Anda di halaman 1dari 59

PHARMACEUTICAL COMPOUNDING STERILE PREPARATIONS

Analia Yely Rachman

Intan Agustina Mukti Mutia Fatmawati Sitorus Riana Windiari

Endah Sulistiawati
Putri Kholisotun Nawa Zakiyah Zukhdiyanah Aura Ningia

Suci Sutma

Tujuan: untuk mencegah sediaan racikan dari:


Kontaminasi mikroba (non steril) Endotoksin bakteri berlebihan Variabilitas kekuatan sediaan Kontaminan dari zat kimia dan fisika yang tidak diinginkan Kualitas bahan yang tidak sesuai

Perbedaan Compounding steril dengan non steril


Sediaan steril harus yaitu: Steril Lingkungan udara berdasrkan klasifikasi ISO Perlengkapan personel Spesifikasi dan pengawasan kualitas lingkungan Disinfeksi glove dan permukaan dari ISO kelas 5

Kategori compounded sterile preparations (CSPs)

(batas adalah partikel 0,5 m dan lebih besar/m3 [ISO] dan


ft3 [Federal Standard terdahulu No. 209E, FS 209E])

ISO kelas 8 Tempat dilakukan aktivitas yg menghasilkan partikulat tinggi Merupakan area transisi

Beyond-Use Dating
Tanggal dan waktu menunjukkan CSP tidak bisa lagi disimpan Ditentukan dari waktu pembuatan racikan

Lokasi PEC Area penyiapan,staging komponen dan persediaan saat meracik CSP

Ante area

Buffer Area

Compounding Aseptic Containment Isolator (CACI)

CAI sbg proteksi pekerja terhadap partikel obat

Compounding Aseptic Isolator (CAI) Direct Compounding Area (DCA) Direct Compounding Area (DCA)

Isolator khusus untuk peracikan sediaan farmasi


Menjaga lingkungan aseptik selama peracikan Area kritis dalam PEC ISO kelas 5 Critical site yg terekspos HEPA filter

Critical Area

Lingkungan ISO kelas 5

Media-Fill Test

Uji untuk kualifikasi teknik aseptik personel dan peracikan Memastikan proses yg digunakan dapat menghasilkan produk steril tanpa kontaminasi

Primary Engineering Ruang yg menyediakan lingkungan ISO kelas 5 Control (PEC)


Area pembuatan low-risk CSP dengan BUD 12 jam atau kurang Terdapat alat untuk menyediakan kualitas udara ISO kelas 5 Wadah steril untuk parenteral dg dosis tunggal Digunakan pada area laminar flowhood

Segregated Compounding Area

Pharmacy Bulk Package

Memastikan bahwa:

Identifikasi, pengukuran, pelarutan, pencampuran

Secara akurat

Pengemasan, penyegelan, pelabelan, penyimpanan, penyerahan, pendistribusian

Dengan benar

Menjaga kondisi kebersihan, menyediakan label, dan instruksi tambahan untuk pemberian CSPs

akurasi dan presisi dalam pengukuran dan penimbangan

persyaratan sterilitas

metode sterilisasi dan pemurnian

batar dan rentang aman dalam kekuaran bahan

endotoksin bakteri dan partikel

pH akurasi dan kelengkapan label

penandaan BUD,

pengemasan dalam penyimpanan yang dibutuhkan.

Personel mempunyai kemampuan, pendidikan dan pelatihan memadai Bahan-bahan mempunyai identitas, kualitas dan kemurnian yang benar Jika pada pemeriksaan visual ada kerusakan kemasan dan organoleptis bahan tidak diharapkan tidak dipakai CSP mengandung air non steril disterilisasi selama 6 jam setelah preparasi

Alat yang dipakai harus bersih, akurat, dan efektif sesuai penggunaan

Pengemasan yang dipilih harus cocok utk mengawetkan kekuatan dan sterilitas sampai BUD

Label nama dan jumlah/konsentrasi bahan aktif. Review identitas dan jumlah untuk kelengkapan dan akurasi Prosedur untuk pengukuran, pencampuran, pelarutan, pemurnian, sterilisasi, pengemasan dan pelabelan harus memenuhi urutan dan kualitas yang benar sesuai dengan CSPs tertentu

