Anda di halaman 1dari 32

AKIBAT KUTIL

22 Maret 2010 Oleh: Kelompok 22

Tutor: dr. Oentarini T., Mbiomed Ketua: Vivian Otha Vasthi 405090216 Sekretaris: Mega Melita 405090211 Natasha Aurelia 405090217 Anggota: Herry Kurnia Wanto 405090212 Femmy Y. M Dwaa 405090213 Melisia 405090214 Varla Septrinidya 405090215 Linda Lestari 405090216 Wulandari 405090219 Meidy Regianto 405090220 Edwin Putra 405090266 Derdelina Baud 405090271

PEMICU
Ny. D berumur 30 thn bertanya-tanya apakah keputihan yang dialaminya ada hubungan dengan tonjolan kutil yang tumbuh di ujung kemaluan suaminya. Karena keputihan yang makin parah disertai gatal Ny. D akhirnya menyerah dan datang ke Puskesmas. Dokter di puskesmas setelah memeriksa menganjurkan dilakukan pemeriksaan Papsmear. Apa yang dapat dipelajari dari peristiwa ini?

STEP 1 MENGIDENTIFIKASI ISTILAH-ISTILAH YANG BELUM DIKENAL (UNFAMILIAR TERMS)


Keputihan: cairan yang keluar dari alat genital wanita yang tidak berupa darah Kutil: tonjolan di kulit Pap-smear: pemeriksaan sekret vagina untuk mendeteksi kelainan seviks

STEP 2 MENETAPKAN MASALAH-MASALAH


Apa hubungan keputihan Ny. D dengan tonjolan kutil pada kemaluan suaminya Apa yang menyebabkan keputihan Ny. D makin parah & disertai gatal? Mengapa dokter menganjurkan pemeriksaan papsmear? Apa yang menyebabkan tonjolan kutil di ujung kemaluan suami Ny. D?

STEP 3 CURAH PENDAPAT UNTUK MENDISKUSIKAN MASALAH


Apa hubungan keputihan Ny. D dengan tonjolan kutil pada kemaluan suaminya? karena kontak seksual infeksi mikroorganisme (HPV, Trichomonas vaginalis, Candida albicans) Apa yang menyebabkan keputihan Ny. D makin parah & gatal? - Karena tidak ada penanganan yang lebih lanjut terhadap infeksi yang dialami oleh Ny. D - Faktor predisposisi (Pakaian dalam, alat kontrasepsi) - Faktor kekebalan tubuh Mengapa dokter menganjurkan pemeriksaan pap-smear? - Untuk mengetahui etiologi keputihan yang dialami Ny. D - Untuk menegakkan diagnosa secara pasti - Agar dokter dapat memberi terapi yang tepat

Apa yang menyebabkan tonjolan kutil di ujung kemaluan suami Ny. D? Infeksi mikroorganisme

STEP 4 MEMBUAT REVIEW UNTUK KEMUDIAN MEMFORMULASIKAN & MEMBUAT PETA HASIL CURAH PENDAPAT
radang CA cervix Bakteri etiologi pencegahan virus jamur parasit

KEPUTIHAN
maksroskopik mikroskopik

patofisiologi

simptomatik

penatalaksanaan

kausal

pemeriksaan
Bentuk sediaan

pengambilan penyimpanan

pengiriman

komplikasi

STEP 5 MENENTUKAN TUJUAN BELAJAR (LO)


Menyebutkan definisi & ciri-ciri keputihan Menjelaskan etiologi keputihan & gatal Menjelaskan patofisiologi keputihan Menjelaskan pemeriksaan sekret vagina (Cara pengambilan, penyimpanan, pengiriman, hasil & interpretasinya) Menjelaskan komplikasi keputihan Menjelaskan pencegahan, penatalaksanaan keputihan

