Anda di halaman 1dari 12

PAJAK Tugas Mata kuliah Ekonomi Sektor Publik yang dibina oleh Drs.Mintohadi Kelompok 2 Disusun Oleh 1.

Qamaruddin 2. Rizki 3. Aryo S 4. Fitrah Kurnia 5. Ari dinara 6. Ghadi setyo S 7. Naufia Mahdi 8. Adhe Ibnu Sadatha

Universitas Brawijaya Malang Fakaltas Ilmu Administrasi Jurusan Ilmu Administrasi Publik Mei 2012

BAB 4

Pendapatan Asli Daerah:Pajak Daerah 4.1 Pendahuluan Pemerintah daerah terdiri dari pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten/kota seperti yang dinyatakan dalam undang-undang Nomer 22 tahun 1999 dimana tidak dikeal lagi pembangian daerah tingkat I dan daerah tingkat II,pemerintah daerah hanaya dibedakan menjadi daerah propinsi dan kabupaten atau kota,tidak ada lagi kotamadya. Pendapatan asli daerah daerah dapat berasal dari pajak dan retribusi,keuntungan perusahaan milik daerah,hasil penegelolaan kekayaaan daerahdan lain-lain. Pajak daerah mempunayai peran ganda yaitu sebagai sumber pendapatan daerah(budgetary) dan sebagai alat pengatur(regulatory). Sebagai pendapatan dari pemerintah daerah tiap pajak harus memenuhi smiths canons yang meliputi : a). Unsur keadilan.maksudnya pajak harus adil baik secara vertikal maupun horizontal. b). Unsur Kepastian:kepastian adalah bahwa pajak hendanya dikenakan secara jelas,pasti,dan tegaskepada setiap warga wajib pajak. c). Unsur kelayakan:yang dimaksud dengan unsur kelayakan adalah dalam memungut pajakdarah wajib pajak harus dengan senang hati membayar pajak kepada pemerintah daerah d).pajak daerah harus efisien artinya pajak daerah yang dipungut pemerintah daerah jangan sampai menciptakan biaya pemungutan yang lebih tinggi daripada pendapatan pajak yang diterima e).Unsur Ketepatan artinya pajak tersebut dipungut tepat pada waktunya dan janagan sampai memperberat anggaran pendapatn dan belanja pemerintah daerah. Tolak ukur keberhasilan pajak yang diusulkan oleh beberapa ahli yaitu: a). Hasil pemungutan Pajak(yield) b).agar terdapat keadilan,maka pemungutan pajak harus disertai dengan dasar pajak dan tarip pajak yang jelas serta tidak sewenag-wenang. c). Pajak hendaknya menimbulkan semangat untuk bekerj,menabung maupun menginvestasi atau setidak-tidaknya tidak menghambat kegiatan ekonomi daerah.

d). Pajak yang dikenakan pada wajib pajak harus dapat dilaksanakan oleh pemerintah daeah . e).pajak harus cocok sebagai sumber pendapatan daerah yang bersangkutanartinya bahwa pajak harus jelas,tidak mudah dihindari pembayarannya. 4.2 Alokasi Kegiatan Antar Tingkat Pemerintah Dalam sisitem otonomi daera,tanggung jawab pemerintah diletakkan pada daerah tingkat II atau kabupaten/kota. Kedua tingkatan pemerintahyang pertama yaitu pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten berwenang memperoleh pendapatan daerah untuk embiyai kegiatan-kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Beberapa jenis pajak daerah yang menjadi sumber pendapatan pemerintah tingkat propinsi adalah: pajak,bea balik nama kendaraan bermotor,pajak bahan bakar kendaraan bermotor,adapaun pajak yang dipungut didaerah kabupaten/kota yaitu pajak hotel dan restoran,pajak hiburan,pajak reklame,pajak pemenfaatan air bawah tanah dan air permukaaan dan laian-lain. Syarat-syarat menetapkan pajak baru adalah:a). Pungutan itu harus bersifat pajak,artinya dapat dipaksakan dan balas jasanya tidak dapat langsung ditunjuk.b) objek pajak dan dasar pajak yang baru tidak bertentangan denagn kepentinagn umum.c)potensi pajak memadai,d) pajak baru itu tidak berdampak ekoonomi negatif,e)pajak memperhatiakan aspek keadilan. 4.3 Pajk Daerah Berdasarkan pasal III UU No. 25 tahun 1999 sumber penerimaaan daerah dalam pelaksanaan desentralisasi adalah pendapatan asli daearah,dana perimbangan,pinjaman daerah,dan lain-laian.walaupun otonomi daerah diartikan sebagai pemberian hak dan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengatur sendiri daerahnya berdasarkan atas prakarsa daerah sendiri,namun untuk berbagai macam pajak daerah pemerintah pusat masih turut campur dalam penetuan tingginya tarif untuk amsing-masing jenis pajak daerah.

