Anda di halaman 1dari 5

Dongkrak Hidrolik dan Pneumatik

Oleh: Alex Achmad Risdian Ade Lucky Satrio Budi Utomo Fandi Sudibyo Nomade Yan Utomo

Cara Kerja
Prinsip kerja dongkrak hidrolik adalah dengan memanfaatkan hukum Pascal, "Tekanan yang diberikan pada suatu fluida dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama rata". Dongkrak hidrolik terdiri dari dua tabung yang berhubungan yang memiliki diameter yang ukurannya berbeda. Masing- masing ditutup dan diisi fluida. Jika mobil diletakkan di atas tabung yang berdiameter besar, maka bila kita memberikan gaya yang kecil pada tabung yang berdiameter kecil tekanan akan disebarkan secara merata ke segala arah, fluida tersebut menuju ke tabung besar tempat diletakkan mobil sehingga mobil dapat terangkat.

Cara Kerja
Dongkrak pneumatik atau dongkrak udara bekerja berdasarkan sistem pegas udara. Sistem ini biasanya menggunakan piston dari bahan karet yang mampu mengangkat beban berat dengan tekanan udara.

Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik


Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan

Sistem pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 7 kgf/cm2 dan menghasilkan output yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, sehingga cocok untuk pekerjaan ringan
Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi sistem hidrolik membutuhkan pompa

Batas temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 70C, sedangkan untuk pneumatik dapat dijalankan hingga 180C