STEP 6 BEKERJA SECARA MANDIRI MENGUMPULKAN INFORMASI YANG BERKAITAN DENGAN MASING-MASING TUJUAN BELAJAR

STEP 7 MELAPORKAN & MENDISKUSIKAN TEMUAN INFORMASI & MEMBUAT SINTESA DALAM KELOMPOKNYA
Definisi & Ciri-ciri keputihan Keputihan adalah keluarnya cairan berlebihan dari vagina yang kadang disertai gatal, nyeri, rasa terbakar di bibir kemaluan, kerap disertai bau busuk, & menimbulkan rasa nyeri saat berkemih Ciri-ciri keputihan patologis: - warnanya tidak seperti lendir (seperti kepala susu, atau hijau-kekuningan, atau bahkan bercampur darah) - gatal pada daerah vagina - lendir yang keluar berbau tidak nyaman

ETIOLOGI KEPUTIHAN & GATAL


Reaksi alergi pada pakaian dalam yang tidak cocok (nilon) Memakai semprot pembersih vagina, tisu vagina, atau bedak pada vagina pada wanita berbakat alergi Kebiasaan berhanduk menggosok dari belakang ke depan selangkangan kuman pindah dari lubang anus ke vagina Infeksi mikroorganisme: - Parasit: Trichomonas vaginalis - Bakteri: Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, Vaginosis bakterial - Jamur: Candida albicans - Virus: HSV, HPV

PATOFISIOLOGI KEPUTIHAN
Infeksi Chlamydia trachomatis: - Dalam bentuk infeksiosa, C. trachomatis sferoid berukuran kecil (mengandung DNA, RNA, EB) endositosis - Sferoid-sferoid ini memperoleh akses sel pejamu organisme yang secara metabolis aktif bersaing dengan sel pejamu memperebutkan sel nutrien - Organisme siklus replikasi memadat EB sel pejamu pecah pembebasan ratusan EB menginfeksi sel-sel disekitarnya

Infeksi Neisseria gonnorhoeae - Bakteri ini melekat & menghancurkan membran sel epitel yang melapisi selaput lendir - Ditularkan melalui kontak langsung dari mukosa ke mukosa - Cairan yang keluar berwarna kuning, kental, sangat banyak, terasa panas dan gatal pada kemaluan, nyeri tekan pada daerah sekitar kemaluan, nyeri saat buang air kecil Infeksi Vaginosis bakterial: - Disebabkan oleh berganti-ganti pasangan seksual - Dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor yang mengubah lingkungan asam normal di vagina (mukus serviks, semen, darah haid, douching, pemakaian antibiotik, perubahan hormon) keadaan basa yang mendorong pertumbuhan berlebihan bakteri-bakteri penghasil basa

Infeksi HSV: - HSV disebarkan melalui kontak langsung antara virus dengan mukosa di kulit - HSV memiliki kemampuan untuk menginvasi beragam sel melalui fusi langsung dengan membran sel - Untuk dapat masuk sel, tidak diperlukan proses endositosis virus - Pada infeksi aktif primer, virus menginvasi sel pejamu berkembang biak menghancurkan sel pejamu melepaskan > banyak virion menginfeksi sel-sel disekitarnya - Pada infeksi primer, virus menyebar pembuluh limfe - Setelah infeksi awal masa laten (virus sel-sel sensorik & bermigrasi disepanjang akson bersembunyi di dalam ganglion radiksdorsalis )

Infeksi HPV: - Penularannya melalui hubungan seksual, autoinokulasi, dan fomite. - Infeksi dapat ditularkan pada neonatus saat persalinan Infeksi Candida albicans: - Infeksi simptomatik timbul bila terjadi perubahan resisten pejamu / flora bakteri lokal - Faktor predisposisi pada perempuan: kehamilan, haid, DM, pemakaian kontrasepsi, & terapi antibiotik - Lingkungan yang hangat & lembab (baju dalam yang ketat, konstriktif, & sintetik) kolonisasi - Reaksi hipersensitivitas terhadap produk-produk (douche, semprotan deodoran, kertas toilet berpewangi & pewarna) kolonisasi - Cairan yang keluar putih, encer berbintik bintik banyak, berbau apek disertai dengan nyeri saat buang air kecil serta gatal di sekitar kemaluan

