Anda di halaman 1dari 8

Ujian Matrikulasi Bisnis Pengantar

Mata Ujian Dosen Penguji Hari, Tanggal Nama Mahasiswa No Mahasiswa Propinsi Kelahiran Alamat

: BISNIS PENGANTAR : Gita Danupranata, SE, MM Rita Kusumawati, SE, M.Si : : Pujastuti S. Dyah : 20131020012 : Jawa Tengah : Jl. Monjali Gang Temulawak : 26 Yogyakarta.

1.a.

CSR di Perusahaan Pertamina.

ertamina adalah sebuah perusahaan terbesar yang ada di kota Cilacap. Keberadaan perusahaan milik BUMN tsb menjadikan kota Cilacap lebih maju dan ramai. Banyak pendatang yang kemudian menetap disana menjadi karyawan dan pimpinan perusahaan tsb. Begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang cukup tinggi menjadikan makmur penduduk Cilacap, dan dampak social lainnya yang menguntungkan daerah tsb. Pertamina sebagai salah satu perusahaan, seperti halnya perusahaan lainnya pada umumnya, dituntut untuk mempunyai kepedulian sosial dalam bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. CSR yang telah dilaksanakan oleh Pertamina Cilacap : Program dan pelestarian alam. Program CSR Bidang Lingkungan tahun 2009 mencakup sejumlah program antara lain:

GreenPlanet Program penanaman pohon dan konservasi mangrove yang dilaksanakan melalui aksi langsung penanaman, pembagian bibit pohon kepada warga dalam sejumlah kegiatan masyarakat dan kampanye lingkungan. Pada tahun 2009 telah didistribusikan sekitar 100.000 pohon, di Jakarta dan di wilayah-wilayah operasi Pertamina di Indonesia.Pertamina menanam pohon-pohon tersebut di berbagai area, termasuk lahan kritis dan perkotaan. Jenis tanaman bervariasi, dari pohon produktif seperti mangga, rambutan, belimbing, juga mangroove dan pohon pelindung seperti akasia dan jati. Costal Clean Up Kegiatan CSR Lingkungan bersih-bersih pantai. Kegiatan ini dilaksanakan dengan sejumlah aksi, antara lain bersih-bersih pantai, distribusi tempat sampah, edukasi pelestarian lingkungan dan penanaman pohon. Tahun 2009, Program Costal Clean Up dilaksanakan di Balikpapan, Balongan dan Cilacap.

Green and Clean Dalam mendukung kebersihan dan paru-paru kota, tahun 2009 ini Pertamina juga melaksanakan rehabilitasi taman kota di Bandung dan pembagian 21 unit sepeda motor sampah di Kota Medan. . Green Festival Langkah Pertamina untuk Selamatkan Bumi juga dilaksanakan melalui Green Festival 2009, suatu kegiatan tahunan yang mengangkat isu pemanasan global (global warming). Program ini bertujuan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk melakukan aksi menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global. Dalam Green Festival 2009, terdapat lima green area, yaitu area listrik, sampah, kendaraan, air dan pohon. Di green area, pengunjung diperlihatkan apa saja yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan bumi dari dampak pemanasan global. Mulai dengan menghemat dan mengelola air sebagai sumber kehidupan, mengelola sampah dengan 5R (reused, reduce, recycle, rethink, replace), mengerti makna pohon dan fungsinya bagi kehidupan manusia, sampai bagaimana cara meminimalisasi polusi dengan menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan. Pada Green Festival 2009 juga diadakan green competition, yaitu, lomba yang mengasah pengetahuan seputar pemanasan global dan lingkungan secara umum yang diikuti oleh ratusan sekolah di Jakarta. Biopori Pada tahun 2009 Pertamina juga memberikan 12.300 unit Bor Biopori, di Jakarta, Jawa Tengah, DIY, dan Tangerang. Bor Biopori merupakan suatu alat untuk membuat lubang biopori, yang berguna untuk membantu percepatan resapan air dan penginvestasian air di dalam tanah. Dengan membuat lubang biopori di masing-masing rumah, cadangan air tanah akan bertambah karena luas resapan air diperbanyak. Lubang biopori juga berguna untuk penimbunan sampah organik sehingga membantu proses penyuburan tanah. Uji Emisi Gas Buang

