Anda di halaman 1dari 24

STEP 5

1.Pengertian epidemiologi

Merupakan salah satu bagian dari ilmu kesehatan masyarakat yang menekankan perhatiannya terhadap keberadaan penyakit atau masalah kesehatan lainnya dalam masyarakat. Disamping itu epidemiologi dapat pula diartikan sebagai ilmu tentang distribus(penyebaran) dan determinan(factor penentu) masalah kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pembuatan perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah kesehatan. (pengantar epidemiologi,M.N. bustan) ; Ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit menular pd manusia &
faktor2 yg dpt mempengaruhi penyebarannya. (KBBI) ; Suatu cara untuk meneliti penyebaran penyakit atau kondisi kesehatan penduduk termasuk faktor2 yang menyebabkannya. (Ensiklopedia Nasional Indonesia) ; Cabang ilmu kedokteran yg menyelidiki penyebab2 & cara pengendalian wabah2. (Websters New World Dictionary of the American Language) (Budioro B.2007.Pengantar Epidemiologi.Semarang:Badan Penerbit Undip)

KLASIFIKASI:
a
Epid. Klasik: mempelajari tentang penyakit menular wabah serta terjadinya penyakit.

Epid. Modern: bersifat analitik, tidak hanya terbatas penyakit menular wabah. Dapat diterapkan juga untuk penyakit menular bukan wabah, penyakit tidak menular, serta masalah-masalah lainnya.

Batasan epidemiologi
a
Mencakup semua penyakit

Baik penyakit infeksi dan non infeksi, seperti kanker, penyakit kekurangan gizi (malnutrition), kecelakaan lalu lintas/ kerja, sakit jiwa. Pada Negaranegara maju mencakup kegiatan pelayanan kesehatan.

Populasi Epidemiologi memusatkan perhatiannya pada distribusi penyakit pada populasi (masyarakat) atau kelompok

Pendekatan ekologi Frekuensi dan distribusi penyakit dikaji dari latar belakang pada keseluruhan lingkungan manusia baik lingkungan fisik, biologis maupun social. Hal inilah yang dimaksud pendekatan ekologis. Terjadinya penyakit pada seseorang dikaji dari manusia dan total lingkungannya. (Soekidjo, IKM)

factor-faktor epidemiologi
(1

yang

mempengaruhi

strategi

paradigma kesehatan menurut H. L. Blum terdapat hubungan 4 faktor utama: factor genetic : paling kecil pengaruhnya terhadap kesehatan perseorangan atau masyarakat dibandingan dengan 3 faktor lainnya, missal: penyakit diabetes mellitus (2 factor pelayanan kesehatan : ketersediaan sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang berkualitas akan berpengaruh pada status kesehatan masyarakat (3 factor perilaku masyarakat : tersedianya jasa pelayanan kesehatan (health care provider) tanpa disertai perubahan perilaku (peran serta) masyarakat mengakibatkan masalah kesehatan akan tetap berkembang di masyarakat, misalnya: penyediaan fasilitas dan imunisasi tidak akan banyak manfaatnya apabila ibu-ibu tidak datang ke pos imunisasi (4 factor lingkungan. Lingkungan yang terkendali, akibat sikap hidup dan perilaku masyarakat yang baik akan dapat menekan berkembangnya masalah kesehatan. Sumber: Manajemen Kesehatan. Dr. Muninjaya, MPH. EGC. 1999

Jangkauan epidemiologi :
Jangkauan epidemiologi terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Mula-mula epidemiologi hanya mempelajari penyakit menimbulkan wabah melalui temuan-temuan tentang : Jenis penyakit wabah, seperti ; cacar, pes, kolera, dll

yang

dapat

Cara penularan dan penyebab penyakit wabah Cara-cara penanggulangan dan pencegahan penyakit wabah b Tahap berikutnya, epidemiologi mempelajari penyakit infeksi nonwabah c Dalam perkembangan selanjutnya, epidemiologi mempelajari penyakit noninfeksi, misalnya : Penyakit jantung Karsinoma Hipertensi Penyakit gangguan hormon (DM, dll) d Akhirnya, epidemiologi mempelajari hal-hal yang bukan penyakit, misalnya : Fertilitas Menopause Kecelakaan Kenakalan remaja Penyalahgunaan obat (buku pengantar epidemiologi ed. 2 : Dr. Eko B., SKM & Dr. Dewi A.)

