Anda di halaman 1dari 35

aktual

ideal, constant pressure


V
p
Compression-Ignition Engine
Diesel Cycle (constant Pressure)
1
2
3
4
V
3
/V
2
=o
Cut-off ratio, 1<o<r
c

Q
in

Q
out

1 ke 2:





2 ke 3




3 ke 4




4 ke 1
W mc T T
T
T
V
V
r
Q mc T T m c T T m Q
T
T
V
V
W mc T T
T
T
V
V
r
Q mc T T
in v
c
in p v f LHV
out v
c
out v
=
=
|
\

|
.
| =
= = =
= =
=
=
|
\

|
.
| =
|
\

|
.
|
=


( )
( ) ( )
( )
( )
1 2
2
1
1
2
1
1
3 2 3 2
3
2
3
2
3 4
3
4
4
3
1
1
4 1

o
o
Efisiensi Termis untuk Siklus Disel
q
q

= =

=
=

W
Q
Q Q
Q
Q
Q
T T
T T
net
in
in out
in
out
in
1
1
4 1
3 2
( )
( )
q
o
o

1
1 1
1
1
r
c
( )
aktual
dual cycle
V
p
Compression-Ignition Engine
Dual Cycle (limited-Pressure, Siklus Gabungan)
1
2
3b
4
3a
Pressure ratio, |=p
3
/p
2

Qin dalam 2 tahap, yaitu pada volume konstan dan
kemudian pada tekanan konstan
Pembakaran Normal
premixed
3-Dimensi
unsteady
turbulen
heterogen
Pembakaran Normal
p
kompresi ekspansi
spark
Persyaratan:
Laju Rambatan api
cepat utk membakar
seluruh gas dalam waktu
yg tersedia
Laju kenaikan tekanan
cepat namun halus
Bebas dari knock dan
pembakaran abnormal
lain

motoring
Pembakaran Abnormal
SP EV
Pre-
ignition
Knock
(autoignition
)
Post-
ignition
IV
Pembakaran Abnormal
p
kompresi ekspansi
180
atm
3-10 KHz
T
kompresi ekspansi
2000
K
Combustion

injector

T
<< 1
>> 1
premixed 25%
diffusion 75%
3-D
unsteady
turbulent
heterogeneou
s
90% of fuel as vapor,
but only 25% mixed
18 < A/F < 70
q
f
> 98%
self-ignition
ignition delay
p
kompresi ekspansi
injection
TDC
u
Grafik Tekanan (p) terhadap Sudut Engkol (u)
Combustio
n
COMBUSTION pada Mesin Disel
Fuel (liquid) injection; Atomisasi; Vaporisasi (gas);
Percampuran dng udara; Reaksi Kimia Pra-nyala;
Ignition. IGNITION DELAY PERIOD.

Pembakaran Bahan bakar yang telah bercampur dng
udara dalam batas flammability PREMIXED
COMBUSTION PHASE

Setelah bahan bakar diatas habis dng cara premixed
combustion, laju pembakaran dari sisa bahan bakar
ditentukan oleh laju difusi antara bahan bakar dan
udara. DIFFUSION COMBUSTION PHASE
Reactant Products
Mixing chamber
Flame,
Reaction Zone
(LAMINAR) PREMIXED FLAME
FUEL
OXIDANT
R
R
R
R
R
R
T
F

T


T

T

T
f
T
f

V
x

V
x
V
e
F O
P
P O
O
F
|=1
|>1
|<1
X = L
f

X = 0

X
2R
V
e
(LAMINAR) DIFFUSION FLAME
F
O

O

F = FUEL, O = OXIDANT, P = PRODUCTS
i
g
n
i
t
i
o
n

d
e
l
a
y

late
combust
.
20% Q
r

diffusion
premixed
expansion
compressio
n
r
a
t
e

o
f

h
e
a
t

r
e
l
e
a
s
e

CA []
-30 30
T
C
-20 -10 10 20
fuel injection
Combustion
SUPERCHARGING
Meningkatkan tekanan udara masuk ruang bakar, dengan maksud
untuk meningkatkan laju masa udara (dan bahan bakar) yang
tersedia untuk proses pembakaran. Sehingga didapatkan
peningkatan daya.
Peningkatan tekanan udara dilakukan oleh sebuah kompresor:
Positive displacement: secara mekanik digerakkan oleh poros mesin
Dynamic compressor: kompresor radial/ axial yang digerakkan oleh
turbin; disebut sebagai TURBOCHARGING.
W
c
Komp.
Turb.
W
t
TURBOCHARGING
aktual
ideal
V
p
V
p
p
atm

