Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kimia Amami

Analisa Penetapan Kadar Air Metode Titrasi

Disusun Oleh : Nama Kelas Semester Nim : Novita Dyah Bintari : Non Reguler : IV : P278340110062

Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surabaya Tahun Ajaran 2013

Analisa Penetapan Kadar Air Metode Titrasi ( Titrasi Karl Fischer )

Merupakan salah satu metode analisa kadar air secara tirasi langsung,yaitu dengan cara mentitrasi sampel/contoh uji basah dengan larutan iodin dalam metanol dengan bantuan pereaksi Karl Fischer . Pada metode titrasi,terdapat dua macam jenis metode,yaitu: metode volumetrik dan metode coulometric. 1. Volumetrik: Larutan yodium ditambahkan ke dalam pelarut yang mengandung sampel. Jumlah yodium equivalen dengan jumlah air. 2. Columetri. Yodium tidak dititrasi tapi dihasilkan dari proses oksidasi Iodida pada anoda dengan bantuan elektroda.Penentuan kadar air dilakukan dengan mengukur total muatan(Coulomb) Prinsip kerja dari cara ini yaitu didasarkan atas adanya reaksi reduksi Iodin oleh Sulfur dioksida (SO2) dalam air dan basa yaitu piridin dengan memakai pereaksi Karl Fischer (terdiri dari larutan Yod, belerang dioksida dan piridin dalam methanol anhydrous). Reaksi reduksi iodin akan berlangsung sampai air habis(titik akhir titrasi) yang ditunjukkan munculnya warna coklat akibat kelebihan iodin. Reaksi yang terjadi: C5H5N.I2 + C5H5N.SO2 + C5H5N + H2O 2C5H5N.HI + C5H5N.SO3 C5H5N.SO3 + CH3OH C5H5N(H)SO4.CH3 + I2 warna coklat
Keterangan : Selama masih ada kandunagan air dalam sampel, iodin akan bereaksi,tetapi setelah air habis, maka iodin akan bebas. Titrasi dihentikan pada saat timbul warna iodine bebas. Untuk memperjelas pewarnaan maka dapat ditambahkan methylen blue dan pada akhir titrasi akan memberikan warna hijau. I2 dengan methylen blue akan berubah warnanya menjadi hijau.

Titran yang digunakan adalah pereaksi Karl Fischer (campuran iodin, sulfur dioksida, dan pridin dalam larutan metanol). Sebelum digunakan oleh karena itu sebelum digunakan pereaksi harus selalu distandarisasi dengan air kristal dan sodium asetat hidrat,karena pereaksi karl fischer pada metode ini sangat tidak stabil dan peka terhadap uap air . Metode ini dapat digunakan untuk analisis kadar air bahan pangan yang mempunyai kandungan air sangat rendah (seperti minyak/lemak, gula, madu, dan bahan kering). Metode Karl Fischer juga dapat digunakan untuk mengukur kadar air konsentrasi 1 ppm. Kelebihan dari Metode Titrasi Karl Fischer,antara lain: Memiliki akurasi dan presisi tinggi Selektivitas untuk air Membutuhkan Jumlah sampel kecil Persiapan sampel Mudah Waktu analisis singkat Rentang pengukuran hampir tak terbatas (1ppm sampai 100%)