1 ; ; ; ; ; ; ;

Tujuan
Menentukan agent primer / memastikan faktor penyebab Memahami penyebab penyakit , cacat Menentukan karakteristik agent atau faktor penyebab Menentukan cara penularan Menentukan dan menetapkan faktor kontribusi Mengidentifikasi dan menjelaskan pola penyakit secara geografis Menentukan, mendeskripsikan dan melaporkan perjalanan alami penyakit , ketidakmampuan cedera dan kematian ; Menentukan metode pengendalian ; Menentukan langkah2 pencegahan ; Membantu dalam perencanaan dan pengembangan pelayanan kesehatan ; Menyediakan data2 administrasi dan perencanaan (Thomas C.Timmreck, PhD. Epidemiologi Suatu Pengantar, Edisi II.Jakarta:EGC)

; Tujuan umum ; Meneliti populasi manusia,namun sekarang metodenya dapat berlaku pada
penelitian populasi lain seperti hewan,tumbuhan.

; Mendeskripsikan penyakit dapat menungkapkan mekanisme kausal


penyakit, menjelaskan perjalanan penyakit yang ada, dapat menjelaskan perjalanan penyakit dan untuk memeberikan pedoman pelayanan kesehatan yang diperlukan.

untuk mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan masyarakat termasuk kesehatan lingkungan dan kesehatan lingkungan kerja. ; Tujuan khusus ; Memformulasikan hipotesis yang menjelaskan pola distribusi penyakit yang ada atas dasar karakteristik waktu, tempat, host, agent potensial ; Menguji hipotesis dengan menggunakan penelitian yang dirancang secara khusus dapat mengungkapkan penyebab penyakit ; Menguji validitas konsep pengendalian penyakit dengan menggunakan data epidemiologis yang dikumpulkan sehubungan dengan program tersebut. ; Membantu membuat klasifikasi penyakit atas dasar penelitian etiologis ; Mengungkapkan perjalanan suatu penyakit untuk menentuka prognosis penyakit. (Juli Soemirat.Epidemiologi Lingkungan)

; Menjelaskan mekanisme terjadinya penyakit sehingga dapat digunakan

2. jenis penelitian epidemiologi

STUDI-STUDI EPIDEMIOLOGI

STUDI OBSERVASIONAL

STUDI EKSPERIMENTAL

STUDI ANALITIK :
1 2 3 4

Studi Studi Studi Studi

Kros-sektional Kasus-kontrol Kohort Ekologi

STUDI DESKRIPTIF

Randomized Controlled Trial Field Trial Comminity Trial

2 3

A.penelitian epidemilogi observasional Penelitian epidemiologi yang didasarkan pada kejadian atau peristiwa secara alami tanpa suatu perlakuan khusus terhadap kelompok yang diteliti. Penelitian ini ada 2 yaitu penelitian deskriptif dan analitik.

EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF EPIDEMIOLOGI ANALITIK 1. Selain menjelaskan keadaan suatu masalah kesehatan (Who, Where, When), juga menjelaskan mengapa suatu masalah kesehatan timbul di masyarakat ( Why ) 2. Pengumpulan, pengolahan, penyajian dan interpretasi data dilakukan terhadap dua kelompok masyarakat 3. Bermaksud membuktikan Suatu hipotesa

1. Hanya menjelaskan keadaan suatu masalah kesehatan (Who, Where, When) 2. Pengumpulan, pengolahan, penyajian dan interpretasi data hanya pada satu kelompok masyarakat saja 3. Tidak bermaksud membuktikan hipotesa

