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Penawaran sebagaimana tercantum dalam butir 1.

78

3.

Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Garansi Bank sebagai Jaminan Pelaksanaan ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank sebagai Jaminan Pelaksanaan ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri . Dikeluarkan : ------------------------Pada tanggal : ------------------------....................................................................................

4.

5. 6.

( Bank )
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _______Bank

Meterai Rp. 6.000,Nama dan Jabatan

79

E. BENTUK JAMINAN PELAKSANAAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN

[Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PELAKSANAAN Nomor Jaminan: _________________ Nilai: ______________ 1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _________________[ nama] , __________ [ alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________ [nama penebit jaminan], _________ [ alamat] , sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Selaku Pejabat Pembuat Komitmen, Jl. MT Haryono No.11 Cawang Jakarta Timur 13630 sebagai Pelaksana Pelelangan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ______(terbilang_______________) 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ____________________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. 3. Jaminan ini berlaku apabila: a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak; b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN 4. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal__________ 5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan di _______________ Pada tanggal _____________________
Untuk keyakinan, pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _________[penerbit jaminan]

TERJAMIN

PENJAMIN Materai Rp. 6.000,-

_____________ (Nama & Jabatan)

_________________ (Nama & Jabatan)

80

F.

BENTUK JAMINAN UANG MUKA DARI BANK (Kop Bank Penerbit Jaminan) Bank Garansi Sebagai JAMINAN UANG MUKA No. : ................................

Yang bertanda tangan dibawah ini : dalam jabatan selaku dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama [ nama bank] berkedudukan di [ alamat] untuk selanjutnya disebut : PENJAMIN, dengan ini menyatakan akan membayar kepada : Nama Alamat : : .. (Pejabat Pembuat Komitmen)

selanjutnya disebut : PENERIMA JAMINAN, sejumlah uang Rp. apabila : Nama Alamat : : .. . (Peserta Pelelangan) (terbilang . Rupiah) sebagai Jaminan Uang Muka dalam bentuk garansi bank,

selanjutnya disebut : YANG DIJAMIN, ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, YANG DIJAMIN lalai/ tidak memenuhi kewajibannya atau melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN atas Uang Muka yang diterimanya, sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pemilihan yang diikuti oleh Yang Dijamin. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2. Garansi Bank sebagai Jaminan Uang Muka berlaku selama kalender, dari tanggal s/ d . ( . ..) hari

Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari penerima jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagai Jaminan Uang Muka sebagaimana tercantum dalam butir 1. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji.

3.

81

4.

Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Garansi Bank sebagai Jaminan Uang Muka ini tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Mengenai segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank sebagai Jaminan Uang Muka ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ___________ Dikeluarkan : ------------------------Pada tanggal : ------------------------....................................................................................

5. 6.

( Bank )
Untuk keyakinan, pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _______Bank

Meterai Rp. 6.000,Nama dan Jabatan

82

G.

BENTUK JAMINAN UANG MUKA DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN

JAMINAN UANG MUKA Nomor Jaminan: ____________________ Nilai: ___________________

1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________[ nama] , _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya disebut TERJAMIN, dan _____________________[nama penebit jaminan] , _____________ [ alamat] , sebagai Penjamin, selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Selaku Pejabat Pembuat Komitmen, Jl. MT Haryono No.11 Cawang Jakarta Timur 13630. sebagai Pelaksana Pelelangan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________(terbilang___________________________) 2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar. 3. Bahwa TERJAMIN dengan suatu perjanjian tertulis No __________ tanggal ________ telah mengadakan Kontrak dengan PENERIMA JAMINAN untuk pekerjaan ____________________ dengan Harga Kontrak yang telah disetujui sebesar Rp ____________(terbilang___________________________) dan Kontrak tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Jaminan ini. 4. Bahwa untuk Kontrak tersebut di atas, PENERIMA JAMINAN setuju membayar kepada TERJAMIN uang sebesar Rp__________ (terbilang_________________) sebagai pembayaran uang muka sebelum Pekerjaan menurut Kontrak di atas dimulai. Sebagai jaminan terhadap pembayaran Uang Muka itu maka PENJAMIN memberikan jaminan dengan ketentuan tersebut di bawah ini. 5. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal__________ 6. Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN lalai/tidak memenuhi kewajibannya atau melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka dimaksud (yang dinyatakan dalam surat bukti penerima olehnya) atau sisa Uang Muka yang wajib dibayar menurut Kontrak tersebut 7. Tuntutan pencairan atas surat Jaminan ini dilaksanakan oleh PENERIMA JAMINAN secara tertulis kepada PENJAMIN segera setelah TERJAMIN cidera janji (Wanprestasi/ default) karena tidak dapat memenuhi kewajibannya atau membayar kembali Uang Muka atau sisa Uang Muka tersebut sesuai dengan syarat kontrak. 8. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN Uang Muka atau Sisa Uang Muka yang belum dikembalikan oleh TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat setelah menerima tuntutan penagihan dari PENERIMA JAMINAN.

83

9. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda pihak yang dijamin lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 10. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan di ________________ pada tanggal _____________________ TERJAMIN
Untuk keyakinan, pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _________[penerbit jaminan]

PENJAMIN

Materai Rp. 6.000,__________________ _________________ (Nama & Jabatan) (Nama & Jabatan)

Demikian dokumen pemilihan penyedia barang Pengadaan Alsus Narkoba APBN T.A. 2013, ini dibuat sebagai acuan penyedia barang dalam menyampaikan dokumen penawaran.

Jakarta, 26 September 2013 TTD PANITIA PENGADAAN

pengadaan paket 10 kapor diktuk brigadir t.a. 2013 berupa sepatu dishar pria, sepatu dishar wanita, sepatu halfbooth dll. 6 (enam) item

84

This document was created with Win2PDF available at http://www.win2pdf.com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.