V
p
p
atm

Naturally aspirated
Turbocharged
Terdapat kerja negatif
Tidak ada kerja negatif
SIKLUS BRAYTON
Ruang Bakar
Q
in
W
in
Komp.
Turb.
W
out
W
net
1
2
3
4
1
2
3
4
T
s
1 ke 2: kompresi isentropis
2 ke 3: pembakaran isobar
3 ke 4: ekspansi isentropis
Pada umumnya merupakan siklus terbuka
T
T
p
p
W c T T
Q c T T
T
T
p
p
W c T T
W W W
W
Q
in p
in p
out p
net out in
net
in
2
1
2
1
1
1 2
3 2
4
3
4
3
1
3 4
=
|
\

|
.
| =
=
=
|
\

|
.
| =
= =

( )
( )
; ( )
( )
; ( )
;

q
1
2s
3
4
T
s
T
T
p
p
W c T T
Q c T T
T
T
p
p
W c T T
W W W
W
Q
in p
in p
out p
net out in
net
in
2
1
2
1
1
1 2
3 2
4
3
4
3
1
3 4
=
|
\

|
.
| =
=
=
|
\

|
.
| =
= =

( )
( )
; ( )
( )
; ( )
;

q
2
4s
SIKLUS BRAYTON AKTUAL
Proses kompresi pada kompresor dan turbin bukan
isentropis
q
q
c
s s
T
s s
h h
h h
T T
T T
h h
h h
T T
T T
=

2 1
2 1
2 1
2 1
3 4
3 4
3 4
3 4
SIKLUS PROPULSI JET IDEAL
Diffuser Compressor Ruang Bakar Turbin Nozzle
Sama dengan Siklus Brayton, namun Kerja turbin hanya untuk
menggerakkan kompresor (+ asesoris). Gas yang keluar dari
turbin dng kecepatan tinggi dipercepat dalam sebuah nozzle.
Menghasilkan gaya dorong
Memperlambat kecepatan udara;
sedikit menaikkan tekanan
Menaikkan kecepatan udara
Jet Engines
Turbojet
Turbofan
Turboprop
Ramjet
Bagian-bagian
Turbojet
Turbofan
Ramjet
Afterburning Engine
E (exhaust)
I (inlet)
(transfer) T
Skema Mesin 2 Langkah
crankcase
Silinder ruang bakar
TDC
BDC
IC
IO
TO
EO
TC
EC
ignition
hisap
buang
tansfer
p
r
a
-
k
o
m
p
r
e
s
i

(
d
i

c
r
a
n
k
c
a
s
e
)

Diagram Proses pertukaran udara Mesin 2 Langkah
(Simetri)
Kelebihan 2-langkah
Desain mesin sederhana
Ringan
Biaya manufakturing rendah
Pola Torsi lebih baik
Kekurangan 2-langkah
Konsumsi bahan bakar lebih tinggi
Emisi HC lebih tinggi (masalah
pembilasan)
BMEP lebih rendah (efisiensi volumetris
lebih jelek)
Beban panas lebih tinggi (tidak ada
langkah pertukaran gas, yaitu
pembuangan dan hisap)
Gas residu lebih banyak

Kelebihan 4 langkah
Efisiensi volumetris sangat bagus pada
hampir seluruh putaran mesin
Lebih fleksibel dalam mengontrol timing
katup
Kekurangan 4-langkah
Kontrol katup sangat kompleks
Densitas Daya berkurang karena dari total
empat langkah hanya satu langkah yang
menghasilkan kerja