STUDI DESKRIPTIF : Menggambarkan pola penyakit atau masalah kesehatan kaitannya dengan variabel orang, tempat dan waktu Tidak dilakukan analisis hubungan antara eksposure dan effek

Keuntungan : dapat diperoleh gambaran kejadian penyakit/masalah kesehatan Dapat dipakai untuk membantu penyusunan suatu perumusan masalah dalam rangka penelitian epidemiologi selanjutnya Kelemahan : Kurang dapat mendukung untuk dilakukan tes hipotesis epidemiologi

STUDI ANALITIK : 1.STUDI KROS-SEKSIONAL = STUDI PREVALENS=CROSS SECTIONAL=BELAH LINTANG : Penelitian epid yang digunakan untuk mempelajari dinamika hubungan antara variabel bebas (faktor risiko) dengan variabel tergantung (efek) yang pengukurannya dilakukan hanya satu kali pada satu saat (tidak ada follow-up). Diperoleh prevalens suatu penyakit dalam populasi pada suatu saat. Kelebihannya: Mudah dilakukan, murah dan hasilnya cepat diperoleh Dapat dipakai untuk meneliti banyak variabel sekaligus Jarang terancam drop out Generalisasinya cukup tinggi karena menggunakan populasi dari masyarakat umum Kekurangan: Dibutuhkan jumlah subyek yang banyak Tidak menggambarkan perjalanan penyakit, insiden maupun prognosis Tidak dapat diperoleh informasi perkembangan penyakit secara acut Tidak boleh dipakai apabila angka kejadian penyakit rendah

2. STUDI CASE CONTROL ; Case control study adl salah satu study epidemiologi analitik observasional yg menilai hub paparan-penyakit dng cara menentukan sekelompok orang2 berpenyakit (kasus) dan sekelompok orang2 yg tdk berpenyakit (kontrol) lalu membandingkan frekuensi paparan pada kedua kelompok Dipergunakan untuk mengetahui FR atau msl kesh yg diduga mempunyai hub erat dng peny yg terjadi di masy Pada umumnya dilakukan untuk masalah kesehatan yang jarang terjadi Studi ini bersifat Retrospektif : Efek diidentifikasi lebih dulu, baru dicari riwayat paparan (FR) Menelelusuri ke belakang penyebab2 yg dpt menimbulkan suatu peny di masy dng kelp studi adl orang2 yg menderita peny dibandingkan dng kelp kontrol yaitu orang2 yg tdk menderita peny ttp memp karakteristik yg sama dng orang2 yg menderita peny

; ; ; ;

; ;

Keuntungan Sangat berguna untuk meneliti msl kes yg jarang terjadi di masy (peny langka) Sangat berguna untuk emmpelajari karakteristik berbagai FR yg potensial pd masl kes yg diteliti Relatif murah dibandingkan dng studi analitik yg lain (kohort) Dpt dilakukan dlm waktu relatif singkat Kelemahan Tdk dpt untuk menentukan incidence rate dr suatu peny Data Fr dpt dikumpulkan stl terjadi peny dan sering tdk lengkap dan terjadi penyimpangan

; ; ; ; ;

Sulit dihindari terjadinya bias seleksi krn populasi penelitian berasal dr populasi yg berbeda Kesulitan memilih kontrol yg tepat Kadang2 sulit memastikan hub temporal antara paparan dan penyakit

; ;

3. STUDI KOHORT Dalam studi kohort, sekelompok subyek yang belum mengalami paparan terhadap FR dan belum mengalami efek/penyakit yang diteliti secara prospektif. Terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kel dengan FR dan kel tanpa FR Menggunakan pendekatan longitidinal atau time-period approach FR diidentifikasi terlebih dahulu kemudian subyek diikuti sampai periode ttt untuk melihat terjadinya efek/penyakit yang diteliti pada kelompo FR dan tanpa FR

; ; ; ; ; ;

