Anda di halaman 1dari 1

1. Anodontia a.

Definisi Merupakan suatu anomali kongenital dimana semua gigi primer/tetap tidak terbentuk sama sekali dan merupakan suatu kelainan yang sangat jarang terjadi. oligodontia.1 Dikatakan sebagai hypodontia adalah 20 dan gigi permanent sebanyak 32.5 b. Prevalensi Angka kejadian untuk Hypodontia adalah 15 %, sementara untuk oligodontia adalah 0.1-1 %, dan anodontia sangat jarang terjadi.6 c. Etiologi Penyebab anodontia, baik total maupun parsial, adalah berhubungan dengan faktor genetika, faktor lingkungan, dan terkadang ditemukan sebagai bagian dari suatu sindrom (kelainan yang disertai dengan berbagai gejala yang timbul secara bersamaan) : Ectodermal Dysplasia Syndrom, Sotos Syndrome, Goltz Gorlin Syndrome, dan lain-lain.1.5 d. Gejala Klinis Ditandai dengan tidak terbentuknya semua gigi dan lebih sering pada gigi tetap dibanding gigi sulung. Pada hypodontia yang paling sering tidak terbentuk yaitu gigi premolar 2 rahang bawah, insisivus 2 rahang atas dan premolar 2 rahang atas.
1,2,3

Sedangkan bila yang

tidak terbentuk hanya beberapa gigi saja, keadaan tersebut disebut hypodontia atau bila 1-6 gigi tidak terbentuk, sedangkan oligodontia bila > 6 gigi tidak terbentuk.4 Dalam keadaan normal jumlah gigi dasar/susu

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

e. Klasifikasi f. Impacted Teeth Malocclussion Debris Calculus Plaque Dental Decay Pulpitis Periodontitis Ginggivitis