Anda di halaman 1dari 4

BAB 6 PENDAPATAN ASLI DAERAH : RETRIBUSI DAERAH

6.1 PENGERTIAN RETRIBUSI Di samping pajak daerah,sumber pendapatan asli daerah yang cukup besar peranannya dalam menyumbang pada terbentuknya pendapatan asli daerah adalah retribusi daerah.retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan . Pada prinsipnya pungutan retribusi yang harus dibayar oleh si penerima manfaat harus sama dengan nilai dari manfaat yang diterimanya.untuk menilai manfaat harus melalui beberapa langkah,yaitu : a) diidentifikasi manfaat fisik yang dapat di ukur besarnya; b) diterapkan nilai rupiahnya dengan cara menggunakan harga pasar , atau harga barang pengganti atau dengan survey tentang kesediaan membayar. Pungutan retribusi daerah didasarkan pada undang - undang nomer 12 Drt. Tahun 1957 tentang peraturan retribusi daerah. Kelemahan undang undang nomer 12 Drt. Tahun 1957 di antaranya ; Hasilnya kurang memadai Biaya pemungutannya terlalu tinggi Kurang kuatnya prinsip dasar retribusi Bersifat sebagai pajak Jenis retribusi perijinan tidak efektif

6.1. MACAM RETRIBUSI Undang undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Dalam Undang-undang yang baru itu diusahakan agar ada peningkatan efisiensi dan efektifitas pemungutan retribusi dalam rangka usaha peningkatan pendapatan asli daerah. Obyek retribusi adalah berbagai jenis pelayanan jasa tertentu yang disediakan oleh pemerintah daerah. Jasa jasa pelayan tersebut yaitu ; Retribusi yang di kenakan pada jasa umum Retribusi yang di kenakan pada jasa usaha

Retribusi yang di kenakan pada perijinan tertentu

6.2.1 Retribusi jasa umum Yang termasuk dalam jasa pelayanan umum antara lain : 1) Pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan di Puskesmas, Balai pengobatan, dan Rumah sakit daerah. 2) Pelayanan kebersihan dan persampahan meliputi pengambilan, pengangkutan dan pembuangan serta penyedian lokasi pembuangan/pemusnahan sampah rumah tangga,industry,perdagangan;tidak termasuk pelayanan kebersihan jalan umum , taman ,dan tempat umum. 3) Penggantian biaya cetak (KTP) dan akta catatan sipil meliputi akte kelahiran , akte perkawinan ,akte perceraian , akte pengesahan dan pengakuan anak,akte pergantian nama bagi warga asing, dan akte kematian. 4) Pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat maliputi penguburan/pemakaman , pembakaran/pengabuan mayat , dan sewa tempat pemakaman atau pengabuan yang dikelola oleh Pemerintah daerah. 5) Pelayanan parker di tepi jalan umum adalah penyedian pelayanan parker di tepi jalan umum yang di tentukan oleh Pemerintah daerah. 6) Pelayanan pasar adalah fasilitas pasar tradisional yang berupa peralatan yang di kelola oleh pemerintah daerah, khusus untuk pedagang. 7) Pelayanan air bersih adalah penyedian fasilitas air bersih yang dikelola oleh pemerintah daerah,tidak termasuk pelayanan (PDAM). 8) Pengujian kendaran bermotor meliputi pelayanan pemeriksaan kendaran bermotor sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. 9) Pemeriksaan alat pemadam kebakaran adalah pelayanan pemeriksaan dan pengujian oleh pemerintah daerah terhadap alat alat pemadam kebakaran yang dimiliki untuk dipergunakan oleh masyarakat. 10) Penggantian biaya cetak peta yang dibuat pemerintah daerah. 11) Pengujian kapal perikanan yaitu pengujian terhadap kapal penangkap ikan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