4.3.1 Pajak daerah Propinsi

Pajak daerah propinsi terdiri dari pajak kendaran bermotor,bahan bakar kendaraan bermotor,bea balik namakendaraan bermotor. 1. Pajak kendaraan bermotor Yang merupakan pajak kendaraan bermotor adalah kepemilikan dan atau kepenguasaan kendaraan bermotor sebagai alat angkut orang atau barang.pemilikan atau penguassan kendaraan bermotor oleh pemerintahpusat dan pemerintah daerah. 2. Pajak balik nama kendaran bermotor Bea balik nama kendaraan bermotor adalah pajak atas penyerahan hak pemilik kendaraan bermotor sebagai akibat dari transaksi jual beli,tukar menukar,hibaha,warisan atau pemasukan keadalam badan usaha jadi objek pajak/ 3. Pajak Bahan bakar Kendaaraan Bermotor Pajak Bahan bakar Kendaaraan Bermotor adalah pajak yang dikenakan terhadap penggunaan bahan bakar (bensin,solar,gas) untuk menggerakkan kendaraan bermotor. 4. Pajak pemenfaatn air bawah tanah Pajak pemenfaatn air bawah tanah adalah pajak atas pengambilan air bawah tanah atau air permukaan untuk digunakan orang pribadi,atau badan kecuali untuk keperluan rumah tangga dan pertanian rakyat. 4.3.2 Pajak daerah kabupaten da Kota

1. Pajak hotel dan restoran Pajak hotel dan restoran adalah pajak atas pelayanan hotel dan restoran,objek pajak pada hotel dan restoran adalah pelayan ynag disediakan dengan pembayaran hote. 2. Pajak Hiburan Pajak hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan.hiburan adalah sebuah jenis pertunjukkan,permaian,dan atau keramaian yang ditandai atau dinikmati oleh setiap orang dengan dipungut bayaran.objek pajak hiburan adalah penyelenggara hiburan dan subjek pajak hiburan adalah orang pribadi atau badan. 3. Pajak reklamae

Pajak Reklame adalah pajak atas penyelenggaraan reklame,dimana objek pajak reklame adalah televisi,radio,media cetak,yang menjadi subyek pajak adalah orang pribadi atau badan penyelenggara reklame. 4. Pajak penerangan jalan Pajak penerangan jalan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik dengan ketentuan bahwa di daerah tersebut tersedia penerangan jalanyang rekeningnya dibayar oleh pemerintahdaerah. 5. Pajak pengambilan bahan dan pengolahan bahan galian golongan C Pajak pengambilan bahan dan pengolahan bahan galian golongan C merupakan pajak atas kegiatan eksploitasi bahan galian golongan C seperti kegian pertanbangan baatu kapur,grfit granitmagnesit ,mika dan lain-lain.