Perhatian terhadap kualitas udara yang lebih baik merupakan salah satu fokus Pertamina terhadap lingkungan. Untuk terus menginternalisasikan wawasan dan sikap pro lingkungan bagi stakeholders internal Pertamina, khususnya di lingkungan Kantor Pusat Pertamina, dan secara kongkrit menunjukkan sikap peduli lingkungan sekaligus patuh pada peraturanperaturan lingkungan, Pertamina melaksanakan uji emisi gas buang kepada kendaraan yang berada di lingkungan kantor pusat Pertamina. Uji emisi gas buang ini mengacu Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi Kendaraan Bermotor, dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008 tentang Baku Mutu Emisi Kendaraan Bermotor. Uji Emisi selama 3 hari menjangkau sedikitnya 700 kendaraan Perusahaan dan Pekerja Pertamina berbahan bakar bensin dan solar yang sehari-hari beroperasi di lingkungan Kantor Pusat Pertamina. Pertamina Green Act Pertamina Green Act merupakan sebuah kompetisi seni dan kreativitas bagi siswa SMA dan guru dengan gaya hidup hijau sebagai tema utama. Program ini bertujuan untuk menjadikan sekolah-sekolah terbaik untuk menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan. Tujuan umum dari program ini adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan ramah lingkungan dan kreativitas dalam rangka memecahkan masalah lingkungan yang ada dalam masyarakat. Rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam program Green Act diantaranya adalah sosialisasi program, pelatihan, dan kompetisi 3R (reduce, reuse, recycle).

Kerajinan Eceng Gondok Kerajinan Eceng Gondok ini merupakan salah satu bentuk kepedulian CSR Pertamina bidang Lingkungan yang bertujuan untuk mengurangi polutan air melalui budi daya tanaman eceng gondok. Program ini dilakukan di dekat daerah operasional Pertamina di Plaju, Palembang Sumatra. Fokus utamanya berupa pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi lokal berupa sumber daya tanaman eceng gondok. Diharapkan agar tanaman eceng gondok yang sering dianggap sebagai gulma dapat diolah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat. Melalui pelatihan yang diberikan diharapkan Rehabilitasi Hutan Mangrove Pertamina berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam menyelamatkan lingkungan terutama kawasan hutan mangrove di sekitar wilayah operasinya. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa penanaman tanaman mangrove tetapi juga pemberdayaan masyarakat lokal mengenai manfaat tanaman mangrove dalam kehidupan. Sebagai contoh adalah dengan pemberdayaan masyarakat lokal mengenai budidaya kepiting di kawasan hutan mangrove yang kemudian dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Pada tahun 2010, program ini menunjukkan perkembangan yang signifikan terutama pada tingkat hidup pohon mangrove dan kisah sukses peternakan kepiting di wilayah Cilacap. Pertamina berhasil menanam 147.000 pohon mangrove selama periode 2010-2011

Social Responsibility Awards


Sindo CSR Award yang diserahkan Menkokesra untuk program penanaman pohon. Anugerah CSR yang digelar olehHarianSeputar Indonesia. Green Local Hero (Indonesia Green Awards) yang diserahkan Menteri Perindustrian kepada Mitra CSR Pertamina di Cilacap a.n Erni Suhaina atas kiprahnya dalam menekuni pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah. The most committed CEO for CSR 2012, diberikanoleh La Tofi School of CSR kepadaDirekturUtama Pertamina, Karen Agustiawan. Indonesia Sustainable Business Award 2012untukkategori Industry Champions Energy. PenghargaandiberikanolehMenteriPariwisatadanEknomiKreatif, Marie ElkaPangestu. 4 penghargaan dalam Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat (GKPM Award). GKPM Award merupakan ajang anugerah yang digalakkan Kemenkokesra bagi insan/instansi yang berkiprah dalam CSR dimana penilaian mengacu pada 8 indikator MDGs : 1. Platinum, untuk program Sentra Pemberdayaan Petani Buah Naga (Kategori MDGs Tujuan-1 Bid.Penciptaan Lapangan Kerja Baru dalam Rangka Mengentaskan Kemiskinan) 2. Gold, untuk program Peningkatan Kesejahteraan Nelayan Saloloang Melalui Budidaya dan Pengolahan Rumput Laut (Kategori MDGs Tujuan-1 Bid. Pemberdayaan Usaha Mikro Rumah Tangga Miskin) 3. Silver, untuk program Pemanfaatan Limbah Non B3 (kategori MDGs Tujuan-7 Bid. Produk Daur Ulang) 4. Silver, untuk program Penyediaan Fasilitas Air Bersih (Kategori MDGs Tujuan-7 Bid. Penciptaan Akses Terhadap Air Bersih)

