Anda di halaman 1dari 8

KURIKULUM 2004 STANDAR KOMPETENSI TAMAN KANAK-KANAK (TK)

I.

PENDAHULUAN

A. RASIONAL
Anak TK merupakan individu yang berbeda, unik, dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia TK merupakan masa keemasan (golden age) dimana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Perlu disadari bahwa masa-masa awal kehidupan anak, termasuk anak TK merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seseorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pendidikan TK diberikan pada anak agar dapat berkembang secara optimal. Mengingat pentingnya masa ini, maka peran stimulasi berupa penyediaan lingkungan yang kondusif harus disiapkan oleh para pendidik, baik orang tua, guru, pengasuh ataupun orang dewasa lain yang ada disekitar anak, sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya. Potensi yang dimaksud meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, social, emosional dan kemandirian, kemampuan berbahasa, kognitif, fisik / motorik dan seni. Upaya pengembangan harus dilakukan melalui kegiatan bermain agar tidak membuat anak kehilangan masa bermainnya. Bermain merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan bagi anak, bermain juga membantu anak mengenal dirinya, dengan siapa ia hidup, serta lingkungan tempat dimana ia
1

hidup.

Melalui

bermain

anak

memperoleh

kesempatan

berkreasi,

bereksplorasi, menemukan dan mengekspresikan perasaannya. Atas dasar hal tersebut diatas, maka perlu dirumuskan Standar Kompetensi anak TK yang dikembangkan berdasarkan karakteristik perkembangan anak agar dapat digunakan oleh para pendidik anak usia dini dalam mengembangkan seluruh potensi anak.

B. PENGERTIAN
Pendidikan TK adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak usia 4 sampai 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Taman Kanak-Kanak adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun. Standar kompetensi anak TK merupakan seperangkat kompetensi yang diharapkan dapat dikuasai oleh anak sesuai dengan tahapan usianya. Standar ini dikembangkan berdasarkan aspek perkembangan anak akhir usia 5 dan 6 tahun.

C. TUJUAN DAN FUNGSI


1. Tujuan Membantu mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak, meliputi aspek moral dan nilai-nilai agama, social, emosional, dan kemandirian, kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik dan seni sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

2. Fungsi a. Mengetahui perkembangan sikap dan perilaku yang baik sesuai dengan kaidah agama dan norma yang dianut. b. Mengetahui kemampuan sosialisai dan kemampuan mengendalikan emosi. c. Mengetahui perkembangan kemampuan menolong diri sendiri. d. Mengetahui kemampuan perkembangan bahasa. e. Mengetahui kemampuan daya piker dan kemampuan untuk

memecahkan masalah. f. Mengetahui pertumbuhan fisik dan perkembangan keterampilan mototrik dan panca indera.

D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup kurikulum TK meliputi aspek perkembangan : 1. Moral dan nilai-nilai agama 2. Social, emosional dan kemandirian 3. Berbahasa 4. Kognitif 5. Fisik /motorik 6. Seni Untuk menyederhanakan lingkup kurikulum, menghindari tumpang tindih dn memudahkan guru menyusun program pembelajaran yang sesuai dengan pengalaman mereka, maka aspek-aspek perkembangan tersebut dipadukan

dalam bidang pengembangan yang utuh mencakup : bidang pengembangan diri dan bidang pengembangan kemampuan dasar. 1. Bidang pengembangan diri Merupakan kegiatan yang dipersiapkan untuk mengembangkan aspek : moral dan nilai-nilai agama serta social emosional dan kemandirian sehingga peserta didik TK memiliki kebiasaan yang positif pada aspekaspek tersebut. 2. Bidang pengembangan kemampuan dasar Merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik yang meliputi aspek perkembangan : berbahasa, kognitif, fisik/motorik dan seni.

E. PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN DI TK
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan

kegiatan/pembelajaran di TK meliputi : 1. Berorientasi pada perkembangan anak Dalam melakukan kegiatan, pendidik perlu memberikan kegiatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Anak merupakan individu yang unik, maka perlu memperhatikan perbedaan secara individu. Dengan demikian dalam kegiatan yang disiapkan perlu memperhatikan cara belajar anak yang dimulai dari cara sederhana ke rumit, konkrit ke abstrak, gerakan ke verbal, dan dari ke-aku-an ke rasa social. 2. Berorientasi pada kebutuhan anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak pada usia dini sedang membutuhkan proses belajar
4

untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangannya. Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan berdasarkan pada perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak. 3. Bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan pembelajaran di TK. Kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan, dan media yang menarik serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Ketika bermain anak membangun pengertian yang berkaitan dengan pengalamannya. 4. Stimulasi terpadu Perkembangan anak bersifat sistemtis, progesif dan berkesinambungan. Hal ini berarti kemajuan perkembangan satu aspek akan mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Karakteristik anak memandang segala sesuatu sebagai suatu keseluruhan, bukan bagian demi bagian. Stimulasi harus diberikan secara terpadu sehingga seluruh aspek perkembangan dapat berkembang secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kematangan dan konteks social dan budaya setempat. Contohnya jika anak melakukan kegiatan makan, maka dalam kegiatan tersebut anak mengembangkan aspek : Moral/agama : mengerti cara makan yang baik dan benar menolong diri sendiri

Social, emosional dan kedisiplinan : Bahasa :

mengenal kosa kata tentang nama makanan dan

peralatan makan
5

Kognitif : mengerti manfaat makan Motorik : mulai belajar memegang sendok

5. Lingkungan kondusif Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan serta demokratis sehingga anak selalu betah dalam lingkungan sekolah baik didalam maupun diluar ruangan. Lingkungan fisik hendaknya memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruang belajar harus disesuaikan denga ruang gerak anak dalam bermain sehingga anak dapat berinteraksi dengan mudah baik dengan pendidik maupun temannya. Lingkungan belajar hendaknya tidak memosahkan anak dari nilai-nilai budayanya, yaitu tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari dirumah dan disekolah ataupun dilingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing-masing anak. 6. Menggunakan pendekatan tematik Kegiatan pembelajaran dirancang dengan menggunakan pendekatan tematik. Tema sebagai wadah mengenalkan berbagia konsep untuk mengenal dirinya dan lingkungan sekitarnya. Tema yang dipilih dan dikembangkan dan hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana serta menarik minat. 7. Aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan Proses pembelajaran yang aktif, kretif, inovatif, efektif dan menyenangkan dapat dilakukan oleh anak yang disiapkan oleh pendidik melalui kegiatankegiatan yang menarik, menyenangkan untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis dan menemukan hal-hal

baru. Pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara demokratis, mengingat anak merupakan subjek dalam prose pembelajaran. 8. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar Setiap kegiatan untuk menstimulasi perkembangan potensi anak, perlu memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar, antara lain lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik. Penggunaan berbagai media dan sumber belajar dimaksudkan agar anak dapat bereksplorasi dengan benda-benda dilingkungan sekitarnya. 9. Mengembangkan kecakapan hidup Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup melalui penyiapan lingkungan belajar yang menunjang berkembangnya kemampuan menolong dirinya sendiri, disiplin dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. 10. Pemanfaatan teknologi informasi Pelaksanaan stimulasi pada anak usia dini jika dimungkinkan dapat memanfaatkan teknologi untuk kelancaran kegiatan misalnya tape, radio, televise, computer. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan dimaksudkan untuk mendorong anak menyenangi belajar. 11. Pembelajaran bersifat demokratis Proses pembelajaran di TK memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir, bertindak, berpendapat serta berekspresi secara bebas dan bertanggung jawab.

F. RAMBU-RAMBU
1. Standar kompetensi ini merupakan acuan bagi pendidik dalam menyusun program kegiatan atau perencanaan untuk mencapai optimalisasi perkembangan anak. 2. Standar kompetensi ini dirancang untuk melayani anak sesuai dengan tahapan usianya. 3. Standar kompetensi ini dirancang sebagai acuan assessmen perkembangan anak. 4. Standar kompetensi ini dirancang untuk akuntabilitas. 5. Standar kompetensi ini merupakan standar perkembangan minimal. Pendidik dapat memeberikan pengayaan apabila anak telah menguasai kemampuan pada tahap perkembangannya. 6. Penggunaan standar kompetensi ini besifat fleksibel yang disesuaikan dengan lingkungan social dan budaya anak.