Keuntungan
Dapat memberikan informasi mengenai etiologi penyakit (terutama peny kronik) secaraa jelas Dapat mengukur asosiasi berbagai tingkatan dr FR dengan penyakit Desain terbaik dlm menentukan incidens & perjalanan peny / efek yg diteliti Paling baik dlm emnerangkan hub dinamika antara FR dan efek secara temporal Merupakan pilihan yg terbaik untk kasus yg bersifat fatal & progresif Dapat dipakai untuk meneliti beberapa efek sekaligus dr suatu Fr ttt

Memiliki kekuatan yg andal untuk meneliti berbagai msl kesh yg makin meningkat krn pengamatan dilakukan sec kontinyu & longitudinal

; ; ; ; ; ;

Kelemahan
Biasanya memerlukan waktu yg lama Sarana dan biaya besar / mahal Kurang efisien dari segi waktu maupun biaya untuk meneliti kasus yg jarang terjadi Terncam DO / terjadi perub intensitas paparan/FR dpt mengganggu hsl analisis Dapat menimbulkan msl etika krn peneliti membiarkan subyek terkena paparan yg dicurigai/dianggap dpt merugikan subyek

4. STUDI EKSPERIMENTAL Penelitian yg terencana, dimana subyek diberi perlakuan/intervensi kemudian efek perlakuan tsb diukur dan dianalisis Studi dimana peneliti dengan sengaja mengubah sebuah atau lebih faktor pd situasi yg terkontrol dng tujuan mempelajari pengaruh dr pengubahan faktor itu (epidemiologi, prof.dr nur nasry nor, M.PH.) C. PERAN DARI PENELITIAN EPIDEMIOLOGI ; ; ; ; Mengidentifikasi masalah kesehatan yang utama yang sedang dihadapi masyarakat Mengetahui factor-faktor yang berperan dalam terjadinya masalah kesehatan atau penyakit dalam masyarakat Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan pengambilan keputusan Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan

; ;

Mengembangkan metodologi untu menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menangulanginya Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan (pengantar epidemiologi,M.N.bustan)

MANFAAT EPIDEMIOLOGI ;
Membantu pekerjaan administrasi kesehatan Manfaat epidemiologi dalam administrasi kesehatan seperti membantu pekerjaan perencanaan (planning) dari pelayanan kesehatan, pemantauan (monitoring) dan penilaian (evaluation) suatu upaya kesehatan. Dapat menerangkan penyebab suatu maslah kesehatan Dapat menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit Epidemiologi dapat digunakan untuk menerangkan perkembangan suatu penyakit dengan memanfaatkan keterangan tentang frekwensi dan penyebaran penyakit, terutama penyebaran penyakit menurut waktu. Dapat menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan Keadaan yang dimaksudkan di sini merupakan perpaduan dari keterangan menurut ciri-ciri manusia, tempat dan waktu. Perpaduan yang seperti ini menghasilkan 4 keadaan masalah kesehatan yaitu epidemi, pandemi, endemi, dan sporadik.

; ;

(Prof. DR. Dr. Azrul Azwar M.P.H..Pengantar Epidemiologi)

; Untuk mempelajari riwayat penyakit ; Diagnosis masyarakat ; Mengkaji risiko yang ada pada setiap individu karena mereka dapat
mempengaruhi kelompok maupun populasi ; Pengkajian, evaluasi dan penelitian ; Melengkapi gambaran klinis ; Indentifikasi sindrom ; Menentukan penyebab dan sumber penyakit (Thomas C.Timmreck, PhD. Epidemiologi Suatu Pengantar, Edisi II.Jakarta:EGC)