Infeksi Trichomonas vaginalis: - Trichomonas mengikat mematikan sel pejamu respons imun humoral & selular yang tidak bersifat protektif terhadap infeksi berikutnya - Agar dapat bertahan hidup, Trichomonas harus berkontak langsung dengan eritrosit - Tumbuh subur pada pH antara 4,9 & 7,5 - Cairan yang keluar kuning kehijauan, berbusa, merah, sangat banyak, gatal, berbau busuk dan ditemukan nyeri tekan pada sekitar kemaluan serta kemerahan pada vagina

PEMERIKSAAN SEKRET VAGINA


Cara pengambilan sekret vagina: - Pasanglah spekulum steril tanpa bahan pelicin - Apuslah sekret dari dinding lateral vagina sepertiga bagian atas dengan ujung spatula Ayre yang berbentuk bulat lonjong seperti lidah. - Ulaskan sekret yang didapat pada kaca objek secukupnya, jangan terlalu tebal dan jangan terlalu tipis. - Fiksasi segera sediaan yang telah dibuat dengan cairan fksasi alkohol 95% atau hair spray. - Setelah selesai difiksasi minimal selama 30 menit, sediaan siap untuk dikirim ke laboratorium sitologi.

Cara pengambilan sekret servikal: - Pasanglah spekulum steril tanpa memakai bahan pelicin. - Dengan ujung spatula Ayre yang bebentuk bulat lonjong seperti lidah apuslah sekret dari seluruh permukaan porsio serviks dengan sedikit tekanan tanpa melukainya. Gerakkan searah jarum jam, diputar melingkar 360 derajat. - Ulaskan sekret yang didapat pada kaca objek secukupnya, jangan terlalu tebal dan jangan terlalu tipis. - Fiksasi segera sediaan yang telah dibuat dengan cairan fiksasi alkohol 95% atau hair spray. - Setelah selesai difiksasi minimal selama 30 menit, sediaan siap untuk dikirim ke laboratorium sitologi.

Cara pengambilan sekret endoservikal: - Lekatkan sedikit kapas pada ujung alat ecouvillon rigide tersebut atau gunakan langsung cytobrush. - Masukkan alat tersebut / cytobrush ke dalam kanalis endoserviks sedalam satu atau dua sentimeter dari orifisium uteri eksternum. - Putarlah alat tersebut secara melingkar 360 derajat untuk mengapus permukaan mukosa endoserviks & daerah squamocolumnar junction. - Ulaskan sekret yang didapat pada kaca objek secukupnya. - Fiksasi segera sediaan yang telah dibuat dengan cairan fiksasi alkohol 95% atau hair spray. - Setelah selesai difiksasi minimal selama 30 menit, sediaan siap untuk dikirim ke laboratorium sitologi.

Cara pengambilan sekret endometrial: - Sebelum pengambilan bahan dimulai, penderita diberitahu terlebih dahulu bahwa pengambilan bahan pemeriksaan ini akan menimbulkan sedikit rasa nyeri / mules yang disebabkan oleh karena kontraksi uterus. - Masukkan alat sapu endometrium ke dalam kanalis endoserviks, kemudian alat didorong terus perlahan-lahan ke dalam sampai di kavum uteri. Alat sering berhenti pada daerah itsmus, bila terjadi hal demikian, doronglah alat secara perlahan-lahan hingga akhirnya dapat melewati itsmus sampai di kavum uteri. - Di dalam kavum uteri bagian sapu dari alat tersebut yang berfungsi mengumpulkan material sel dikeluarkan &putarlah alat secara melingkar 360 derajat beberapa kali masukkan kembali sapu tersebut ke tempatnya semula alat ditarik keluar secara perlahan-lahan. - Sekret yang didapat segera dibuat sediaan dengan mengulaskan sapu dari alat tersebut pada kaca objek, & difiksasi segera dengan cairan fiksasi alkohol 95%.