6.2.2. Retribusi jasa usaha Jasa jasa usaha diantaranya : 1) Pemakaian kekayaan daerah. retribusi pemakain kekayaan daerah dikenakan atas pemakaian kekayaan daerah seperti pemakaian tanah dan bangunan, pesta kendaraan atau alat-alat berat milik pemerintah daerah. 2) Pasar grosir atau pertokoan adalah pasar grosir berbagai jenis barang temasuk tempat pelelangan ikan, ternak, hasil bumi dan fasilitas pasar yang dikontrakkan yang disediakan oleh pemerintah daerah. 3) Pelayanan terminal adalah pelayanan penyediaan tempat parker untuk kendaraan penumpangan bus umum, tempat kegiatan usaha dan fasilitas lainya dilingkungan terminal yang dikelola oleh pemerintah daerah. 4) Pelayanan tempat khusus parker adalah pelayanan penyediaan tempat parker yang khusus disediakan,dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah 5) Penginapan/ pasanggrahan /vila adalah pelayanan penyediaan tempat penginapan/ pasanggrahan/vila yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah 6) Penyedota kakus adalah pelayanan penyedotan kakus atau jamban yang dilakukan oleh pemerintah daerah 7) Rumah potong hewan adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong yang dimilki atau dikelola oleh pemerintah daerah 8) Tempat pendaratan kapal adalah pelayan pada tempat pendaratan kapal ikan atau bukan kapal ikan yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah 9) Tempat rekreasi dan olahraga adalah pelyanan tempat rekreasi,pariwisata dan olah raga yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah 10) Penyebrangan diatas air adalah pelayanan penyebrangan orang atau barang dengan menggunakan kendaraan diatas air yang dimilki dan dikelola oleh pemerintah daerah 11) Pengolahan air limbah adalah pelayanan pengolahan limbah cair rumah tangga, perkantoran dan industry yang dimilki atau dikelola oleh pemerintah daerah, tidak termasuk yang dikeloala oleh perusahaan daerah 12) Penjualan usaha produksi daerah adalah penjualan hasil produksi usaha pemerintah daerah seperti bibit tanaman, bibit ternak dan bibit ikan 13) Pelayanan tempat penitipan anak adalah penyedian tempat penitipan anak yang

dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah. 6.2.3. Retribusi perijinan Seperti halnya dengan pajak, retribusi perijinan juga mempunyai peranan ganda yaitu sebagai sumber pendapatan daerah dan sebagai alat pengatur. Lebih tepatnya dapat digunakan sebagai instrumen untuk pembinaan, pengaturan, pengendaliaan, maupun untuk pengawasan di samping sebagai sumber pendapatan daerah. 1) Ijin peruntukan penggunaan tanah adalah pemberian ijin atas penggunaan tanah kepada badan usaha yang akan menggunakan tanah seluas 5000 meter atau lebih yang dikaitkan dengan rencana tata ruang daerah yang bersangkutan. 2) Ijin mendirikan bangunan (IMB) adalah pemberian ijin untuk mendirikan suatu bangunan. Termasuk dalam pemberian ijin itu adalah kegiatan peninjauan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunanya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang yang berlaku,serta pengawasan penggunaan bangunan dalam rangka memenuhi syarat syarat keselamatan bagi yang menempati bangunan. 3) Ijin tempat penjualan minuman berakohol adalah pelayanan pemberian ijin untuk melakukan penjualan minuman berakohol di suatu tempat tertentu di wilayah kekuasaan pemerintah daerah. 4) Ijin gangguan merupakan pelayanan pemberian ijin tempat usaha kepada orang pribadi atau badan di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya,kerugian, dan gangguan. 5) Ijin trayek merupakan pelayanan pemberian ijin kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu trayek tertentu. 6) Ijin pengambilan hasil hutan merupakan pemberian ijin kepada orang pribadi atau badan untuk melakukan usaha pengambilan hasil hutan. 6.3 DAMPAK PUNGUTAN RETRIBUSI