Anda di halaman 1dari 22

HAK ASASI MANUSIA DALAM PANDANGAN ISLAM

Oleh : 1. TITO SETIAWAN NUGROHO 2. MUKHAMAD KHAZIM 3. ADIMAS WAHYU S. P. 4. GUS IHSAN WAHID

Daftar Isi
Latar

Belakang Pengertian Umum HAM Pengertian HAM dalam Islam Sejarah HAM dalam Islam Deklarasi HAM Islam Pandangan Islam Mengenai HAM Implementasi HAM oleh Islam Kesimpulan

Latar Belakang
Masalah

HAM menjadi salah satu perhatian manusia sejagat, sejak pertengahan abad ke 20. Hingga kini, ia tetap menjadi isu aktual dalam berbagai peristiwa sosial, politik, dan ekonomi, di tingkat nasional maupun internasional. Kaum muslim di seluruh dunia, sebagai bagian integral dari masyarakat intenasional mempunyai perhatian yang sungguh-sungguh terhadap isu global ini.

Islam,

seperti yang kita ketahui bersama, adalah ajaran yang dinamis.Sepanjang keberadaannya, Islam telah mengakui dan menghormati harkat dan martabat manusia Tidak berlebih kiranya jika kita mengatakan Islam adalah agama kemanusiaan (religion of humanity)

Pengertian Umum HAM


Hak

asasi manusia atau biasa disingkat HAM merupakan sebuah hal yang menjadi keharusan dari sebuah negara untuk menjaminnya dalam konstitusinya. Melalui deklarasi universal ham 10 desember 1948 merupakan tonggak bersejarah berlakunya penjaminan hak mengenai manusia sebagai manusia

Pengertian HAM Dalam Islam


Hak

asasi dalam Islam berbeda dengan hak asasi menurut pengertian yang umum dikenal. Sebab seluruh hak merupakan kewajiban bagi negara maupun individu yang tidak boleh diabaikan. Rasulullah saw pernah bersabda: "Sesungguhnya darahmu, hartamu dan kehormatanmu haram atas kamu." (HR. Bukhari dan Muslim). Maka negara bukan saja menahan diri dari menyentuh hak-hak asasi ini, melainkan mempunyai kewajiban memberikan dan menjamin hakhak ini.

Islam

tidak hanya menjadikan itu kewajiban negara, melainkan negara diperintahkan untuk berperang demi melindungi hak-hak ini. Dari sinilah kaum muslimin di bawah Abu Bakar memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. "Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukannya di muka bumi, niscaya mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat maruf dan mencegah perbuatan munkar. Dan kepada Allah-lah kembali semua urusan." (QS. 22: 4)

Sejarah HAM dalam Islam

fakta telah membuktikan, bahwa risalah Islam (sejak

permulaannya kota suci Mekah sudah memasukkan hak-hak


asasi manusia dalam ajaran-ajaran dasarnya bersamaan dengan penekanan masalah kewajiban manusia terhadap sesamanya

Oleh karenanya, kita dapat menemukan di berbagai surat


dalam Kitab Suci Al Qur`an yang diturunkan pada awal-awal periode Mekah, yang berbicata tentang pengutukan terhadap berbagai bentuk pelanggaran hak-hak asasi manusia yang

berlaku pada masa itu. Al Qur`an tidak hanya mengutuk


berbagai pelanggaran hak-hak asasi manusia yang terjadi pada masa itu, tetapi juga memberikan motivasi secara positif kepada manusia untuk menghargai hak-hak tersebut.

Hal ini sebagaimana difirmankan Allah S.W.T : "Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh(Q.S. At-Takwir : 89) "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin" (Q.S. Al-Ma`un : 1-3) "Dan tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan" (Q.S. AlBalad : 12-13)

Nabi

kehidupannya merupakan praktik nyata dari kandungan Al-Qur`an, sejak awal kenabiannya telah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap hak-hak asasi manusia ini. Setelah beliau hijrah ke kota Madinah dan mendirikan secara penuh suatu negara Islam sesuai dengan petunjuk Illahi, maka beliau segera menerapkan program jangka panjang untuk menghapus segala bentuk tekanan yang ada terhadap hak-hak asasi manusia.

Muhammad S.A.W. yang

Deklarasi HAM Islam


untuk menandai permulaan abad ke-15 Era Islam, bulan September 1981, di Paris (Perancis), telah diproklamasikan Deklarasi HAM Islam Sedunia. Deklarasi ini berdasarkan Kitab Suci Al-Qur`an dan As-Sunnah serta telah dicanangkan oleh para sarjana muslim, ahli hukum, dan para perwakilan pergerakan Islam di seluruh dunia.

