Anda di halaman 1dari 9

Fatwa-Fatwa Ulama Tentang Mengusap Wajah Setelah Doa; Bidah atau Sunnah?

Rubrik: Fiqih Ahkam | Oleh: Farid Nu'man Hasan - 01/10/13 | 08:00 | 26 Dhul-Qadah 1434 H Ada 3 komentar 8816 hits

Ilustrasi. (nurmuhammad.web.id)

Pertanyaan: Bagaimana dengan mengusap muka/wajah saat menutup doa, Ustadz? Apakah ada dasarnya? (Ummu Sarah) Jawaban: dakwatuna.com - Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu Ala Rasulillah wa bad: Masalah ini telah diperlisihkan para imam kaum muslimin, bahkan sejak masa sahabat nabi Radhiallahu Anhum. Sebagian membolehkan bahkan menyunnahkan karena ada riwayat yang bisa dipertanggungjawabkan dari sebagian sahabat seperti Ibnu Umar, Ibnu Az Zubeir, dan Al Hasan, yang melakukan hal itu. Sebagian lain melarang itu, bahkan menyebutnya bidah dan kebodohan, karena tidak memiliki dasar yang kuat dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Masalah perbedaan ini tidak boleh dijadikan sebab berpecahnya umat Islam, karena memang telah terjadi perselisihan ini sejak masa-masa terdahulu. Kami sendiri tidak melakukannya, walau kami tidak mengingkari yang melakukannya. Melakukannya silakan tetapi meninggalkannya lebih afdhal dan menenangkan. Kami kira itulah sikap kompromi yang tawasuth (pertengahan) di antara dua pendapat para Imam kamu muslimin. Kali ini yang kami lakukan adalah hanya memaparkan saja fatwa-fatwa para imam tersebut, tidak pada posisi menguatkan atau melemahkan salah satunya. Sebagian di antara imam ini ada yang menyunahkan dan membolehkan, ada pula yang tidak menganjurkan bahkan membidahkan mengusap wajah setelah doa. Kami bagi menjadi dua bagian, bagian pertama adalah pihak yang tidak menganjurkan bahkan membidahkan. Lalu bagian kedua adalah pihak yang membolehkan bahkan menyunnahkan. Para ulama yang tidak menganjurkan bahkan membidahkan 1. Imam Sufyan Ats Tsauri Radhiallahu Anhu Tertulis dalam kitab Mukhtashar Kitab Al Witr:

Abdullah -yakni Abdullah bin Al Mubarak- ditanya tentang seorang laki-laki menengadahkan kedua tangannya dia berdoa, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, Beliau menjawab: Sufyan memakruhkan hal itu. ( Mukhtashar Kitab Al Witr, Hal. 162) 2. Imam Malik Radhiallahu Anhu Imam Ahmad bin Ali Al Muqrizi menceritakan: : Imam Malik Rahimahullah ditanya tentang seorang laki-laki yang mengusap wajahnya dengan kedua tangannya ketika berdoa, lalu dia mengingkarinya, dan berkata: Aku tidak tahu. (Mukhtashar Kitab Al Witri, Hal. 152) 3. Imam Abdullah bin Al Mubarak Radhiallahu Anhu Imam Al Baihaqi meriwayatkan dalam As Sunan Al Kubra: . : : : : . . Ali Al Basyani berkata: Aku bertanya kepada Abdullah yakni Abdullah bin Al Mubarak- tentang orang yang jika berdoa mengusap wajahnya, Beliau berkata: Aku belum temukan riwayat yang kuat. Ali berkata: Aku tidak pernah melihatnya melakukannya. Aku melihat Abdullah melakukan qunut setelah ruku dalam witir, dan dia mengangkat kedua tangannya. (As Sunan Al Kubra No. 2970) Imam Ibnul Mulqin mengutip dari Imam Al Baihaqi sebagai berikut: : . . Kemudian Beliau (Al Baihaqi) meriwayatkan dengan isnadnya, dari Ibnul Mubarak bahwa dia ditanya tentang mengusap wajah jika manusia berdoa, Beliau menjawab: Saya belum temukan syahid-(hal yang menguatkan)nya. Inilah akhir ucapan Al Baihaqi (Imam Ibnul Mulqin, Al Badrul Munir, 3/640) 4. Imam Ahmad bin Hambal Radhiallahu Anhu Imam Ibnul Mulqin Rahimahullah menuliskan: : Berkata Imam Ahmad: Tidak diketahui hal ini, tentang mengusap wajah setelah doa, kecuali dari Al Hasan. (Ibid, 3/639) 5. Imam Al Baihaqi Rahimahullah Beliau berkata: Ada pun mengusap wajah dengan kedua tangan setelah selesai doa, maka tak ada satu pun yang saya hafal dari kalangan salaf yang melakukan pada doa qunut, kalau pun ada adalah riwayat dari mereka pada doa di luar shalat. Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam hadits dhaif tentang masalah ini. Sebagian mereka menggunakan hadits ini untuk berdoa di luar shalat, ada pun dalam shalat itu adalah perbuatan yang tidak dikuatkan oleh riwayat yang shahih, tidak pula atsar yang kuat, dan tidak pula qiyas. Maka, yang lebih utama adalah tidak melakukannya, dan hendaknya mencukupkan dengan apa yang dilakukan para salaf -Radhiallahu Anhum-berupa mengangkat kedua tangan tanpa mengusap wajah dalam shalat. Wa billaahit taufiq. (As Sunan Al Kubra No. 2968) 6. Imam Izzuddin bin Abdissalam Rahimahullah Imam Al Munawi Rahimahullah menyebutkan dari Imam Izzuddin bin Abdissalam, kata Beliau:

