Anda di halaman 1dari 7

ANALISIS SPEKTROFOTOMETRI II ( TUGAS INFRA MERAH )

Oleh : Ni Ketut Novi Purnamasari Putu Nilawati Hastini Ni Komang Ayu Karunia Dewi Ni Nyoman Tri Widyastuti 1103051002 1103051003 1103051013 1103051018

JURUSAN ANALIS KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA 2013

TUGAS INFRA MERAH Soal 1. 2. 3. 4. 5. Persyaratan apakah yang diperlukan oleh suatu molekul agar dapat mengabsorpsi sinar infra merah? Apakah semua senyawa dapat dianalisis dengan menggunakan infra merah? Jelaskan! Sebutkan dan jelaskan macam-macam vibrasi molekul pada spektrofotometer infra merah! Jelaskan preparasi (penanganan) sampel yang diperlukan agar dapat dianalisis dengan infra merah! Sebutkan dan jelaskan fungsi komponen-komponen dalam instrumen infra merah! Pembahasan 1. Persyaratan yang diperlukan oleh suatu molekul agar dapat mengabsorpsi sinar infra merah adalah molekul harus memiliki perubahan momen dipole sebagai akibat dari vibrasi. Berarti radiasi medan listrik yang berubah-ubah akan berinteraksi dengan molekul dan akan menyebabkan perubahan amplitudo salah satu gerakan molekul. 2. Tidak semua senyawa dapat dianalisis dengan infra merah, karena spektrofotometer infra merah kebanyakan digunakan untuk menganalisis senyawa organik. Selain itu senyawa kimia yang dapat dianalisis adalah senyawa yang memiliki ikatan polar dan nonpolar, mengandung gugus fungsi tertentu yang bisa dideteksi, misalnya senyawa polimer aldehid, benzene, yang memilki gugus C-H. Disamping itu juga radiasi infra merah hanya terbatas pada perubahan energi setingkat molekul. 3. Macam-macam vibrasi molekul pada spektrofotometer infra merah adalah sebagai berikut. a. Vibrasi Regangan (Streching) Dalam vibrasi ini atom bergerak terus sepanjang ikatan yang menghubungkannya sehingga akan terjadi perubahan jarak antara

keduanya, walaupun sudut ikatan tidak berubah. Vibrasi regangan ada dua macam, yaitu: 1. Regangan Simetri, unit struktur bergerak bersamaan dan searah dalam satu bidang datar. 2. Regangan Asimetri, unit struktur bergerak bersamaan dan tidak searah tetapi masih dalam satu bidang datar.

b. Vibrasi Bengkokan (Bending) Jika sistim tiga atom merupakan bagian dari sebuah molekul yang lebih besar, maka dapat menimbulkan vibrasi bengkokan atau vibrasi deformasi yang mempengaruhi osilasi atom atau molekul secara keseluruhan. Vibrasi bengkokan ini terbagi menjadi empat jenis, yaitu : 1. Vibrasi Goyangan (Rocking), unit struktur bergerak mengayun asimetri tetapi masih dalam bidang datar. 2. Vibrasi Guntingan (Scissoring), unit struktur bergerak mengayun simetri dan masih dalam bidang datar. 3. Vibrasi Kibasan (Wagging), unit struktur bergerak mengibas keluar dari bidang datar. 4. Vibrasi Pelintiran (Twisting), unit struktur berputar mengelilingi ikatan yang menghubungkan dengan molekul induk dan berada di dalam bidang datar.

4.

Preparasi (penanganan) sampel yang diperlukan agar dapat dianalisis dengan infra merah antara lain sebagai berikut. A. Cuplikan berupa padatan Jika zat yang akan dianalisis berbentuk padat, maka ada dua metode untuk persiapan sampel ini, yaitu melibatkan penggunaan Nujol mull atau pelet KBr. 1. Nujol Mull Sampel digerus dengan mortar dan pestle agar diperoleh bubuk yang halus. dicampur dengan Nujol agar terbentuk pasta, kemudian beberapa ditempatkan antara dua plat sodium klorida (NaCl) plat ini tidak mengabsorbsi inframerah pada wilayah tersebut. 2. Pelet KBr Sedikit sampel padat (kira-kira 1 - 2 mg), kemudian ditambahkan bubuk KBr murni (kira-kira 200 mg) dan diaduk hingga rata. Campuran ini kemudian ditempatkan dalam cetakan dan ditekan dengan menggunakan alat tekanan mekanik. kemudian sampel (pelet KBr yang terbentuk) diambil dan dianalisis.

