Anda di halaman 1dari 2

BAB 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Koperasi berasal dari bahasa Inggris coorperation yang berarti usaha bersama.

Dengan arti lain segala bentuk pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama sebenarnya dapat dikatakan sebagai koperasi. Namun, yang

dimaksud koperasi dalam hal ini bukanlah segala bentuk pekerjaan yang dilakukan bersama-sama dalam arti sangat umum tersebut. Menurut Undang-Undang No.25 Tahun 1992 Pasal 1, Koperasi didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat atas azas kekeluargaan (Sitio dan Tamba, 2001). Berdasarkan definisi di atas maka dapat diambil diketahui bahwa, koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan, yang bekerja sama secara kekeluargaan dalam menjalankan usahanya, untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. Untuk mencapai tujuan tesebut hendaknya koperasi dikelola sebagaimana layaknya lembaga bisnis. Dalam sebuah lembaga bisnis diperlukan sebuah pengelolaan yang efektif dan efisien yang dikenal dengan manajemen. Demikian juga dalam badan usaha koperasi, manajemen merupakan satu hak yang harus ada demi terwujudnya tujuan yang diharapkan. Pakar manajemen koperasi A.H. Gophar mengemukakan bahwa manajemen koperasi pada dasarnya dapat ditelaah dari tiga perspektif, yaitu: organisasi, proses, dan gaya. Dari sudut pandang organisasi, manajemen koperasi pada hakekatnya terbentuk dari tiga unsur, yaitu anggota, pengurus, dan karyawan (Hendar dan Kusnadi, 1999). Sebagaimana yang diketahui, koperasi dapat dikategorikan sebagai

organisasi. Suatu organisasi tentu memiliki tujuan dan target yang ingin dicapai.

Tingkat keberhasilan tujuan dan target dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya: kualitas kerjasama sinerji antara pengurus, pengawas, dan pengelola dalam memajukan organisasi dan usaha koperasi. Faktor-faktor tersebut tentunya berkaitan dengan masalah manejemen koperasi. Namun, masih banyak para pelaku koperasi yang kurang memahami tentang konsep menjemen koperasi yang baik. Oleh karena itu, penulis menyusun makalah tentang menejemen koperasi guna memberikan gambaran tentang menejemen koperasi seharusnya. Sehingga tujuan dan target koperasi dapat tercapai.

1.2.Tujuan Tujuan penulisan makalah ini diantaranya: 1. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi dari suatu koperasi 2. Untuk mengetahui konsep-konsep dalam menejemen kopersasi.

1.3.Manfaat Berdasarkan tujuan penulisan diatas, makalah ini memiliki sasaran sebagai sarana pemberian informasi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk bahan pemikiran tentang peran menejemen koperasi. Sehingga dapat memacu pembaca untuk mengembangkan mampu melakukan menejemen kopersai menjadi lebih baik.