Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia mengalami perkembangan ekonomi setiap tahunnya. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan mutu baik itu sektor industri maupun sektor non industri. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan yang sangat besar terhadap perekonomian Indonesia. Di era globalisasi ini, perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Pada saat itulah peranan UMKM meningkat dengan tajam. Selain berperan dalam mendorong laju perekonomian. Usaha kecil, mikro dan menengah merupakan suatu potensi yang perlu diberdayakan sebagai motor penggerak pembangunan perekonomian nasional. Optimalisasi pemberdayaan usaha kecil, mikro dan menengah dapat menciptakan beberapa nilai positif dalam pembangunan perekonomian nasional seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan rakyat, pemerataan pendapatan dan pengentasan kemiskinan. Usaha kecil, mikro dan menengah diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang baik dalam skala nasional. Selain itu pemberdayaan usaha kecil, mikro dan menengah dapat menumbuhkan dan mengembangkan potensi kewirausahaan yang tangguh dan mandiri (http://umkm.bcbali.com:2011).

Namun seiring berkembang pesatnya UMKM di Indonesia, menuntut para pelaku UMKM itu sendiri memiliki sumber daya manusia yang kompeten agar bisa bertahan dari kompetitor dan berkembang. Konsep out of the box yang dikutip dari slide (DJ Arie, 209:4) adalah salah satu strategi dimana hal yang sudah lama ada di negeri ini dirubah sedikit dari sudut pandang manapun sehingga orang lain akan menilai hal yang sudah lama tersebut menjadi unik namun tetap memliki prospek yang menjanjikan. Maka dalam menjalankan unit usahanya ini akan berdampak pada perbedaan pola dan cara kegiatan bisnis yang dilaksanakan oleh setiap UMKM dan kemampuan dalam mencapai tujuan bisnisnya. Seperti yang dijelaskan oleh peneliti Madya pada Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Departemen Keuangan bahwa setelah pasca krisis global industri-industri manufaktur melakukan penyesuaian dengan jalan menekan biaya input sehingga menjadi lebih efisien. Selain itu terjadi pergeseran alokasi komposisi biaya input industri manufaktur dibandingkan sebelum krisis. Setelah krisis komponen biaya listrik dan bahan baku impor mengalami kenaikan, sedangkan komponen bahan bakar dan upah mengalami penurunan (http://www.pikiran-rakyat.com/node/185080). Biaya merupakan suatu komponen utama dalam proses produksi. Biaya didefinisikan sama dengan beban oleh masyarakat awam pada umumnya. Namun dalam terminologinya sangatlah berbeda. Baik biaya dan beban memiliki terminologinya masing-masing. Biaya merupakan suatu pengorbanan dalam rangka memperoleh nilai manfaat dimasa yang akan datang sedangkan beban merupakan

arus keluar yang tertukar dari barang dan jasa yang pada akhirnya akan ditandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba. Efisiensi dan efektivitas menjadi tujuan utama dalam penggunaan biaya, karena sejauh mana perusahaan dapat

mengendalikan biaya maka perusahaan tersebut telah dapat memahami konsep biaya dengan benar. Adapun beberapa jenis pengklasifikasian biaya yakni menurut fungsi pokok dalam perusahaan, hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai, perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume aktivitas, dan dasar jangka waktunya (Mulyadi, 2005:8-16) Konfeksi Jeans IRVAN JEANS adalah salah satu Usaha Kecil Menengah yang berlokasikan di Jalan Kebon Kopi Bandung. Keberadaan IRVAN JEANS diharapkan dapat memberikan kontribusi positif sebagaimana UKM (Usaha Kecil Menengah) lainnya seperti penyerapan tenaga kerja. Efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan biaya menjadi suatu perhatian khusus dalam berlangsungnya proses produksi yang dijalankan oleh Konfeksi Jeans IRVAN JEANS. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul : Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Konfeksi Jeans IRVAN JEANS.

