Anda di halaman 1dari 4

MULTILOCULAR RADIOLUSENSI Odontogenik keratosis Umur: Dewasa gender: tidak diketahui Manifestasi klinis dan radiografi: odontogenik keratosis

mungkin adalah bentuk lesi yg paling umum yg menimbulkan gambaran radiolusensi yang meluas pd mulut. Telah termasuk dalam diagnosis banding dari pericoronal dan inter radikuler radiolusensi karena sering terlihat hubungan diantara keduanya. Pada keratosis multilocular, secara umum manifestasi klinisnya meluas. Bagian posterior dan ramus mandibula adalah area yg paling sering terlibat. Lesi bersifat agresif dan jika tidak diobati , maka akan merusak tulang secara luas. Kortikal yg meluas sering terlihat; namun bagian luarnya dapat terjadi perforasi. Saat multipel keratosis terdeteksi, pemeriksaan kulit untuk sel basal nevi dan gambaran radiografi dari dada atau demonstrasi dari tulang rusuk yg dibelah dua harus dilakukan. Gambaran mikroskopik lumen kista biasanya terdiri dari keratin. Lapisan Epitel squamous bertingkat memiliki lapisan para-keratin yg berkerut, sebuah lapisan spinous yg dilemahkan, dan sebuah lapisan dasar terpolarisasi dengan tanpa formasi rete-ridge. Bagaimanapun, epitel bulbous invaginasi yg meluas menjadi dinding fibrous yang dimana akan berfloriferasi dan meningkat menjadi kista satelit. Beberapa keratosis dilapisi oleh epitel synthesizing orthokeratin. Diagnosis banding Sebuah multilokular radiolusensi yang mewakili keratosis harus dibedakan dengan semua lesi lainnya yg terdaftar pada bagian ini. Jika sebuah gigi impaksi muncul pada suatu hubungan dengan radiolusensi, lesi tersebut odontogenik dan disebut pericoronal radiolusensi yang pasti menjadi diagnosis bandingnya. Aspirasi biasanya memberikan hasil yang negatif terhadap keratosis karena terisi oleh lebih banyak keratin kaseosa daripada cairan. PENATALAKSANAAN Terapi awal harus dilakukan enucleasi dan kuretase secara cermat. Rasio kekambuhan dari multilokular keratosis besar adalah lebih dari 50%, dimana kekambuhan pada lesi yang lebih kecil dari 2cm adalah kurang dari 30%. Variasi dari orthokeratinisasi jarang kambuh setelah kuretase. Kambuhnya kista dapat dilakukan kuretase ulang or dilakukan eksisi secara en bloc.

Referensi

Kista Botryoid odontogenik Umur: tidak diketahui Gender: tidak diketahui

Manifestasi klinis dan radiografi: Kista botryoid odontogenik adalah lesi yang jarang dan mirip dengan a cluster of grapes. Terbentuk di pusat tulang dan pada radiografi mungkin tampak unilokular atau multilokular. Sebuah daerah jaringan lunak dengan lesi ini telah diobservasi dengan baik.. perluasan tersebut telah diamati pada pusat lesi. Asal dari kista ini masih belum diketahui, kemungkinan masih golongan odontogenik. Secara mikroskopik, terlihat sangat mirip seperti gingiva dan kista periodontal lateral.

Gambaran mikroskopik Lesi nya berbentuk multikista, dan setiap rongga kista terpisah dengan yang lain oleh septae fibrous. Lapisan epitelium berbentuk cuboid atau squamous, yang kemudian menjadi 1 atau 2 sel tebal. focal acanthotic membersihkan sel cluster yang secara acak berserakan pada lapisan, kesamaan yang ditemukan dengan kista periodontal lateral dan bukan gambaran pathogomonic dari kista botryoid.

Diagnosis Banding Kista yang tidak biasa secara radiografi menyerupai kista periodontal lateral; saat berbentuk multilokular atau scalloped,maka tidak akan bisa dibedakan dengan lesi lain pada bagian ini.

Perawatan Enuakleasi adalah perawatan yang tepat. Walaupun tidak umum, kista tersebut dapat timbul kembali.

REFF

Kista glandular odontogenik Umur: dewasa Gender: -

Manifestasi klinis dan gambaran radiografi glandular atau kista sialo-odontogenik adalah lesi pusat pada rahang yang berasal dari sisa sisa epithelial odontogenik, dimana merupakan perbedaan dari glandular. Kista ini dapat berkembang, meskipun sebuah kista periodontal apikal jarang mengandung beberapa sel mukus sekret pada lapisannya. Seperti kebanyakan kista odontogenik lainnya, begitu juga dengan gambaran histologis glandular dimana tanpa adanya gejala dan dapat muncul dengan beragam bentuk radiologi, berkiar dari unilokular hingga multilokular; semua menunjukan gambaran yang jelas, corticated border. Yang pasti, lesi awal mungkin hanya unilokular kemudian menjadi racemose dengan pertumbuhan yang progresif. Beberapa kista glandular odontogenik adalah perikoronal, meskipun kebanyakan tidak. Pertumbuhan mungkin berjalan terus menerus dan lambat, dimana kista ini dapat mencapai ukuran yang besar. Pada bagian anterior dari mandibula mengarah ke tempat asal lebih sering daripada maksila.

Gambaran mikroskopik Perbedaan glandular dari segi histologi adalah apa yang membedakan kista ini dengan kista odontogenik lainnya. Lapisannya sering kali berliku liku dan terdiri dari epitel stratified squamos non keratinasi. Penggolongan menjadi kista multiple confluent tidak umum terjadi. Karakteristiknya, foci dari mucous metaplasia bertemu tanpa dinding kista and organization like clusters tanpa lapisan spinous telah diamati. Sel musin tersebut siap diselimuti oleh mucin.. beberapa sel permukaan yang berhadapan dengan lumen berbentuk kuboid atau columnar.

Diagnosis banding

Secara radiografis, kista glandular odntogenik memperlihatkan loculations yang besar ketika berbentuk multilokular dan oleh karena itu dia menyerupai keratosis, ameloblastoma, kista tulang aneurysmal, dan giant granuloma. Secara mikroskopik, kista yang highly loculated dapat membingungkan dengan pusat mucoepidermoid carcinoma dari rahang.

Perawatan Kuretase bedah adalah pendekatan yang paling sering dilakukan. Jumlah laporan kasus terlalu sedikit untuk menentukan rasio dari kekambuhan kista ini.

REFFF