Berdasarkan potensi kontaminasi mikroba selama peracikan


Ditentukan berdasarkan kemungkinan kontaminasi dengan mikroba, kimia dan fisika

Tingkat resiko rendah

Tingkat resiko tinggi

Disterilisasi sebelum diberikan pada pasien

Tingkat resiko menengah

Pembagian tingkat resiko dimaksudkan sebagai panduan kedalaman dan keluasan penanganan dalam peracikan, penyimpanan dan pengiriman

Kondisi resiko rendah


CSP diracik dg aseptik di bawah ruangan ISO kelas 5 dg bahan, produk, komponen dan alat yg steril
Peracikan melibatkan tidak lebih dari 3 kemasan komersial dari produk steril dibatasi pada pembukaan ampul secara aseptis, perpindahan cairan steril dalam jarum steril kepada alat serta wadah untuk penyimpanan dan penyerahan.

Tidak adanya uji sterilisasi periode penyimpanan tdk lebih dari: 48 jam (suhu ruang terkontrol, 14 hari (suhu dingin), 45 hari (keadaan beku -25o sampai -10oC.)

Desinfeksi rutin dan pengujian kualitas air dalam lingkungan peracikan u/ meminimalkan kontaminasi mikroba dan menjaga kualitas air ISO kelas 5

Personel memakai jenis kain pelindung yang tepat termasuk pelindung mata dan masker wajah

Reviesw semua pemesanan dan mengemas bahan awal untuk memastikan identitas dan jumlah dari bahan awal secara akurat

Inspeksi visual untuk memastikan adanya partikel dalam larutan, kebocoran dalam vial dan kantong serta akurasi sesuai label

Minimal setahun sekali Dalam lingkungan tingkat resiko rendah dengan kondisi simulasi seperti kondisi stress Di bawah lingkungan kualitas udara ISO kelas 5,3, dan 4

Soybean-casein digest medium masing-masing 5ml dimasukkan pada 3 vial steril 30 ml dengan spuit steril

Segel steril dipasangkan pada tutup karet secara aseptik

Inkubasi dalam dalam 20o hingga 25o atau 30o hingga 35o C selama minimal 14 hari

Periksa pertumbuhan mikroba

Resiko menengah ketika CSP diracik aseptik di bawah kondisi resiko rendah dan satu atau lebih kondisi berikut Produk steril dosis ada kecil atau jumlah produk banyak yang
dikombinasi utk beberapa pasien atau 1 pasien keadaan kompleks Peracikan dengan aseptik rumit selain perpindahan volume tunggal Peracikan dengan lama durasi tidak biasa pelarutan, pencampuran homogen

Tidak ada sterilisasi periode penyimpanan tdk lebih dari: 30 jam (suhu ruang terkontrol, 9 hari (suhu dingin), 45 hari (keadaan beku -25o sampai -10oC.)

Peracikan nutrisi parenteral dimana mencampurkan beberapa komponen nutrisi dalam wadah steril akhir

Pengisian alat penampungan infus dengan lebih dari 3 obat steril

Perpindahan volume dari beberapa ampul atau vial kepada satu atau lebih wadah akhir.

Kondisi dan persyaratan sama seperti CSP tingkat resiko rendah


Soybean-casein digest medium masing-masing 100 ml dimasukkan pada 6 wadah

Susun dalam 3 pasang wadah

Menukar 5 ml larutan dari satu wadah ke wadah pasangannya sesuai prosedur tertentu

5 ml larutan media dari masing2 wadah diinjeksikan aseptik dalam vial steril 10 ml

