Sri Mulyani

 Pankreatitis

adalah inflamasi yg mengenai pankreas yg bersifat serius dg intensitas yg ringan sampai berat & berakibat fatal.  Pankreatitis juga didefinisikan sebagai peradangan pd pankreas yg mengganggu fungsi eksokrin dlm m’bantu menjalankan metabolisme dalam tubuh. (Riyadi,2008)

Pankreas terletak melintang di bag atas abdomen, di belakang gaster dalam ruang retroperitoneal.  Disebelah kiri, ekor pancreas mencapai hilius limpa diarah kaniodorsal.  Bagian atas kiri kaput ( hulu ) pancreas dihubungkan dg korpus pancreas oleh leher pankreas, yaitu bagian pankreas yang lebarnya biasanya tidak lebih dari 4cm. Arteri dan vena mesenterika superior berada di dorsal leher pancreas & berjalan di ventral duodenum III & dorsal duodenum I yg melingkari arteri & vena nesenterika superior tsb

Pankreas mrpkan organ yg panjang & ramping. Panjang sekitar 15 – 20 cm (6–8 inci) dan lebarnya 3,8 cm (1,5 inci).  Pankreas terletak retroperitoneal dan dibagi dlm 3 segmen utama: kaput, korpus, dan kauda.  Kaput terletak pd bagian cekung duodenum dan kauda menyentuh limpa.  Pankreas trdr dari dua sel yg mempunyai fungsi sangat berbeda. 1. Sel2 eksokrin yg berkelompok 2 disebut asini yg menghasilkan unsur getah pankreas. 2. Sel2 endokrin/pulau langerhans m’hasilkan sekret endokrin, yaitu insulin dan glukagon yg penting utk metabolisme karbohidrat.

Cabang – cabangnya mrpkan saluran yg bermuara pd duktus pankreatikus utama (duktus wirsungi).  Saluran2 kecil dari tiap asinus mengosongkan isinya ke saluran utama. pankreas menyerupai setangkai anggur.  Saluran utama berjalan disepanjang kelenjar. sekitar 2.  Saluran tambahan (yaitu duktus santorini) sering ditemukan berjalan dari kaput pankreas masuk ke duodenum. seiring bersatu dg duktus koledokus pd ampula vater sblm memasuki duedonum.5 cm (1 inci) di atas papila duodeni. Secara keseluruhan. . Pankreas merupakan kelenjar kompleks tubulo – alveolar.

Tripsin dan kimotripin. Amilase pancreas c. amino peptidase dan di peptidase g.Menghasilkan beberapa hormon a. c. Fosfolipase f. 2. Hormone β. Hormone d (somatostatin). Karboksi peptidase. Menghasilkan enzim pencernaan a. Lipase pankreas d. b. Kolesterol esterase e. . Ribonuklease dan deoksiribo nuklease 1. Hormone α b.

1. beberapa hormon Hormone α berfungsi utk meningkatkan kadar glukosa darah dg cara mengkatabolisme lipid. b. . Hormone β memproduksi insulin. Hormone d (somatostatin) berfungsi menghambat sekresi insulin dan glucagon. dan kerjanya dihambat oleh somatostatin. c. menstimulasi pembentukan dan penyimpanan glikogen dan lipid. menghambat absorbsi usus dan sekresi enzim pencernaan. Fungsinya menurunkan kadar gula darah dengan cara membantu pengambilan glukosa oleh sel. Menghasilkan a. merangsang sintesis glukosa dan pemecahan glikogen di hati. Pengeluaran hormone ini dirangsang oleh makanan tinggi protein dan mekanismenya belum jelas. Hormone ini disekresi bila kadar glukosa darah yang rendah. Hormone ini disekresi bila kadar glukosa darah yang tinggi dan dihambat oleh somatostatin.