Tidak ada yang mengusap wajah melainkan orang bodoh. (Faidhul Qadir, 1/473. Lihat juga Mughni Muhtaj, 2/360) 7. Imam An Nawawi Rahimahullah Imam An Nawawi menyatakan yang benar adalah berdoa mengangkat kedua tangan tetapi tanpa mengusap wajah, berikut ini ucapannya: () () () Kesimpulannya, para sahabat kami (Syafiiyah) ada tiga pendapat; (yang shahih) disunnahkan mengangkat kedua tangan tetapi tanpa mengusap wajah, (kedua) tidak disunnahkan keduanya, (ketiga) disunnahkan keduanya. Ada pun selain wajah, seperti dada dan selainnya, para sahabat kami sepakat bahwa hal itu tidak dianjurkan, bahkan Ibnu Ash Shabagh mengatakan hal itu makruh. Wallahu Alam (Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab, 3/501) 8. Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah Beliau berkata: : . Ada pun Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengangkat kedua tangan ketika berdoa, hal itu telah diterangkan dalam banyak hadits shahih, sedangkan mengusap wajah dengan kedua tangannya, maka tidak ada yang menunjukkan hal itu kecuali satu hadits atau dua hadits yang keduanya tidak bisa dijadikan hujjah. Wallahu Alam ( Al Fatawa Al Kubra, 2/219, Majmu Al Fatawa, 22/519, Iqamatud Dalil Ala Ibthalit Tahlil, 2/408) 9. Fatwa Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr Hafizhahullah Berikut fatwa ini Beliau: : : Pertanyaan: Anda telah menyebutkan hukum tentang mengangkat kedua tangan ketika doa, lalu apa pendapat Anda tentang mengusap wajah dengan keduanya? Jawaban: Tidak shahih, hadits-hadits yang ada tentang hal itu adalah lemah, dan sunnahnya adalah Anda mengangkat kedua tangan kemudian menurunkannya dengan tanpa mengusap wajah. (Syarh Sunan Abi Daud, 15/145) Pada halaman lain juga tertulis demikian: : : . Pertanyaan: Apakah kita mesti mengingkari orang yang mengusap wajahnya setelah berdoa? Jawaban: Tidak ada sunah yang valid dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang masalah ini, maka hendaknya dijelaskan kepada orang yang melakukannya bahwa hal itu tidak ada satu pun yang kuat haditsnya. Yang kuat adalah mengangkat kedua tangan, ada pun mengusap wajah dengan kedua tangan setelah doa telah ada hadits-hadits lemah yang membicarakannya. (Ibid, 15/474) 10. Fatwa Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid Hafizhahullah Beliau berkata: )222 (.

