Anda di halaman 1dari 14

LANTAI Lantai dapat dideskripsikan sebagai bidang horizontal tempat berpijak.

Aktivitas kehidupan manusia yang beragam, baik di luar maupun di dalam ruangan, membuat bidang horizontal ini penting peranannya. Tidak seperti tekstur dinding yang sering berubah, pemasangan lantai biasanya untuk jangka waktu yang lama / panjang. Untuk itu perlu direncanakan dengan matang, dan dapat dipahami terlebih dahulu mengenai Fungsi dan Jenis lantai yang ada. Faktor yang dipertimbangkan sebelum memilih lantai antara lain biaya, keawetan, keamanan, kenyamanan sampai estetika. Fungsi Lantai :

Menahan naiknya air tanah ke bagian bangunan Menambah nilai artistik ruang Membuat kesan mewah suatu ruangan Menggambarkan selera pemilik rumah Mengatur perbedaan ketinggian bangunan Menahan beban barang-barang yang berada diatasnya dll
Jenis Lantai dapat terbagi : 1. Berdasarkan Letak Ruang :

Lantai Eksterior / ruang luar. Berkarakter kuat dan tahan cuaca. Lantai Interior / dalam ruang. Berkarakter lembut, hangat, formal atau santai.
2. Berdasarkan Fungsi Ruang , lantai disesuaikan dengan aktivitas dan beban diatas lantai. Contoh lantai kamar mandi harus tahan air dan tidak licin. Lantai garasi harus kuat menahan beban dll. Ada juga yang memakai Penutup Lantai khusus seperti Lantai laboratorium, pabrik, lapangan olahraga, parkir dll. 3. Berdasarkan Asal: a. Alami -> batu alam, granit, marmer b. Buatan -> material pabrikan seperti vinyl, keramik, karpet, parket, dll

JENIS-JENIS BAHAN LANTAI ALAMI 1. Lantai Andesit

Ciri-ciri : warna abu-abu, tekstur kasar dan halus Bahan : batu alam Ukuran : 15x30 m, 20x20 cm, 30x30 cm Kelebihan : bernilai estetika tinggi, indah dan alami kekurangan : mudah berlumut dan berjamur Aplikasi : lantai eksterior Perawatan : tiga tahun sekali dilakukan coating agar warna tetap terjaga dan mengkilap

Batu Andesit adalah batu yang sangat fleksibel, bisa ditempatkan di lantai maupun dinding. Karena selain kuat, jenis batuan alam andesit juga tahan lumut. Andesit memiliki warna yang beragam, seperti andesit Cirebon yang memiliki warna abu-abu gelap dan terang, motifnya ada yang berbintik-bintik serta polos. Lalu andesit Tulungagung yang memiliki tiga warna, yaitu hitam, abu-abu dan hijau. Serta andesit Pemalang yang punya ciri khas warna abu-abu kecoklatan. 2. Lantai Batu Candi

Ciri-ciri : warna gelap Bahan : batu alam

Ukuran : 20x20 cm, 15x30 cm, 20x40 cm, 30x30 cm Kelebihan : Kekurangan : Aplikasi : lantai eksterior, lantai kamar mandi Perawatan : disiram dan disikat.

Sepintas, batu Candi mirip dengan andesit. Namun, warnanya hitam dan memiliki pori-pori yang cukup banyak. Sementara untuk marmer, Anda bisa memilih marmer berdasarkan nama daerah di mana jenis material batu tersebut berasal, seperti marmer Tulungagung, Bandung dan lain sebagainya. (untuk keterangan lebih lengkap, baca artikel Marmer dan Jenisnya).

3. Lantai Batu Sikat

Ciri-ciri : memiliki tekstur bermotif Bahan : campuran semen, pasir dan batu sikat Ukuran : bervariasi Kelebihan : memiliki banyak motif dan menarik Kekurangan : memerlukan perawatan ekstra Aplikasi : taman dan carport Perawatan : di coating (pemberian pelapisan saat pemasangan) untuk menghindari jamur dan lumut.

BATU KORAL adalah batu-batuan alam yang ditebar pad ataman atau disusun seperti mozaik pada lantai rumah yang berfungsi mencegah lantai licin dan menambah keindahan lantai didalam maupun diluar rumah. Selain itu ada juga yang memfungsikan koral sikat sebagai alat pijat refleksi pada kaki karena permukaan lantai koral sikat sehingga dibuat lebih menonjol-nonjol. Bahannya dari batu koral hias (pebbles) yang memang beragam bentuknya. Dari kecil hingga besar, halus dan kasar, hingga warnawarni. Semua sama menariknya jika digunakan sebagai elemen rumah. Perlakuan terhadap koral hias ini ada 2 yang sering diaplikasikan pada rumah-rumah. Pertama ditabur atau ditebar. Artinya Koral hias hanya ditaburkan atau ditebarkan pada tempat yang telah dibuat khusus untuknya. Yang paling sering ditebar ditaman dengan bentuk tebaran sesuai keinginan. Tetapi saat ini koral hias juga bisa ditaburkan dilantai didalam rumah sebagai bagian dari elemen interior. Biasanya digunakan sebagai aksen atau menjadi pembagi ruang yang diletakkan di lubang tanpa keramik. Kedua, ditempel. Inilah yang disebut dengan koral tempel atau koral sikat. Karena membuatnya ditempelkan pada adukan semen kemudian di setelah agak kering disikat dengan sikat baja supaya sisa-sisa semen tidak menutupi permukaan koral hias. Koral sikat yang yang telah menyatu dengan adukan semen tadi dapat digunakan sebagai lantai carport, teras, bahkan dinding rumah. KORAL HIAS Koral hias merupakan elemen penting dalam memberi kesan back to nature pada rumah kita. Koral hias bisa mempunyai peran sebagai salah satu elemen pada taman, teras, atau sudut-sudut ruangan bisa menambah nilai estetika lingkungan sekitar. Selain itu, juga menjadi kombinasi untuk menyeimbangkan material lunak (softscape), karena bebatuan merupakan material keras (hardscape) di sebuah taman. Selain bersifat dekoratif, Batu koral yang ditabur dan terletak di tanah di bawah atap rumah berfungsi sebagai resapan air. Dengan demikian, tetesan air dari atap akan menuju ke taburan batu koral agar air tidak memercik ke tembok taman. Hamparan batu koral di taman juga bermanfaat dari segi kesehatan. Ia dapat difungsikan sebagai ornamen relaksasi. Anda dapat mendesain taman terapi dengan menebar atau menyusun batu koral dengan tinggi -rendah dan besar-kecil tertentu agar sesuai dengan kontur telapak kaki. Konsep ini bisa diaplikasikan pada taman rumah, semisal pada jalur setapak bagi pejalan kaki.Anda cukup berjalan di atas taburan batu tadi, dan biarkan bebatuan ini menjadi pemijat refleksi alami untuk kaki yang sering pegal atau lelah. Saat mengenai telapak kaki, permukaan batu yang kasar akan melancarkan sirkulasi darah. Namun perlu diingat, pilihlah batu yang tidak terlalu runcing atau tajam karena dapat melukai kaki. Carilah batu koral berbentuk oval berdiameter 1-2 cm. JENIS KORAL HIAS Beberapa namanya diambil dari nama daerah seperti Koral Lampung, Mik Bali, Batu Alor Surabaya, Ambon, Bengkulu, Pelabuhan Ratu, hingga Batu Flores. Harganya pun bervariasi sesuai dengan ukuran dan halus tidaknya permukaan batu. Di pasaran, Batu Lampung Super yang paling mahal harganya. Berikut jenis-jenis koral hias lengkap dengan perkiraan harga per Kg yaitu