BAB 5 SISTEM PERPAJAKAN DAERAH


5.1. PAJAK DAERAH SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN ASLI DAERAH Dalam kehidupan bernegara pajak merupakan sumber pendapatan yang utama membiayai kegiatan pemerintah dalam menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang tidak di hasilkan oleh swasta. Pajakdi samping berperan sebagai sumber pendapatan (budgetary function) yang utama juga berperan sebagai alat pengatur (regulatory function). 5.2. SISTEM PENGENAAN PAJAK Sistem pengenaan pajak dapat di bedakan menjadi sistem pajak yang progresif,sistem pajak proporsional,dan sistem pajak yang regresif. Sistem pajak yang progresif adalah sistem pengenaan pajak di mana dengan semakin tingginya dasar pajak ( tax base) seperti tingkat penghasilan pajak yang semakin tinggi persentasenya. Dalam sistem pajak proporsional,tarif pajak (dalam%) yang dikenakan tetap sama besarnya walaupun nilai obyek pajaknya berbeda-beda. Sistem pajak regresif tentu mudah dibayangkan,yaitu bahwa walaupun nilai atau harga obyek pajak meningkat dan juga jumlah pajak yang dibayar wajib pajak kepada kantor Dinas Pendapatan Daerah juga meningkat,namun dalam arti persentase jumlah pajak yang dibayar itu semakin kecil. 5.3. ASPEK KEADILAN DALAM PENGENAAN PAJAK Pajak umumnya dilihat dari aspek efisiensi dan distribusinya. Aspek efisiensi ini dapat dilihat dari jumlah pajak yang diterima oleh pemerintah apakah cukup besar atau dari dampaknya terhadap kenaikan jumlah produksi atau penghasilan dalam masyarakat. Dari segi penerimaan pemerintah bahwa pajak progresif memberikan hasil penerimaan pajak yang sangat berarti,dengan dilihat dari segi pemerataan atau distribusi pendapatan,pajak progresif itu selalu baik adanya. Semakin tinggi obyek pajak,yang biasanya juga sejalan dengan kemampuan membayar si wajib pajak yang semakin tinggi pula (yang dapat diukur dari tingkat penghasilan mereka), maka pajak yang dikenakan juga semakin tinggi. Dengan kata lain yang rendah kemampuan membayar pajaknya dikenai persentase pembayaran pajak yang kecil dan semkin besar kemampuan membayar pajaknya dikenai pajak yang semakin besar persentase pembayaran pajaknya.

5.4 PRINSIP PENGENAAN PAJAK YANG ADIL (EQUAL SACRIFICE) Prinsip pengenaan pajak dalam kaitanya dengan aspek keadilan mengenal dua macam prinsip yaitu prinsip berdasarkan kepuasan atas balas jasa yang diterima wajib pajak dan prinsip yang berdasarkan kemampuan membayar pajak. Sebagai dasar pengenaan pajak atas dasar kemampuan membayar itu adalah tingkat penghasilan wajib pajak; walaupun dalam kenyataanya nanti juga tidak mudah mengukur tingkat pendapatan wajib pajak. Tinggi rendahnya tingkat pendapatan itu akhirnya didekati dengan cara menghitung berapa tingkat pengeluaran atau tingkat konsumsi wajib pajak yang bersangkutan. Ada tiga macam cara untuk menggunakan pendekatan atas dasar kemampuan membayar,yaitu equal absolute sacrifice approach,equal proportional sacrifice dan equal marginal sacrifice approach. Pengorbanan (sacrifice) dalam pembayaran pajak adalah sesuatu yang hilang dari wajib pajak baik itu berupa uang dan berupa kepuasan yang hilang. Dalam menilai pengorbanan (sacrifice) untuk menentukan apakah pembayaran pajak itu adil atau tidak digunakan pengorbanan riel (real sacrifice) yaitu pengorbanan dalam bentuk kepuasan yang hilang dan bukan pengorbanan dalam arti uang. Konsep diminishing marginal utility of money. Jadi semakin tinggi tingkat pendapatan seseorang akan semakin rendah guna batas( marginal utility) yang diterimanya. 5.5 PAJAK LANGSUNG DAN PAJAK TIDAK LANGSUNG Dalam pengenaan pajak ada yang bersifat langsung artinya seluruh beban pajak itu diterima atau dipikul oleh wajib pajak dan tidak dapat digeserkan kepada orang lain,pajak yang bersifat tidak langsung artinya beban pajaknya tidak selalu dipikul seluruhnya oleh si wajib pajak,tetapi beban pajak itu dapat digeserkan sebagian atau seluruhnya kepada orang lain;biasanyaadalah pembeli atau pemasok bahan mentah (inputs) dalam kegiatan produksi suatu barang. Pada umumnya pajak daerah bersifat tidak langsung. Pembagian beban pajak itu tergantung pada elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran akan barang tersebut. Semakin elastis (landai) fungsi permintaan akan barang tersebut beban pajak akan semakin banyak ditanggung oleh produsen,dan sebaliknya semakin inelastis (tegak) fungsi permintaanya,akan semakin banyak beban pajak itu digeserkan kepada konsumen. Sebaliknya semakin elastis fungsi penawaran akan suatu barang,akan semakin besar kemungkinan pajak itu dapat digeserkan kepada konsumen,dan sebaliknya semakin inelastis