Ada pun mengusap wajah setelah berdoa, tidak ada hadits kuat lagi shahih tentang hal itu, bahkan sebagian ulama ada yang menyebutkan bidahnya hal itu. Lihat Mujam Al Bida (Hal. 227). Maka, jangan Anda lakukan bidah, dan jangan berpartisipasi di dalamnya, tetapi hendaknya menasihatkan dan memerintahkan dengan sunah, serta mengingatkan manusia dan mengabarkan mereka terhadap hukum-hukum syari. (Fatawa Al Islam Sual wa Jawab, Hal. 5538) 11. Fatwa Syaikh Abdullah Al Faqih Hafizhahullah Beliau berkata: . . Ada pun mengusap wajah setelah doa, maka ini adalah persoalan yang diperselisihkan para ulama. Di antara mereka ada yang menyunahkannya dan ada pula yang melarangnya. Dan, masalah ini adalah masalah yang lapang. Sedangkan kami menguatkan diri sisi kehati-kehatian untuk tidak mengusap, karena haditshadits yang ada dalam masalah ini tidak kosong dari perbincangan para ulama, serta tidak ada yang masyhur dari kalangan salaf yang melakukan hal ini. Wallahu Alam (Fatawa Asy Syabakah Al Islamiyah No. 36932) 12. Fatwa Syaikh Abdurrazzaq Afifi Rahimahullah Berikut ini fatwanya: : : . Syaikh ditanya: Apa hukum mengusap wajah dengan kedua tangan setelah berdoa, apakah ada hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang ini? Syaikh Rahimahullah menjawab: Mengusap wajah setelah berdoa bukan termasuk sunah, bahkan itu adalah bidah, karena mengusap wajah dengan kedua tangan setelah berdoa telah dianggap sebagai ibadah. Hal itu tidak ada yang shahih dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka itu adalah bidah dalam agama. Sedangkan hadits yang membicarakan ini adalah lemah dan tidak shahih. (Fatawa Asy Syaikh Abdurrazzaq Afifi, Hal. 315) 13. Fatwa Syaikh Sulaiman bin Wail At Tuwaijiri Beliau berkata: - - ) 5545( )5841( . . Telah datang sejumlah hadits tentang mengusap wajah setelah doa, dan para ulama Al Jarh wat Tadil telah mengkritiknya, sehingga hadits tersebut tidak terangkat mencapai derajat yang layak diamalkan, jadi masalah ini dikembalikan kepada hukum asalnya yaitu tidak mengusap wajah, karena hadits-hadits tentang mengusap wajah tidak ada yang shahih, dan tidak terangkat sampai derajat yang bisa dijadikan hujjah. Lihat misalnya riwayat Abu Daud (1485), Ibnu Majah (1181) dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma, dengan isnad yang dhaif. (Fatawa Istisyaraat Al Islam Al Yaum, 14/224)

Para Ulama Yang Membolehkan dan Menyunahkan 1. Sahabat nabi, Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Zubeir Radhiallahu Anhuma Imam Al Bukhari meriwayatkan dalam Adabul Mufrad: : Dari Abu Nuaim dia adalah Wahb, berkata: Aku melihat Ibnu Umar dan Ibnu Az Zubeir mereka mengusap wajah dengan telapak tangannya. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 609. Dihasankan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Amali Al Adzkar. Lihat Al Fatawa Al Haditsiyah, Hal. 55. Sementara Syaikh Al Albani mendhaifkannya. LihatDhaif Adabil Mufrad No. 609) 2. Imam Al Hasan bin Abil Hasan Radhiallahu Anhu Disebutkan dalam Mukhtashar Kitab Al Witr: Dari Al Mutamar: aku melihat Abu Kaab pengarang Al Harir berdoa dengan mengangkat kedua tangannya, lalu ketika dia selesai berdoa, dia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu aku bertanya kepadanya: Siapa orang yang kau lihat melakukan ini? Beliau menjawab: Al Hasan. (Imam Ahmad bin Ali Al Muqrizi, Mukhtashar Kitab Al Witr, Hal. 152) Imam As Suyuthi mengatakan: isnadnya hasan. (Lihat Fadhul Wia, No. 59) 3. Imam Ishaq bin Rahawaih Radhiallahu Anhu Beliau termasuk yang menganggap baik menggunakan hadits-hadits tentang mengusap wajah setelah doa sebagai dalilnya. Berikut ini keterangannya: Berkata Muhammad bin Nashr: Aku melihat Ishaq menganggap baik beramal dengan hadits-hadits ini. (Ibid) 4. Imam Al Khathabi Rahimahullah Beliau mengomentari perkataan Imam Izzuddin bin Abdissalam yang menyebut bodoh orang yang mengusap wajah setelah berdoa, katanya: : Pendapat sebagian fuqaha dalam fatwa mereka adalah tidaklah mengusap wajah dengan kedua tangannya setelah berdoa melainkan orang bodoh, bisa jadi bahwa dia belum menelaah masalah ini dalam banyak hadits. (Al Futuhat Ar Rabbaniyah Alal Adzkar, 7/258) 5. Imam Az Zarkasyi Rahimahullah Beliau juga mengomentari perkataan Imam Izzuddin bin Abdissalam dengan komentar yang mirip dengan Imam Al Khathabi. Katanya: , : Ada pun perkataan Al Izz dalam fatwanya: mengusap wajah dengan tangan adalah bidah dalam doa, dan tidak ada yang melakukannya kecuali orang bodoh, maka dimungkinkan bahwa dia belum mengkaji hadits-hadits yang berkenaan masalah ini, walaupun sanad-sanadnya lemah tetapi menjadi kuat dengan mengumpulkan banyak jalurnya. (Al Juzu fi mashil wajhi, Hal. 26) 6. Imam Amir Ash Shanani Rahimahullah Beliau berkata: :