1. Pancawarna Rp 2.000,00 2. Kupang Putih Rp 2.000,00 3. Flores Hijau Rp 2.000,00 4. Cincin Riau Rp 2.000,00 5. Italy Rp 3.500,00 6. Ambon Rp 3.500,00 7. Alor Rp 6.000,00 8. Bengkulu Rp 1.750,00 9. Labuhan Rp 1.250,00 10. Merah Ati Rp 2.250,00 11. Merah Bali Rp 2.500,00 12. Teluh Puyuh Rp 1.750,00 13. Giok (cina) Rp 5.000,00 CARA MEMBUAT KORAL SIKAT Persiapan Media : persiapkan media untuk ditaburi koral hias. Media ini bisa berupa lantai dirumah kita seperti lantai carport, lantai teras atau lantai tangga. Sebelumnya usahakan permukaan lantai dilukai (dibuat kasar) terlebih dulu agar semen dan bidang lantai bisa menyatu. Selain itu bahan-bahannya juga sudah harus siap beserta desain koral sikat yang diinginkan. Membuat Cetakan atau pembatas : Cetakan ini gunanya agar motif mozaik koral sikat sesuai dengan ukuran permukaan bidang lantai. Cetakan bisa terbuat dari apa saja, bisa dari kayu atau terbuat dari besi. Penting untuk diketahui agar cetakan atau pembatas ini dilumuri dengan oli terlebih dahulu. Supaya jika sudah mengering, mudah melepas cetakannya. Adukan Semen : Sebagai bahan perekat koral hias adalah adukan semen. Campurannya adalah semen dan pasir dengan perbandingan 1 : 1. Tambahkan air hingga adonan semen pasir pas seperti adonan plesteran tembok. Masukkan Adukan : Masukan adukan kedalam cetakan, padatkan dan ratakan. Hal ini penting agar dasar koral sikat ini kokoh dan tidak berongga. Menata Koral : Setelah adukan merata dalam bidang cetakannya, barulah kita tata koral hiasnya berdasarkan desain yang sudah kita inginkan. Mulailah dari tepi kemudian berlanjut ke tengah. Jika motif koralnya kecil-kecil bisa langsung ditaburkan kedalam cetakan kemudian diratakan agar semuanya menempel pada semen. Jika semua koral hias sudah tertempel, tekanlah koral tadi secara bersamaan agar hasil permukaan koral sikat merata. Anda bisa gunakan triplek atau papan kayu untuk menekannya. Tunggu setengah kering : Setelah semua tertempel, tunggulah hasil perpaduan koral sikat dan semen tadi setengah kering atau kurang lebih setengah hari, kemudian sikat dengan sikat kawat agar permukaan koral sikat bagian atas terlihat jelas dan tidak ada semen yang menutupi batu-batu koral hias tersebut. Tetapi ingat jangan terlalu keras saat menyikatnya karena akan membuat beberapa koral hias terlepas. Karena jika terlepas, agak susah mengembalikannya mengingat semen sudah setengah kering. Bersihkan Permukaan. Setelah semua disikat, kemudian lap dengan lap basah agar warna koral hias kelihatan. Setelah itu kita tinggal tunggu samapi kering. Biasanya hal ini memakan waktu sekitar 1 hari. Setelah benar-benar kering bisa dilepaskan dari cetakannya atau pembatasnya. Coating : Agar permukaan batu bisa awet dan tahan terhadap lumut serta debu, sapukan dengan cairan coating dengan perbandingan 1 liter untuk 6 meter permukaan koral sikat. Ada cara lain untuk membuat koral sikat yaitu mencampurkan langsung atara koral sikat dengan adukan atau acian semen. Cara ini sangat boros koral sikat dan biasanya hanya di pergunakan untuk bidang tegak saja.

4. Batu Palimanan Ciri-ciri : memiliki tekstur bermotif pasir, warna terang putih kekuning-kuningan, kasar Bahan : campuran semen, pasir dan batu sikat Ukuran : bervariasi Kelebihan : warnanya terang, menarik Kekurangan : memerlukan perawatan ekstra Aplikasi : lantai interior dan eksterior Perawatan : di coating (pemberian pelapisan saat pemasangan) untuk menghindari jamur dan lumut.

Batu palimanan termasuk jenis batuan pasir yang terbentuk dari butiran-butiran pasir melalui proses sementasi butiran pasir yang kurang kuat bahkan ada yang sangat lemah. Umumnya berwarna terang (putih, krem) dan banyak memiliki urat. Walaupun demikian untuk batu palimanan yang memiliki tingkat kekerasan yang cukup tinggi dibandingkan dengan batu sandstone lainnya seperti batu paras jogja atau paras bali. Tekstur permukaannya rata-rata halus dan sedang. Tingkat homogenitasnya ada yang sedang sampai tinggi JENIS-JENIS BAHAN LANTAI BUATAN

1. Lantai Keramik

Ciri-ciri : permukaan halus, warna dan motif sangat bervariasi Bahan : tanah liat yang di olah Ukuran : 15 x 20 cm, 20 x 20 cm, 30 x 20 cm, 40 x 40 cm, 50 x 50 cm, dan lain-lain. Kelebihan : perawatan mudah, tidak mudah tergores, mudah dibersihkan, tahan lama, tidak tembus air. Kekurangan : mudah berlumut untuk lantai yang basah khususnya nat antara keramik Aplikasi : lantai ruangan interior dan eksterior Perawatan : disapu dan dipel dengan cairan pembersih keramik.