Implementasi konsep CSR pada perusahaan Pertamina Cilacap :

Nampak bahwa program yang dilaksanakan cakupannya sangat luas terutama yang berkaitan dengan issu global, mengingat dampak yang ditimbulkan dengan beroperasinya perusahaan tentunya cukup terasa seperti pencemaran udara, air laut, dan lainnya. Disamping diarahkan diluar wilayah perusahaan,program juga memperhatikan kepedulian lingkungan sekitar perusahaan. Penghargaan-penghargaan yang telah diterima menunjukkan prestasi yang telah dicapai khususnya prestasi akan tanggung jawab sosial perusahaan. Sebagai BUMN pertamina selayaknya dapat menjadi contoh perusahaan-perusahaan lain khususnya dalam hal implementasi CSR. Propinsi kelahiran saya : Jawa Tengah.

1.b. CSR di Perusahaan Susu Sari Husada.

ari Husada merupakan perusahaan yang memproduksi produk bernutrisi untuk bayi dan anak-anak Indonesia, mulai dari aneka susu formula untuk bayi hingga makanan bernutrisi dengan standar mutu internasional.

Implementasi CSR perusahaan susu Sari Husada menurut hasil penelitian Jejen Hendar, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (2013), belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang ada. PT Sari Husada ini telah melakukan program CSR, program yang dilakukan oleh perusahaan ini di bidang pendidikan dan kesehatan, namun menimbulkan sebuah pertanyaa ketika CSR yang dikeluarkan apakah telah memperhatikan lingkungan sekitar ataukah belum. Ketika masyarakat yang berada di lingkungan perushaan tersebut merasa dirugikan dan merasa kurang diperhatikan oleh pihak perusahaan, terutama kesehatan masyarakat sekitar yang secara jelas dan langsung merasakan dampak yang terjadi Ketika CSR yang dikeluarkan merupakan CSR bagi kesehatan khususnya kebutuhan nutrisi, namun dalam lingkungan tersebut bukan suatu nutrisi yang diharapkan, akan tetapi suatu kesehatan jasmani dan kebutuhan ekonomi. Pelaksanaan CSR PT. Sari Husada menggunakan beberapa pola penerapan, yakni perusahaan terlibat langsung kepada masyarakat, bekerjasama dengan yayasan atau lembaga sosial yang bergerakdi bidang sosialsertamembentuk lembaga atau yayasan yang bergerak di bidang sosial. Maka menurut peraturan yang berlaku kegiatan yang dilakukan oleh PT. Sari Husada belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan yang ada.

.Pengaruh yang ditimbulkan dari pelaksanaan CSR PT. Sari Husada terhadap lingkungan sekitar perusahaan, dipandang belum berpengaruh besar terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar. Hal ini dilihat dari pendapat masyarakat sekitar, terhadap kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh PT. Sari Husada. Selain itu kegiatan sosial yang dilakukan oleh perusahaan hanya bersifat insidental. Dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan ini, setidaknya dapat menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan msyarakat sekitar sehingga perusahaan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan itu sendiri kemudian membawa efek positif lebih lanjut terhadap kelangsungan bisnis perusahaan, seperti adanya jaminan keamanan dari masyarakat sekitar perusahaan, kemitraan dan kerjasama yang terjalin antara perusahan dengan masyarakat, serta citra PT. Sari Husada sebagai perusahan yang peduli sosial. Jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, orang yang lebih utama dan yang paling pertama melakukan pertolongan yakni warga sekitar perusahaan, bukan karyawan yang jauh atau siapa, melainkan warga lingkungan sekitar perusahaan tersebut. Maka sebagai timbal balik perusahaan hendaknya melakukan kegiatan CSR yang sesuai dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.

Kesimpulannya bahwa perusahaan susu Sari Husada hanya melaksanakan CSR secara umum saja, tidak memprioritaskan lingkungan masyarakat sekitar perusahaan. Hal ini terlihat dari harapan masyarakat sekitar yang ingin diperhatikan di bidang ekonomi masyarakat dan kegiatan yang dilakukan oleh perusahan terhadap lingkungan hanya bersifat insidental. Adapun kelemahan dari penerapan CSR ini ialah tidak ada peraturan yang mengatur pelaksanaan CSR, sehingga perusahaan dapat dengan leluasa melakukan CSR sesuai dengan tujuan target yang akan dicapai. Idealnya, CSR yang dikeluarkan terlebih dahulu memperhatikan lingkungansekitar, setelah lingkungan sekitar terpenuhi, maka masuk ke lingkungan umum. Saya bertempat tinggal di Jl. Monjali Gang Temulawak no.26 Yogyakarta.

