Anda di halaman 1dari 2

Menurut Peraturan Pemerintah nomor 23 ayat 1 tahun 1982, tujuan irigasi disediakan dan dimanfaatkan adalah untuk memperoleh

hasil produksi yang optimal dari semua usaha pertanian yang mendapatkan manfaat dari air irigasi. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 23 ayat 2 tahun 1982, maksud irigasi disediakan adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi usaha pertanian dalam jumlah dan waktu yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan bagi semua tanaman menurut tata yang telah ditetapkan. Tujuan irigasi secara teknis adalah menampung dan mengumpulkan air serta melancarkan jalannya air dari daerah-daerah tergenang ( inundasi). Tujuan irigasi secara langsung adalah untuk membasahi tanah agar dicapai suatu kondisi tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman dalam hubungannya dengan prosentase kandungan air dan udara sebagai pengangkut bahan-bahan pupuk untuk perbaikan tanah. Curah hujan efektif yaitu sejumlah curah hujan yang jatuh pada suatu daerah atau petak sawah semasa pertumbuhan tanaman dan dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhannya. Curah hujan andalan adalah besarnya curah hujan yang diandalkan tersedia setiap beberapa tahun sekali, sesuai dengan kala ulang yang diambil. Curah hujan rancangan adalah jumlah curah hujan yang diperlukan untuk menyusun suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir. Besarnya adalah sebesar curah hujan rata-rata di seluruh daerah yang bersangkutan. Peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan air atau proses berubahnya air, baik air permukaan bebas maupun air yang terkandung di dalam tanah disebut evaporasi (penguapan). Peristiwa penguapan dari tanaman disebut transpirasi. Jika kedua proses tersebut terjadi dalam waktu yang bersamaan disebut evapotranspirasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi evapotranspirasi adalah suhu, air, kelembaban udara, kecepatan angin, tekanan udara, sinar matahari, dan lain-lainnya. Evaporasi Potensial (ETo) adalah air yang menguap melalui permukaan tanah dimana besarnya adalah jumlah air yang akan digunakan tanaman untuk perkembangannya. Perkolasi adalah pergerakan air sampai ke bawah dari zone tidak jenuh (antara permukaan tanah sampai ke bawah permukaan air) ke dalam daerah jenuh (daerah yang berada di bawah permukaan air tanah). Pola tata tanam (PTT) merupakan cara yang terpenting dalam perencanaan tata tanam. Maksud disediakannya tata tanam adalah untuk mengatur waktu, tempat, jenis dan luas tanaman pada daerah irigasi. Tujuan tata tanam adalah untuk memanfaatkan persediaan air irigasi seefisien dan seefektif mungkin, sehingga tanaman dapat tumbuh baik. Contoh Perhitungan Saluran Primer Menggunakan Metode Tahan Erosi dengan Lining Suatu Saluran Primer Sundari (S.P SUN 1) diketahui: Q rencana = 9.4030 m3/dt b/h (tabel de Vos) = 5; b = 5h m (tabel de Vos) = 1.5 n manning = 0,013 Vijin (tabel deVos) = 0.70 m/dt

= (b+mh)h = (5h + 1.5h)h = 6.5h2

= b + 2h = 12.9914

1 + m2

A P

= 6.5h2/12.9914h = 0.5003h A =

Q V
= 1.4376 m = 7.1878 m

6.5h2 = 9.4030 /0.7 h b R

= 0.5003h = 0.5003 x 1.4376 = 1.0858 m

Vijin = 0.7 S

1 2 3 12 .R .S n
= 1/0.013 x (1.0858)2/3 x (S)1/2 = 0.00007 =

Vrencana

1 2 3 12 .R .S n

= 1/0.013 x (1.0858)2/3 x (0.00007)1/2 = 0.70 m/dt 0.70 m/dt I = S = 0.00007 Cek I T

= 0.01

= b + 2mh = 7.1878 + (2 x 2 x 1.5 x 1.4376) = 11.5005 m

A = 13.4329/11.5005 = 1.1680 T
V = 0.2068 ( aliran subkritis) g .D

Fr =

W =

1 h = 1/3 x 1.4376= 0.479 3

Contoh Perhitungan Saluran Tersier Menggunakan Metode Tractive Force Suatu Petak Tersier Saluran Sekunder Sundari Kanan 1 (P.T S.SUN Ka1) diketahui: Q rencana = 0.08930 m3/dt

b =1 y
nmanning = 0.023

= 27
z=2

Sin 2 Sin 2

9.