Keramik adalah ubin lantai yang terbuat dari tanah liat dan dilapisi dengan glazur. Saat ini ada dua jenis keramik yang tersedia di pasaran yaitu keramik berglazur dan ubin porselin (homogoneous tile). Proses pembuatan keramik berglazur dimulai dengan mencampur bahan tanah liat dengan kaolin kemudian dibakar hingga 1000 derajat Celcius di mana keramik yang dihasilkan tidak hancur bila direndam dalam air. Setelah itu baru dilakukan pelapisan dengan proses pencetakan di atas ubin. Sementara ubin porselin dimulai dari penggilingan bahan-bahan mentah yang berupa campuran feldspar, pasir kuarsa, dan tanah liat. Campuran yang mirip bubur ini kemudian dikeringkan sehingga menjadi butiran sangat halus yang lalu dipress ke bentuk ubin. Setelah dipress dengan beban ribuan ton, ubin-ubin mentah ini dikeringkan kembali. Setelah itu baru dibakar di atas suhu 1250Csuhu optimal untuk mendapatkan ubin yang keras tapi tidak getas. Terakhir, ada yang langsung dipotong-potong sesuai ukuran dan ada yang dipoles dahulu sebelum dipotong. Proses akhir ini menyebabkan ada dua jenis ubin porselen, yaitu yang permukaannya kasar (karena tidak dipoles) dan yang permukaannya halus/mengkilap. Proses pemolesan merupakan proses yang terbilang mahal. Karena ini pula, ubin porselen harganya lebih mahal 2 sampai 8 kali dibandingkan dengan ubin keramik berglazur. Untuk mengurangi biaya produksi, ada ubin porselen yang sengaja tidak dipoles tetapi dilapisi dengan glazur agar permukaannya tetap licin. Produk yang dihasilkan dari teknik gabungan ini khusus dibuat agar sebagian konsumen masih tetap bisa menggunakan lantai porselen namun dengan harga yang lebih terjangkau. Keramik memiliki pilihan motif, warna dan ukuran yang beragam. Ukurannya yang beragam membuat jenis lantai ini banyak digemari karena bisa dipadukannya berbagai ukuran keramik untuk menciptakan pola lantai yang indah. Sementara motif keramik saat ini paling beragam dari motif minimalis hingga kesan natural seperti motif kayu dan batu alam menciptakan pilihan yang lebih banyak bagi konsumen. Kualitas Keramik Kualitas keramik umumnya dibagi menjadi KW1, KW2 dan KW3. KW1 berarti keramik dengan kualitas paling top, tidak memiliki cacat dan penyimpangan ukuran yang berarti. Keramik KW2 boleh memiliki cacat kecil seperti goresan, cacat permukaan, penyimpangan warna dan ukuran serta cacat lainnya yang masih tersamar. Sementara keramik KW3 membolehkan adanya cacat yang cukup jelas terlihat di permukaannya serta rentang penyimpangan ukuran dan warna cukup besar. Keunggulan & Kelemahan Keramik Keunggulan keramik sebagai bahan penutup lantai:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Lebih kuat dan tahan lama. Daya serap airnya rendah. Perawatannya relatif paling mudah. Tersedia dalam ukuran, motif dan warna yang beragam. Lebih sehat dibandingkan karpet lantai karena debu enggan menempel. Mudah didapatkan. Keramik menawarkan estetika yang langgeng waktu dan dapat menyesuaikan diri dengan aksen tradisional ataupun modern.

Kekurangan keramik:

1. 2. 3.

Bahan keramik mengantarkan dingin sehingga terkadang kurang nyaman di kaki. Sambungan antar keramik (nat) terkadang sulit dibersihkan karena debu atau kotoran yang menumpuk. Mudah pecah sehingga perlu lebih berhati-hati ketika proses pemasangannya.

Ukuran Keramik Mana yang Dipergunakan? Keramik dengan ukuran besar menciptakan penampilan terbuka yang menimbulkan kesan ruangan yang lebih luas. Jadi untuk kamar kecil, pemasangan keramik dengan ukuran besar akan menimbulkan kesan ruangan yang lebih luas. Ukuran keramik yang dipasang tidak hanya harus menyesuaikan dengan ukuran ruangan tetapi juga dengan ukuran perabot di dalamnya. Pilihlah keramik dengan ukuran besar untuk mempertahankan keseimbangan penampilan dalam ruangan yang diisi dengan perabot besar dan berat. Sementara untuk ruangan terbuka dengan perabot yang ringan dan sedikit, keramik ukuran kecil akan lebih pas. Pengisi Nat Keramik / Tile Grout Pengisi nat keramik berfungsi untuk mengisi celah antar keramik / nat yang dibuat minimal 2 mm dan mempercantik ruangan serta alasan kekuatan yang mencegah terjadinya popping up** pada keramik. Pengisi nat keramik berbeda dengan semen biasa yang memiliki tekstur keras dan getas setelah kering. Pengisi nat keramik yang baik bersifat fleksibel, tidak mudah retak, tidak mudah kotor, anti jamur, dan memiliki banyak pilihan warna. Untuk area basah, biasanya diperlukan penggunaan tambahan bonding agent pada pengisi nat keramik yang berfungsi menambah kekuatan dan juga menambah sifat kedap air / waterproofing. Untuk produk tertentu biasanya ada jenis produk pengisi nat standar, pengisi nat keramik untuk area basah, dan pengisi nat keramik yang bersifat heavy duty. Pengisi nat keramik tersedia dalam kemasan 1 kg. Daya sebar pengisi nat keramik tergantung dari ukuran keramiknya, misalnya tiap 1 kg pengisi nat keramik bisa digunakan untuk mengisi nat seluas 1,9 m2 (jika Keramik 20x20), 2,85 m2 (jika Keramik 30x30), dan 3,85 m2 (jika Keramik 40x40) Nat keramik bisa rusak karena 2 hal yaitu kesalahan pada saat pengerjaannya (misal adukan terlalu encer sehingga menurunkan mutu nat yang menyebabkan nat mudah retak, menyusut setelah kering) dan karena terkena bahan kimia (terutama pembersih lantai yang mengandung bahan kimia tertentu). Pengisi nat keramik yang rusak sedapat mungkin segera diperbaiki karena akan mempengaruhi estetika ruangan. **Popping up: Popping up adalah salah satu masalah yang kerap terjadi pada pasangan lantai keramik (terutama pada lantai atas suatu bangunan) yaitu terlepas / terangkatnya pasangan keramik dari pelat beton di bawahnya yang biasanya bersuara keras seperti ledakan. Popping up pada lantai keramik akan menimbulkan masalah pada saat perbaikannya, kadang tipe keramik dengan motif dan warna yang sama tidak diproduksi lagi, selain itu proses pemasangannya kadang sulit untuk dapat rapi seperti semula. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya popping antara lain : 1. 2. 3. Kualitas adukan yang kurang baik sehingga mengurangi daya rekatnya. Muai susut yang berbeda antara pelat lantai beton, adukan mortar keramik, dan keramik itu sendiri Lendutan / penurunan struktur pelat beton karena beban berlebihan.