D. RUANG LINGKUP(6E) ; Etiologi

Berkaitan dengan lingkup kegiatan epidemiologi dalam mengidentifikasi penyebab penyakit dan masalah kesehatan lainnya.misalnya etiologi dari malaria adalah parasit ; Efikasi Berkaitan dengan efek atau daya optimal yang dapat diperoleh dari adanya intervensi kesehatan. Efikasi dimaksudkan untuk melihat hasil atau efek suatu intervensi, misalnya efikasi vaksinasi ; Efektivitas Besarnya hasil yang dapat diperoleh dari suatu tindakan (pengobatan atau intervensi) dan besarnya perbedaan dari suatu tindakan yang satu dengan yang lain. Ditujukan untuk mengetahui mengetahui efek intervensi atau pelayanan dalam berbagai kondisi lapangan yang sebenarnya yang sangat berbeda-beda ; Efisiensi Sebuah konsep ekonomi yang melihat pengaruh yang dapat diperoleh berdasarkan besarnya biaya yang diberikan. Ditujukan untuk mengetahui kegunaan dan hasil yang diperoleh berdasarkan besarnya pengeluaran ekonomi yang dilakukan ; Evaluasi Penilaian secara keseluruhan keberhasilan pengobatan atau program kesehatan masyarakat ; Edukasi Intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit (pengantar epidemiologi,M.N.bustan) E. PRINSIP EPIDEMIOLOGI ; Epidemiologi selalu menyangkut penduduk bukan individu studi dari kelompok suatu

; ;

Epidemiologi selalu membandingkan 1 kelompok dengan yang lain Epidemiologi menyangkut penduduk dalam kelompok yang mempunyai karakteristik tertentu dan yang tidak mempunyai karakteristik tertentu Factor lingkungan dianggap penting dan harus diperhatikan Tidak hanya deskriptif, analitik, tetapi juga juga berupaya melengkapi riwayat alamiyah penyakit secara sistematis dan konstruktif (epidemiologi, prof.dr nur nasry nor, M.PH)

; ;

F. PENGERTIAN RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT ; Perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah (pengantar epidemiologi,M.N.bustan)

G. TAHAP RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT ; TAHAP PREPATOGENESIS ; ; ; Individu berada dalam keadaan normal atau sehat, tapi peka terhadap kemungkinan serangan agent penyakit Sudah ada interaksi antara penjamu dengan penyakit, tetapi masih terjadi diluar tubuh bibit

Belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan tubuh penjamu masih kuat, namun bila penjamu lengah atau bibit penyakit menjadi ganas ditambah keadaan lingkungan kurang mendukung penjamu maka keadaan dapat berubah.

TAHAP PATOGENESIS ; TAHAP INKUBASI

Merupakan tahap tegang waktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit, sampai timbul gejala penyakit

TAHAP DINI ; ; ; ; Tahap ini dimulai dengan munculnya gejala penyakit yang kelihatannya ringan Sudah mulai menjadi masalah kesehatan Sudah mulai ada gangguan patologis walaupun masih dalam masa subklinik Sudah diharapkan diagnosis dapat ditegakkan secara dini. Agar pengangannnya lebih mudah

TAHAP LANJUT ; Tahap dimana penyakit bertambah jelas dan mungkin bertambah berat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya Pada tahap ini penyakit sudah menunjukkan gejala dan kelainan klinik yang jelas, sehingga diagnosis mudah untuk ditegakkan Diperlukan pengobatan yang tepat pada tahap ini agar menghindari akibat lanjut yang kurang baik.

; ;

TAHAP PASCAPATOGENESIS ; ; Sembuh sempurna, yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh menjadi pulih dan sehat kembali Sembuh dengan cacat, yakni bibit penyakit menghilang, penyakit sudah tidak ada, tetapi tubuh tidak pulih sepenuhnya, meninggalkan bekas gangguan yang permanen berupa cacat Karier, yakni dimana tubuh penderita pulih kembali, namun bibit penyakit masih tetap ada dalam tubuh tanpa memperlihatkan gangguan penyakit Penyakit tetap berlangsung secara kronik

Berakhir dengan kematian (pengantar epidemiologi,M.N.bustan)

H. MANFAAT RIWAYA ALAMIAH PENYAKIT ; UNTUK DIAGNOSIS ; ; Masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penentuan jenis penyakit, misalnya jika terjadi KLB

