Anda di halaman 1dari 20

Mata Kuliah : Agama Katolik Waktu Pelaksanaan : Sabtu 4 Sep.

2010 Semester : I Pengantar : Perkenalan Penjelasan pembagian jadwal mengajar System pengajaran Tatatertib dan tuntutan yang perlu

Tujuan : Tujuan pendidikan Agama Katolik di Perguruan Tinggi adalah untuk membantu terbinanya sarjana beragama yang memiliki beberapa ciri sebagai berikut: Orang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang mahaesa. Orang yang berbudi pekerti luhur. Orang yang berpikir filosofis. Orang yang bersikap rasional dan dinamis. Orang yang berpandangan luas. Orang yang menghargai kerja sama antar umat beragama dalam mengabdikan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan nasional.

Pengalaman akan Yang Kudus, Yang Suci atau Yang Ilahi itu disebut dengan iman atau kepercayaan. Pengalaman itu mengena pada manusia secara utuh, yaitu mengena pada kemampuannya untuk berpikir, berkehendak, dan bertindak. Agama katolik memperkembangkan pengertian umum itu di dalam pengertian khusus. Agama katolik adalah ungkapan manusia yang beriman kepada Allah, melalui Yesus Kristus. Ungkapan itu dilakukan karena manusia percaya bahwa Allah telah terlebih dahulu mengambil prakarsa untuk mengasihi manusia, kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita(1 Yoh 4:19). Maka agama adalah ungkapan kasih manusia kepada Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia. Ungkapan kasih Allah, dalam banyak bentuk; menciptakan, member hidup, mengampuni, dsbnya. Karena semua manusia dikasihi oleh Allah maka kasih yang sama dijadikan dasar hubungan manusia satu dengan lainnya. Kasihilah Tuhan,.(mat 22:37-38). Bahkan tertulis juga: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Mat 5:44). Hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar sesame manusia didasari oleh kasih yang satu dan sama; Jikalau. (1

Kuliah agama Katolik dimaksidkan agar dapat membantu mahasiswa untuk menjadi manusia yang beragama. Dengan lain kata, kuliah agama Katolik dimaksudkan untuk membantu mahasiswa dalam proses menjadi manusia yang mampu mengerti secara benar apa arti cinta kasih kepada Allah dan manusia, membantu mahasiswa untuk menjadi manusia yang mampu menginginkan cinta kasih itu sebagai yang baik dan membantu juga untuk melaksanakan cinta kasih itu di dalam perbuatannya ( melalaui tugasnya sebagai perawat atau apa saja).

Pengertian Sarjana; Sarjana: dibalik gelar ini terkandung sebuah sikap, yaitu sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah sikap yang selalu ingin mengetahui kebenaran. Sikap ini adalah sikap mau belajar, sikap yang berpikir terus, tidak puas hanya menerima satu sumber saja. Sikap itu berani memperbandingkan berbagai sumber pengetahuan sehingga akhirnya mampu memiliki pendapat sendiri. Pendapat itu kemudian akan dipergunakan untuk menentukan tingkah laku di dalam kehidupannya. Menurut agama Katolik, pikiran adalah kemampuan yang diberikan oleh Allah sebagai anugerah, sebagai talenta kepada manusia. Kemampuan itu mendorong manusia untuk selalu mencari kebenaran.

Uraian masing-masing unsur yang menjadi ciri pokok sarjana beragama; 1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang mahaesa. Iman adalah jawaban manusia kepada Allah yang mewahyukan diri kepada manusia. Iman itu sebuah jawaban. Maka untuk beriman diperlukan sebuah keyakinan bahwa tuhan itu ada dan Dia mempunyai hubungan dengan manusia dan hubungan itu mempengaruhi hidup manusia. Mengakui bahwa Allah ada tidak hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan kehendak dan dengan perbuatan. Beriman kepada Tuhan Yang Mahaesa berarti mengakui bahwa Tuhan itu ada dan tanpa Dia manusia tidak dapat berbuat apa-apa. Tuhan berarti bagi seluruh kehidupan. Dalam situasi apapun orang beriman tetap yakin bahwa Allah ada dan hadir pengalaman itu. Dalam kesengsaraan orang beriman harus mencari makna, apa arti cinta Tuhan dalam kesengsaraan yang dialaminya. Beriman berarti manusia yang berkemauan atau memiliki kerelaan hati untuk menyerahkan diri kepada Allah. Sikap iman adalah sikap manusia untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan.

Bagi orang Katolik, kebenaran iman itu disampaikan kepada manusia melalui Yesus Kristus yang adalah Putera Allah sendiri. Penyampaian itu dilakukan dengan ajaran, dengan perbuatan, tetapi lebih-lebih dengan mempertaruhkan diri-Nya demi kebenaran yang dikatakan-Nya itu. Kebenaran itu adalah hubungan baru antara Allah dan manusia yang secara ringkas mengatakan bahwa Allah rela berhubungan dengan manusia seperti layaknya seorang bapa bagi anaknya. Ketika dia menyatakan bahwa Allah adalah bapa bagi manusia, Dia tunjukkan kebenaran pernyataan-Nya itu tidak hanya dengan kata atau ajaran-ajaran, tetapi juga dengan belas kasih yang biasanya dan seyogyanya ada pada seorang bapa: mereka yang sakit disembuhkan, mereka yang berdosa diampuni. Perbuatan-Nya disalah paham dan akhirnya ia dibunuh.

Beriman itu bukan hanya mengetahui atau menganggap benar. Beriman sekaligus juga berarti menginginkan kebenaran itu sebagai hal yang baik, yang diusahakan untuk dicapai, yang dirindukan, yang diusahakan dengan sekuat tenaga, dan yang terpenting adalah manusia harus menata tingkah lakunya sesuai dengan kebenaran yang diimani dan dianggapnya baik itu.