2. b. Menghasilkan enzim pencernaan a. f. & sebag besar KH (kecualis elulosa ) utk membentuk trisakarida dan disakarida. amino peptidase & dipeptidase berfungsi melanjutkan proses pencernaan protein menjadi asam amino bebas. e. c. Fosfolipase berfungsi utk memecah asam lemak & fosfolipid. Tripsin dan kimotripin berfungsi utk memecah protein menjadi peptide. Kolesterol esterase berfungsi utk menghidrolisis ester kolesterol. Karboksi peptidase. g. Lipase pankreas berfungsi utk menghidrolisis lemak (trigliserida) mjd asam lemak & mono gliserida stlh lemak diemulifikasi oleh empedu. Ribonuklease dan deoksiribo nuklease berfungsi utk menghidrolisis RNA & DNA menjadi nukleotida . Amilase pancreas berfungsi utk menghidrolisis serat. glikogen. d.

.

Terjadi scr tiba2 & dpt segera sembuh dg penanganan yg tepat. .Definisi  Pankreatitis akut mrpkan inflamasi pd pankreas akibat tercernanya organ tsb oleh enzim2 yg dikeluarkan pankreas (terutama tripsin).

. Suasana itu akan berakibat timbulnya kerusakan pd pankreas.  Infeksi bakteri Walaupun jarang.Etiologi pankreatitis akut antara lain:  Konsumsi alkohol cukup lama Konsumsi alkohol akan mengakibatkan suasana lebih alkalis pada enzim2 pankreas.  Infeksi virus Virus yg sering menimbulkan kerusakan pada pankreas adalah virus parotitis. Kerusakan ini akan berdampak pd peningkatan enzim pankreas yg justru dpt merusak pankreas. bakteri jg dpt mencapai pankreas utk merusak organ pankreas.

.Definisi  Pankreatitis kronis mrpkan proses inflamasi pankreas yg progresif & menyebabkan kerusakan parenkim pankreas yg irreversibel berupa fibrosis serta mengakibatkan disfungsi eksokrin dan endokrin.

Penyebab lain. Idiopatik 3. Alkohol. →ttpi dg berkembangnya ilmu penget. etiopatogenesis dari pankreatitis kronis ini berdasarkan pada sistem klasifikasi TIGAR-O . semenjak th 2001.Dikategorikan atas tiga penyebab yaitu: 1. 2. .

Toxic metabolic AlkoholTembakauHiperkalsemiaGagal ginjal kronikRacun Idiopatik Genetik Onset awalOnset lanjutTropis Pankreatitis herediter (cationictrypsinogen mutation) Mutasi CFTR Mutasi SPINK1Defisiensi Alfa-1 antitripsin Isolated Autoimmune CP Syndromic autoimmune CP (PSC. Sjogren associated PostnekrotikPankreatitis akut rekurenIskemik / vaskuler Pankreas di visumTumor musinous intrapapilariAdenokarsinoma duktal Autoimun Recurrent and severe AP Obstruktif .

. 3. Obstruksi batu dan duktus. Stress oksidatif. Nekrosis-fibrosis. 2.Dalam beberapa dekade terakhir tlh dimunculkan 4 teori utama utk menjelaskan patogenesis dari pankreatitis kronik yaitu : 1. Toxik.metabolik. 4.

yg menyebabkan degenerasi lemak.Bordalo dkk. mengajukan teori bahwa alkohol secara langsung mjd toksik bagi sel-sel asinar melalui perubahan pada metabolisme seluler. & kemudian fibrosis yang meluas. Alkohol memproduksi lipid sitoplasmik yg berakumulasi dlm sel-sel asinar. nekrosis seluler. .

 Meskipun enzim2 ini membantu proses detoksifikasi substansi dlm darah. . Braganza dkk. hasil sampingannya termasuk molekul reaktif yg menyebabkan kerusakan oksidatif. mengajukan bahwa penyebab dari penyakit pankreas adalah overaktivitas enzim detoksifikasi di hati yg menghasilkan radikal bebas oksidan.  Pankreas terekspos oleh “stress oksidatif” melalui sirkulasi sistemik/refluks empedu ke dlm duktus pankreatikus menyebabkan inflamasi dan kerusakan jaringan.

