Anda di halaman 1dari 42

Heri Widiarso, S.

Kep, Ns

PEMIMPIN .?

PEMIMPIN .?

Kemampuan mempengaruhi orang lain agar bekerja untuk mencapai tujuan dan sasaran ( Hulser, 2000 ) Suatu proses aktivitas mempengaruhi dan mengorganisir orang lain / kelompok penyusunan dan pencapaian tujuan ( Swanburg & Swanburg, 1999 )

Suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh saling berhubungan tugasnya. ( Stoner ) Adalah suatu kemampuan untuk memberi inspirasi kepada orang lain untuk bekerjasama sebagai suatu kelompok kepemimpinan, agar dapat mencapai suatu tujuan umum.

Segala hal ikhwal yang bersangkutan dengan pemimpin menggerakkan, membimbing dan mengarahkan orang lain dalam melaksanakan tugas, mewujudkan sasaran yang ditetapkan ( LAN RI, 1996 )

Implikasi : Menyangkut orang lain : bawahan atau pengikut kesediaan untuk menerima pengarahan Pembagian kekuasaan tidak sama antara anggota dan pemimpin Menggunakan pengaruh bagaimana bawahan melaksanakan tugasnya

ASPEK YANG TERKAIT


Pemimpin Nilai, ketrampilan, gaya kepemimpinan Pengikut Vital dapat menolak atau menerima pemimpin, Situasi Mempengaruhi kepemimpinan yang diberikan Sistem kontrol, jumlah tugas, tingkat interaksi, tersedianya waktu dalam membuat keputusan Proses komunikasi Model komunikasi ( terbuka atau tertutup ), verbal dan nonverbal mempengaruhi suatu kepemimpinan Tujuan Organisasi maupun individu

Kualitas pemimpin
( Curtin, 1989 )

Visibility
Flexibility

Authority
Assistance Feedback

Visibility
Dapat ditemui dengan mudah sehingga memungkinkan untuk kontak dengannya

Flexibility
Fleksibel, tidak terlalu kaku

Authority
Mampu mengambil dan menentukan sebuah keputusan

Assistance
Mampu membantu memecahkan masalah atau pekerjaan

Feedback
Memberi umpan balik dari hasil kerjanya

KOMPETENSI PEMIMPIN
( Murphy & De Back, 1991 )

Mempunyai impian ke depan Menguasai perubahan Mampu menentukan desain organisasi Mau dan mampu untuk belajar Mempunyai inisiatif Menguasai dalam interdependensi Mempunyai integritas dan standar yang tinggi Mampu mengambil keputusan dengan perspektif yang luas

TEORI KEPEMIMPINAN
Teori Bakat ( Trait theory ) Great Man Theory Setiap orang pemimpin Merupakan bawaan sejak lahir mempunyai karakteristik tertentu yang membuat mereka lebih baik dari orang lain ( Marqus & Huston, 1998,
dalam Nursalam, 2002.)

CIRI-CIRI
INTELEGENSIA Pengetahuan Keputusan Kelancaran berbicara KEPRIBADIAN Adaptasi Kreatif Kooperatif Siap / siaga Rasa percaya diri Integritas Keseimbangan emosi Independen Tenang PERILAKU Kemampuan kerjasama Kemampuan interpersonal Kemampuan diplomasi Partisipasi sosial Prestise

TEORI PERILAKU

Menekankan pada apa yang dilakukan pemimpin dan bagaimana seseorang manajer menjalankan fungsinya Perilaku sering dianggap sebagai suatu rentang dari sebuah perilaku otoriter ke demokratik atau fokus suatu produksi ke pegawai.

TIPE KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan FORMAL diangkat secara resmi berdasarkan surat keputusan resmi ( SK ) duduk dalam jabatan tertentu dalam organisasi dan memiliki hak dan kewajiban tertentu Ciri :

ada legitimasi kekuasaan dan wewenang yang jelas memenuhi persyaratan formal mendapat imbalan atau penghargaan memperoleh promosi dan mutasi dapat dikenai sangsi dan hukuman