UNTUK PENCEGAHAN ; Dengan mengetahui kuman pathogen penyebab dan rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit Dengan mengetahui riwayat penyakit kita dapat melihat apakah penyakit itu perlangsungannya akut apa kronik. Karena berbeda upaya pencegahannya antara penyakit kronik dan akut

UNTUK TERAPI ; Intervensi atau terapi hendaknya diarahkan kepada fase paling awal, lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan (pengantar epidemiologi,M.N.bustan)

I. KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) 1 DEFINISI: Status Kejadian Luar Biasa diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 949/MENKES/SK/VII/2004. Kejadian Luar Biasa dijelaskan sebagai suatu timbulnya daerah atau dalam meningkatnya kurun waktu kejadian kesakitan atau kematian yang bermakna secara epidemiologis tertentu. (epidemiologi, prof.dr nur nasry nor, M.PH) pada

KRITERIA: Kriteria tentang Kejadian Luar Biasa mengacu pada Keputusan Dirjen No. 451/91, tentang Pedoman Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa. Menurut aturan itu, suatu kejadian dinyatakan luar biasa jika ada unsur:

Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal

Peningkatan kejadian penyakit/kematian terus-menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut menurut jenis penyakitnya (jam, hari, minggu)

Peningkatan kejadian penyakit/kematian 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya (jam, hari, minggu, bulan, tahun).

Jumlah penderita baru dalam satu bulan menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih bila dibandingkan dengan angka rata-rata perbulan dalam tahun sebelumnya.

Angka

rata-rata

per

bulan

selama

satu

tahun

menunjukkan kenaikan 2 kali lipat atau lebih dibandingkan dengan angka rata-rata per bulan dari tahun sebelumnya.

Case Fatality Rate dari suatu penyakit dalam kurun waktu tertentu menunjukkan 50% atau lebih dibandingkan CFR dari periode sebelumnya.

Proportional Rate penderita baru dari suatu periode tertentu menunjukkan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan periode yang sama dalam kurun waktu/tahun sebelumnya.

Beberapa penyakit khusus: Kholera, DHF, SARS, Avian Influenza, Tetanus Neonatorum.

Setiap peningkatan kasus dari periode sebelumnya (pada daerah endemis)

Terdapat satu atau lebih penderita baru dimana pada periode 4 minggu sebelumnya daerah tersebut dinyatakan bebas dari penyakit bersangkutan.

Beberapa penyakit yang dialami 1 atau lebih penderita:

o o

Keracunan makanan Keracunan pestisida

(epidemiologi, prof.dr nur nasry nor, M.PH)

PENYAKIT TERTENTU YANG MENIMBULKAN WABAH: Permenkes RI no 560/Menkes/Per/VIII/1989 Bab II Pasal 2;

a b c d e f g h i

Cholera Demam kuning Tifus bercak wabah Campak Difteri Rabies Influenza Tifus perut Encephalitis

j k l m n o p q r

Pes Demam bolak-balik Demam Berdarah Dengue Polio Pertusis Malaria Hepatitis Meningitis Anthrax

KEGIATAN POKOK PENANGGULANGAN KLB:

Menetapkan populasi rentan thd KLB penyakit berdasarkan waktu, tempat pada kelompok masyarakat.

Melakukan upaya pencegahan melalui perbaikan factor risiko yang menyebabkan timbulnya kerentanan dalam suatu populasi.

Memantapkan pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Diri (SKD) KLB penyakit.

Memantapkan

keadaan

kesiapsiagaan

menghadapi

kemungkinan terjadinya KLB.

Penyelidikan dan penanggulangan pada saat terjadi KLB.