1.2 Ruang Lingkup Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, agar diharapkan laporan tugas akhir ini sesuai dengan tujuan, penulis bermaksud membatasi ruang lingkup penelitian. Ruang lingkup tersebut meliputi : Identifikasi unsur-unsur biaya produksi Celana Jeans. Pengklasifikasian biaya atas produk Celana Jeans Konfeksi Jeans IRVAN JEANS. Perhitungan harga pokok produksi Celana Jeans berdasarkan proces costing (mengkalkulasikan harga pokok produksi untuk setiap satuan waktu/preiode tertentu). 1.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk melakukan identifikasi unsur-unsur biaya produksi Celana Jeans. 2. Untuk melakukan pengklasifikasian biaya yang terserap ke dalam perhitungan harga pokok produksi Celana Jeans pada Konfeksi Jeans IRVAN JEANS. 3. Untuk melakukan perhitungan harga pokok produksi Celana Jeans dalam periode September 2013 pada Konfeksi Jeans IRVAN JEANS.

1.4 Kegunaan Hasil Penelitian Adapun kegunaan penelitian yang diharapkan penulis dalam penelitian ini yakni : 1. Bagi Penulis Dalam penelitian ini diharapkan penulis mampu menerapkan ilmu akuntansinya di dalam dunia usaha dan memperoleh wawasan sekaligus pengalaman yang bermanfaat dalam penelitian ini. 2. Bagi Perusahaan Perusahaan sedapat mungkin memperoleh manfaat dan ilmu pengetahuan yang berkaitan langsung dengan topik penelitian serta dapat

mengaplikasikannya secara bertahap dan kontinyu. 1.5 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara yang digunakan untuk membuktikan, mengungkapkan dan mengumpulkan permasalahan menjadi suatu jawaban dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan secara sistematis (Ahmad Mansyur 2007). Penelitian ini dibuat dalam metode deskriptif yaitu yang berisi mengenai langkahlangkah ilmiah yang dilakukan dalam mendapatkan data yang objektif, valid, dan reliabel dengan tujuan daat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah (Sugiyono, 2001:1)

1.5.1 Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis, yaitu: 1. Penelitian Lapangan Penelitian langsung dilakukan pada lokasi pengolahan dan proses produksi milik Konfeksi Jeans IRVAN JEANS yang menjadi objek penelitian untuk memperoleh data dan informasi berkenaan dengan perhitungan harga pokok produksi melalui cara sebagai berikut: Wawancara (Interview) Yaitu percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara face to face (berhadap-hadapan) untuk mendapatkan suatu informasi (Ahmad Mansyur, 2010:31). Pengamatan (Observasi) Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data (Komariah dan Satori, 2010:105). 2. Penelitian Kepustakaan Penulis melakukan studi kepustakaan untuk memperoleh data sekunder yang berkaitan topik penelitian dari berbagai literatur seperti buku maupun catatan perkuliahan yang kemudian dibaca, ditelaah dan dirumuskan untuk menjadi suatu dasar analisis data (Moh. Nazir, Ph.D 2003:94).

1.5.2 Teknik Pengolahan Data Sedangkan untuk pengolahan data penulis melakukan tahapan-tahapan yang berkaitan dengan topik penelitian yaitu : Menentukan periode perhitungan harga pokok produksi, Mengidentifikasi unsur-unsur biaya produksi, Mengklasifikasi biaya produksi, Menghitung jumlah biaya yang terkandung dalam produk jeans, Mengakumulasikan seluruh komponen biaya produksi, Membuat laporan harga pokok produksi periode September 2013.

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian Konfeksi Jeans IRVAN JEANS beralamatkan di Jl. Kebon Kopi no 92 Bandung. Rentang waktu yang penulis lakukan dalam meneliti perusahaan tersebut yaitu selama 1 bulan yakni pada periode Bulan September 2013.

TIME SCHEDULE Tabel 1.1 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Kegiatan Pengajuan Outline Persetujuan Outline Survey Perusahaan Pengumpulan Data Penyusunan Laporan Bimbingan Penyerahan Laporan Pengajuan Sidang Ujian Sidang September Oktober November Desember