Anda di halaman 1dari 3

B. Etiologi Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Nemalthelmintes Ascaris lumbricoides.

.1

Manusia

merupakan

satu-satunya

hospes

Ascaris

lumbricoides.

1. Morfologi dan Daur Hidup

Cacing jantan berukuran 10-30 cm, sedangkan yang betina 22-35 cm. stadium dewasa hidup di rongga usus muda. Seekor cacing betina dapat bertelur sebanyak 100.000-200.000 butir sehari; terdiri dari telur yang dibuahi dan yang tidak dibuahi. Telur yang dibuahi, besarnya kurang lebih 60 x 45 mikron dan yang tidak dibuahi 90 x 40 mikron. Dalam lingkungan yang sesuai, telur yang dibuahi berkembang menjadi bentuk infektif dalam waktu kurang lebih 3 minggu.1

Siklus hidup Ascaris Lumbricoides dimulai sejak dikeluarkannya telur oleh cacing betina di usus halus dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Telur ini dapat bertahan hidup karena partikel tanah melekat pada dinding telur yang dapat melindunginya dari kerusakan. Dengan kondisi yang menguntungkan seperti udara yang hangat, lembab, tanah yang terlindung matahari, embrio akan berubah dalam telur menjadi larva yang infektif. Umur cacing dewasa kurang lebih satu tahun. 2 Bentuk infektif ini, bila tertelan oleh manusia, menetas di usus halus. Larvanya menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau saluran limfe, lalu dialirkan ke jantung, kemudian mengikuti aliran darah ke paru. Larva di paru menembus dinding pembuluh darah, lalu dinding alveolus, masuk rongga alveolus, kemudian naik ke trakea melalui bronkiolus dan bronkus. Dari trakea larva ini menuju ke faring, sehingga menimbulkan rangsangan pada faring. Penderita batuk karena rangsangan ini dan larva akan tertelan ke dalam esophagus, lalu menuju ke usus halus. Di usus halus larva berubah menjadi cacing dewasa. Sejak telur matang tertelan sampai cacing dewaasa bertelur diperlukan waktu kurang lebih 2 bulan.1

1.

Margono, Sri S., Abidin, S. Alisah N. Nematoda Usus. Dalam : Gandahusada, S., Ilahude, H. Herry D., Pribadi, W., penyunting. Parasitologi Kedokteran. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 2004.h.8-10.

2.

Pasaribu S, Lubis CP. Askaris (Infeksi Cacing Gelang). Dalam: Soedarmono SSP, Garna H, Hadinegoro SRS, Satari HI, penyunting. Buku ajar infeksi & pediatric tropis. Edisi 2. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia;2008.h.370-375.