Anda di halaman 1dari 5

BAB 5 A. Pilihan Ganda 1. E 2. C 3. C 4. B 5. C 6. A 7. C 8. A 9. E 10.

11. E 12. D 13. C 14. E 15. A 16. A 17. E 18. A 19. D 20. B

21. E 22. B 23. B 24. B 25. C 26. B 27. A 28. A 29. C 30. A

B. Lengkapilah pernyataan di bawah ini. 1. Genetika Gregor Mendel Theory of particulate inheritance Hukum segregasi Pada waktu pembentukan gamet, terjadi segregasi (pemisahan) alel-alel suatu gen secara bebas dari diploid menjadi haploid Hukum penggabungan bebas Pada waktu pembentukan gamet, alel-alel berbeda yang telah bersegregasi bebas akan bergabung secara membentuk genotip dengan kombinasi-kombinasi alel yang berbeda Genotip 2. Monohibrid Dominan Resesif A a A dan a Dihibrid AB, Ab, aB, dan ab 3. 50 : 50 9:3:3:1 1:2:1 1:2 Tautan yang terjadi pada kromosom seks warna mata lalat buah 4. a. Munculnya suatu sifat sebagai akibat interaksi dari beberapa gen Sifat genetik pada jengger ayam Walnut : rose : pea : single = 9 : 3 : 3 : 1 b. Bentuk interaksi gen yang bersifat kumulatif (saling menambah) Percobaan H.Nilsson-Ehte terhadap biji gandum merah dan putih c. Sifat gen dominan yang tersembunyi, jika gen dominan tersebut berdiri sendiri Persilangan tumbuhan Linaria maroccana berwarna merah (AAbb) dengan bunga berwarna putih (aaBB0) yang akan menghasilkan f1 100% berbunga ungu 9 : 3 : 4 = ungu : merah : putih d. Gen yang sifatnya mempengaruhi (menghalangi) gen lain disebut gen epistasis, sedangkan gen yang di pengaruhi (dihalangi) disebut gen hipostasis

Warna labu 12 : 3 : 1

c. Interaksi beberapa gen yang saling melengkapi Bunga Lathyrus odoratus, gen c bekerja menumbuhkan zat bahan mentah pigmen dan alel c tidak dapat menumbuhkan zat tersebut. 9:7 5. Persilangan antara anakan f1 yang heterozigot dengan induknya yang homozigot dominan Persilangan antara suatu individu yang tidak diketahui genotipnya dengan induk yang genotipnya homozigot resesif Persilangan ulang dengan jenis kelamin yang dipertukarkan C. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas 1. Tidak 2. a. Hukum I Mendel menyatakan bahwa terjadi pemisahan alel secara bebas pada waktu pembentukan gamet. Hukum II Mendel menyatakan bahwa terjadi penggabungan secara bebas pada pembentukan gamet perkawinan dihibid b. - Aa jenis gamet Aa - Aabb jenis gamet Ab, ab - AABbCcDd jenis gamet ABCD, ABcD, ABcd, ABCd, AbCD, AbCd, AbcD, Abcd - AaBbCCddEeFf jenis gamet ABCdEF, ABCdEf, AbdEF, AbCdeF, AbCdef, ABCdeF, ABCdef, AbCdef, aBCdEF, aBCdEf, abCdEF, abCdeF, abCdef, aBCdef, aBCdeF, abCdEF. 3. Pada F2, perbandingan genotip anakan adalah 1 (homozigot dominant): 2 (heterozigot): 1 (homozigot resesif). Maka jumlah anakan yang homozigot resesif adalah 4 32 = 8 anakan 4. Alel-alel letal resesif adalah alel yang dalam keadaan homozigot resesif dapat menyebabkan kematian sedangkan alel-alel letal dominan adalah alel yang dalam keadaan homozigot dominant menyebabkan kematian 5. a. Laki-laki tersebut khawatir kelak anak yang akan dilahirkan istrinya menderita eritroblastosis fetalis b. Kemungkinan besar, anak kedua yang dilahirkan akan menderita eritroblastosis fetalis, apabila rhesus anak ke-2 tersebut memiliki rhesus positif 6. a. P1 merah murni x merah karier BB x Bb F1 BB, Bb 50% merah murni : 50% merah karier b. P1 merah karier x hitam perak Bb
F1
1

x bb

Bb, bb 50% merah karier 50% hitam perak 7. Sebab persilangan seperti pada hewan tidak dapat dilakukan pada manusia karena kita memiliki norma dan aturan. Selain itu, untuk melihat pola-pola perkawinan sifat pada manusia memakan waktu yang lama. 8. a. Peta silsilah keluarga tersebut adalah sebagai berikut: P1 XXC X XY Gamet
F1 :

(ibu karer) X XC XX XXC XY

(ayah normal) X Y

XCY b. Ia memperoleh sifat buta warna dari kromosom ibunya yang karier buat warna 9. Sebab belum tentu biji yang ditanam tersebut memiliki sifat yang sama dengan induknya 10. Rasio fenotip yang diharapkan adalah sebagai berikut: 36 S . C . B. 9 S . C . b. 8s.C.B 4s.C.b 4s.c.B 3s.c.b 11. Frekuensi fenotipnya adalah 36 tipe liar, 16 albino, 8 hitam dan 4 cokelat 12. 3 putih : 1 kuning 13. Tautan sempurna adalah gen-gen yang terletak pada bagian yang tidak homolog. Sedangkan tautan tidak sempurna adalah gen-gen yang terletak pada bagian yang homolog 14.
L L P M M M M 1