fungsi penawaran suatu barang akan semakin kecil bagian pajak dapat digeserkan kepada konsumen 5.6 DAMPAK PENGENAAN PAJAK Pajak mempunyai pengaruh terhadap kemampuan dan kemaun untuk bekerja,untuk menabung,maupun investasi. Semakin tnggi pengenaan pajak penghasilan oleh pemerintah pusat berarti bahwa kekuatan keuanganya daerah juga akan berkurang karena kemampuan kerja wajub pajak (yang sebenarnya adalah tinggal di daerah) akan menurun,terutama untuk mereka yag berpenghasilan rendah. Kemampuan kerja yang menurun dan akan menurunkan tingkat penghasilan lebih jauh lagi dan akan mempunyai dampak terhadap kegiatan-kegiatan lainnya terutama dalam bentuk penurunan konsunsi barang-barang dan jasa yang lain. Misalnya dengan adanya pajak kendaraan bermotor,pengenaan pajak daerah tentunya tidak akan mengurangi kemampuan untuk bekerja,tetapi mempunyai pengaruh terhadap kemampuan untuk menabung dan berinvestasi. Kemampuan untuk menabung berkurang karena bagian pendapatan yang dikonsumsikan mungkin bertambah dengan adanya pajakpajak daerah. Pengenaan pajak daerah akan meningkatkan bagian penmdapatan yang dikonsumsikan. Misalnya pengenaan pajak kendaraan bermotor,pengenaan PBB,akan meningkatkan beban yang harus ditanggung oleh wajib pajak dengan tingkat pendapatan yang sama berarti pengenaan pajak daerah akan mengurangi bagian pendapatan yang ditabung,dan selanjutnya yang dapat diinvestasikan. Semakin besar pungutan pajak yang dikenakan kepada wajib pajak akan mengurangi semangat wajib pajak untuk bekerja;khususnya dalam hal pajak penghasilan. Pengenaan pajak-pajak daerah seperti pajak bermotor,pajak bahan bakar kendaraan bermotor,akan mempunyai dampak terhadap tingkat pengunaan atau tingkat konsumsi terhadap barang-barang yang bersangkutan. Pembahasan mengenai sistem perpajakan daerah yang terutama berkaitan dengan tarif pajak,keadilan dalam pengenaan pajak,serat penggeseran beban pajak,maupun pengaruh pemungutan pajak itu terhadap kemampuan dan kemauan bekerja,menabung dan berinvestasi.