Untuk mecegah terjadinya popping up pada lantai keramik ada beberapa hal yang bisa dilakukan, antara lain : 1. 2. 3. Pemasangan keramik dilakukan selang beberapa waktu setelah pelat beton lantai mengalami penyusutan (telah stabil struktur betonnya). Dengan memberikan lapisan pasir tebal 2-3 cm di antara pelat beton dan mortar untuk pasangan keramik sebagai peredam getaran dan muai susut. Menggunakan nat dengan bahan yang elastis / fleksibel.

>>Lantai Mozaik Mozaik merupakan material lantai dan dinding yang terbuat dari potongan-potongan keramik dan kaca atau media lain yang disusun membentuk pola atraktif yang menarik yang disatukan dengan semacam jaring. Mozaik biasa digunakan untuk kamar mandi, foyer, dan

koridor yang tidak terlalu besar. Penggunaan mozaik pada suatu ruang dapat membuat ruangan tersebut lebih berkarakter.Tetapi penggunaan mozaik yang berlebihan dalam ruangan yang luas bisa menciptakan kesan ramai.

Kelebihan penggunaan mozaik antara lain : 1. 2. 3. Mudah dibentuk / dipotong (hanya menggunakan gunting untuk memotong jaring pada bagian belakang mozaik) Memiliki berbagai macam corak dan warna. Memiliki tampilan yang atraktif

Kekurangan penggunaan mozaik antara lain : 1. 2. Dari segi ketahanan dan kekuatan kurang baik. Harga yang relatif mahal dengan kisaran Rp. 275.000,-/m2 sampai sekitar Rp. 1000.000,-/m2 tergantung dari merek dan motifnya.

2. Lantai Marmer

Ciri- ciri : warna putih agak kekuningan Bahan : batu alam Ukuran : 5 x 20 cm, 10 x 20 cm, 15 x 30 cm, 20 x 20 cm, 50 x 50 cm Kelebihan : mudah & mewah, tahan api, mampu menahan beban berat. Kelemahan : jika terkena cairan akan meresap dan tidak mudah hilang/bias berlumut, mahal. Aplikasi : lantai ruangan, kamar mandi kering dan tangga Perawatan : usahakan agar selalu kering, noda dibersihkan dengan air hangat. plagioklas kalsium dikenal sebagai anortosit. Feldspar juga ditemukan di berbagai jenis batuan sedimen.

Marmer lokal harga mulai Rp 70.000/m2 s/d 195.000/m2 (cutting size 20x20cm s/d 60x60cm) Rp 195.000/m2 s/d 450.000/m2 (size random slab,ukuran besar 140/160cm x 220/280 cm) **

Marmer Import harga mulai Rp 250.000/m2 s/d 1.950.000/m2 (cutting size dan random slab 140/160cm x 220/280cm) Pasang Marmer mulai Rp 45.000/m2 Poles Marmer mulai Rp 45.000/m2

Tips Merawat Marmer Jika anda ingin menggunakan Marmer pada bangunan anda seperti untuk lantai, dinding, meja dapur atau meja wastafel, maka ada beberapa tips untuk merawatnya : 1. 2. 3. 4. 5. Untuk mengisi nat lantai marmer tunggulah 2 - 3 hari setelah pemasangan, agar kandungan air pada adukan benar benar kering sehingga tidak timbul bercak coklat kehitam hitaman pada area sekitar nat marmer nantinya, biasanya diistilahkan dengan marmer "ngompol". Gunakan selalu Coating sebagai pelindung marmer dari lumut, bercak atau noda yang tidak diinginkan, dimana biasanya coating ini bisa bertahan 3 sampai dengan 6 bulan tergantung kualitasnya. Segeralah mungkin membersihkan bekas tumpahan minuman berwarna seperti Kopi, Teh, Sirup, minuman Cola dan sejenisnya, dikarenakan jika dibiarkan akan membuat meja/ lantai marmer menjadi bercak hitam atau coklat sehingga akan menggurangi keindahan & kebersihannya. Biasakan menggunakan tatakan apabila kita menaruh minuman panas pada meja marmer, karena akan membuat bercak bercak putih berbentuk bulat gelas. Untuk membersihkan/ mengepel lantai gunakanlah pembersih khusus Marmer yang banyak dijual dan jangan pernah menggunakan bahan pembersih yang mengandung asam seperti Prostek (Pembersih Keramik) atau sejenisnya, dikarenakan

akan membuat Marmer/ Granit sekalipun menjadi bercak bercak putih, biasanya bercak ini berbentuk telapak kaki, ember, titik titik putih dalam bentuk percikan air dalam jumlah banyak disebabkan lupa mencuci kaki setelah membersihkan keramik dengan prostek ataupun membersihkan bekas prostek di atas meja wastafel marmer/ granit.

4. Lantai Granit

Ciri-ciri : terdapat bintik-bintik putih, warna & motif tersedia dalam berbagai variasi Bahan : Batu Granit Ukuran : 30 x 30 cm, 40 x 40 cm, 60 x 60 cm Kelebihan : indah & menarik, tahan api, kuat terhadap getaran, keras, mampu menahan beban yang berat. Kelemahan : jika terkena cairan berwarna akan meresesap tidak akan hilang, harga relatif mahal. Aplikasi : lantai ruangan, stepnosing, lantai dapur, kamar mandi, dan teras Perawatan : dibersihkan, gunakan pemutih untuk menghilangkan noda. Berikut jenis granit yang berasal dari indonesia dan luar negeri.

