Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN ABRASI KORNEA

NAMA KELOMPOK

Gosdian Leo A. Hamam Rosyidi Iwan A. Lucky Hermawan S.

DEFINISI
Abrasi kornea atau jejas kornea adalah kondisi medis yang melibatkan ilangnya lapisan permukaan epitel kornea mata. Abrasi kornea merupakan luka umum yang mengakibatkan rusakya epitel permukaan kornea. Hal inidisebabkan oleh mata kering, lensa kontak, debu atau kotoran

ETIOLOGI
Penyebab trauma yang paling umum adalah: Goresan dari kuku (manusia dan hewan). Memukul benda asing kornea (misalnya, kotoran, serpihan kayu, serutan logam, tanaman, cabang pohon, dll) Berlebihan menggosok mata. Bulu mata teratur menggosok kornea atau jatuh ke dalam mata. Sebuah benda asing yang tertangkap di bawah kelopak mata, yang kemudian mengganggu kornea setiap kali Anda berkedip. Penyebab lainnya adalah kondisi mata yang mendasari, seperti: Ketidakmampuan untuk sepenuhnya menutup kelopak mata. Kelainan posisi tutup. Parah kondisi mata kering. Parah blepharitis, kronis (kelopak mata meradang).

MANIFESTASI KLINIS
Adapun manifestasi klinisnya adalah sebagai berikut: Nyeri Oedema Perubahan visus kelopak mata bengkak Adanya benda asing Fotofobia Menyipitkan mata yang berlebihan dan produksi reflex air mata

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.

Pemeriksaan oftalmologi

a. Pemeriksaan visus b. Pemeriksaan lapangan pandang Pemeriksaan konfrontasi Pemeriksaan perimeter atau kampimetri c. Pemeriksaan funduskopi

PENATALAKSANAAN

Abrasi kornea umumnya sembuh dengan cepat dan harus diterapi dengan salep antibiotik dan pelindung mata. Meskipun abrasio kecil mungkin tidak memerlukan pengobatan khusus, abrasio yang lebih besar biasanya diobati selama beberapa hari dengan antibiotik topikal untuk mencegah infeksi dan kadang-kadang cycloplegic topikal untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan. Dilatasi pupil dengan siklopentolat 1% dapat membantu menghilangkan nyeri yang disebabkan oleh spasme otot siliar.

LANJUT...

Sebagai langkah awal, diberikan pengobatan yang berisifat siklopegi sepertiatropine 1% pada kasus yang berat, hematropine 5% pada kasus sedang dancyclopentolate 1% untuk pasien dengan abrasi yang ringan. Anjuran selanjutnya yaitu pada obat topical antibiotic yang terdiri dari polytrim, gentamycin dan tombramycin. Selain itu, pasien dianjurkan untuk istirahat total (bed-rest) diharapkan tidak adanya pergerakkan pasien secara aktif. Apabila pasien merasa nyeri, diberikan pengobatan topical nonsteroid anti inflamasi (Voltaren, Acular atau Ocufen).

....
Untuk erosi kornea berulang, pengobatan mungkin telah dengan operasi laser disebut keratectomy phototherapeutic. Anestesi topikal tidak akan digunakan untuk mengontrol rasa sakit terus karena mereka dapat mengurangi penyembuhan dan menyebabkan keratitis sekunder

KOMPLIKASI

Kadang-kadang epitel dapat disembuhkan kurang patuh pada membran basement yang mendasari.Dalam hal ini mungkin terlepas pada interval sehingga menimbulkan erosi kornea berulang. Komplikasi yang terjadi apabila penyembuhan epitel tidak terjadi secara baik atau minimal sehingga kerusakan lapisan kornea bisa terjadi hingga pada daerah membrane descemen. Dengan keadaan seperti itu, maka akan terjadi pelepasan pada lapisan kornea hingga terjadi Recurrent Corneal Erosions (RCE) dalam beberapa bulan atau hingga beberapa tahun.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Nyeri akut berhubungan dengan imflamasi pada kornea atau peningkatan tekanan intraokular. Risiko tinggi infeksi berhubungan dengan peningkatan kerentanan sekunder terhadap interupsi permukaan tubuh. Risiko terhadap cedera berhubungan dengan keterbatasan penglihatan. Ansietas berhubungan dnegan kehilangan penglihatan aktual/potensial dan dampak yang dirasakan dari penyakit kronik pada gaya hidup. Risiko terhadap gangguan konsep diri berhubungan dengan efek-efek keterbatasan penglihatan.