atrofi dan fibrosis berkembang sebagai dampak dari proses obstruksi. menyebabkan obstruksi. menyebabkan bentuk plak protein dan batu. stasis.  Pada akhirnya. keduanya merupakan penyakit yg terpisah dg patogenesis yg berbeda. dan pembentukan batu lbh lanjut.  Pankreatitis akut disebabkan oleh aktivasi tripsin & autodigesti parenkimal yg tdk teratur.  Alkohol memodulasi fungsi endokrin utk meningkatkan litogenisitas cairan pankreas.Henri Sarles menegaskan dualitas pankreatitis akut dan kronik.  Kontak kronik batu dg sel2 epithelial duktus menyebabkan ulserasi & perlukaan.  . pankreatitis kronik dimulai dalam lumen duktus pankreatikus.

 Obstruksi berat menyebabkan atrofi dan nekrosis. Sbg kebalikan dari teori batu. . hipotesis nekrosis fibrosis membayangkan perkembangan fibrosis dari pankreatitis akut yg rekuren.  Inflamasi & nekrosis dari bbrp episode pankreatitis akut menyebabkan perlukaan pd daerah periduktal yg menyebabkan obstruksi duktus & berkembang mjd stasis dlm duktus dg pembentukan batu sekunder.

 Penurunan berat badan. berbau busuk dg frekwensi yg meningkat krn banyaknya timbunan lemak. Type nyeri ada yg terasa hebat ada yg terasa tumpul dan bandel.Gejala klinik yg muncul pd pasien pankreatitis kronik adl:  Nyeri perut hebat.  Anoreksia  Feses berbuih dan berbau busuk (steatore). . Terjadi penurunan berat badan diakibatkan penurunan asupan nutrisi karena penderita mengalami anoreksia. Feses yang berbuih. melintang tembus sampai bagian punggung.

    Pemeriksaan yang dapat menegakkan pankreatitis kronik antara lain: ERCP (Endoscopi Retrograde Cholangiopankreatography) USG Test glukosa darah & toleransi glukosa .

 Menganjurkan pasien untuk tdk mengkonsumsi diet dan minumam yang merangsang sekresi gaster dan pankreas seperti makanan pedas. minuman bersoda dan berkaffein. Tindakan ini untuk mengurangi kerusakan lebih lanjut pada pankreas dan timbulnya serangan pankreatitis. .Penatalaksanaan yang dianjurkan pada penderita pankreatitis kronik antara lain:  Menghindarkan pasien dari konsumsi alkohol.

Tindakan ini sangat perlu dikombinasi dg pencegahan pasien mengkonsumsi alkohol Pengganti enzim pankreas (tripsin dan lipase). Enzim ini membantu proses metabolisme protein & lemak shg hasil akhir buangan (feses) diharapkan tidak banyak mengandung lemak Pemberian insulin bagi penderita yang ditemukan nilai kadar gula darahnya tinggi (>150mg/ dl) Tindakan pembedahan . Terapi  obat-obatan antara lain:    Obat-obatan analgetik nonopium (spt tramadol) yg digunakan utk mengurangi nyeri abdomen.

    Mengurangi nyeri abdomen Nyeri pada pankreatitis kronik dpt diakibatkan oleh obstruksi duktus pankreatikus yg mengakibatkan hasil sekresi mengalami penumpukan di lumen duktus. Mengurangi frekwensi serangan pankreas. Meskipun pembedahan tidak dapat 100% menghilangkan kelainan pada pankreatitis kronik setidaknya frekwensi serangan akan dapat dikurangi frekwensinya. Dg pembedahan diharapkan aliran hasil sekresi itu dpt berjalan dg baik. Akibat obstruksi maka hasil kelenjar prankeas tdk dpt disalurkan ke jejunum. . Memperbaiki drainase pankreas. Dengan pembedahan. shg berdampak pada peningkatan tekanan intra lumen duktus. penumpukan hasil sekresi penkreas dapat dikurangi shg rasa nyeri abdomen diharapkan dapat berkurang.