B. Cuplikan berupa cairan Setetes sampel ditempatkan antara dua plat KBr atau plat NaCl untuk membuat film tipis. C. Cuplikan berupa larutan Disini diperlukan pelarut yang mempunyai daya yang melarut cukup tinggi terhadap senyawa yang akan dianalisis, tetapi tak ikut melakukan penyerapam di daerah infra merah yang di analisis. Selain itu, tidak boleh terjadi reaksi antara pelarut dengan senyawa cuplikan. Pelarut-pelarut yang biasa digunakan adalah: a. Karbon disulfide (CS2), untuk daerah spectrum 1330-625/cm. b. CCl4, untuk daerah spectrum 4000-1330/cm. c. Pelarut-pelarut polar, misalnya kloroform, dioksan, dimetil formamida. D. Gas Untuk menghasilkan sebuah spektrum inframerah pada gas, dibutuhkan sebuah sel silinder/tabung gas dengan jendela pada setiap akhir pada sebuah material yang tidak aktif inframerah seperti KBr, NaCl atau CaF 2. Sel biasanya mempunyai inlet dan outlet dengan keran untuk mengaktifkan sel agar memudahkan pengisian dengan gas yang akan dianalisis. 5. Komponen-komponen dalam instrumen infra merah antara lain sebagai berikut. a. Wadah Sampel Wadah sampel adalah sel untuk menaruh cairan ke dalam berkas cahaya spektrofotometer. Sel itu harus meneruskan energi cahaya dalam daerah spektra yang diminati, jadi sel kaca melayani daerah tampak, sel kuarsa atau kaca silica tinggi istimewa untuk daerah ultraviolet. Dalam instrument, tabung reaksi silindris kadang-kadang digunakan sebagai wadah sampel. Tabung-tabung tersebut diletakkan secara reprodusibel dengan membubuhkan tanda pada salah satu sisi tabung.

b. Sumber Radiasi Radiasi infra merah biasanya dihasilkan oleh pemijar Nernst dan Globar. Pemijar Globar merupakan batangan silikon karbida yang dipanasi sekitar 1200C, sehingga memancarkan radiasi kontinyu pada daerah 1-40 m. Globar merupakan sumber radiasi yang sangat stabil. Sumber ini memancarkan radiasi antara 0,4-20 m dan kurang stabil jika dibandingkan dengan Globar. c. Monokromator Monokromator ini terdiri dari sistem celah masuk dan celah keluar, alat pendespersi yang berupa kisi difraksi atau prisma, dan beberapa cermin untuk memantulkan dan memfokuskan sinar. Bahan yang digunakan untuk prisma adalah natrium klorida, kalium bromida, sesium bromida dan litium fluorida. Prisma natrium klorida paling banyak digunakan untuk monokromator infra merah, karena dispersinya tinggi untuk daerah antara 5,0-16 m, tetapi dispersinya kurang baik untuk daerah antara 1,0-5,0 m. d. Detektor Sebagian besar alat modern menggunakan detektor panas. Detektor fotolistrik tidak dapat digunakan untuk menggunakan infra merah karena energi foton infra merah tidak cukup besar untuk membebaskan elektron dari permukaan katoda suatu tabung foton. Detektor panas untuk mendeteksi infra merah yaitu termokopel, bolometer, dan sel Golay. Ketiga detektor ini bekerja berdasarkan efek pemanasan yang ditimbulkan oleh sinar infra merah. e. Daerah Cuplikan Daerah cuplikan infra merah dapat terdiri dari 3 jenis yaitu cuplikan yang berbentuk gas, cairan dan padatan. Gaya intermolekul berubah nyata dari bentuk padatan ke cairan ke gas dan spektrum infra merah biasanya menunjukkan pengaruh dari perbedaan ini dalam bentuk pergeseran frekuensi. Oleh karena itu, sangat penting untuk dicatat pada spektrum cara pengolahan cuplikan ynag dilakukan.
f. Recorder

Signal yang dihailkan dari detector kemudian direkam sebagai spectrum infra merah yang berbentuk puncak-puncak absorpsi. Spektrum infra merah ini menunjukkan hubungan antara absorpsi dan frekuensi/ bilangan gelombang. Sebagai absis dan frekuensi dan sebagai ordinat adalah transmitan/absorbans.