Anda di halaman 1dari 14

Prof. DR. Dr. Johanna M.

kandouw, SpPA

Malaria Hati

A. Daerah vena sentrilobuler (vena porta) hepar yang mengalami nekrosis akibat radang berat

A. Sel Kupffer yang mengandung pigmen malaria, B. Infiltrasi sel - sel lemak diantara sel sel hepar

Lepra
(Morbus Hansen) Tipe LL

A B C

C
D

Mikroskopik lepra tipe LL (Terminal Stage, tipe yang terberat)


A. Epidermis Atrofis, B. Daerah bebas radang sub epidermal (clear zone), C. Granuloma (kelompok) sel histiosit, D. Giant Cel Touton (sel datia)

SARAF

A. Granuloma sel histiosit dengan sitoplasma bentuk busa (foamy cytoplasm). B. Saraf yang sudah dikelilingi oleh granuloma

A. Kelenjar keringat (ada lumennya) yang sudah diinfiltrasi oleh granuloma sel histiosit
B. Sel radang limfosit dan histiosit

A. Infiltrasi lapisan perineural saraf disertai laminasi oleh granuloma histiosit, B. Kapiler yang sudah diinfiltrasi oleh granuloma

A
A

A. Kelompokan basil tahan asam (BTA) dalam bentuk globus

A. Epidermis atrofis disertai hiperkeratosis dibagian permukaan, B. Giant cell Touton, C. Granuloma sel histiosit

A. Giant cell Touton, B. Granuloma sel histiosit

A. Daerah lesi aktif berupa granuloma sel histiosit tanpa sitoplasma busa B. Daerah lesi in-aktif berupa granuloma sel hitiosit dengan sitoplasma busa

A. Klpok. Kel. keringat yang telah diinfiltrasi oleh granuloma sel histiosit, B. Saraf, C. Kel. rambut, yang telah dikelilingi oleh granuloma, D. Gran. Sel histiosit