Kepemimpinan INFORMAL

Tidak diangkat secara resmi tetapi mempunyai beberapa keunggulan Dapat diterima berbagai pihak Ciri-ciri :

tidak memiliki legitimasi ditunjuk dan diakui masyarakat tidak mendapat dukungan organisasi formal tidak mendapat imbalan jasa tidak dapat dipromosikan atau dimutasikan tidak perlu persyaratan formal tidak dapat dihukum secara formal pada dasarnya ditentukan status sosial : keturunan, kekayaan, pendidikan, pengalaman hidup, kharismatik, karakteristik keturunan dan jasa

GAYA KEPEMIMPINAN Likert


Sistem Otoriter-Eksploratif Sistem Benevolent-Authoritative Sistem Konsultatif Sistem Partisipatif

TEORI X DAN TEORI Y

Diktator Autokratis Demokratis Santai

ROBERT HOUSE

Directive Supportive Participative Achievement Oriented

HERSEY DAN BLANCHARD

Instruksi Konsultasi Partisipasi Delegasi

RONALD LIPPITS DAN RAPIPH K. WHITE


Otoriter Demokratis Liberal atau Laissez Faire

KEKUASAAN DAN WEWENANG ( GILLIES )

Otoriter Demokratis Partisipatif Bebas tindak

GAYA KEPEMIMPINAN DOMINAN


Otokratik Demokratik Paternalistik Kharismatik Laissez Faire ( Membiarkan)

OTOKRATIK

Menuntut ketaatan penuh dari anggota / bawahannya Disiplin kerja tinggi dan kaku, ketaatan rasa takut Nada keras dalam memberikan instruksi, egois, tidak mau menerima saran dan pendapat bawahan Tujuan organisasi = tujuan pribadi Organisasi alat untuk mencapai tujuan pribadi Kekuasaan sentralisasi Membenarkan / pembenaran segala cara tujuan org. Bawahan sebagai alat Orientasi pada tugas Perilaku kekuasaan formal

Perannya koordinator dan integrator Pendekatan holistik dan integratik Prinsip bahwa perbedaan perlu ada untuk menjamin kebersamaan Melakukan / memandang bawahan secara manusiawi dan sadar kebutuhan bawahan Mengambil keputusan secara bersama-sama Dihormati dan bukan ditakuti Menumbuh-kembangkan kreativitas dan inovasi bawahan Bertanggung jawab terhadap kesalahan bawahan Memberikan penghargaan berprestasi Mengutamakan kepentingan bersama Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab praktis dan realitis

DEMOKRATIK

PATERNALISTIK

Rasa hormat pada orang tua dan keteladanan Sikap melindungi bawahan takut untuk bertindak Terdapat pada lingkungan tradisional Persepsi pemimpin dipengaruhi oleh harapan bawahan Harapan bawahan : pemimpin tidak mementingkan diri sendiri Mengutamakan kebersamaan, fokus pada keadilan dan sama rata Pemimpin bersikap kebapakan, hubungan atasan dan bawahan bersifat informal Bawahan dianggap belum matang Pemimpin merupakan sumber informasi Pengambilan keputusan tanpa melibatkan bawahan

KHARISMATIK

Daya tarik memikat dan mampu memperoleh pengikut dalam jumlah besar Penampilan fisik, usia dan harta bukan prasyarat Memiliki kekuatan gaib / ajaib Mampu menggunakan berbagai gaya kepemimpinan

Laissez Faire ( Membiarkan)


Konsep : organisasi akan berjalan lancar dengan sendirinya Berperan pasif dan tidak mau campur tangan Falsafah : manusia memiliki solidaritas, kesetiaan, Mempunyai nilai saling mempercayai Bersikap pesimis, menganggap bawahan sebagai rekan kerja Kepentingan dan tujuan organisasi tetap difokuskan Pendelegasian sangat ekstensif Pengambilan keputusan pimpinan tingkat bawah Status quo organisasi tidak terganggu Pertumbuhan dan perkembangan organisasi bawahan Intervensi pimpinan sangat kecil / minim

FACTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GAYA KEPEMIMPINAN

Kompleksitas tugas Ketersediaan waktu Besarnya kelompok kerja Pola komunikasi Tingkat pendidikan bawahan Kebutuhan untuk prestasi dan kebersamaan

BERDASARKAN PERILAKU BAWAHAN Douglas McGregor ( Handoko, 2000 & Nursalam, 2002 ) Menurut teori X

Manusia pada dasarnya memiliki sifat malas Tidak mempunyai keinginan Mendiskriminasikan tanggung jawab Berfokus pada diri sendiri Tidak membedakan kebutuhan organisasi dan rentan terhadap kebutuhan

Menurut teori Y

Mempunyai kemampuan fisik dan mental Mandiri Memiliki kontrol diri dalam mencapai tujuan organisasi Cepat dalam belajar Tidak hanya menerima atau menuntut, tetapi bersedia bertanggung jawab dan kreatif.