Ketinggian air akibat evaporasi dapat dikurangi dikarenakan adanya peningkatan kecepatan, maka air akan lebih cepat untuk mencapai out let

= 0.1721 0 s = 0.73 (unit tractive force) x 62.4 x I = 0.0108 = 0.4 x 0.33 (butiran agak bulat) x k = 0.4 x 0.33 x 0.1721 = 0.0227 y =

10. Kemungkinan terjadinya water logging antara daerah yang berdampingan dapat dikurangi. Kerugian Pelapisan Saluran 1. 2. Dibutuhkan biaya yang besar dalam pelaksanaan Makin tua usia pelapisan, kemungkinan terjadinya keretakan semakin besar, sehingga kebocoran melalui saluran tersebut sangat sulit terdeteksi 3. 4. Sambungan pelapisan selalu menimbulkan masalah Bahan-bahan pelapisan semacam lempung (clay), bitumen dll, dapat cepat rusak karena adanya jejak binatang yang melintasi saluran. Syarat-syarat Pelapisan Saluran yang Baik 1. 2. Pelapisan harus benar-benar kedap air Koefisien bahab kekasaran bahan pelapisan harus relative kecil, supaya saluran menjadi lebih efisien ditinjau dari segi hidrolika 3. 4. 5. 6. Pelapisan harus kuat dan tahan lama Biaya konstruksi dan perawatan untuk pelapisan dirancang seefisien mungkin (dari segi ekonomi) Pelapisan harus dapat mencegah tumbuhnya rumput liar Pelapisan tidak akan rusak bila aliran air di saluran dihentikan Macam-Macam Pelapisan 1. Vegetatif linning (pelapisan dengan rumput) 2. Impervious linning (pelapisan dengan tanah kedap air 3. Mansory linning (pelapisan dengan batu) 4. Concrete linning (pelapisan dengan beton) 5. Asphaltic linning (pelapisan dengan aspal) 6.Linning with various material (pelapisan dengan variasi material) Kegunaan saluran pasangan antara lain: 1. mencegah kehilangan air akibat rembesan 2. mencegah gerusan dan erosi 3. mencegah merajalelanya tumbuhan air 4. mengurangi biaya pemeliharaan 5. memberi kelonggaran untuk lengkung yang lebih besar 6. tanah yang dibebaskan lebih kecil Jenis-jenis pasangan: 1. pasangan batu 2. pasangan beton 3. tanah

s 0 / y

xk

= 0.3612 m b A = 0.3612 m = (b + mh) h = 0.3913 m2 P = b + 2h

1 + m2

= 1.9763 m Qhitung =AxV = 0.3913 x 1.2278 = 0.08930 m3/dt Vhitung m/dt cek I R = 0.0001 Keuntungan Pelapisan Saluran 1. Rembesan yang terjadi di saluran dapat dihilangkan atau dikurangi sampai pada batas yang minimum. 2. 3. 4. Berkurangnya biaya untuk pemeliharaan saluran Peningkatan kecepatan di saluran Endapan Lumpur dapat dihindari, karena kecepatan saluran lebih besar dari pada kecepatan Lumpur 5. 6. Pengikisan di saluran dapat dihindari Membutuhkan lahan yang relative lebih sedikit, bila dibandingkan saluran tanpa pelapisan 7. 8. Berkurangnya rumput liar yang tumbuh di saluran Garam-garam yang merugikan yang berasal dari tanah (disisi dan di dasar saluran) tidak akan larut dalam air pada saluran =

Qhitung A

= 0.08930/0.3913 = 1.2278