Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TERSTRUKTUR OBAT HERBAL (MEDICINAL HERB) SEJARAH OBAT HERBAL (MEDICINAL HERB)

Untuk memenuhi tugas matakuliah Obat Herbal (Medicinal Herb) yang dibina oleh Rodliyati Azrianingsih, S.Si.,M.Sc.,Ph.D

Oleh: Mafruhatun Nimah 115090101111008

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

SEJARAH OBAT HERBAL (MEDICINAL HERB)


Tanaman obat atau biasa disebut dengan obat herbal (Phytomedicine) merupakan obat yang komponen utamanya berasal dari tumbuhan, bisa hanya dari bagian-bagian tertentu maupun seluruh bagian tumbuhan tersebut. Pengolahannya obat bermacam-macam dimana hasil akhir dari pengolahan tanaman obat ini bisa menjadi serbuk, pil, atau cairan. Pengolahan obat herbal ini tidak menggunakan bahan-bahan kimia sehingga efek samping yang biasanya muncul dapat diminimalisir. Sayangnya, tidak semua tanaman obat berkhasiat ampuh melawan penyakit, kualitasnya juga bergantung pada tempat tumbuh tanaman, cara panen dan proses pembuatannya. Penggunaan tanaman sebagai obat di negara-negara yang berbeda memiliki cerita yang berbeda. Tahun 3000 SM, cerita tentang tanaman obat di Cina dimulai dengan legenda bahwa pengakit kerapuhan tulang yang banyak diderita masyarakat setempat merupakan ulah dari kekuatan jahat. Masyarakat percaya bahwa hanya tanaman obat yang bisa menghilangkan kekuatan jahat tersebut sehingga penyakitnya bisa disembuhkan. Berbeda dengan cerita di negara lain dimana orang jaman Mesir Kuno sering membuat rasum bawang untuk diminum para budak sehingga terhindar atau menyembuhkan penyakit demam dan infeksi yang biasa menyerang. Obat herbal sudah dikenal sejak abad sebelum Masehi dan sampai sekarangpun masih banyak digunakan diberbagai kalangan karena khasiatnya yang ampuh dan minim efek samping. Beberapa dibawah ini adalah orang-orang yang tertarik dengan pembelajaran mengenai tanaman obat: Kaisar Shen Nung sekitar tahun 2500 sebelum Masehi menulis buku yang berjudul Pen TSao yang berarti Roots and Grasses. Didalamnya berisi 365 obat hasil dari pengeringan beberapa bagian dari tanaman obat. Beberapa diantaranya yakni ginseng, kulit kayu manis, Theae folium, Podophyllum, dll. Ebers Papyrus yang ditulis sekitar tahun 1550 sebelum Masehi menyebutkan 700 spesies tanaman dapat digunakan sebagai obat seperti delima, tanaman jarak, lidah buaya, bawang putih, bawang merah, ketumbar, dll. The Iliad and The Odysseys yang dibuat sekitar tahun 800 sebelum Masehi menyebutkan 63 spesies tanaman dapat dikatakan sebagai obat herbal. Hipokrates yang hidup sekitar tahun 459-370 Sebelum Masehi mengklasifikasikan 300 tanaman obat sebagai bahan untuk mengobati penyakit. Contohnya seperti bawang putih yang dapat melawan parasit pada saluran pencernaan.

Theophrast yang hidup sekitar tahun 371-287 SM menuliskan dua buku yang berjudul De Causis Plantarium yang berarti Plant Etiology dan De Historia Plantarium yang berarti Plant History. Isi dari kedua buku ini mengatakan bahwa ada lebih dari 500 tanaman obat yang sudah diketahui saat itu. Beberapa tanaman obat yang disebutkan dalam bukunya yakni kayu manis, mint dan delima.

Celcus yang hidup sekitar tahun 25 Sebelum Masehi 50 Sesudah Masehi merupakan penulis bidang medis yang terkenal. Bukunya yang berjudul De re medica berisi tentang 250 spesies tanaman yang bisa digunakan sebagai obat.

Sejarah menyebutkan bahwa penulis terkemuka dalam bidang tanaman obat yakni Dioscorides yang mendapat julukan The Father of Pharmacognosy. Sekitar tahun 77 Sesudah Masehi, beliau menulis buku De Materia Medica yang mendeskripsikan ada 944 tanaman obat dan beberapa diantara terdapat deskripsi tentang asal tumbuhnya.

Pliny the Elder yang seumuran dengan Dioscorides juga menulis hampir 1000 tanaman obat dalam bukunya yang berjudul Historia Naturalis hasil dari menjelajah di Jerman dan Spanyol.

Charles the Great (742-814) yang merupakan pendiri sekolah kedokteran di Salerno menulis buku Capitularies yangberisi sekitar 100 spesies tanaman yang berbedabeda yang dapat digunakan sebagai obat sampai sekarang.

Beberapa buku lain yang membahas tentang perkembangan tanaman obat yakni De re medica oleh John Mesue (850), Canon Medicinae oleh Avicenna (980-1037) dan Liber Magnae Collectionis Simplicum Alimentorum Et Medicamentorum oleh Ibn Baitar (1197-1248).

Abad ke-18, Linnaeus (1707-1788) mendeskripsikan dan mengklasifikasikan tanaman berdasarkan spesiesnya. Awal abad ke-19, dunia mulai fokus pada penggunaan tanaman sebagai obat herbal. Seiring berjalannya waktu, metode kimia juga dikembangkan untuk menemukan penemuan baru. Akhir abad ke 19 dan awal abad ke -20 merupakan waktu genting dimana tanaman obat mulai diabaikan sebagai obat herbal karena ada bebrapa penulis yang menyebutkan jika banyak efek samping yang muncul dalam penggunaan obat herbal akibat dari rusaknya enzim yang disebabkan oleh proses pengeringan tanaman. Namun pada akhirnya, metode baru pengolahan tanaman obat diajukan dengan menyertakan komponen penyusun obatnya.

Peneliti mengemukakan bahwa beberapa orang dari bagian dunia yang berbeda sering menggunakan tumbuhan yang mirip untuk fungsi pengobatan yang sama. Tidak ada yang tahu secara spesifik kandungan apa yang ada dalam tumbuhan sehingga tumbuhan tersebut dipercaya dapat melawan dan menyembuhkan suatu penyakit. Obat herbal lebih berkhasiat jika terbuat dari kombinasi beberapa jenis tanaman dan mungkin memiliki efek samping yang lebih rendah.

DAFTAR PUSTAKA Harrold, L. 2013. History of herbal medicine in britain. http://www.herbsociety.org.uk. Diakses pada 13 September 2013. Mediaherbal. 2012. Sejarah penggunaan tumbuhan obat. http://mediaherbal.com. Diakses pada 13 September 2013. Petrovska, B. 2013. Historical review of medicinal plants usage. http://www.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses pada 13 September 2013. UMM. 2013. Herbal medicine. http://umm.edu/health/medical/altmed/treatment/herbalmedicine. Diakses pada 13 September 2013.