Dipasang segel steril

Inkubasi dalam dalam 20o hingga 25o atau 30o hingga 35o C selama minimal 14 hari

Periksa pertumbuhan mikroba setelah 14 hari

Kondisi resiko tinggi

Bahan non steril tidak untuk rute pemberian steril dicampurkan atau alat non steril digunakan sebelum sterilisasi akhir. Beberapa hal di bawah ini terpapar dalam kualitas udara yang lebih jelek daripada ISO kelas 5 selama lebih dari 1 jam.
Kandungan steril dari produk komersial CSP dengan efektifitas pengawet rendah Permukaan steril dari wadah atau alat untuk preparasi, pemindahan, sterilisasi, dan pengemasan dari CSP

Personel peracikan dengan pakaian dan sarung tangan yang tidak sesuai Preparasi non steril yang mengandung air yang disimpan selama lebih dari 6 jam sebelum disterilisasi

Bahan-bahan yang tidak diverifikasi dengan dokumentasi dan pelabelan dari suplier

Mencampur obat ruahan non steril dan serbuk nutrien untuk membuat larutan yang akan disterilisasi akhir Memaparkan bahan-bahan steril dan komponenkomponen yang digunakan untuk preparasi dan pengemasan CSPs pada ruangan dengan kualitas udara lebih rendah daripada ruangan ISO kelas 5 selama lebih dari 1 jam.

Mengukur dan mencampur bahan steril dalam alat non steril sebelum disterilisasi

Kondisi dan persyaratan sama seperti CSP tingkat resiko rendah


3 g medium casein soybean digest non steril dalam 100 ml air non bakteriostatik lar. Non steril 3%

25 mL medium dimasukkan spuit steril 30 mL masukkan 5 ml dari masing2 spuit ke dalam vial 10 mL kontrol positif

Dengan teknik dan kondisi aseptik, injeksikan 10 mL larutan dengan spuit berfilter 0.2 m ke 3 vial steril 10 mL. Ulangi lagi dengan 3 vial steril 10 mL 3 9 vial diinkubasi dalam dalam 20o hingga 25o atau pada 30o hingga 35o C selama minimal 14 hari

Periksa pertumbuhan mikroba


4

Personel yg menyiapkan CSP


Dilatih oleh tenaga ahli Lulus pengujian teknik aseptik (tulis dan media)

Yg gagal reinstruksi dan evaluasi ulang oleh personel yg ekspert

Tidak boleh

Harus

Obat Berbahaya Sebagai CSP


Efek paparan: ruam (akut), kanker (kronis) Disimpan di area terlindung dan terpisah dari sediaan lain Disiapkan dalam area ISO kelas 5 (dalam BSC atau CACI) Ditangani secara hati-hati Personel yg menangani harus terlatih Contoh sikolofosfamid, metotreksat

Single dose Multiple dose intradermal/ subkutan injeksi

Proses transfer menggunakan jarum steril dan semprotan steril (contoh: gliserin, phenol di sodium clorid injeksi) Mengandung substansi yang efektif untuk

mikroorganisme
Sebelum aktivitas pencampuran personil menunjukkan tangannya dan mencuci jarinya

sampai pergelangan tangan dg air dan sabun


selama 30 detik

Kaca dan metal menggunakan alumunium foil,


oven pada suhu 250o selama 30 menit

Sterilisasi filter

harus bebas pirogen dg ukuran

filter 0,2 atau 0,22 m

Sterilisasi dg uap panas suhu 121o , tekanan 1


atm atau 15 psi selama 20-60 menit

Depirogen dg pengeringan panas untuk barang


pecah belah/botol vial dg suhu 250o selama 30 menit

Sumber yang paling umum dari kelas ISO 5 LAFWs horizontal dan vertikal, CAIs, serta CACIs. Ruang bersih lingkungan peracikan yang disertai dengan HEPA atau HEPA penyaring udara yang memenuhi ISO Kelas 7 Buffer area daerah yang memberikan kualitas udara ISO Kelas 7

Gambar 1 merupakan representasi konseptual dari penempatan ISO Kelas 5.

a.

PEC dipisahkan dari area compounding untuk CSP tingkat risiko rendah dengan BUD 12 jam atau kurang.

b.

Daerah operasi yang paling kritis terletak di dalam PEC (di daerah yang ditunjuk).

c.

