Anda di halaman 1dari 4

Nama NIM

: Bramita Beta Arnanda : 10/299220/KG/8683

TUGAS PPJP PEMAKAIAN ANTIBIOTIK

Penggunaan dan indikasi antibiotic dalam perawatan penyakit periodontal: 1. Pemberian tunggal Metronidazole Metronidazole merupakan salah satu golongan nitroimidazole yang efektif untuk bakteri anaerob digunakan dalam pengobatan Localized aggressive periodontitis (LAP), Generalized Aggressive Periodontitis (GAP), Medically Related Periodontitis (MRP), Necrotizing Ulcerative Periodontitis (NUP), Aggressive Periodontitis dan Refractory Periodontitis (RP). Bersifat bakteriosid. Pemakaian dapat secara sistemik, lokal atau subgingival gel. Aturan pakai metronidazole yaitu dosis dewasa 250-500 mg 3x sehari dan untuk dosis anak 3450 mg/kg per hari dengan durasi 8 hari diberikan per oral. Dikonsumsi bersamaan dengan makanan. Ciprofloxacin Ciprofloxacin merupakan derivate quinolone yang efektif terhadap bakteri Gram negatif bentuk batang termasuk semua bakteri fakultatif dan beberapa anaerob. Aturan pakai yaitu 500 mg 2 x sehari selama 8 hari. Clindamycin Clindamycin merupakan golongan lincomycin yang digunakan untuk pasien yang alergi terhadap penicillin. Efektif untuk bakteri anaerob dan pemakaiannya secara sistemik. Aturan pemakaian 300 mg 2x sehari per oral selama 8 hari. Dosis anak 10-30 mg/kg/hr dibagi 3-4 dosis. Dikonsumsi bersamaan dengan makanan. Amoxicillin

Amoxicillin merupakan antibiotik semi sintetik dari derivat penisilin dengan spectrum luas yang efektif terhadap bakteri Gram positif dan negatif. Amoksisilin bermanfaat sebagai antibiotic penunjang pada kasus refractory maupun juvenile periodontitis. Dosis yang disarankan adalah 500 mg 3x1 sehari selama 7 hari. Amoksisilin sistemik yang diberikan per oral dengan dosis 500 mg 3x sehari selama 8 hari digunakan pada kasus Localized Juvenile Periodontitis. Amoksisilin dosis tersebut diberikan pada awal perawatan setelah scalling dan root planning. Tetrasiklin Tetrasiklin efektif terhadap bakteri Aggregobacterium actinomycetemcomitans pada kasus juvenile periodontitis. Pemberian tetrasiklin sistemik yang diberikan per oral dengan dosis 250 mg 4x1 sehari selama 2-3 minggu. 2. Pemberian Kombinasi Metronidazole/Amoxicillin Kombinasi metronidazole dan amoksisilin (augmentin) efektif membunuh bakteri Aa sehingga digunakan untuk kasus adult periodontitis dan juvenile periodontitis. Pemberian masing-masing 250 mg 3x sehari selama 8 hari Metronidazole/Ciprofloxacin Kombinasi Metronidazole dan Ciprofloxacin efektif melawan bakteri Aa. Target metronidazole untuk anaerob sedangkan ciprofloxacin untuk fakultatif anaerob. Pemberian dosis masing-masing 500 mg 2x sehari selama 8 hari. Amoxicillin/asam klavulanat (augmentin) Kombinasi amoksisilin dan asam klavulanat dengan dosis 375 mg selama 17 hari dapat mengurangi kedalaman poket dan bleeding on probing.

Antibiotik Penicillin Amoxicillin Augmentin Cefaclor Cefuroxime Erythromycin stearate Azithromycin

Dengan Dosis dewasa makanan ya 250/500 mg qid ya 250/600 mg tid ya 875mg bid/ 500 tid ya 250 mg tid ya tidak ya 250-500 mg bid 400 mg qid 500 mg diikuti 250 mg pada hari ke 2-5 150-450 mg q 6h 250-500 mg tid 200 mg dibagi 2 dosis pada hari pertama kemudian 100 mg/hr

Clindamycin Metronidazole Doxycyline

ya ya ya

Dosis untuk Gram+ Gram+ Gramanak aerob anaerob anaerob 25-50 mg/kg/hr Ya Ya ya/tidak Dibagi 3 dosis 25-5- mg/kg/hr Ya Ya Ya/tidak Dibagi 3 dosis 90 mg/kg/hr Ya Ya ya Dibagi 2 dosis 20-40 mg/kg/hr Ya Tidak Ya/tidak Dibagi 3 dosis 20-30 mg/kg/hr Ya Ya ya Dibagi 2 dosis 20-4- mg/kg/hr Ya Tidak tidak Dibagi 2 dosis 10 mg/kg/hr Ya Ya/tidak Tidak diikuti 5 mg/kg/hr pada hari ke 2-5 10-30 mg/kg/hr Ya Ya Ya Dibagi 3-4 dosis 34-50 mg/kg/hr Tidak Ya Ya > 8 th, 4 mg/kg/hr dibagi 2 dosis diberikan per oral pada hari pertama kemudian 2mg/kg/hr > 8th, 4 mg/kg/hr per oral/ IV kemudian 2 mg/kg/hr q 12 h 40mg/kg/hr dibagi 4 dosis 7,5 mg/kg/ 12 jam Tidak Ya Ya

Minocycline

tidak

200 mg diikuti 100 mg q 12 h

Tidak

Ya

Ya

Vancomycin Clarythomycin Cefalexin

ya ya ya

125 mg q 6h 250-500 mg q 8-12 hr 250-500 mg qid

Ya Ya Ya

Ya

Ya

Ya/tidak Ya/tidak tidak tidak

Ref. Krismariono, A., 2009, Antibiotik sistemik dalam perawatan penyakit periodontal, Periodontic Journal, Vol. 1, No. 1: 15-19 Nidyasari, F., Bahan kemoterapeutik dalam perawatan penyakit periodontal, http://id.scribd.com/document_downloads/direct/124728811?extension=pdf&ft=1 381243898&lt=1381247508&user_id=204616726&uahk=9PbnrLiAi4D0sCSIypp 72FK7sa0, diakses pada 7 Oktober 2013 Infections and antibiotic administration.Thales RT, In: Koerner KR. Manual of minor oral surgery. . p. 273 http://winydentz06punyablog.blogspot.com/2010/12/infeksidan-administrasi-antibiotika_17.html, diakses pada 7 oktober 2013