Batu granit indonesia pulau bangka - bianco beli (putih) dan azul bangka (biru) mendalam pemalang - batu granit abu lampung - batu granit merah bangka - batu granit putih belitung - batu granit putih dan granit pink Batu granit luar negeri cina - nero assoluto-shanxi (hitam), crystal pink (merah muda), dan deborah brown (cokelat) india - multicolour (merah-oranye), black-gold (hitam bintik emas). brazil - giallo veneziano (cokelat-krem), giallo california (cokelat), dan capao bonito (merah jingga) amerika serikat - american white (putih), american pink (merah muda) dan solar white (putih) zimbabwe - nero zimbabwe (hitam) Jika terlanjur terdapat noda di marmer/ granit anda, maka ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk menghilangkan noda bercak di marmer/ Granit : Cara 1: Gosokkan jeruk nipis dan sedikit garam secara hati hati pada permukaan marmer yang terkena noda, anda dapat melihat noda yang menempel segera lenyap, setelah noda hilang cuci meja dengan air sabun biasa dan keringkan. Cara 2: Buat pasta dari campuran soda kue dan air, gosokkan pada marmer yang ternoda lalu diamkan selama beberapa menit, bilas dengan air hangat, jangan sekali kali membersihkan noda dengan pelitur karena akan merusak warna marmer asli. Cara 3: Tutupi marmer yang terkena noda dengan kapas yang telah disiram cairan H202 atau Bayclin (pemutih pakaian) kemudian ditutup rapat dengan plastik, di cek setiap 2 jam namun jangan lebih dari 1 hari dikarenakan akan membuat marmer menjadi rapuh, Jika cara ini tidak berhasil maka marmer harus dipoles ulang, "Cairan H202 ini bisa dibeli di toko Kimia, hati hati jangan terkena tangan akan membuat gatal dan bercak putih" Batu granit merupakan batuan beku intrusif yang sudah banyak diaplikasikan pada rumah tinggal, gedung, mal, hotel dan lain-lain.

5. Lantai Kayu dan Olahan (parket)

Bahan : kayu Jenis : lantai kayu alami, misal : balok/papan Kelemahan : mudah terbakar, tergores, dapat menyusut dan memuai terhadap cuaca, harga relatif mahal, pemasangan khusus Kelebihan : berkesan alami dan hangat, bernilai estetika tinggi Aplikasi : lantai interior Perawatan : pelapisan sebelum pemasangan, Jika terkena tumpahan noda segera dilap.

Parket merupakan lantai kayu siap pasang (readymade), yang terdiri dari parket kayu solid, parket kayu enginered, dan parket kayu laminate. Jenis kayu yang umumnya sering digunakan di Semarang, antara lain: jati, bengkirai, ulin, trembesi, merbau. Untuk outdoor biasanya menggunakan kayu merbau. 1. Parket dari Bahan Kayu Solid Parket dari bahan kayu solid biasanya terbuat dari kayu keras (jati, besi/ulin) berbentuk keping-keping kecil berukuran sedang dengan tebal antara 510 mm. Cara pemasangan parket dari kayu solid : a. Polyfoam dipasang di atas lantai yang rata, bersih, dan kering. Polyfoam digunakan sebagai peredam kelembapan dan mengurangi penyerapan suhu dingin yang berasal dari tanah (ingat lantai keramik menyesuaikan suhu tanah), sekaligus berfungsi menjaga keawetan kayu (kayu peka dengan kelembapan). b. Plywood diletakkan di atasnya, dimatikan pada lantai dasar dengan sekrup serta paku tembak . Plywood digunakan untuk menjaga kestabilan lantai dengan caramengatur susut muai lantai. Daerah tropis yang memiliki suhu tinggi, bisa membuat material rusak jika tidak diberi ambang toleransi susut muai. Lapisan plywood biasanya terbuat dari kayu yang empuk dan murah. c. Parket dilem di atas plywood. d. Finishing dengan cara dihaluskan, kemudian diberi lapisan waterbase, melamin, atau UPL (Ultran Parquet Lack). Yang paling bagus ditempel di atas lantai keramik karena akan lebih tahan terhadap rayap karena tidak menggunakan plywood. Keramik diberi lem khusus kemudian dilapisi polyfoam, lalu parket langsung dipasang diatasnya tanpa diberi lem. Kekurangan dari multipleks atau plywood adalah tidak tahan rayap dan kelembapan. 2. Parket dari Bahan Kayu Engineered Parket dari bahan kayu engineered adalah lantai parket yang terbuat dari multipleks yang dilapisi oleh veneer (lapisan tipis dari kayu asli yang dipilih penampilan permukaannya). Jenis ini diciptakan untuk kemudahan dan kecepatan pemasangan. Pekerjaan dapat dilaksanakan lebih cepat, karena parket sudah direkatkan dengan plywood secara pabrikasi. Parket dipasang di atas polyfoam, dengan pemasangan polyfoam sebagaimana pemasangan pada lantai kayu bahan kayu solid. Ada juga jenis engineered parket yang sudah ditempel polyfoam secara pabrikasi. 3. Parket dari Bahan Kayu Laminate Parket dari bahan kayu laminate tidak terbuat dari kayu sungguhan, melainkan terbuat dari bahan fiber yang dibuat dengan motif kayu. Pemasangan sama dengan melapisi lantai dengan kertas lapis. Perbedaannya hanya dari sisi tampilan, parket dari kayu laminate cenderung glossy sehingga lantainya cenderung licin Kelebihan Lantai Kayu Kelebihan menggunakan lantai kayu adalah, sejuk waktu panas, hangat waktu dingin, indah dan anggun, nyaman, akrab, tidak masuk angin kalau ditiduri, hygienic dan non Allergy, tidak membongkar dan merusak lantai awal, tidak berubah warna. Selain itu, lantai kayu mempunyai banyak warna dan corak untuk menyesuaikan dengan interior yang diinginkan, tidak berbau, diperbaiki atau diganti, tidak luka parah kalau jatuh di atasnya, tidak berisik pada saat diinjak, tidak lembap di ruang AC, cocok untuk daerah tropis maupun pegunungan, cocok untuk ruangan audio dan video. Pemeliharaan Lantai Kayu Pada dasarnya lantai kayu hanya mampu menahan air dari lapisan atas saja. Oleh karena itu, pencucian lantai kayu tidak diperbolehkan. Sangat dianjurkan untuk memakai alat pembersih lantai khusus. Pada dasarnya tumpahan air pada lantai kayu tidak terlalu bermasalah bila sesegera mungkin dikeringkan. Secara umum, perawatan lantai kayu sebagai berikut. a. Pada saat membersihkan lantai kayu, pergunakanlah lap yang kering. Air dari lap basah dapat merembes ke dalam pori-pori lantai kayu yang mengakibatkan kerusakan. Karpet dapat dijadikan alternatif untuk menutupi lantai kayu, terutama pada area yang paling sering dilalui. Namun pilihlah karpet dengan lapisan yang tidak licin sehingga tidak mudah tergeser. Sering-seringlah membersihkan area karpet ini dengan vacuum cleaner agar debu tidak turunmelalui serat-serat karpet danmengotori lantai kayu.