Deklarasi HAM Islam Sedunia itu terdiri dari Pembukaan dan 22 macam hak-

hak asasi manusia yang harus ditegakkan, yakni mencakup :


1. Hak Hidup 2. Hak Kemerdekaan 3. Hak Persamaan dan Larangan terhadap Adanya Diskriminasi yang Tidak Terizinkan 4. Hak Mendapat Keadilan 5. Hak Mendapatkan Proses Hukum yang Adil

6. Hak Mendapatkan Perlindungan dari Penyalahgunaan Kekuasaan


7. Hak Mendapatkan Perlindungan dari Penyiksaan 8. Hak Mendapatkan Perlindungan atau Kehormatan dan Nama Baik 9. Hak Memperoleh Suaka (Asylum) 10. Hak-hak Minoritas

11. Hak dan Kewajiban untuk Berpartisipasi dalam Pelaksanaan dan Manajemen Urusan-urusan Publik 12. Hak Kebebasan Percaya, Berpikir, dan Berbicara 13. Hak Kebebasan Beragama 14. Hak Berserikat Bebas 15. Hak Ekonomi dan Hak Berkembang Darinya 16. Hak Mendapatkan Perlindungan atas Harta Benda 17. Hak Status dan Martabat Pekerja dan Buruh 18. Hak Membentuk Sebuah Keluarga dan Masalah-masalahnya 19. Hak-hak Wanita yang Sudah Menikah. 20. Hak Mendapatkan Pendidikan 21. Hak Menikmati Keleluasaan Pribadi (Privacy) 22. Hak Mendapatkan Kebebasan Berpindah dan Bertempat Tinggal

Pandangan Islam mengenai HAM


HAM yang dijamin oleh Islam seperti yang diatur dalam al-Qur'an sebagai sumber dan dasar ajaran Islam bagi manusia. HAM dasar terdapat dalam al-Quran terdiri dari : Hak atas keselamatan jiwa. Dalam Islam jiwa seseorang sangat dihormati dan keberadaannya harus dipelihara (hifd al-nafs), sebagaiman firman Allah dalam al-Qur'an Surat (Q.S Al-Isra'/15 :33) yaitu membunuh orang hanya dibolehkan karena ada alasan yang benar, misalnya qishas bagi orang yang terbukti membunuh orang lain dengan sengaja. Pengamanan hak milik pribadi (Q.S. Al-Baqarah/2 :181). Keamanan dan kesucian kehidupan pribadi (Q.S. An-nur/24 :27) Hak untuk memperoleh keadilan hukum (Q.S. :) Hak untuk menolak kezhaliman (Q.S. An-Nisa'/4 :148)

Hak untuk melakukan al-amru bi al-ma'ruf wa al-nahyu 'an almunkar, yang didalamnya juga mencakup hak-hak kebebasan memberikan kritik (Q.S. Al-A'raf/7 :165 dan Q.S. Al-Baqarah/2 :110). Kebebasan berkumpul demi tujuan kebaikan dan kebenaran. Kebebasan berkumpul ini berkaitan dengan hak asasi pada huruf (f), yakni tujuan untuk menegakkan yang ma'ruf dan mencegah yang munkar. Hak keamanan dari penindasan keagamaan. Banyak sekali ayat al-Qur'an yang melarang pemaksaan, saling bertikai karena perbedaan agama, salah satunya adalah (Q.S. Ali Imran/3 :100 ). Hak untuk tidak menerima tindakan apapun tanpa ada kejahatan yang dilakukannya. Dengan kata lain seorang harus dianggap tidak bersalah, jika ia belum terbukti melakukan kejahatan. Hak memperoleh perlakuan yang sama dari negara dan tidak melebihkan seseorang atas orang lain (Q.S. Al-Qashash/28 :4).

Implementasi HAM oleh Islam

Ajaran Islam tentang HAM di atas telah diaktualisasikan dalam kehidupan bermasayarakat pada zaman Nabi Muhammad saw dan Khulafaur Rasyidin (empat khalifah pertama) seperti tersirat dalam beberapa Sunnah dan tradisi sahabat berikut ini. Perjanjian Rasulullah dengan golongan Kristen Najran : "Dari Muhammad Sang Nabi kepada Abu Harits, uskup Najran, pendeta-pendeta, rahib-rahib, orang-orang yang hidup di gereja-gereja mereka dan budak-budak mereka; semunya akan berada dibawah lindungan Allah dan nabinya; tidak ada uskup yang diberhentikan dari keuskupannya, tidak ada rahib yang yang akan diberhentikan dari biaranya dan tidak ada pendeta yang akan diberhentikan dari posnya, dan tidak akan terjadi perubahan dalam hak-hak yang mereka telah nikmati sejak lama. Ibid. , hal. 14.

1.

2.

Petuah Rasulullah SAW kepada seorang wanita yang datang berkonsultasi kepadanya atas anjuran Usamah (Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Juz 15. Kitab Hudud (Bairut: Dar Fikri)

3.

Persetujuan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya: Dalam peristiwa perang badar, Nabi memilih suatu tempat khusus yang dianggap pantas untuk menyerang musuh.

Kesimpulan
Hak

asasi manusia dapat dimaknai sebagai suatu nilai yang mendasar yang diinginkan seseorang untuk melindungi dirinya Hak asasi manusia memperoleh landasan dalam Islam yaitu Tauhid ( mengesakan Tuhan) oleh karena itu ajaran tauhid berimplikasi pada keharusan prinsip kesamaan , persaudaraan dan keadilan Dalam implementasinya, Nabi Muhamad telah mencontohkan ajaran Islam tentang HAM pada para sahabatnya. Oleh karena itu, diharapkan kaum muslimin yang hidup di jaman sekarang hendaknya tetap mencontoh perilaku Nabi agar tercipta Islam yang damai

Anda mungkin juga menyukai