Dari Umar Radhiallahu Anhu, katanya: Dahulu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengangkat kedua tangannya dalam berdoa, dia tidak akan mengembalikannya sampai mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Dikeluarkan oleh At Tirmidzi dan memiliki beberapa syawahid (saksi penguat), di antaranya adalah hadits dari Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan selainnya. Kumpulan semuanya mencukupi hadits ini dihukumi hasan. Pada hadits ini terdapat dalil disyariatkannya mengusap wajah dengan kedua telapak tangan setelah selesai shalat. (Subulus Salam, 4/219, Maktabah Mushthafa Al Baabi Al Halabi) 7. Lajnah Ulama penyusun kitab Al Fatawa Al Hindiyah Mereka mengatakan: Dikatakan bahwa mengusap wajah dengan kedua tangan adalah bukan apa-apa. Banyak guru-guru kami yang menyebutkan bahwa mengusap kedua tangan adalah benar adanya, dan telah ada riwayat tentang itu. (Al Fatawa Al Hindiyah, 5/318) 8. Syaikh Abul Ala Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim Al Mubarkafuri Rahimahullah Beliau berkata dalam kitabnya Tuhfah Al Ahwadzi: ( ) Yaitu Beliau tidak meletakkan kedua tangannya (sampai Beliau mengusap wajahnya dengan keduanya) berkata Ibnul Malak hal itu menunjukkan rasa optimis yang kuat seakan kedua telapak tangannya telah dipenuhi oleh keberkahan dari langit dan cahaya ketuhanan. (Tuhfah Al Ahwadzi, 9/232. Darul Kutub Al Ilmiyah) 9. Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah: Fatwa pertama: : : . : . Pertanyaan: Apa hukum mengusap wajah dengan kedua tangan setelah doa, khususnya setelah doa qunut dan setelah nawafil (shalat sunah)? Semoga Allah menjaga dan memberikan ganjaran buat Anda. Wassalamu Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh. Jawaban: Wa Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh. Hukumnya adalah sunah, sebagaimana yang disebutkan oleh Al Hafizh (Ibnu Hajar) dalam Bulughul Maram pada Bab Adz Dzikr wad Dua, yaitu pada bab terakhir kitab Bulughul Maram, bahwasanya terdapat beberapa hadits tentang itu yang jika dikumpulkan semuanya mencapai derajat hasan. Semoga Allah memberi taufiq. Wassalamu Alaikum. (Lihat Majmuu Fatawaa Ibni Baaz, 26/148) Fatwa kedua: (Jawaban Syaikh Ibnu Baaz agak berbeda dengan fatwa pertama) . Ada pun mengusap wajah, tidak ada yang terekam dalam hadits-hadits shahih, tetapi adanya dalam hadits-hadits dhaif. Pendapat sebagian ulama adalah bahwa hal itu