BAB 6 PENDAPATAN ASLI DAERAH : RETRIBUSI DAERAH

6.1 PENGERTIAN RETRIBUSI Di samping pajak daerah,sumber pendapatan asli daerah yang cukup besar peranannya dalam menyumbang pada terbentuknya pendapatan asli daerah adalah retribusi daerah.retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan . Pada prinsipnya pungutan retribusi yang harus dibayar oleh si penerima manfaat harus sama dengan nilai dari manfaat yang diterimanya.untuk menilai manfaat harus melalui beberapa langkah,yaitu : a) diidentifikasi manfaat fisik yang dapat di ukur besarnya; b) diterapkan nilai rupiahnya dengan cara menggunakan harga pasar , atau harga barang pengganti atau dengan survey tentang kesediaan membayar. Pungutan retribusi daerah didasarkan pada undang - undang nomer 12 Drt. Tahun 1957 tentang peraturan retribusi daerah. Kelemahan undang undang nomer 12 Drt. Tahun 1957 di antaranya ; Hasilnya kurang memadai Biaya pemungutannya terlalu tinggi Kurang kuatnya prinsip dasar retribusi Bersifat sebagai pajak Jenis retribusi perijinan tidak efektif

6.1. MACAM RETRIBUSI Undang undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Dalam Undang-undang yang baru itu diusahakan agar ada peningkatan efisiensi dan efektifitas pemungutan retribusi dalam rangka usaha peningkatan pendapatan asli daerah. Obyek retribusi adalah berbagai jenis pelayanan jasa tertentu yang disediakan oleh pemerintah daerah. Jasa jasa pelayan tersebut yaitu ; Retribusi yang di kenakan pada jasa umum Retribusi yang di kenakan pada jasa usaha Retribusi yang di kenakan pada perijinan tertentu

6.2.1 Retribusi jasa umum Yang termasuk dalam jasa pelayanan umum antara lain : 1) Pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan di Puskesmas, Balai pengobatan, dan Rumah sakit daerah. 2) Pelayanan kebersihan dan persampahan meliputi pengambilan, pengangkutan dan pembuangan serta penyedian lokasi pembuangan/pemusnahan sampah rumah tangga,industry,perdagangan;tidak termasuk pelayanan kebersihan jalan umum , taman ,dan tempat umum. 3) Penggantian biaya cetak (KTP) dan akta catatan sipil meliputi akte kelahiran , akte perkawinan ,akte perceraian , akte pengesahan dan pengakuan anak,akte pergantian nama bagi warga asing, dan akte kematian. 4) Pelayanan pemakaman dan pengabuan mayat maliputi penguburan/pemakaman , pembakaran/pengabuan mayat , dan sewa tempat pemakaman atau pengabuan yang dikelola oleh Pemerintah daerah. 5) Pelayanan parker di tepi jalan umum adalah penyedian pelayanan parker di tepi jalan umum yang di tentukan oleh Pemerintah daerah. 6) Pelayanan pasar adalah fasilitas pasar tradisional yang berupa peralatan yang di kelola oleh pemerintah daerah, khusus untuk pedagang. 7) Pelayanan air bersih adalah penyedian fasilitas air bersih yang dikelola oleh pemerintah daerah,tidak termasuk pelayanan (PDAM). 8) Pengujian kendaran bermotor meliputi pelayanan pemeriksaan kendaran bermotor sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. 9) Pemeriksaan alat pemadam kebakaran adalah pelayanan pemeriksaan dan pengujian oleh pemerintah daerah terhadap alat alat pemadam kebakaran yang dimiliki untuk dipergunakan oleh masyarakat. 10) Penggantian biaya cetak peta yang dibuat pemerintah daerah. 11) Pengujian kapal perikanan yaitu pengujian terhadap kapal penangkap ikan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. 6.2.2. Retribusi jasa usaha Jasa jasa usaha diantaranya : 1) Pemakaian kekayaan daerah. retribusi pemakain kekayaan daerah dikenakan atas pemakaian kekayaan daerah seperti pemakaian tanah dan bangunan, pesta kendaraan atau alat-alat berat milik pemerintah daerah.

