Anda di halaman 1dari 14

Diskusi Kasus Conjunctivitis

Dr. Mehdy Akbar

Pembimbing : dr.Astia M, SpM


INTERNSHIP DOKTER INDONESIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN 2013

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Pekerjaan Alamat Diperiksa tanggal

: Ny.R : 46 tahun : Ibu Rumah Tangga : Pangkalan balai : 3 Oktober 2013

ANAMNESIS Keluhan Utama : Kedua mata merah sejak 3 hari yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang


Kedua mata merah sejak 3 hari yang lalu, Awalnya, gejala mata merah ini dirasakan hanya pada mata kiri sejak 1 minggu yang lalu, disertai dengan gatal dan mata berair terutama saat bangun tidur, 4 hari kemudian mata kanan juga mengalami hal yang sama. Riwayat menggosok-gosok mata dengan tangan ada, Ditemukan sekret kuning, kental dan lengket terutama pada pagi hari tetapi jarang, Pasien merasakan bengkak pada kelopak mata kiri sehingga pasien susah untuk membuka mata. Mata terasa berpasir dan pandangan terhalang ada, Demam dan sakit tenggorokan tidak ada. Penurunan tajam penglihatan tidak ada.

Pasien sudah berobat ke praktek dokter umum dan diberi obat makan (ciprofloksasin 2 x 500 mg selama 5 hari), obat tetes (ulcori eye drop tiap 2 jam selama 5 hari pada kedua mata dan cenfresh eye drop tiap 2 jam selama 5 hari pada kedua mata), gejala mata merah dan gatal berkurang, Pasien memberi ulcori eye drop hanya pada mata yang sakit, Riwayat kontak dengan penderita sakit mata seperti pasien ada, Riwayat trauma kedua mata disangkal Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat bersin-bersin berulang lebih dari 5 kali akibat debu Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang mengalami hal yang sama dengan pasien.

Status Oftalmikus
Status Oftalmikus Visus tanpa koreksi Visus dengan koreksi Refleks fundus Silia / supersilia Palpebra superior Palpebra inferior Aparat lakrimalis Konjungtiva tarsalis OD 6/7,5 Tidak di lakukan Tidak dilakukan Trichiasis (-), Madarosis (-) Ptosis (-), Udem (+) Udem (+) Hiperlakrimasi Hiperemis (+), papil (-), folikel (+) OS 6/30 Tidak di lakukan Tidak dilakukan Trichiasis (-), Madarosis (-) Pseudoptosis (+), Udem (+) Udem (+) Hiperlakrimasi Hiperemis (+), papil (-), folikel (+)

Konjungtiva forniks Konjungtiva bulbi

Hiperemis (+) Injeksi kongjungtiva (+), injeksi siliar (-)

Hiperemis (+) Injeksi kongjungtiva (+), injeksi siliar (-)

Sklera Kornea Kamera okuli anterior Pupil

Merah Jernih Cukup dalam

Merah Jernih Cukup dalam

Refleks (+/+), ukuran 3 mm, bulat, Refleks (+/+), ukuran 3 mm, bulat, letaknya disentral letaknya disentral

Iris Lensa Korpus vitreum Fundus Media Papil optikus

Coklat, rugae (+) Bening Bening Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Coklat, rugae (+) Bening Bening Tidak dilakukan Tidak dilakukan Tidak dilakukan

Makula
AA/VV retina Retina

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan Tidak dilakukan Normal palpasi Orthoforia Bebas bergerak ke segala arah

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan Tidak dilakukan Normal palpasi Orthoforia Bebas bergerak ke segala arah

Tekanan bulbus okuli Posisi bulbus okuli Gerakan bulbus okuli

DIAGNOSIS BANDING : Konjungtivitis alergi Konjungtivitis bakteri DIAGNOSIS KERJA : Konjungtivitis akut et causa suspect virus okuli dekstra sinistra

RENCANA PEMERIKSAAN TAMBAHAN Pulasan konjungtiva dengan pewarnaan gram dan giemsa TERAPI - Ciprofloksasin tablet 2 x 500 mg - lfx eye drop 6 x 1 tetes ODS - Cenfresh (carboxymethilcellulose sodium) eye drop 6 x 1 tetes ODS

Tinjauan Pustaka
Definisi :Konjungtivitis merupakan radang konjungtiva atau radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bola mata. Reaksi inflamasi ini ditandai dengan dilatasi vaskular, infiltrasi seluler dan eksudasi Konjungtivitis dapat dibedakan menjadi dua bentuk : 1. Konjungtivitis akut 2. Konjungtivitis kronis Epidemiologi Konjungtivitis merupakan kelainan pada mata dengan frekuensi terbanyak Etiologi 1. infeksi seperti bakteri, virus, parasit dan jamur 2. non infeksi seperti alergi, iritasi yang lama pada mata,zat-zat yang bersifat toksik atau karena ada kelainan sistemik lain seperti Sindroma Steven Johnson

Gejala Klinis
bakteri

virus
Sekret Air mata Gatal Mata merah Nodul preaurikuler Pewarnaan usapan Sedikit mengucur Sedikit Umum Lazim Monosit, limfosit

Jamur dan parasit sedikit sedikit lokal lazim negatif

Purulen Mengucur Sedang Sedikit Umum Jarang Bakteri, PMN

nonpurulen sedikit sedang lokal lazim Bakteri, PMN

alergi
sedikit sedang mencolok umum eosinofil

Sakit tenggorok dan panas Sewaktu-waktu


yang menyertai

Jarang

Diagnosis Banding Diagnosis banding konjungtivitis berdasarkan gambaran klinis :

Tanda Injeksi konjungtivitis

Bakterial Mencolok

Viral Sedang

Alergik Ringan-sedang

Toksik Ringan-sedang

TRIC Ringan-sedang

Hemoragi Kemosis Eksudat

+ ++ Purulen mukopurulen

+ +/atau Jarang, air

++ Berserabut (lengket), putih

+/-

+/Berserabut (lengket)

Pseudomembran

+/-

+/-

Papil Folikel Nodus preaurikuler

+/-

+ -

+/+

Panus

Analisa kasus
1. mata kiri pasien terasa gatal , merah dan berair 4 hari kemudian megenai mata kanan, 2. riwayat kontak dengan penderita yang sama, 3. mata berair mata terasa berpasir dan padangan terhalang 4. Ada sekret kental berwarna kuning yang lengket 5. pemeriksaan fisik ditemukan hiperemis (+), folikel (+) pada konjungtiva tarsal Konjungtivitis viral

Pemeriksaan gram dan giemsa

penatalaksanaan diberikan antibiotik sebagai profilaksis untuk terjadinya infeksi sekunder, sedangkan pemberian tear artificial berfungsi untuk mengencerkan mikroorganisme patogen sehingga proses penyembuhan lebih cepat terjadi karena virus bersifat self limited disease.

TERIMA KASIH