tidak terlarang, karena hadits tersebut satu sama lain saling menguatkan, jadi jika dia mengusapnya tidak apa-apa, tetapi lebih utama dan pertama adalah meninggalkannya, karena hadits-hadits shahih tidak menyebutkan mengusap wajah setelah doa. (Lihat Majmuu Fatawaa Ibni Baaz, 30/43-44) Sebelumnya beliau menyatakan sunah, namun yang ini menyatakan tidak apa-apa, tetapi lebih baik ditinggalkan. 10. Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah: Fatwa pertama: : . Apakah disunnahkan mengusap wajah dengan kedua tangan setelah doa ataukah itu perbuatan bidah? Jawaban Syaikh Rahimahullah: Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Di antara mereka ada yang menganjurkan jika selesai doa dan dia dalam keadaan mengangkat kedua tangannya, hendaknya mengusap wajahnya dengan keduanya. Mereka berdalil dengan hadits dhaif tetapi Ibnu Hajar Rahimahullah mengatakan bahwa hadits tersebut memiliki beberapa jalan yang saling menguatkan satu sama lain, dan kumpulan semuanya telah mencukupi hadits itu menjadi hasan. Di antara ulama ada yang mengatakan tidak usah mengusap wajah dengan kedua tangan, dan hadits-hadits dalam masalah ini dhaif, maka mengusap wajah dengan kedua tangan adalah bidah. Inilah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah. Saya berpendapat hendaknya jangan diingkari orang yang mengusap wajahnya, dan tidak pula diperintahkan untuk mengusap wajah bagi orang yang tidak mengusapnya. (Selesai fatwa pertama). Fatwa kedua: : . Apakah hukum mengusap wajah dengan kedua tangan setelah berdoa? Jawaban Syaikh Rahimahullah: Yang benar adalah tidak disunnahkan mengusap wajah dengan kedua tangan, karena hadits-hadits yang berkenaan hal itu sangat lemah (dhaif jiddan). Tidak bisa berhujjah dengannya dan tidak dapat dikumpulkan satu sama lainnya. Jadi, yang benar adalah mengusap wajah dengan kedua tangan setelah doa adalah bukan sunah. Tetapi manusia tidak melakukannya, dan jangan diingkari orang yang melakukannya, karena sebagian ulama ada yang menyunahkannya. (selesai fatwa kedua) (Lihat keduanya dalam Fatawaa Nuur Alad Darb Lil Utsaimin, Kitab Fatawa Mutafariqaat, Bab Ad Dua, Hal. 50) Fatwa ketiga: : .

:. : . Pertanyaan: Apa hukum mengusap wajah dengan kedua tangan setelah berdoa? Jawaban: Sebagian ulama berpendapat hal itu sunah, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat itu adalah bidah. Perbedaan ini terjadi karena terkait keshahihan hadits yang ada tentang masalah ini. Hadits yang ada menurut Syaikhul Islam adalah palsu (maudhu), yakni dusta atas nama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Saya berpendapat dalam masalah ini bahwa mengusap wajah jangan diingkari, dan orang yang tidak mengusap wajah juga jangan diingkari, inilah sikap yang lebih dekat dengan sunah terhadap orang yang mengusap wajahnya. (Selesai fatwa ketiga) (Lihat Liqaa Al Baab Al Maftuuh, 197/27) 11. Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin Rahimahullah Beliau berkata ketika ditanya hukum mengusap wajah setelah berdoa: : Adapun pertanyaan tentang mengusap wajah, telah terdapat beberapa hadits tentang hal itu namun tidak sepi dari pembicaraan ulama, yang jika semuanya dikumpulkan hadits tersebut menjadi hasan. Al Hafizh Ibnu Hajar telah menghasankannya, dengan terkumpulnya hadits itu bukan secara satu-satu. Berkata Al Hafizh Rahimahullah: Sesungguhnya hadits tersebut telah sampai derajat hasan, sebagaimana yang Beliau kabarkan pada akhir kitab Bulughul Maram. Namun, telah sampai kabar bahwa hal itu dilakukan oleh para sahabat, para imam, para tabiin, dan ulama umat. Telah warid (datang) berita bahwa mereka mengangkat kedua tangan lalu mengusap wajah mereka dengan kedua tangan mereka. Maka, para sahabat telah melakukan perbuatan ini, dan itu menjadi dalil bahwa mereka menguatkan disyariatkannya perbuatan ini. (Syarh Umdatul Ahkam, 21/37) Demikian. Semoga bermanfaat. Wa Shallallahu ala nabiyyina Muhammadin wa Ala Aalihi wa Shahbihi ajmain.

Tentang Farid Nu'man Hasan


Lahir di Jakarta, Juni 1978. Alumni S1 Sastra Arab UI Depok (1996 - 2000). Pengajar di Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri sejak tah... Selengkapnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/01/40008/fatwa-fatwa-ulama-tentangmengusap-wajah-setelah-doa-bidah-atau-sunnah/#ixzz2gpU3UkpF Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

http://www.dakwatuna.com/2013/10/01/40008/fatwa-fatwa-ulama-tentang-mengusap-wajahsetelah-doa-bidah-atau-sunnah/#axzz2ga1Atcr9