Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KASUS

DIARE AKUT TANPA DEHIDRASI

ABSTRAK Diare akut adalah defekasi encer lebih dari 3 x sehari, dengan/tanpa darah dan/atau lendir dalam tinja yang terjadi secara mendadak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat. Penyebabnya yaitu faktor infeksi (infeksi enteral, perenteral), malabsorpsi (karbohidrat, lemak, protein), makanan (basi, beracun, alergi), psikologis. Gejala dehidrasi menurut Maurice King: Tanda 1 Keadaan umum Kekenyalan kulit Mata UUB Mulut Denyut nadi Sehat Normal Normal Normal Normal Kuat (< 120) Nilai untuk gejala 2 Gelisah, cengeng Sedikit kurang Sedikit cekung Sedikit cekung Kering Sedang (120-140) 3 Mengigau, koma, syok Sangat kurang Sangat cekung Sangat cekung Kering & sianosis Kecil (> 140)

Menilai dehidrasi dengan skor untuk dehidrasi ringan 0-2, sedang 3-6 dan berat 712. Pada dehidrasi ringan, jumlah cairan yang hilang 0-5% BB, dehidrasi sedang 5-10% BB, dehidrasi berat > 10% BB.

KASUS Seorang anak perempuan, 3 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sejak 2 hari lalu mencret > 5 kali, lendir (+), muntah 1 kali, sakit perut, demam (+), makan/minum (+) berkurang, BAK (+) biasa. Riwayat pengobatan (+) di puskesmas, tetapi keluhan belum membaik.

Riwayat Penyakit Dahulu: riwayat penyakit serupa (+) setelah dibawa ke puskesmas keluhan membaik, riwayat alergi (-). Riwayat Penyakit Keluarga: kakak pasien menderita keadaan yang sama dan dirawat di rumah sakit bersama pasien Vital sign: N: 96 x/mnt, RR: 24 x/mnt, S: 36,70C. Status gizi: BB: 13 kg, TB: 93 cm Z score BB/U : -2 < SD < 2 sehat Z score TB/U : -2 < SD < 2 tinggi normal Z score BB/TB: -2 < SD < 2 gizi baik Pemeriksaan fisik: pasien tampak cukup, mata cekung (-), mukosa lembab, abdomen supel, turgor baik, peristaltik (+), akral hangat, perfusi baik. Pemeriksaan laboratorium: Hb: 11 g/dl (N), AL: 5,9 x 103/l darah, banyak leukosit dan eritrosit. (N), feses terdapat lendir,

DISKUSI Pada pasien ini didapatkan gejala sejak 2 hari lalu mencret > 5 kali, lendir (+), muntah 1 kali, pemeriksaan fisik menunjukkan pasien tampak cukup, mata cekung (-), mukosa lembab, abdomen supel, turgor baik, peristaltik (+), akral hangat, perfusi baik, hasil pemeriksaan penunjang menunjukkan feses terdapat lendir, darah, banyak leukosit dan eritrosit, nilai Z score menunjukkan anak tampak sehat, tinggi normal menurut umur, status gizi baik, sehingga berdasarkan hal diatas, dapat ditegakkan diagnosis diare akut tanpa dehidrasi dan status gizi baik. Terapi yang diberikan pada diare tanpa dehidrasi (terapi A) yaitu - Berikan lebih banyak cairan daripada biasanya hingga diare berhenti (larutan gulagaram, air tajin, air sayur bayam, susu formula, dll). - Berikan makanan sesuai dengan kebiasaan makan di rumah, dihancurkan/ cincang agar mudah dicerna.

- Berikan sari buah segar atau pisang untuk menambah kalium. - Berikan makanan lebih sering (6x sehari) dengan porsi sedikit. - Setelah diare berhenti, beri tambahan 1 porsi makanan selama seminggu atau sampai berat badan sebelum sakit tercapai kembali. Pemberian antibiotika hanya boleh diberikan jika ditemukan bakteri patogen pada pemeriksaan mikroskopik dan/atau biakan, ditemukan darah pada tinja, di daerah endemik kolera, jika terjadi infeksi nosokomial. Pemberian antipiretik selain berguna untuk menurunkan panas yang terjadi akibat dehidrasi atau infeksi penyerta, juga mengurangi sekresi cairan yang keluar bersama tinja. Komplikasi yang sering terjadi adalah dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik, hipertonik), asidosis metabolik, syok hipovolemik, hipokalemia, hipoglikemia, kejang dan kegagalan ginjal mendadak.

KESIMPULAN Diare akut adalah BAB lembek cair sampai cair dengan frekuensi 3-5 kali atau lebih dengan atau tanpa muntah yang terjadi secara akut dan sering disertai dengan panas. Menurut banyaknya cairan yang hilang, derajat dehidrasi dibagi menjadi dehidrasi ringan, sedang dan berat. Dan pengelolaan diare akut berdasarkan derajat dehidrasinya.

DAFTAR PUSTAKA 1. Suharyono, dkk. 2000. Gastroenterologi Anak Praktis. Jakarta: FKUI. 2. Hassan, R. 2000. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak Jilid I, ed.IV. Jakarta: FKUI. 3. Soemantri, dkk. 1998. Pedoman Pelayanan Medik Anak RSUP Dr.Kariadi, ed.II. Semarang: FK UNDIP.

PENULIS

Anindita Setyoningrum (20040310155). Program Profesi Pendidikan Dokter. Bagian Ilmu Kesehatan Anak. RSUD Temanggung.