Anda di halaman 1dari 1

S2.P2.

INOS
S2(P2) Ketua Komite / Sub Komite / Panitia / Pokja / Tim bertanggung jawab menyusun pedoman dan tata laksana pengendalian infeksi dan pengawasannya. Skor : 0 = tidak ada pedoman dan tata laksana 1 = pedoman dan tata laksana dalam proses penyusunan 2 = ada pedoman dan tata laksana yang ditetapkan oleh Komite / Sub Komite / Panitia / Pokja / Tim 3 = ada pedoman dan tata laksana yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit 4 = ada pedoman dan tata laksana yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit disertai sosialisasi dan pelatihan untuk melaksanakan pedoman dan tata laksana 5 = ada pedoman dan tata laksana yang ditetapkan oleh pimpinan rumah sakit disertai sosialisasi dan pelatihan untuk melaksanakan pedoman dan tata laksana; Sudah dilakukan evaluasi berkala terhadap pedoman dan tata laksana. (DO) : Dalam pedoman dan tata laksana harus dimuat ketentuan apa yang harus dilakukan oleh staf medis, keperawatan , non keperawatan dan non medis dalam hal ikut bersama mengendalikan infeksi di rumah sakit. Pemberdayaan staf rumah sakit harus dimasukkan dalam materi pelatihan atau orientasi bagi semua pegawai baru, termasuk siswa / mahasiswa tenaga kesehatan. Dalam pedoman dan tata laksana harus ditentukan petugas pengawas yang ditunjuk mengawasi pelaksanaan semua ketentuan tentang pengendalian infeks.i Pedoman ditetapkan mengacu sejauh mungkin pada Buku Pedoman Pengendalian infeksi Nosokomial Di Rumah Sakit, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta, 2004. (CP) : D = pedoman, tata laksana, juklak dan laporan pelaksanaan pelatiham/orientasi O = di ruangan W = pelaksana pengawasan

Skor : Keterangan / Catatan :