b. c.

Hindari memakai alas kaki yang berat atau hak tinggi di atas lantai kayu Anda. Selain mengakibatkan goresan, beberapa hak sepatu juga dapat mengakibatkan lekukan pada lantai kayu. Jangan pernah menggeser furniture di atas lantai kayu. Pergunakan alas yang lembut seperti lap atau handuk pada bagian bawah furniture saat hendak memindahkannya, hal ini menghindarkan terjadinya goresan pada lantai kayuAnda. 6. Lantai Bambu

Parket dari bambu karakteristiknya mirip dengan parket dari kayu pada umumnya. Cara pmasangan nya pun sama. Kepingan parket lantai bambu dibuat dengan mesin supaya mempunyai alur lidah dan mulut untuk pemasangan yang dapat saling terkunci. Setiap keping di amplas sampai halus dibagian permukaan atas sedangkan di bagian bawah tidak diamplas menyisakan permukaan kasar untuk keperluan pengeleman. Setiap keping parket lantai bambu di laminasi dengan kimia akrilik polyutrethane UV. Pengerjaan ini juga dikerjakan dengan menggunakan mesin teknologi tinggi untuk menjamin kualitas coating pada lantai bambu. Keuntungan menggunakan bambu tentu saja karena bahan ini ramah lingkungan. Mereka mudah dan cepat tumbuh, tidak seperti tanaman kayu lainnya. Karena kuat, lantai ini pun cukup awet dan tahan lama. Tahan terhdap benturan dan diperkirakan dapat berfungsi dengan baik hingga 10-20 tahun penggunaan. Meski kuat, bahan bambu terkenal ringan dan dapat dipasang pada dimensi ruang apapun karena sangat fleksibel. Perbedaan lantai parket bambu dengan lantai kayu pada umumnya adalah lantai bambu lebih tahan terhadap kelembapan sehingga dapat juga di pasang di daerah dapur. Ada 2 pilihan warna dan 3 tipe pattern yang ada. Untuk warna, ada warna natural dan warna carbonized.

Natural

carbonized

Sedangkan untuk jenis pattern nya, ada vertikal, horisontal dan Strainwoven Flooring.

Vrtikal bamboo flooring

horizontal bamboo flooring

Strainwoven bamboo Flooring

6. Lantai Paving

Ciri-ciri : permukaan kasar dan bentuk bervariasi Bahan : semen dan pasir Ukuran : bervariasi sesuai pola (tebal sekitar 6-8 cm) Kelebihan : pemasangan mudah dan murah Kelemahan : mudah berlumut, tidak mampu menahan beban berat Aplikasi : lantai taman (outdoor) Perawatan: dibersihan dan usahakan agar tidak lembab karena bisa berlumut

Paving adalah salah satu material perkerasan atau penutup permukaan tanah yang biasa dipasang di carport atau halaman belakang rumah. Karena harus mampu menahan beban yang ada di atasnya, maka pemasangan paving harus kuat dan rapi. Bila tidak, paving akan mudah terlepas atau permukaannya menjadi tidak rata lantaran sebagian tanah di bagian bawahnya turun atau bergeser. Setidaknya ada dua hal yang perlu diperhatikan saat pemasangan paving, yaitu pengisi celah dan fondasi di sekeliling paving. Pasir Pengisi Celah Paving termasuk konstruksi fleksibel. Hubungan antarpaving tidak membutuhkan bahan ikat, melainkan cukup menggunakan pasir. Material seperti ini sering juga disebut dengan istilahunbond material. Lebar celah antarpaving sebaiknya sekitar 2-4 milimeter. Ukuran celah yang terlalu lebar akan menyebabkan pasir pengisi mudah keluar ( shucking) dan paving bergeser. Idealnya, pasir yang digunakan untuk mengisi celah antarpaving memiliki butiran pasir yang tajam (lolos ayakan 2,4 milimeter), kadar air maksimal sekitar 5 persen, dan kadar lumpur maksimal 10 persen. Hal ini bertujuan agar air yang mengalir di atasnya bisa meresap ke dalam tanah. Usahakan pasir ini hanya mengisi 1/2 dari ketebalan paving. Jangan sampai pasir mengisi hingga ke dasar tanah. Rongga sisanya diisi oleh pasir yang digunakan sebagai alas peletakan paving (lihat gambar: ketinggian pasir). Pasir yang digunakan sebagai alas peletakan memiliki persyaratan yang hampir sama dengan pasir untuk pengisi celah. Hanya saja, butiran pasirnya maksimal lolos ayakan 9,6 milimeter. Bingkai sebagai fondasi Di samping rekatan pada sambungan paving, kekuatan paving juga dipengaruhi kondisi tanah sebagai alas peletakannya. Perubahan dan pergerakan struktur tanah bisa menyebabkan paving bergeser sehingga permukaan paving tidak rata satu dengan yang lain. Dalam fungsinya, paving harus mampu menahan gaya horizontal dan gaya vertikal; keduanya disalurkan langsung ke dalam tanah. Gaya vertikal biasanya terjadi berkaitan dengan naik turunnya paving setelah dipasang. Salah satunya disebabkan tanah bagian bawah mengalami penurunan atau pergeseran. Idealnya, lapisan permukaan tanah harus keras dan padat supaya paving mampu menahan beban sehingga tidak melendut ke bawah. Hanya saja, bila fungsi perkerasan ini untuk jalan setapak di taman, paving bisa langsung diletakkan pada tanah yang tidak terlalu padat asalkan permukaannya rata. Sedangkan gaya horizontal disebabkan karena adanya tekanan dari atas yang dapat mendorong paving bergeser. Untuk menahan gaya horizontal, paving-paving ini perlu diberi pondasi sebagai bingkai sehingga seolah -olah bagian sisi terluar paving dikelilingi oleh pondasi ini. Permukaan pondasi ini rata dengan permukaan paving. Dengan adanya fondasi yang mengelilingi ini, paving dapat ditahan secara horizontal bila ada desakan dari atas atau samping kiri/kanan. Fondasi bingkai ini dapat dibuat dari beton pracetak atau dari pasangan bata yang diplester. Nah, dengan memerhatikan dua hal tersebut diharapkan paving dapat terpasang rapi dan kuat.