INTERVENSI
Diagnosa No. 1 Tujuan : Nyeri berkurang atau hilang. Kriteria hasil : Klien akan : Melaporkan penurunan nyeri progresif dan penghilangan nyeri setelah intervensi. Klien tidak gelisah. Intervensi : 1. Lakukan tindakan penghilangan nyeri yang non invasif dan non farmakologi, seperti berikut : Posisi : Tinggikan bagian kepala tempat tidur, berubah-ubah antara berbaring pada punggung dan pada sisi yang tidak sakit. Distraksi Latihan relaksasi

R/ Tindakan penghilangan nyeri yang non invasif dan nonfarmakologi memungkinkan klien untuk memperoleh rasa kontrol terhadap nyeri.

LANJUT...
2. Bantu klien dalam mengidentifikasi tindakan penghilangan nyeri yang efektif. R/ Klien kebanyakan mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang nyerinya dan tindakan penghilangan nyeri yang efektif. 3. Berikan dukungan tindakan penghilangan nyeri dengan analgesik yang diresepkan. R/ Untuk beberapa klien terapi farmakologi diperlukan untuk memberikan penghilangan nyeri yang efektif. 4. Beritahu dokter jika nyeri tidak hilang setelah 1/2 jam pemberian obat, jika nyeri bertambah. R/ Tanda ini menunjukkan peningkatan tekanan intraokular atau komplikasi lain.

Diagnosa No.2 Tujuan : Tidak terjadi infeksi. Kriteria hasil : Klien akan : Menunjukkan penyembuhan tanpa gejala infeksi. Nilai Labotratorium : SDP normal, kultur negatif. Intervensi : 1. Tingkatkan penyembuhan luka : a. Berikan dorongan untuk mengikuti diet yang seimbang dan asupan cairan yang adekuat. b. Instruksikan klien untuk tetap menutup mata sampai diberitahukan untuk dilepas. R/ Nutrisi dan hidrasi yang optimal meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, yang meningkatkan penyembuhan luka pembedahan. Memakai pelindung mata meningkatkan penyembuhan dengan menurunkan kekuatan iritasi.

LANJUT...
2.

Gunakan tehnik aseptik untuk meneteskan tetes mata : a) Cuci tangan sebelum memulai. b) Pegang alat penetes agak jauh dari mata. c) Ketika meneteskan, hindari kontak antara mata, tetesan dan alat penetes. d) Ajarkan tehnik ini kepada klien dan anggota keluarganya. R/ Tehnik aseptik meminimalkan masuknya mikroorganisme dan mengurangi risiko infeksi. 3. Kaji tanda dan gejala infeksi . a) Kemerahan, edema pada kelopak mata. b) Injeksi konjungtiva (pembuluh darah menonjol). c) Drainase pada kelopak mata dan bulu mata. d) Materi purulen pada bilik anterior (antara kornea dan iris). e) Peningkatan suhu. f) Nilai laboratorium abnormal (misal : peningkatan SDP, hasil kultur ). R/ Deteksi dini infeksi memungkinkan penanganan yang cepat untuk meminimalkan keseriusan infeksi. 4.Beritahu dokter tentang semua drainase yang terlihat mencurigakan. R/ Drainase abnormal memerlukan evaluasi medis dan kemungkinan memulai penanganan farmakologi. 5. Kolaborasi dengan dokter dengan pemberian antibiotika dan steroid. R/ Mengurangi reaksi radang, dengan steroid dan menghalangi hidupnya bakteri, dengan antibiotika.