(epidemiologi, prof.dr nur nasry nor, M.PH)

UNSUR-UNSUR PENANGGULANGAN KLB:

Tempat/sasaran

i ii

Menentukan daerah yang akan ditanggulangi Terutama ditujukan pada kelompok penduduk yang paling terancam

b i

Metode penanggulangan Tergantung berjangkit pada jenis penyakit yang sedang

ii

Kegiatan penanggulangan:

1 2

Pengobatan/perawatan penderita Penyelidikan epidemiologi di lapangan

Pencegahan perluasan penyakit (imunisasi, fogging, isolasi penderita)

4 5 iii iv

Pemantauan tindakan pencegahan Penyampaian laporan hasil penanggulangan

Tim penanggulangan KLB Sarana, menyiapkan:

Tenaga

sesuai

dengan

kegiatan

penanggulangan

Bahan dan alat (transportasi, obat-obatan dan sarana lainnya)

3 v
Waktu

Biaya

Sesegara mungkin agar KLB tidak cepat meluas.

Klasifikasi KLB :

Menurut penyebabnya : ; Toxin Enterotoxin, misalnya ; yang dihasilkan oleh Staphylococcus aureus, Vibrio cholera, Escherichia, Shigella Exotoxin (bakteri), misal ; yang dihasilkan oleh Clostridium botulinum, Clostridium perfringens endotoxin ; Infeksi Virus Bakteria Protozoa cacing ; Toxin biologis Racun jamur Aflatoxin Plankton Racun ikan

b ; ; ; ; ; ; ; ;

Racun tumbuh-tumbuhan Toxin kimia Zat kimia anorganik ; logam berat (air raksa, timah), logam-logam lain, sianida, dll Zat kimia organik ; nitrit, pestisida Gas-gas beracun ; CO, CO2, HCN, dll Menurut sumbernya KLB : Sumber dari manusia, misal ; jalan napas, tenggorokan, tangan, tinja, air seni, muntahan, seperti Salmonella, Shigella, Staphylococcus, Streptococcus, protozoa, virus hepatitis. Bersumber dari kegiatan manusia, misal ; Toxin biologis dan kimia (pembuangan tempe bongkrek, penyemprotan pencemaran lingkungan, penangkapan dengan racun) Bersumber dari binatang, seperti binatang peliharaan, ikan, binatang mengerat, contoh ; Leptospira, Salmonella, Rabies, Cacing dan parasit lainnya, keracunan ikan/plankton Bersumber dari serangga (lalat, kecoa, dsb) misal ; Salmonella, Staphylococcus, Streptococcus Bersumber dari udara, misal ; Staphylococcus, Streptococcus, virus pencemar udara Bersumber dari permukaan benda-benda / alat-alat, misal ; Salmonella Bersumber dari air, misalnya ; Vibrio Cholerae, Salmonella Bersumber dari makanan/minuman, misal ; keracunan singkong, jamur makanan dalam kaleng.

(epidemiologi, prof.dr nur nasry nor, M.PH)

MACAM-MACAM KLB ; CSE (common source epidemic) Letusan penyakit yang disebabkan oleh terpaparnya sejumlah orang dalam suatu kelompok secara menyeluruh dan terjadinya dalam waktu yang relatif singkat( sangat mendadak) ; Propagated atau progresive epidemik Penularan dari orang ke orang baik secara langsung maupun tidak langsung melalui udara, makanan maupun vector. Biasanya kejadian semacam ini relatif lebih lama sesuai dengan sifat penyakitnnya serta lamanya massa tunas. Dipengaruhi juga oleh kepadatan penduduk, penyebaran anggota masyarakat yang rentan terhadap penyakit tersebut.

(epidemiologi, prof.dr nur nasry nor, M.PH)

PENCEGAHAN
Ada 3 pendekatan yang dapat dilakukan:

Eliminasi reservoir (sumber penyakit) Eliminasi reservoir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat dilakukan dengan: Mengisolasi penderita (pasien), yaitu menempatkan pasien ditempat yang khusus untuk mengurangi kontak dengan orang lain. ii Karantina, adalah membatasi ruang gerak penderita dan menempatkannya bersama-sama penderita lain yang sejenis pada tempat yang khusus didesain untuk itu. Biasanya dalam waktu yang lama, misalnya karantina untuk penderita kusta. b Memutus mata rantai penularan Meningkatkan sanitasi lingkungan dan hygiene perorangan adalah merupakan usaha yang penting untuk memutuskan hubungan atau mata rantai penularan penyakit menular.