Cara pengambilan sekret forniks posterior: - Penderita dibaringkan dalam posisi miring ke samping dengan lutut dilipat ke atas, menempel pada perut. - Dalam keadaan bola karet dipijat, ujung pipet dimasukkan ke dalam vagina secara perlahan-lahan, sampai pipet menyentuh ujung vagina yang dapat diketahui bila terasa ada tahanan. - Pada posisi tersebut dilakukan penyedotan sekret dengan melepaskan pijatan pada bola karet perlahan-lahan, sehingga bola karet mengembang dan sekret dari forniks posterior vagina akan terisap ke dalam pipet. - Kemudian ujung pipet ditarik keluar perlahan-lahan dengan cara yang sama sewaktu memasukkan alat tersebut ke dalam vagina. Ketika menarik alat tersebut keluar dari vagina, perhatikan jangan sampai menyentuh bagian dinding vagina yang lain. - Sekret yang didapat didapat dituangkan ke atas satu atau dua kaca objek, kemudian dibuat sediaan apus dengan bantuan sebuah batang kayu kecil/tusuk gigi. - Fiksasi segera sediaan yang telah dibuat dengan alkohol 95% atau hair spray. - Setelah selesai difiksasi minimal selama 30 menit, sediaan siap untuk dikirim ke laboratorium sitologi.

Cara pengiriman spesimen: - Dikirim ke laboratorium oleh kurir / penderita sendiri Dalam keadaan kering Untuk ini harus dilakukan fiksasi kering dengan hair spray/ cytocrep/ dry fix. Sediaan dikirim dalam amplop biasa bersama formulir permintaan pemeriksaan sitologi ginekologik yang sudah diisi lengkap Dalam keadaan basah Untuk ini fiksasi dilakukan dengan cairan alkohol 95% & sediaan dikirim ke laboratorium dalam botol berisi cairan fiksasi. Formulir permintaan pemeriksaan sitologi ginekologik dikirim terpisah dalam amplop tersendiri Lewat pos Fiksasi kering dengan hairspray Sediaan dikemas dalam kotak karton/ plastik agar tidak pecah Kotak dimasukkan ke dalam amplop yang terbuat dari kertas tebal Siap dikirim

Hasil pemeriksaan: - Digolongkan berdasarkan sistem bethesda universal - Radang Bakteri: coccus Parasit: Trcihomonas Jamur: Candida, Actinomyces Virus: HPV - Keganasan Displasia ringan CIN 1 Displasia sedang CIN 2 Displasia berat CIN 3 Karsinoma - Hasil tidak memuaskan Terlalu sedikit Terlalu banyak / tebal Terlalu banyak darah Tidak ada sel endoserviks

KOMPLIKASI KEPUTIHAN
Infertilitas / masalah kesuburan Penyakit radang panggul Pada wanita hamil, infeksi Trichomoniasis, & Bacterial vaginosis diduga dapat menyebabkan kelahiran prematur & berat badan lahir rendah

PENCEGAHAN & PENATALAKSANAAN KEPUTIHAN

Pencegahan: Obat keputihan vagina Menjaga kebersihan & kelembaban vagina Kenali alat kelamin sendiri ditangani secepatnya Jangan malu untuk periksa ke dokter jika terdapat gejala-gejala keputihan Penatalaksanaan (Terapi): Terapi simptomatik mengobati gejala yang menyertai keputihan Terapi kausal mengobati apa yang menjadi penyebab keputihan itu sendiri Amubisid: Metronidazol (Tablet vaginal), Tinidazol Antimikotik: Ketokanazol (Krim), Mikonazol (Krim), Klotrimazol (Tablet vaginal), Nistatin, Air daun sirih

KESIMPULAN & SARAN

DAFTAR PUSTAKA
http://www.blogdokter.net/2007/10/22/keputihan-si-putih-yangmenjengkelkan/ http://www.mitrakeluarga.net/kemayoran/kesehatan004.html http://bikin.web.id/tag/penyebab-keputihan/

TERIMA KASIH