Anda di halaman 1dari 2

Kadek Mia Risdayanthi 14 Muammer Gaddafi Muammer Gaddafi atau Gaddafi adalah presiden Libia yang menjabat dalam

kurun waktu yang sangat lama. Moammar Gaddafi berkuasa dari tahun 1969 setelah ia menggulingkan Raja Idris dalam sebuah kudeta militer. Gaddafi memerintah Libia selama 42 tahun lamanya sebelum akhirnya beliau terbunuh dalam kudeta masyarakatnya sendiri pada tanggal 20 Oktober 2011. Sejak masa awal pemerintahan setelah Gaddafi merebut kekuasaan, ia meletakkan Pan-Arab, anti-imperialis, dan mencampurnya dengan aspekaspek Islam. Gaddafi menyingkirkan semua ideologi dan pengaruh yang berbau asing, seperti kapitalisme dan komunisme. Gaddafi juga tidak mengikuti doktrin nasionalisme Arab, beliau mengembangkan satu teori bernama teori universal ketiga yang dipaparkannya secara mendalam dalam buku terkenalnya Green Book, Buku Hijau. Gaddafi adalah pemimpin yang sangat anti dengan segala intervensi Barat. Misalnya ketika akhir tahun 50-an saat cadangan minyak ditemukan di Libia, namun pada saat itu penguasa yang mengeksploitasi adalah perusahaan-perusahaan minyak asing. Perusahaan yang mengeksploitasi menentukan harga sesuai dengan kebutuhan konsumen di dalam negeri perusahan mereka masing-masing. Selain itu mereka menikmati setengah dari pendapatan. Pada saat itu Gaddafi menetapkan cara mengatasi warisan ketidakadilan ekonomi yang didominasi oleh pihak asing dengan langkah mengancam para direktur perusahaan-perusahaan minyak asing serta menuntut perundingan ulang kontrak-kontrak serta akan menutup produksi jika perusahaan-perusahaan itu menolak. Langkah itu berhasil dan Libia berhasil menjadi negara berkembang pertama yang mendapatkan bagian mayoritas dari pendapatan produksi minyak di negaranya. Kolonel Gaddafi tidak hanya menentang intervensi barat di negaranya. Gaddafi juga membawa kampanyenya menentang imperialism barat ke seluruh dunia. Gaddafi mendanai dan mendukung kelompok-kelompok militan dan gerakan perlawanan di manapun yang dia temui. Buktinya adalah sebuah kasus di Berlin Amerika Serikat pada tahun 1986 ketika terjadi pemboman di sebuah klub malam yang digunakan oleh para tentara. Pemboman yang terjadi ternyata adalah dilakukan oleh agen Libia. Kolonel Gaddafi oleh

Presiden Amerika Serikat pada masa itu Ronald Reagan dinamai dengan sebutan Anjing Gila Timur Tengah. Dalam perkembangannya, meski Gaddafi menentang intervensi barat namun ternyata pengabdian Gaddafi terhadap Libia sangat jauh melenceng dimana Gaddafi adalah pemimpin yang hanya memperkaya diri serta memperkaya keluarganya. Dalam setiap mepampilannya di depan publik, Gaddafi selalu mencerminkan pemimpin yang eksentrik, dengan gaya berpakaiannya yang nyentrik yaitu dengan perpaduan jubah panjang dan kulit binatang serta selalu diikuti oleh pengawal-pengawal wanitanya. Gaddafi juga membagi-bagikan kekayaan kepada rakyat, namun pembagian kekayaan lebih demi membeli kesetiaan rakyatnya daripada untuk mendorong persamaan. Atas 42 tahun pemerintahan otoriter yang diberlakukan oleh Gaddafi, akhirnya masyarakat Libia melakukan demonstrasi penentangan terhadap Gaddafi. Namun demonstrasi massa yang dilakukan dibalas dengan kekuatan militer dan menjatuhkan banyak korban sehingga kondisi Libia semakin memanas hingga akhirnya Gaddafi terbunuh dalam kondisi Libia yang rusuh. Dari perjalanan pemerintahan Gaddafi yang begitu panjang dapat dilihat bahwa meski Gaddafi mampu menjadikan Libia sebagai negara yang makmur di daratan Afrika, namun ternyata kepemimpinan yang rigid tidak mampu memberikan rasa diayomi kepada masyarakatnya sehingga masyarakat yang ia miliki menyerang balik posisi Gaddafi sebagai pemimpin negara.