Dari yang kita survey paving kemaren:

Buat jalan sama lantai biasa beda beban. Kendaraan: 6cm (polar) pasir sama semen, kalo ada warna, pake pewarna. Grassblock buat taman, buat tumbuh rumput. Harga bervariasi, semakin banyak/meter semakin mahal, motif dan warna menentukan harga juga. 5cm paling tipis, buat taman2. Kebanyakan 6cm yang dipake buat kendaraan rekomendasi. Yang dari jawa barat rangkaian paving seni banget. Gampang lumutan: kesorot matahari dan diinjak MINIM tapi kelembaban max. Paling ya kalo mengurangi lumut dicat. Nggak perlu dilapisin, kalo kena air malah makin kuat karena makin rapet, mengembang. Kalo aspal dilapisin,kalo paving dilapisi malah masuk ke pori, jadi percuma. Cuman di atur aja kelembabannya jangan sampe lumutan Kalo paving bisa bongkar pasang, jadi kalo udah usang (biasanya kena rob) bisa diganti baru, nggak kayak aspal kan paten. Ng gak perlu pake semen, karena konsep mengusung puzzle. Kao biar kuat/nggak geser pake semen di pinggirnya, bawahnya tanah/pasir aja. Bahan 1:3 semen:pasir. Dicetak, dibuka, dijauhkan dari sinar matahari, dikasih angin berlebihan. Kalo perlu disiram air setelah 28 hari, lalu siap diuji dan dipasarkan. Mutu lebih baik menggunakan limbah kapur soda(?) dan abu terbang(?) sebesar 1:4 atau 30-50% dari berat semen. Cocok dipake di daerah rob. Perbedaan manual(?): kasar, nggak diayak pasirnya. Hidrolik(?) lebih halus

Kisaran harga paving k300 71.450-98.000/m2 Paving k400 74.500-107.000/m2 Harga paving khusus 78.000-122.000/m2 K500 114.000-148.000/m2 K250 63.500/m2 Grassblock 80.000-1n/m2 Kerb mulai 10.000-50.000an/m2 HARGA DI ATAS MENYESUAIKAN BENTUK DAN UKURAN, SEMAKIN GEDE UKURAN, SEMAKIN SEDIKIT JUMLAH PER METER PERSEGINYA

7. Lantai Vinyl

Ciri-ciri : bermotif anyaman, coklat Bahan : material buatan Kelebihan : tahan lama, mudah dibersihkan, tahan air Kelemahan : mudah tergores Aplikasi : lantai ruangan Perawatan : Cukup dibersihkan menggunakan pembersih khusus vinyl

Vinyl adalah jenis lantai lunak yang sangat mudah tergores. Goresan tersebut sehalus apapun akan membuat lantai tampak kusam dan tidak bercahaya. Untuk melindunginya, vinyl perlu diberi lapisan pelilndung yang keras(tahan gores), namun cukup lentur dalam mengimbangi jenis lantai ini. Bila bahan pelapis kurang lentur, maka lapisan tersebut akan mudah retak. Vinyl adalah material yang berbentuk lembaran. Bahannya lentur namun kuat karena tersdiri dari beberapa lapisan. Lapisan pembantuk vinyl adalah compact layer, glass fiber, dan printing layer. Lapisan paling luar adalah uv coated wear layer. Lapisan ini tampak mengkilap dan terkesan licin. Harga sekitar 150rb-450rb/m2 Cara pasang : 1. Lap keramik dengan pel hingga bersih

2. 3. 4.

Oleskan lem kuning pada vinyl dengan menggunakan kape. Biarkan beberapa menit Oleskan lem kuning di atas keramik. Tempelkan vinyl pada keramik. Setelah ditempel, ketok vinyl dengan palu kaca Biarkan hingga 24 jam. Lantai vinyl siap diinjak.

Kelebihan : 1. 2. 3. 4. 5. Kerugian : 1. 2. 3. Tidak akan meningkatkan nilai jual bangunan seperti halnya keramik Rawan pemotongan, penyok, goresan, dan tusukan Tidak ramah lingkungan karena terbuat dari pvc (poly vinyl chloride) Harga lebih murah dari keramik Tahan air dan rayap Kuat dan tidak mudah robek Lebih bersih, karena vinyl tidak menggunakan nat, jadi meminimalisir debu yang sering bersarang di nat Proses pemasangannya mudah, dan mudah di bongkar

8.

Lantai Kaca Ciri-ciri : transparan, bening Bahan : material buatan Kelebihan : membuat bahan bangunan dibawah lantai kelihatan dan menjadikan lantai menjadi lebih dramatis Kelemahan : mudah pecah, licin Aplikasi : lantai ruangan Perawatan : Cukup dibersihkan dengan lap basah dan menambahkan isolasi tekstur kasar untuk keamanan