2) Pasar grosir atau pertokoan adalah pasar grosir berbagai jenis barang temasuk tempat pelelangan ikan, ternak, hasil bumi dan fasilitas pasar yang dikontrakkan yang disediakan oleh pemerintah daerah. 3) Pelayanan terminal adalah pelayanan penyediaan tempat parker untuk kendaraan penumpangan bus umum, tempat kegiatan usaha dan fasilitas lainya dilingkungan terminal yang dikelola oleh pemerintah daerah. 4) Pelayanan tempat khusus parker adalah pelayanan penyediaan tempat parker yang khusus disediakan,dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah 5) Penginapan/ pasanggrahan /vila adalah pelayanan penyediaan tempat penginapan/ pasanggrahan/vila yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah 6) Penyedota kakus adalah pelayanan penyedotan kakus atau jamban yang dilakukan oleh pemerintah daerah 7) Rumah potong hewan adalah pelayanan penyediaan fasilitas rumah pemotongan hewan ternak termasuk pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dipotong yang dimilki atau dikelola oleh pemerintah daerah 8) Tempat pendaratan kapal adalah pelayan pada tempat pendaratan kapal ikan atau bukan kapal ikan yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah 9) Tempat rekreasi dan olahraga adalah pelyanan tempat rekreasi,pariwisata dan olah raga yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah 10) Penyebrangan diatas air adalah pelayanan penyebrangan orang atau barang dengan menggunakan kendaraan diatas air yang dimilki dan dikelola oleh pemerintah daerah 11) Pengolahan air limbah adalah pelayanan pengolahan limbah cair rumah tangga, perkantoran dan industry yang dimilki atau dikelola oleh pemerintah daerah, tidak termasuk yang dikeloala oleh perusahaan daerah 12) Penjualan usaha produksi daerah adalah penjualan hasil produksi usaha pemerintah daerah seperti bibit tanaman, bibit ternak dan bibit ikan 13) Pelayanan tempat penitipan anak adalah penyedian tempat penitipan anak yang dimiliki atau dikelola oleh pemerintah daerah. 6.2.3. Retribusi perijinan Seperti halnya dengan pajak, retribusi perijinan juga mempunyai peranan ganda yaitu sebagai sumber pendapatan daerah dan sebagai alat pengatur. Lebih tepatnya dapat digunakan sebagai instrumen untuk pembinaan, pengaturan, pengendaliaan, maupun untuk pengawasan di samping sebagai sumber pendapatan daerah. 1) Ijin peruntukan penggunaan tanah adalah pemberian ijin atas penggunaan tanah kepada badan usaha yang akan menggunakan tanah seluas 5000 meter atau lebih yang

dikaitkan dengan rencana tata ruang daerah yang bersangkutan. 2) Ijin mendirikan bangunan (IMB) adalah pemberian ijin untuk mendirikan suatu bangunan. Termasuk dalam pemberian ijin itu adalah kegiatan peninjauan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunanya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang yang berlaku,serta pengawasan penggunaan bangunan dalam rangka memenuhi syarat syarat keselamatan bagi yang menempati bangunan. 3) Ijin tempat penjualan minuman berakohol adalah pelayanan pemberian ijin untuk melakukan penjualan minuman berakohol di suatu tempat tertentu di wilayah kekuasaan pemerintah daerah. 4) Ijin gangguan merupakan pelayanan pemberian ijin tempat usaha kepada orang pribadi atau badan di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya,kerugian, dan gangguan. 5) Ijin trayek merupakan pelayanan pemberian ijin kepada orang pribadi atau badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada suatu trayek tertentu. 6) Ijin pengambilan hasil hutan merupakan pemberian ijin kepada orang pribadi atau badan untuk melakukan usaha pengambilan hasil hutan.