Penempatan peralatan (misalnya, komputer, printer) dan objek (misalnya, lemari ) yang tidak penting untuk compounding harus dipisahkan

Gambar 2 . Representasi konseptual dari penempatan fasilitas untuk persiapan CSPs dikategorikan level rendah, medium dan tinggi.

Fasilitas Compounding dirancang secara


fisik dan terkendali lingkungannya untuk

meminimalkan kontaminasi

Aliran udara di PEC harus aliran laminar


untuk tujuan compounding aseptik dan bebas dari kontaminasi partikel udara

Jika data identifikasi tidak dapat diterima digunakan nilai pemantauan mikroba sarung tangan

Data Sampling dikumpulkan dan ditinjau


rutin Ada peningkatan pertumbuhan mikroba evaluasi oleh personel yg kompeten

Sumber bisa termasuk sistem HVAC kerusakan filter HEPA

Sumber kontaminasi

Sampling ulang

dihindarkan

dilakukan

Tabel Jumlah Kontaminasi Mikroba yang Direkomendasikan


Klasifikasi Sampel ujung jari Sampel permukaan (contact plate)

(cfu per plate)


ISO kelas 5 >3 >3

ISO kelas 7

N/A

>5

ISO kelas 8 atau lebih buruk

N/A

>100

Pengambilan sampel partikel viable pengambilan

sampel partikel tak viable

Tujuannya mengukur kemampuan secara langsung kontrol teknis yang digunakan untuk menciptakan kebersihan udara PEC (LAFW, BSC, CAI dan CACI serta kontrol teknis sekunder (buffer dan ante-area) komponen penting dalam pengendalian kontaminasi pada peracikan metode aseptik.

ISO kelas 5

tidak lebih dari 3520 partikel ukuran 0.5m dan partikel besar per kubik meter udara

ISO kelas 7 ISO kelas 8

tidak lebih dari 352.000 partikel ukuran 0.5m dan partikel besar per kubik meter udara

tidak lebih dari 3.520.000 partikel ukuran 0.5m dan partikel besar per kubik meter

Soybean-Casein Digest Medium bacteria.


Agar ekstrak malt atau media pertumbuhan lain jamur juga dapat digunakan untuk lingkungan peracikan dengan tingkat resiko yang tinggi. Media yang digunakan harus ditambah dengan zat aditif untuk menetralkan efek dari agen disinfeksi
misal, TSA dengan lecithin dan polysorbate 80.

Dilakukan oleh personel terlatih

Metode yg dipakai metode impaksi

Dilakukan di lokasi yg cenderung terkontaminasi

Untuk CSP resiko rendah dilakukan di ruangan ISO kelas 5

TSA harus diinkubasi pada suhu 30-35 selama


48-72 jam.

Agar ekstrak malt atau media lain untuk


pertumbuhan jamur diinkubasi pada suhu 26-30 selama 5-7 hari.

Jumlah koloni mikroorganisme dihitung dan


dilaporkan dalam satuan cfu didokumentasikan
dalam formulir pengambilan sampel lingkungan.

Kontak lingkungan sumber utama kontaminasi


mikroba Personalia peracikan bertanggung jawab dalam proses desinfektasi sesuai persyaratan Semua pembersihan dan desinfektasi tertulis

dalam SPO dan harus dipatuhi oleh seluruh


personalia.

Desinfektan yang bersifat toksik, seperti

glutaraldehyde, tidak digunakan untuk lantai,


meja racik

Tempat ISO Class 5 Primary Engineering 30

Frekuensi Minimal menit sebelum, sesaat dan ketika setelah ketika Control peracikan,

(PEC) seperti LAFW, BSC, CAI, tumpahan,

CACI

permukaan
terkontaminasi

diduga

Konter dan bagian kerja yang Harian

mudah dibersihkan
Lantai Dinding Atap Rak Penyimpanan Harian Bulanan Bulanan Bulanan

Pelatihan harus terdokumentasi dan lengkap (cara kerja aseptik, prosedur pembersihan dan desinfeksi, hand hygiene, serta media fill test)