Kalau dulu kita mengenal kaca hanya sebagai bahan untuk jendela, kini kaca dapat dipergunakan untuk hal-hal lain. Misalnya sebagai dinding atau partisi ruang, atap bangunan, bahkan lantai ruangan. Karena sifatnya yang mudah pecah dan membahayakan, kaca perlu diperlakukan khusus, baik ketika dipergunakan sebagai kaca jendela, dinding, atap, ataupun lantai bangunan. Perlakukan khusus dibutuhkan agar kaca tak membahayakan pengguna ruangan. Misalnya penggunaan kaca sebagai lantai pada anak tangga. Tidak semua kaca dapat dipergunakan sebagai bahan untuk lantai. Hanya kaca jenis tempered dengan tebal minimal 20mm lah yang bisa dipergunakan. Jenis kaca tempered relatif lebih kuat dari kaca biasa. Namun bukan berarti dengan menggunakan kaca tempered dampak negatif kaca hilang sama sekali. Perlakuan khusus dibutuhkan pada saat pemasangan, dan penggunaannya kelak. Untuk menghindari kaca pecah pada saat digunakan, sebaiknya proses pemasangan kaca sebagai lantai ruangan sangat diperhatikan. Buat rangka-rangka penahan kaca sekuat mungkin. Untuk dapat menyangga beban berat, penggunaan rangka kisikisi segi empat (bujur sangkar) sebagai alas kaca sangat dianjurkan. Panjang dan lebar kisi-kisi bisa disesuaikan dengan ketebalan kaca dan berat beban yang nantinya diterima kaca. Untuk hasil terbaik, sebaiknya, panjang sisi kisi-kisi terpanjang tak lebih dari 60cm. Rangka sebaiknya pula dibuat dari logam yang kuat, misalnya besi atau stainless steel. Antara besi rangka dan kaca sebaiknya juga diberi karet yang antara lain berfungsi sebagai peredam getaran dan gesekan langsung dengan rangka besi, dan menghindarkan kaca retak atau pecah karena getaran/benturan itu. Memiliki permukaan yang rata dan licin jika terkena air, lantai kaca --terlebih lantai untuk anak tangga-- sebaiknya dilengkapi dengan antiselip. Anti selip bisa dibuat dengan cara antara lain menempelkan isolasi bertekstur kasar pada permukaan lantai anak tangga. Isolasi ini dapat mencegah kaki tergelincir. Dengan begitu, tangga relatif aman dipergunakan, dan tidak membahayakan.

9.

Lantai Linoleum Ciri-ciri : berupa fiber , secara kasat mata mirip vynil Bahan : material buatan Kelebihan : tahan lama, mudah dibersihkan, tahan air, ramah lingkungan Kelemahan : bernilai estetika tinggi Aplikasi : lantai ruangan Perawatan : Cukup dibersihkan menggunakan pembersih khusus vinyl

Forbo linelium adalah bahan penutup lantai, terbuat dari minyak biji fax (linseed oil) yang dicamput dengan tepung kayu atau sebuk gabus dan direkatkan pada media berbahan dasar dari kain berserat kuat dan kanvas. Forbo linelium adalah material homogeneus. tidak terdiri dari lapisan-lapisan dan dari atas sampai kebawah, materialnya akan berpenampilan sama. Forbo Linelium menggunakan material jute sebagai backing, yang juga 100% alami. Begitupun dengan topshield sebagai lapisan pelindung permukaan, juga 100% alami. Bentuknya hmpir sama dengan vinil, tapi sebenarnya bukan. Menurut Asmara, Direktur PT Indo Flooring, "Banyak ornag yang mengira bahwa linelium sama dengan vinil. Padahal itu beda, dan bedanya mendasar, yaitu dari bahan yang digunakan. Vinil dibuat dari PVC atau plastik yang tidak alami, sedangkan forbo linelium dibuat dari 100% bahan alami, dan sangat ramah lingkungan," Pilihan Jenis Dan Warna Ada tiga jenis linelium yang terdapat dipasaran yaitu jenis marmoleum, artoleum, dan walton. Perbedaan yang paling mencolok adalah dilihat dari segi motif dan warnanya. Marmoleum, berasal dari kata marmer sehingga motif warnanya menyerupai batu marmer. Artoleum, secara garis besar ada tiga motif warna yaitu polos, motif kulit buaya, dan bintik-bintik awan. Sedangkan walton, secara garis besar motif warnanya seperti serat kayu, beton, dan desain kontemporer. dalam pemasangannya, semua jenis linelium dapat dipadupadankan. Bahkan untuk mendapat desain dan bentuk lantai yang diimpikan, kita bisa memotong -motong material sesuai keinginan. Kelebihan Linoleum Ada beberapa kelebihan dari penggunaan lantai linoleum :

Terbuat dari bahan baku alami, aman digunakan untuk keluarga.Tahan lama, tidak mudah rusak. Kuat menahan furnitur dengan beban berat dan kaki beroda. Tahan api dan sulit terbakar. Tak akan membakar dan membekas ke linoleum apabila putung rokok jatuh kelantai Higienis, secara permanen anti bakteri Hemat biaya Desain dekoratif dan bisa dipadupadankan

Cara Pemasangan Langkah pertama dan paling penting yang harus diperhatikan ketika proses pemasangan linoleum adalah plesteran lantai harus dalam keadaan kering dan rata. Menurut Asmara, "Kelembaban air dan permukaan dasar lantai yang bergelombang, akan mempengaruhi kualitas akhir secara keseluruhan. Setelah lantai siap, proses selanjutnya adalah pengeleman. Pastikan lem tertempel rata agar linoleum merekat sempurna. Pasang linoleum dalam keadaan lem setengah kering, dan rapikan sambungannya. Penggunaan alat dan lem yang sesuai standar, akan menjadi faktor yang menentukan kualitas akhir. Yang Perlu Diperhatikan Hal-hal yang harus diperhatikan agar linoleum tetap awet dan tahan lama adalah menjaga linoleum dari permukaan tajam, seperti kaki meja, kursi, atau lemari. Caranya dengan diberi lapisan lunak diantaranya. Alasi pot tanaman dengan alas tahan air, sehingga bekas air tidak berbekas ke linoleum. Bila terjadi kerusakan yang sangat parah, linoleum bisa diganti diarea sekitar kerusakan dengan membuat pola baru sebagai alternatif agar terlihat menarik. Apabila kerusakan masih dalam kategori ringan seperti lecet atau tergores, masih bisa ditambal dengan bubuk linoleum yang dicamput dengan lem putih. Lantai pun akan putih seperti semula. Cara perawatannya, cukup dibersihkan dengam lap pel yang lembab. Hindari penggunaan zat dilantai ( zat kimia yang diperbolehkan hanyalah karbol yang diencerkan ). Jangan dibanjiri air dan disikat.

10. Lantai serbuk batu Ciri-ciri : memiliki tekstur bermotif Bahan : campuran semen, pasir dan batu sikat Ukuran : bervariasi Kelebihan : memiliki banyak motif dan menarik Kekurangan : memerlukan perawatan ekstra Aplikasi : taman dan carport Perawatan : di coating (pemberian pelapisan saat pemasangan) untuk menghindari jamur dan lumut.