Takwa: menurut KUBI W.J.S.Purwadarminta takwa berarti: Kesalehan hidup, takut kepada Allah dan pantang berbuat jahat. Orang yang takwa adalah orang yang takut kepada Tuhan dan hidup saleh. Menurut KBBI dari Dep. P & K, balai Pustaka, Jakarta 1990. Takwa berarti: Terpeliharanya sifat diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Keinsafan yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya Kesaleha hidup.

Tindakan manusia dilakukan atas dasar kesadaran bahwa itu dilakukan karena manusia mau menaati hokum atau perintah Allah, atau perintah mereka yang dianggap menjadi wakil Allah di dunia ini. Tindakan yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang baik. Criteria baik dalam hal ini bisa dilihat dari; a) Sesuai dengan hukum atau aturan yang tertulis. b) Sesuai dengan rencana Allah, atau kehendak Allah yang harus dicari bersama oleh manusia. Tindakan itu dikatakan baik bila dilakukan dengan bertanggungjawab. Kita butuh latihan untuk mempertajam kepekaan kita untuk sungguh mempertimbangkan sebelum melakukan sesuatu dan benar-benar bertanggungjawab atas perbuatan kita.

Berpikir filosofis ini juga berkaitan dengan usaha manusia beriman untuk dapat mempertanggungjawabkan imannya. dan siap sedialah pada segala waktu untuk member pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat. (1 Ptr.3:15) Manusia beriman adalah manusia yang memiliki kemampuan untuk berpikir, maka imannya pun masuk ke dalam pikirannya. Imannya menuntut agar dapat dipertanggungjawabkan oleh pikirannya.

4.Sikap Rasional dan Dinamis Rastio atau daya pikir menurut agama katolik adalah anugerah Allah kepada manusia yang antara lain memungkinkan manusia menyadari bahwa dirinya melampaui benda-benda. Dinamis, hidup manusia merupakan sebuah gerak yang tidak henti-hentinya: gerak untuk menerima bahwa dia memiliki banyak seaman dengan ciptaan yang lain tetapi pada saat yang sama mau mengatasinya. Itulah gerak dinamis. Gerak ini dalam agama Katolik dimengerti sebagai gerak mencari Allah. Pertemuan antara Allah yang mencari manusia dan manusia yang mencari Allah membuat manusia percaya bahwa dirinya hidup di dalam Allah. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada (Kis 17:28)

Manusia yang memiliki sikap rasional akan menjadi manusia yang dinamis, yang senantiasa bergerak, tak puas akan perolehan yang sudah ada di tangannya; dia mau lebih, lebih mengerti kebenaran lebih mencintai kebaikan, dan lebih berusaha agar cinta Allah kepadanya dapat menjadi dasar cintanya kepada sesama sehingga bersama-sama manusia yang lain mampu membangun dunia ini supaya semakin pantas dihuni oleh anak-anak Allah.

5.Pandangan Luas Enurut agama Katolik, istilah Katolik sendiri berarti luas, universal, tidak terbatas, tidak sempit, umum. Kata itu berasal dari bahasa Yunani: kata yang berarti untuk dan holou yang berarti semua atau umum. Menjadi orang katolikseharusnya tidak berpandangan sempit. Cinta yang diterimanya dari Allah tidak boleh dinikmati sendiri, tetapi disampaikan kepada semua orang. Orang Katolik dipanggil untuk mengutamakan kepentingan umum. Sejak awal telah menjadi nasehat bagi orang-orang beriman: Berusahalah hidup damai dengan semua orang(Ibr 12:14)

6.Kerja sama antar umat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan nasional: 6.1. Kerja sama antar umat beragama: Kerja sama dapat berkembang bila terdapat sikap menghormati dan menghargai. Menurut agama Katolik menghormati dan menghargai orang eragama lain itu berdasar panggilannya untuk mencintai semua manusia, termasuk juga yang memusuhinya (Mat 5:44).

6.2. Kerja sama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni. Sarjana yang beragama dapat bekerja sama dalam mengembangkan ilmu, teknologi dan seni. Agamanya dapat menjadi motivasi untuk membangun dunia ini.

6.3. Kepentingan Nasional:

Di Indonesia ini, agama-agama sudah selayaknya bila berperan dalam memperjuangkan kepentingan manusia Indonesia dalam memperbaiki mutu kehidupan sehingga manusia semakin menjadi sahabat bagi sesamanya, dalam memperbaiki kehidupan ekonomi, social dan politik.

Keterlibatan orang beriman di dalam kehidupan social, ekonomi, politik dan sebagainya itu di dalam agama katolik disebut sebagai perwujudan iman. Perwujudan iman itu tak kalah penting daripada kegiatan ibadat yang dikenal dengan istilah ungkapan iman. Keduanya adalah jawaban terhadap Allah yang mewahyukan diri. Tentang keterlibatan ini agama Katolik mengajarkan bahwa hal itu penting sekali bahkan ikut menentukan keselamatan seseorang.

Kesimpulan : Dengan mempelajari berbagai Agama yang ada di Indonesia membantu mahasiswa menjadi orang berilmu dan beriman, mampu menghayati iman menurut agama dan kepercayaannya dan menghargai sesama yang mempuanyai keyakinan lain. Kalau kita yakin akan kebenaran ajaran Agama kita maka kita akan menghargai yang lain karena itu karunia Tuhan. Dalam kaitan dengan profesi yang akan anda miliki sebagai perawat yang berhubungan langsung dengan kehidupan manusia dan sesuai dengan visi dan misi di lembaga pendidikan ini maka baik bahwa kita pahami bersama tentang cinta kasih yang berasal dari Allah dan yang dihayati dalam kehidupan agama kita masing-masing.