Pelatihan diberikan pleh personel yang ahli di bidang kerja aseptik

Pelatihan selesai evaluasi rutin

EVALUASI
Sebelum peracikan
Metode sampling ujung jari pada sarung tangan Menggunakan media TSA

Saat peracikan

Akhir peracikan
Metode sampling permukaan Media general

Media filltest
Media Soybean-

Casein Digest Medium

solid agar growht

Waktu inkubasi 48-72 jam pada 30o hingga 35o

Hasil cfu per personel per tangan

Waktu inkubasi min 14 hari pada 20o hingga 25o atau pada 30o hingga 35o

Hasil cfu per unit area permukaan

1. Akses ke daerah penyangga atau daerah bersih dibatasi

untuk personil yang berkualitas. 2. Objek yang dapat melepaskan partikel tidak dapat dibawa ke daerah penyangga atau bersih, termasuk pensil, kardus, handuk kertas, dan barang-barang katun. 3. Arus lalu lintas masuk dan keluar dari area penyangga atau area bersih harus diminimalkan. 4. Personil yang memasuki area penyangga atau area bersih harus terlebih dahulu menggosok tangan dan lengan dengan sabun minimal selama 30 detik. 5. Tidak boleh ada permen karet, permen, atau makanan yang dibawa ke dalam ruang penyangga, area bersih ataupun area ruang tunggu. 6. Semua sumbat karet vial dan botol, dan leher ampul dibersihkan dengan larutan steril 70% IPA dan menunggu selama minimal 10 detik, sebelum digunakan untuk persiapan peracikan.

Non Steril Steril BahanBahan & Peralatan

Pemeriksaan Dosis Larutan dan Pengulangan Prosedur Peracikan

diperiksa akurasi identitas yang benar dan jumlah bahan, pencampuran aseptik dan sterilisasi, pengemasan, pelabelan, dan penampilan fisik yang diharapkan sebelum sediian dirilis. Jika tidak didistribusikan segera, produk secara individual diperiksa sebelum meninggalkan area penyimpanan. Produk yang cacat harus segera ditandai dan dipisahkan dari produk lain. akurasi label dan akurasi penambahan semua bahan yang digunakan untuk produk jadi,volume atau jumlahnya, jarum suntik yang digunakan harus dikarantina pada produk akhir sampai pemeriksaan produk akhir selesai. untuk yang berisiko tinggi melalui suntikan ke dalam pembuluh darah dan SSP dengan dosis tunggal identik (seperti ampul, jarum suntik, vial)Metode filtrasi membran

Pemeriksaan Fisik Tes Akurasi Peracikan Pengujian Sterilitas Pengujian Bakteri Endotoksin (Pirogen)
Identitas dan Verifikasi Kekuatan Bahan

tidak boleh melebihi jumlah Unit Endotoksin (per jam/kg BB atau m2 dari luas permukaan tubuh) yang ditentukan. Label menyebutkan nama dan jumlah yang tepat, konsentrasi bahan, volume total, tanggal batas penggunaan, kondisi penyimpanan, dan informasi lainnya untuk penggunaan yang aman.

Determining Beyond-Used Date (BUD) Ditentukan dari hasil konsultasi industri pembuat produk atau sumber literature yang sesuai atau pengujian langsung Hal-hal yang dipertimbangkan informasi mengenai degradasi, kompatibilitas, dan stabilitas, data stabilitas umum dan spesifik obat dan literaturnya jika ada, dan harus mempertimbangkan sifat obat dan mekanisme degradasinya, wadah tempat obat dikemas, dan durasi terapi yang diinginkan.