2. Hasil Ikan Laut Cilacap.

Kota kelahiran saya adalah Cilacap, Jawa Tengah. Sebuah kota di ujung Selatan Jawa
Tengah dan berbatasan dengan Jawa Barat. Hasil produksi pangan utama adalah ikan laut, karena memang Cilacap merupakan kota pantai yang cukup produktif hasil lautnya dan dikenal sebagai salah satu sentra produksi perikanan. Ketersediaan bahan baku dari Cilacap cukup besar. Seperti dikutip dari laporan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Cilacap Tahun 2009, ketersediaan bahan baku dari perikanan tangkap di laut sebesar 5.922.806 kg/tahun, perairan umum (sungai, rawa, genangan) sebesar 436.040 kg/tahun, perikanan kolam sebesar 2.196.240 kg/tahun, serta perikanan budidaya tambak sebesar 593.550 kg/tahun.

Dari total ketersediaan bahan baku perikanan sebesar 9.148.636 kg (9.148 ton) , sebanyak 4.904.425 kg diolah lebih lanjut menjadi ikan asin, terasi, ikan asap dan tepung ikan. Adapun jenis ikan yang banyak diolah menjadi ikan asin adalah cucut, pari, manyung, layur, cumicumi, tigawaja, tembang, teri, udang, ikan lidah beloso dan ikan pelagis kecil lainnya. Pemenuhan kebutuhan ikan untuk masyarakat. Berdasarkan jumlah penduduk Cilacap maka jumlah kebutuhan ikan setempat apabila diasumsikan besarnya konsumsi ikan adalah 20 kg/kapita/tahun, jumlahnya menjadi 5.000.000 kg/kapita/tahun (5.000 ton). Artinya terjadi kondisi surplus untuk daerah Cilacap sendiri, tentunya hampir separuhnya untuk kebutuhan diluar wilayah Cilacap. Bagi nelayan, mengolah ikan dengan cara pengasinan adalah cara pengawetan tradisional yang paling populer karena selain mudah pengerjaannya juga pasarnya terbuka.Banyaknya permintaan pasar membuat peluang bisnis ikan asin seolah tidak pernah surut.

3. Penggunaan tehnologi informasi sebagai media untuk menunjang kinerja yang professional sebagai sebuah keharusan di era global. a. Saya bekerja sebagai staf pengajar, untuk menunjang kinerja saya seharusnya banyak menggunakan media teknologi informasi seperti internet dengan aplikasi yang memadai seperti e-mail, e-learning,blog. HP juga penting untuk akses komunikasi yang praktis dan murah dengan sesama teman kerja,mahasiswa ,dan orang lain. b. Kondisi kemampuan saya dalam memanfaatkan IT saat ini masih sangat kurang, kalah dengan mahasiswanya. Saya baru bisa memanfaatkan computer untuk membuat power point dan untuk e-mail dalam pekerjaan sehari-hari. HP untuk alat komunikasi, selebihnya masih harus banyak belajar termasuk membuat blog saya masih dalam proses belajar. Sekarang ini dengan keharusan studi lanjut dan saya mulai kuliah di MM UMY mendorong saya untuk belajar menggunakan lebih banyak media IT, agar tugas yang diberikan oleh dosen tidak terkendala dan akses lain untuk memudahkan pembelajaran apapun. Untuk mengejar ketertinggalan itu saya mau tidak mau harus ambil les privat dan mencari tentor yang sabar ( maklum usia saya masih sweet maksudnya sweedak). Manfaat dari penggunaan semua aplikasi IT yang jelas semuanya menjadi lebih mudah, mendorong rasa ingin tahu lebih banyak dalam banyak hal. Kerugiannya,karena media IT dapat menjadi teman yang asyik, menyebabkan orang menjadi tidak peduli dengan lingkungan,tidak mau diganggu, privasi tinggi (terutama hp). Bahkan orang lain bisa marah-marah kalau hp kita bunyi tidak diangkat, padahal hp-hp saya sendiri, mau tak jual kek, mau tak buang, mau gak diangkatterserah saya dong. Lucu juga ya ? Ada teman kerja saya sekantor, memang sengaja tidak mau menggunakan hp, otomatis kalau ada sesuatu tidak bisa dihubungi. Teman-teman berseloroh mengajak patungan agar beliau punya hp (kalau begitu saya juga mau dibelikan).