Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN 5 PRAKTEK MESIN-MESIN LISTRIK MOTOR DC SHUNT

OLEH: TRI ISRA JANWARDI 16388/10

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013

PRAKTIKUM MESIN-MESIN LISTRIK

MOTOR DC SHUNT I. Tujuan 1. Mahasiswa mampu mengukur dan menganalisis karaktersitik motor DC shunt. II. Teori Karakteristik yang diukur yaitu karakteristik torsi (misal: torsi sebagai fungsi kecepatan) dan karakteristik efisiensi (efisiensi sebagai fungsi daya output). Belitan penguat medan pada motor DC shunt terhubung jajar dengan belitan jangkar . Seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Tahanan Rv digunakan kalau seandainya dikehendaki pengaturan arus medan. Tetapi di dini harus diperhatikan bahwa pada arus medan yang lemah, kopel putar motor shunt akan berkurang. Dalam praktek jika arus medan dibuat konstan, maka kecepatan putar motor hampir tidak dipengaruhi oleh penambahan beban (80%) dari kecepatan putaran normal.

III. Alat dan Bahan 1. M 2. G 3. TG 4. 5. 6. 7. 8. = Torsi meter listrik MV 100 = Mesin DC 120 = Tachometer generator MV 153 = Starter MV 130 = Shunt rheostat TS 500/440 = Reistor beban TB 40 = Ammeter 12 A = Ammeter 1 A
1

TRI ISRA JANWARDI (16388/10)

PRAKTIKUM MESIN-MESIN LISTRIK

9. V 10. S

= Voltmeter 300 V = Switch TO 30

IV. Gambar Rangkaian

Gambar 1. Rangkaian Percobaan Praktek V. Langkah Kerja 1. Merangkai dan menjalankan mesin. a. Hubungkan torsi meter sebagai generator dan mesin DC MV 120 sebagai motor sesuai dengan diagram rangkaian. b. Catat spesifikasi generator DC seperti ditunjukkan pada rating plate. Rating ini tidak boleh dilampaui selama percobaan. c. Dosen atau teknisi mencek rangkaian percobaan. d. Cek switch S pada posisi off, starter terhubung, dan shunt rheostat maksimum. e. Hidupkan switch tegangan DC variabel dan konstan. Naikkan tegangan DC variabel DC ke 220 V. pada posisi start sehingga semua tahanan pada posisi dimana dicapai arus penguatan

TRI ISRA JANWARDI (16388/10)

PRAKTIKUM MESIN-MESIN LISTRIK

f. Perlahan-lahan matikan starter

dan lihat bahwa kecepatan meningkat. Ketika

tahanan starter fully off (operating position) motor akan mencapai kecepatan 1300 rpm. 2. Pengukuran karakteristik efisiensi = dan karakteristik torsi M=f(n) torsi M dan putaran (n)

a. Atur tegangan DC variabel ke 220 V. Catat U, b. Cek resistor beban

pada posisi arus beban minimum, hidupkan switch S.

c. Variasikan beban dengan resistor beban dengan perubahan 1 A sehingga arus bervariasi dari minimum sampai arus rating. U harus konstan 220 V. Catat U, , torsi M dan putaran (n) untuk masing-masing nilai . 3. Pengaturan shunt (misal:pengaturan kecepatan dengan shunt resistor a. Atur resistor beban pengukuran. b. Variasikan kecepatan dengan hati-hati shunt rheostat mulai 100 rpm sampai )

sehingga torsi 4 Nm, harga ini harus tetap selama

2200 rpm dengan kenaikan 100 rpm. U harus tetap konstan 220 V. Catat U, dan n untuk masing-masing nilai. Cek bahwa torsi 4 Nm. VI. A. Hasil Pengamatan Tabel 1. Karakteristik berbeban ( ) ) Pengukuran T (Nm) 0 1 2 3 4 5 VIII. Referensi 0 220 220 220 220 0 80 130 168 210 0 2 3,8 5,2 6,6 n (rpm) 0 1200 1200 1200 1200 0 251.2 477.28 653.12 828.96 Perhitungan (%) 0 110 67.69 52.38 41.90 0 0 0 0 0

TRI ISRA JANWARDI (16388/10)

PRAKTIKUM MESIN-MESIN LISTRIK

Tim Labor Mesin Listrik. (2012). Jobsheet Praktikum Mesin Listrik Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro.Padang: Jurusan Teknik Elektro FT-UNP

TRI ISRA JANWARDI (16388/10)

Anda mungkin juga menyukai