1 L L L F 1 M M :2 M M = 1 M M

Jadi, kemungkinan timbulnya anak kucing heterozigot adalah 50% 15. a. Informasi tersebut tidak dapat digunakan untuk mendukung pengaduan si laki-laki. Sebab, ia tidak memberi tahukan golongan darah sang istri. Tetapi, apabila di urutkan secara genotip, dapat diketahui bahwa anak tersebut (AB) adalah anaknya, apabila ia memiliki golongan darah B heterozigot dan istrinya A heterozigot (atau sebaliknya) b. Informasi tersebut juga tidak dapat digunakan untuk mendukung pengaduan si laki-laki, Sebab, ia tidak memberi tahukan golongan darah MN yang ia dan istrinya miliki, sehingga tidak dapat dijadikan acuan untuk memperkuat dugaan laki-laki tersebut 16. Gen tertaut kelamin adalah gen yang terletak pada kromosom kelamin dan sifat yang ditimbulkan gen pada kromosom ini bersama dengan jenis kelamin. Ada dua jenis gen terlaut kelamin, yaitu gen tertaut kelamin tidak sempurna (contoh gen terlaut x) dan gen tertaut kelamin sempurna (contoh gen tertaut y). Gen tertaut kromosom x merupakan gen tertaut tidak sempurna. Sedangkan gen tertaut kromosom y merupakan gen tertaut sempurna. Gen tertaut kromosom y dan sifat-sifat yang disebabkannya disebut holandrik, berarti sifat tersebut hanya diturunkan pada laki-laki. 17. a. Cara menentukan fenotip dan genotip F1 adalah sebagai berikut. Karena jumlah terbanyak terdapat pada individu dengan fenotip lambat perak dan cepat emas, maka genotip individu ini adalah genotip parental terpaut kromosom kelamin Z. Jadi induk betina bergenotip ZSS1W dengan fenotip betina bulu lambat tumbuh dan warna bulu perak, sedangkan genotip induk jantannya adalah ZSS1ZSS1, dengan fenotip jantan bulu cepat tumbuh dan berwarna emas b. Cara menghitung jumlah rekombinasi yang diharapkan antara kedua lokus ini pada hewan jantan Z SS1ZSS1 adalah = (40 + 7) / (94 + 40 + 7 + 127) X 100% = 17.54%. Jadi diharapkan angka rekombinasi ayam jantan berbulu cepat berwarna perak adalah = 17.54% X 268 ekor = 47 ekor, demikian pula ayam jantan berbulu lambat berwarna emas diharapkan 47 ekor 18. Sebab pada tumbuhan dan hewan dapat kita amati beragam variasi sifat yang diturunkan induk kepada anaknya. Prinsip genetika yang kita amati dari tumbuhan dan hewan tersebut dapat menjelaskan mekanisme perpindahan sifat tersebut dari orang tua kepada keturunannya 19.Fenilketonuria disebabkan kandungan asam amino fenilalanin yang berlebih. Fenilalanin berlebih dapat merusak sistem saraf dan mengarah pada keterbelakangan mental 20. Mudah diamati, waktu pengamatan cepat, tidak bertentangan dengan aturan/norma-norma social, agama, dan lain-lain II. Kinerja Ilmiah 1. a. Golongan darah anak adalah A. Kemungkinan pasangan alel untuk golongan darah yang mungkin: . Homozigot = IAIA . Heterozigot = IAi

Maka kemungkinan pasangan alel golongan darah orang tua: . IAIA . IAi . IBi . IAIB . ii Diagram persilangannya: P IAIA x IAIA F1 P F1 P F1 P F1 P F1 IAIA (100%)

P f1

IAIB x IAi IAIA IAi I I IBi


A B

(25%) (25%) (25%) (25%)

IAIA x IAi I I IAi


A A A A

(50%) (50%) P F1

I I x ii IAi (100%)

I I x ii IAi (50%) IBi (50%)

A B

IAIA x IAIB IAIA IAIB (50%) (50%) P F1

IAIB x IAIB IAIA (25%) IAIB I I


B B

IAi x IAi I I IAi ii


A A

(50%) (25%)

(25%) (50%) (25%) P F1

IBi x IAi IAIB (25%) IAi (50%)

P F1 P F1

IAi x ii IAi ii (50%) (50%)

P F1

IBi x IAi IAIB (25%) IBi IAi I i


B

IBi x IAIB IAIB IBIB I i


A

(25%) (25%) (25%)

(25%) (25%) (25%)

P F1

IBi (25%) I i x IAIA IAIB (50%) IAi (50%)


B

Keterangan:

Kemungkinan pasangan alel golongan darah anak.

b. Golongan darah Ayah dan Ibu tidak sesuai dengan golongan darah anak, maka pasangan alel yang tidak mungkin pada Ayah dan Ibu adalah IAIA dan IAi. Berdasarkan diagram persilangan golongan darah (a), maka kemungkinan golongan darah Ayah dan Ibu adalah AB (IAIB) dan O (ii), AB (IAIB) dan AB (IAIB), atau B (IBi) dan AB (IAIB) c. Donor Resipien A A A AB B B

B AB O O O O

AB AB A B AB O

2. a. KKTT, supaya dihasilkan durian berbiji kecil dan daging buah yang tebal. Genotip tersebut tidak memberikan kepastian fenotip dari biji yang dihasilkan, sebab, apabila disilangkan dengan genotip yang berbeda akan menghasilkan fenotip yang berbeda pula