Monitoring Controlled storage Areas

Area temperatur terkontrol di fasilitas peracikan:

Pengontrolan suhu pada fasilitas peracikan, dipantau setidaknya sekali sehari dan hasilnya didokumentasikan pada log suhu Personel harus mencata suhu penyimpanan setiap menempatkan atau mengambil produk dari ruang penyimpanan Harus terdapat thermometer yang terkalibrasi dan mempunyai akurasi dan sensitifitas yang tepat

Controlled room temperature pada 20 250C dengan rata-rata suhu kinetic 250 Controlled cold temperature pada 2 80C dengan rata-rata suhu kinetik 80 Cold temperature pada 2 80C Freezing temperature pada -25 dan -100C

Tanggung jawab compounding facility yaitu: Mempertahankan kualitas dan control CSPs yang didistribusikan dan dikelola Menyiapkan kemasan yang tepat, penanganan, transportasi, dan penyimpanan CSPs termasuk melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan pengawasan terhadap personil peracikan Melaksanakan pendidikan dan pelatihan untuk personil non compounding yang bertanggung jawab terhadap aspek yang berkaitan dengan CSPs Membangun, memelihara, dan memastikan kepatuhan terhadap SOP

Packaging, Handling, and Transport

Jika pengemasan, penanganan dan transportasi CSPs dilakukan oleh personil non compounding dipastikan bahwa personil tersebut mematuhi aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Compounding facility juga harus juga harus mengevaluasi efektivitas dan reliabilitas nya secara berkelanjutan, misalnya melalui system surveilan, termasuk system pelaporan kesalahan Kemotoksik dan CSPs berbahaya lainnya memerlukan usaha perlindungan tertentu

Use and Storage

Fasilitas peracikan bertanggung jawab memastikan kualitas CSPs sampai diberikan ke pasien. Personil yang mengantarkan CSPs dilatih dengan seksama dalam mengantarkan CSPs ke lokasi penyimpanan yang sesuai. CSP yang sudah kadaluarsa dan tidak dipakai lagi dikembalikan ke fasilitas peracikan untuk didisposisi. Harus ada SOP untuk menjamin kondisi penyimpanan CSP dengan persyaratan khusus di tempat pasien telah sesuai.

Storage Locations Outside Compounding Facilities

Fasilitas peracikan yang mengirim CSPs ke pasien dan penerima lainnya diluar tempat mereka sendiri harus memastikan atau menyediakan pemastian berikut:
Label dan kelengkapan penandaan CSPs yang dapat dibaca dengan jelas, petunjuk penyimapanan, dan instruksi pembuangan jika sudah melewati BUD Setiap pasien atau penerima lain dapat menyimpan CSP dengan benar, termasuk menggunakan kulkas dan freezer (jika dalam label tercantum untuk penyimpanan tersebut)

Program pelatihan formal sebagai sarana memastikan pemahaman dan kepatuhan pasien atau caregiver terkait penyimpanan, penanganan, dan pemberian CSP Program pelatihan meliputi demonstarsi langsung dan praktek. Instruksi tertulis selama pelatihan dan penyuluhan lisan secara berkala untuk memperkuat pelatihan dan untuk menjamin pemenuhan dan tanggung jawab yang benar.

Pasien atau caregiver harus mampu untuk: Menjelaskan hal-hal terkait terapi (kondisi/penyalit, tujuan dan outcome terapi dan efek samping) CSPs Memeriksa semua produk obat, CSPs, alat, perlengkapan, dan persediaan yang diterima Menangani, menyimpan dan memonitor semua produk obat, CSPs, dan persediaan dan perlengkapan Memeriksa secara visual semua produk obat, CSPs, alat dan barang lainnya Memeriksa label segera sebelum pemberian untuk menjamin ketepatan obat, dosis, pasien dan waktu pemberian Membersihkan area penyiapan, menggosok tangan, menggunakan teknik aseptic yang sesuai Menggunakkan semua teknik dan perhatian khusus terkait dengan pemberian CSP

Penyedia CSPs harus memprioritaskan program QA untuk menyediakan mekanisme untuk memonitor, mengevaluasi, mengoreksi dan meningkatkan aktivitas dan proses yang digambarkan pada bagian ini. Penekanan pada program QA ditempatkan pada pengaturan dan peningkatan system kualitas dan perlengkapan pelayan pasien. Sebagai tambahan, program QA akan menjamin bahwa tiap rencana yang bertujuan untuk mengoreksi masalah yang teridentifikasi juga meliputi tindak lanjut yang sesuai untuk memastikan bahwa langkah koreksi yang efektif telah dilakukan.