Anda di halaman 1dari 7

PENGAMANAN BERBASIS BIOMETRIKA BIOMETRIKA MULTIMODAL

Oleh :

Charaka

1104505019

JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA

2013
Biometrika Multimodal 1. Pengertian Biometrika Multimodal Biometrika multimodal adalah sistem biometrika yang menggunakan gabungan (fussion) dua atau lebih karakteristik biometrika, seperti menggabungkan sidik jari dan wajah, menggabungkan telapak tangan, sidik jari dan geometri tangan, dan penggabungan lainnnya. Dalam sistem biometrika multimodal terdapat tiga isu penting menyangkut proses penggabungan, yaitu mode operasi penggabungan, level penggabungan dan skenario penggabungan. 2. Mode Operasi Biometrika Multimodal Berikut adalah tiga mode operasi untuk menggabungkan karakteristik biometrika. 1. Mode Serial Pada mode ini salah satu karakteristik digunakan untuk menyaring kecil identitas pengguna yang miri dari keseluruhan identitas pengguna pada database, karakteristik yanglaiinya diterapkan pada sejumlah kecil database untuk mengidentifikasi pengguna asli 2. Mode Paralel Pada metode ini, karakteristik biometrik yang ada digunakan secara bersamaan 3. Mode Hierarki Pada mode ini, karakteristik biometrika dikombinasikan seperti struktur pohon 3. Level Penggabungan Berikut adalah tingkat penggabungan(level of fusion) pada biometrika multimodal. 1. Penggabungan pada tingkat vektor ciri Data dari setiap karakteristik biometrika digabungkan pada vektor ciri. Sanfak memungkinkan untuk menjumlahkan vekor hasil ekstraksi ciri menjadi vektor tunggal(single). 2. Penggabungan pada tingkat skor (confidence or rank level) Skor didapatkan dari pemberian bobot pada setiap karakteristik biometrika. Lalu bobot tersebut ditotalkan sehingga mendapatkan hasil. Setelah itu

dilakukan proses pencocokan yang akan menghasilkan skor kesamaan untuk masing masing karakteristik biometrika 3. Penggabungan pada tingkat abstrak(abstrac level) atau pada tingkat keputusan(decission level). Setiap sistem biometrika melakukan pengenalan dari masing masing karakteristik, kemudian skema voting(suara terbanyak) dapat digunakan untuk keputusan akhir. Penggabungan model ini pada umumnya digunakan bila ada lebih dari 2 karakteristik biometrika

4. Skenario Sistem Biometrika Multimodal

1) 2) 5)

3) 4)

Sistem biometrika multimodal yang bertujuan mendapatkan ciri yang berbeda dapat dirancang untuk beroperasi seperti gambar diatas. Berikut adalah penjelasan dari masing masing gambar diatas. 1. Penggabungan menggunakan banyak sensor (informasi didapat dari banyak sensor yang menghasilkan ciri yang berbeda) 2. Penggabungan menggunakan banyak biometrika (informasi didapatkan dari beberapa karakteristik biometrika yang ada) 3. Menggunakan banyak unit biometrika (informasi didapat dari unit yang serupa)

4. Menggunakan banyak pengambilan (informasi didapat dari kesan yang berbeda) 5. Menggunakan banyak algoritma pemisahan ciri dan pencocokan untuk biometrika tunggal. Skenario tersebut memiliki keukurangan dan kelebihan masing masing, misal. 1. Operasi pertama memiliki kelebihan menggabungkan vektor yang tidak saling ketergantungan namun membutuhkan banyak sensor 2. Operasi ke dua dan ke tiga lebih akurat karena pada operasi ini pengamanan di cek kembali menggunakan karakteristik yang berbeda namun dengan identitas yang sama. Operasi ini sedikit merepotkan karena pengambilan karakteristik biometrika yang berbeda. 3. Operasi ke empat dan lima lebih hemat biaya namun tidak seakurat operasi ke dua dan tiga

5. Contoh Penggunaan Biometrika Multimodal Pengembangan Sistem Informasi Pendaftaran Dan Pemutakhiran Pemilih Dengan Otentikasi Identitas Berbasis Biometrika Wajah Dan Sidik Jari Di Kpud Kabupaten Gresik. Pelaksanaan Pemilukada menyisakan isu-isu yang terkait proses

pendaftarandan pemutakhiran data pemilih, seperti: keberadaan pemilih ganda, pemilih yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan, serta pemilih yang kehilangan hak suara karena tidak terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Penelitian ini mengusulkan dua gagasan perbaikan proses penyusunan DPT. Pertama, efisiensi dan efektifitas proses penyusunan DPT dapat diusahakan dengan mewujudkan sebuah sistem informasi yang menunjang kegiatan tersebut. Kedua, duplikasi dan penyalahgunaan identitas pemilih dapat dieliminir dengan mengharuskan orang yang bersangkutan hadir pada proses pemeriksaan identitas melalui system biometrika. Penelitian ini akan mengembangkan sebuah software Sistem Informasi Pendaftaran dan Pemutakhiran Pemilih (SITARLIH) yang mampu mengotomasi,