Sedangkan Ouchi, 1981 berdasarkan teori diatas mengembangkan teori Z ( Nursalam, 2002 ). Teori X

Teori Y

Teori Z

Menghindari pekerjaan jika ada kesempatan Tidak senang bekerjaHarus diarahkan Punya sedikit ambisi Menghindari tanggung jawab Memerlukan ancaman untuk memotivasi Memerlukan supervisi ketat Termotivasi oleh hukuman dan hadiah

Senang untuk bekerja Mandiri Mempunyai tanggung jawabKreatif dan mampu berkembang Menggunakan pendekatan ilmiah Memerlukan supervisi seperlunya Berminat membantu menyelesaikan masalah orang lain

Menekankanpada teori humanistik Fokus : motivasi yang lebih kepada faktor manusia / human untuk meningkatkan kepuasan kerja dan hasil produksi Karakteristik :Pengambilan keputusan bersama Masa kerja lama : promosi jabatan lambat / bertahap Supervisi secara tidak langsung Menekankan pada pendekatan holistic

PERILAKU PEMIMPIN
Fungsi kepemimpinan

Fungsi yang berhubungan dengan tugas ( task related ) atau pemecahan masalah Fungsi pemeliharaan kelompok ( groupmaintenace ) atau sosial

KISI-KISI MANAJERIAL TENTANG PEGAWAI DAN PRODUKSI

KEPEMIMPINAN EFEKTIF DALAM KEPERAWATAN Pengetahuan Pengetahuan kepemimpinan


Pengertian kepemimpinan Tipe kepemimpinan Gaya kepemimpinan Pemimpin yang efektif

Pengetahuan Keperawatan

Substansi ilmu Keperawatan Ketrampilan Peningkatan dan Perkembangan ilmu keperawatan secara terus menerus Kekuatan personal untuk membantu orang lain
Mengkaji asumsi gagasan dan kegaitan yang masuk akal Pemimpin berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pekerjaan rutinitas akan menghambat inovasi

Berpikir kritis

Kesadaran diri

Dengan kesadaran diri maka :


Dapat mengenal diri sendiri Dapat mengenal gejal dari kecemasan Dapat mengungkapkan perasaan dengan kehangatan dan menghormati orang lain dengan positif

Seseorang akan lebih fleksibel, lebih mandiri, orang tersebut menyadari dan menerima keunikan dirinya Bila kesadaran diri rendah mempunyai respons yang berbeda dari yang diharapkan oleh orang lain Kesadaran diri penting kita akan menyukai diri sendiri, lebih menyenangkan dan memikirkan diri kita sebagai seorang pemimpin

Komunikasi

Menjadi pendengar aktif Mengikuti aliran informasi Asertif mengatakan apa adanya Memberikan umpan balik Hubungan dan jaringan komunikasi Mengkomunikasikan visi realisasi ketrampilan berkomunikasi dan kesesuaian antara kegiatan dan tujuan yang akan dicapai

Energi atau Semangat

Energi tidak hanya secara fisik dari situasi perasaan juga Energi yang tinggi efektivitas kepemimpinan saat berinteraksi tingkat energi seorang pemimpin akan mempengaruhi respon orang lain Anthusiasme semangat besar, antusias, dan kegairahan dari seorang pemimpin yang dapat ditularkan kepada orang lain Dapat menjaga dan meningkatkan energi

Tujuan

Tujuan lingkungan atau organisasi dan tujuan kelompok Tujuan individu baik anggota ataupun pemimpin

Tindakan atau Aksi yang efektif

Pemimpin berorientasi pada kemampuan untuk menentukan dan bertindak Pemimpin tidak dapat menunggu orang lain memberitahu apa yang harus dikerjakan Pemimpin harus berfikir lebih dahulu sebelum bertindak Pemimpin harus mempunyai inisiatif