Melindungi orang-orang (kelompok) yang rentan Bayi dan anak balita adalah merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit menular. Kelompok yang rentan ini perlu perlindungan khusus dengan imunisasi, baik imunisasi aktif maupun pasif. Obat-obat prophylacsis tertentu juga dapat mencegah penyakit malaria meningitis, dan disentri baksilus. Pada anak usia muda gizi yang kurang akan menyebabkan kerentanan pada anak tersebut. Oleh sebab itu, meningkatkan gizi anak adalah juga merupakan usaha pencegahan penyakit infeksi pada anak. (Soekidjo, IKM)

Pencegahan tingkat pertama ; ; ; bisa melalui promosi kesehatan kepada masyarakat sasaran yang ditujukan pada factor penyebab yang bertujuan untuk mengurangi penyebab serendah mungkin mengatasi/modifikasi lingkungan melalui perbaikan lingkungan fisik seperti peningkatan air bersih, sanitasi, perbaikan lingkungan biologis

meningkatkan daya tahan penjamu yang meliputi perbaikan status gizi, status kesehatan umum dan kualitas hidup penduduk.

Pencegahan tingkat kedua ; ; sasarannya ditunjukan pada mereka yang menderita atau suspek penyakit biasanya untuk diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar dapat dicegah meluasnya penyakit dan mencegah timbulnya wabah biasanya juga untuk mencegah proses penyakit lebih lanjut, efek samping, komplikasi

pencegahan tingkat ketiga ; mencegah penderita penyakit jangan sampai mengalami cacat atau kelainan permanen, mencegah bertambah parahnya suatu penyakit atau mencegah kematian akibat penyakit tersebut juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinya akibat samping dari penyembuhan suatu penyakit.

Penanggulangan
Meliputi pencegahan penyebaran KLB termasuk pemantauan upaya pencegahan tersebut dan penanggulangannya yang bertujuan untuk menghentikan atau membatasi penyebarluasan penyakit di wilayah yang sedang berjangkit KLB Berdasarkan penyelidikan epidemiologi disusun rencana penanggulangan KLB, dan rencana tsb harus memuat unsur-unsur sbb :

Tempat / sasaran ; Menentukan daerah yang akan ditanggulangi ; Jumlah penduduk dan penduduk terancam / rumah yang dicakup penanggulangan terutama ditujukan pada kelompok penduduk yang paling terancam (high risk) Metode penanggulangan ; Tergantung pada jenis penyakit yang sedang berjangkit ; Kegiatan penangulangan ; Pengobatan / perawatan penderita ; Penyelidikan epidemiologi di lapangan (lanjutan) ; Pencegahan penyebaran perluasan penyakit Malaria (MDA, IRS, larvasiding, dll)

DBD (fogging, abatisasi) Imunisasi Isolasi penderita, dsb ; Pemantauan tindakan pencegahan ; Penyampaian informasi kepada yang terkait yang mempunyai risiko untuk terjadinya KLB akibat meluasnya KLB yang sedang terjadi. ; Penyampaian laporan hasil penanggulangan Tim penanggulangan KLB Adalah tim fungsional yang terdiri dari unsur-unsur / unit-unit baik lintas program maupun lintas sektor yang terkait (sesuai KLB penyakit) untuk menanggulangi KLB. Tim ini selanjutnya disebut sebagai Tim Gerak Cepat (TGC) Sarana Menyiapkan :

o o ;

Tenaga sesuai dengan kegiatan penanggulangan Bahan dan alat (termasuk transportasi, obat-obatan dan sarana lainnya) o Biaya, dll Waktu Menyusun jadwal kegiatan penanggulangan sesegera mungkin agar KLB tidak cepat meluas (Soekidjo, IKM)