menyederhanakan, dan mempercepat keseluruhan proses penyusunan DPT serta menekan duplikasi dan penyalahgunaan identitas dengan mekanisme otentikasi identitas pemilih berbasis biometrika wajah dan sidik jari. Dengan biometrika

multimodal diharapkan akan didapatkan tingkat pengenalan yang lebih baik dibanding unimodal. Pengembangan software tersebut menggunakan siklus pengembangan software berbasis komponen model V yang diusulkan oleh Ivica Crnkovic berdasarkan pertimbangan penggunaan dua Software Development Kit (SDK) biometrika komersial, yaitu: Luxand FaceSDK dan Griaule Fingerprint SDK, untuk membangun sistem biometrika multimodal wajah dan sidik jari. Hasil ujicoba menggunakan database wajah CASIA-Face5 dan database sidik jari CASIAFingerprint5 menunjukkan bahwa penggunaan cascade wajah sidik jari mampu meningkatkan akurasi identifikasi pemilih terdaftar/deteksi pemilih ganda hingga mencapai 97%, lebih tinggi 5% dari penggunaan biometrika wajah saja, dengan kompensasi peningkatan waktu pemrosesan rata-rata hingga mencapai 130%. Sebaliknya, cascade sidik jari wajah mengalami penurunan akurasi deteksi pemilih ganda hingga mencapai 93%, lebih rendah 4% dari penggunaan biometrika sidik jari saja tetapi peningkatan rata-rata waktu pemrosesannya hanya 4%. Ditinjau dari segi kecepatan, mode operasi penggabungan cascade sidik jari wajah lebih unggul, tetapi dari segi akurasi deteksi pemilih ganda cascade wajahsidik jari lebih baik.

5.1. Metode Penelitian

Pengembangan SITARLIH menggunakan siklus Component-Based Software Development (CBSD) model V (Gambar diatas) yang diusulkan oleh Ivica Crnkovic terkait dengan penggunaan SDK Biometrika. Ruang lingkup penelitian tidak termasuk tahap Operation & Maintenance karena tahap ini merupakan kegiatan inspeksi dan pemeliharaan berkelanjutan terhadap sistem yang telah diimplementasikan, termasuk didalamnya upgrade SDK versi terbaru.

5.2. Simpulan Penelitian Software SITARLIH hasil penelitian ini, mampu mengorganisir data pemilih sehingga tidak tercecer, memudahkan penelusuran kembali data lama, serta mempercepat proses penyusunan laporan dan rekapitulasi jumlah pemilih terdaftar dan TPS. Laporan dan rekapitulasi tersebut sangat diperlukan untuk perencanaan anggaran terkait kebutuhan personel dan logistik pemilu. Software SITARLIH hasil penelitian ini, selain dapat membantu KPUD Gresik dalam usaha peningkatkan efisiensi dan efektifitas proses penyusunan DPT, dapat juga dijadikan sebagai mekanisme otentikasi identitas pemilih yang mampu menekan duplikasi dan penyalahgunaan identitas melalui sistem biometrika wajah dan sidik jari. Hasil uji coba menunjukkan bahwa penggunaan sistem biometrika multimodal wajah dan sidik jari melalui penggabungan pada tingkat score/rank dengan mode operasi cascade wajah sidik jari dapat meningkatkan akurasi identifikasi pemilih terdaftar (deteksi pemilih ganda) hingga mencapai 97%, lebih tinggi 5% dari penggunaan biometrika wajah saja dengan kompensasi peningkatan waktu pemrosesan, rata-rata hingga mencapai 130%. Sebaliknya, cascade sidik jari wajah mengalami penurunan deteksi pemilih ganda hingga mencapai 93%, lebih rendah 4% dari penggunaan biometrika sidik jari saja, sedangkan peningkatan rata-rata waktu pemrosesannya hanya 4%. Ditinjau dari segi kecepatan, mode operasi penggabungan cascade sidik jari wajah lebih unggul, tetapi dari segi akurasi deteksi pemilih ganda cascade wajah sidik jari lebih baik. Di sisi lain, terdapat potensi pemangkasan waktu pemrosesan pada.

Daftar Pustaka

Darma,Putra (2009). Konsep Dasar, Teknik Analisis Citra, dan Tahapan Membangun Aplikasi Sistem Biometrika. Denpasar:Andi Publisher. Anonim. http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-17045-Paper-pdf.pdf diakses pada tanggal 5 oktober 2013