Anda di halaman 1dari 2

4. Ekstraksi Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan dari campurannya dengan menggunakan pelarut.

Ekstraksi dapat dilakukan menurut berbagai cara. Peralatan ekstraksi akan menyebabkan terjadinya kontak efisien antara herbal dan pelarut. Peralatan paling sederhana berupa alat pendidihan herbal dengan pelarut (infus, decoct) selama waktu tertentu untuk mendapatkan hasil penyarian. Infus yaitu ekstraksi dengan pelarut air pada temperatur penangas air (bejana infus tercelup dalam penangas air mendidih, temperatur terukur 96o-98oC) selama waktu tertentu (15-20 menit). Dekok yaitu infus pada waktu yang lebih lama (> 30oC) dan temperatur sampai titik didih air. Untuk menghabiskan kandungan berkhasiat dari herbal, dilakukan ekstraksi secara berulang sehingga sebagian besar bahan berkhasiat dapat dikeluarkan/ditarik dari simplisia. Pengembangan alat ekstraksi baru didesain sedemikian rupa berupa saringan di bagian bawah alat pengekstraksi, dan pelarut disirkulasikan melalui simplisia menggunakan pompa sirkulasi eksternal. Pelarut dipanaskan hingga mencapai suhu yang diperlukan untuk proses ekstraksi secara optimum dengan memperhatikan sensitivitas dari produk (bahan aktif). Jumlah pelarut mencapai nilai minimum jika digunakan beberapa baterai (3 atau 4 ekstraktor bets dalam bentuk paralel), dan ekstraksi dilakukan dalam arah yang betul-betul berlawanan. Pelarut yang sudah mengandung konsentrat berkontak dengan herbal segar sehingga pelarut segar berkontak dengan ampas sehingga herbal yang sudah hampir ditarik semua kandungannya baru dikeluarkan. Pada ekstraktor bets arah berlawanan dengan perluasan baterai, simplisia dikeluarkan pada tahap terakhir secara sinambung dari ekstraktor. Selanjutnya, secara perlahan-lahan memasuki lokasi pemerasan, dan dikeluarkan dari tahap akhir penarikan. Pelarut dimasukkan dari lokasi akhir ini dan selanjutnya berjalan menurut arah yang berlawanan dengan aliran simplisia. Ekstrak keluar dari ujung akhir ekstraktor. Keuntungan ekstraktor secara kontinu adalah dapat melakukan proses dalam skala besar dengan penanganan material yang minimum. Jenis ekstraktor yang digunakan dapat dikombinasikan. Pilihan yang tepat harus disesuaikan dengan simplisia dan kapasitas pengolahan bets. Proses sinambung digunakan untuk pengolahan kapasitas besar. Untuk efisiensi operasi digunakan ekstraksi berlawanan arah. Penarikan dengan sistem tertutup, walaupun lebih mahal, dilakukan untuk mencegah terjadinya oksidasi dan kontaminasi. Perlu pula diperhatikan operasi dalam keadaan vakum. Fasilitas penanganan pelarut organik dalam sistem haruslah dilakukan secara tertutup. Untuk meminimalkan kehilangan pelarut, operasi dilakukan dalam suasana vakum dan karena itu diperlukan alat tambahan berupa sistem pendinginan. Selain itu, jika operasi yang dilakukan menggunakan pelarut mudah terbakar / meledak, maka digunakan alat yang explosion proof (untuk mencegah kebakaran dan peledakan).

5. Penyaringan Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Massa hasil penyaringan berbentuk larutan yang mengandung 2%-5% padatan terlarut. Selain itu, hasil tarikan mengandung pula sejumlah bahan tidak larut yang dianggap sebagai pencemar dan akan meningkatkan kadar abu ekstrak akhir. Pilihan alat penyaring adalah sebagai berikut : a. Nutch filter Merupakan tipe penyaring sederhana dan tidak mahal. Kecepatan penyaringan dibantu oleh sistem vakum dan juga merupakan penampung sejumlah volume cairan yang disaring. Penyaring ini hanya digunakan untuk aplikasi volume kecil.

b. Penyaring tekan sistem tertutup Penyaringan dilakukan secara kontinu, kapasitas tidak terbatas, ampas padat dipisahkan dan disimpan di antara 2 plat penekan. Filtrat dialirkan melalui pipa menuju tengki penyimpanan.