Ulkus peptikum Pada kasus ulkus peptikum terjadi peningkatan sekresi hormon digestif (kolesistokinin pankreozimin) thd enzim pankreas. Penyakit vaskuler sistemik Penyakit vaskuler sistemik seperti arteriosklerosis akan berakibat penurunan nutrisi dan oksigenasi jaringan seluruh tubuh termasuk pankreas. 3. 1. Peningkatan enzim pankreas yg berlebihan justru akan merusak pankreas sendiri.Trauma tumpul abdomen Trauma abdomen selain dapat mengenai langsung pankreas juga akan meningkatkan stimulasi hormon gastrointestinal thd sekresi enzim pankreas. 2. . Penurunan ini dapat berdampak pada kerusakan pankreas.

Endapan itulah yg akan mempengaruhi fungsi pankreas utk menyalurkan hasil eksokrinnya . Hiperlipidemia Kelebihan lipid di dalam tubuh akan mengakibatkan penyempitan pada pemb darah 5.4. Hiperkalsemia Peranan kalsium di dlm tubuh kita yg sangat penting adl penyusunan tulang & gigi. Kelebihan kalsium di dlm drh akan berdampak pd peningkatan risiko terbentuknya endapan pada organ tubuh. serta proses eksitasi persarafan.

Penggunaan diuretik Penggunaan diuretik yg berlebihan akan menurunkan kadar cairan di dlm sel & peredaran darah. Penggunaan kortikosteroid Kortikosteroid mrpkan obat yang berfungsi utk mengurangi peradangan dalam tubuh. Akibatnya sel akan mengalami kekurangan cairan yg berdampak pada penurunan keampuan metabolisme dan kerja sel. Kondisi ini dapat juga terjadi pada pankreas . Dua dampak kortikosteroid inilah yg dpt menjadikan pankreas mengalami kerusakan. 7.6. Pemakaian kortikosteroid yg berlebihan justru meningkatkan kerja hormon glukokortikoid (meningkatkan glukosa darah) & meningkatkan pengikisan kalsium pada tulang yg dpt berakibat terbentuknya endapan.

Bila fosfolipid terkikis maka membrane sel akan rusak kmd mati. adanya batu empedu. Shg tjd peradangan pd pancreas /pancreatitis. . Alcohol. shg tjd nekrosis.  Pancreatitis akan merangsang enzim fosfolipase yg merugikan krn akan mencerna fosfolipid yg tdpt pd memberan sel. Enzim tripsin sendiri bersifat proteolitik thdp pancreas. serta infeksi bakteri/virus bila menyerang pancreas akan mengaktivasi enzim Tripsin.

 Selain itu pankretitis akan menyebabkan munculnya enzim elastase. Edema di beberapa bagian tubuh. shg menyebabkan permeabilitas pembuluh darah itu sendiri meningkat. Membrane pembuluh darah yg rusak bisa menyebabkan perdarahan pada tubuh. Bila permeabilitas meningkat di area paru-paru maka bisa terjadi efusi pleura. . Enzim elastase ini akan mencerna membrane dari pemb darah.  Kalikrein juga akan timbul ketika tjd pancreatitis. Kalikrein menyebabkan vasodilatasi pada pembeuluh darah.

        Nyeri perut hebat. melintang dan tembus sampai bagian punggung. oedema Distensi abdomen (dlm keadaan fatal perut teraba spt papan) Muntah Kembung Terdapat memar (ekimosis) pd pinggang & sekitar umbilikus (pd pankreatitis hemoragik) Perdarahan Panas Agitasi .

pemeriksaan fisik serta adanya faktor2 risiko yg tergali (contoh trauma abdomen. konsumsi obat-obatan spt yg tertera di atas) . Diagnosis pankreatitis dpt ditegakan melalui riwayat nyeri abdomen di daerah epigatrik.

Kenaikan ini terjadi krn pada pankreatitis akut dpt tjd refluk pd getah empedu. Hiperglikemia & glukosuria yg bersifat sementara. Kenaikan kadar bilirubin. Sdgkan lipase serum akan meningkat dlm wkt 48 jam & akan tetap tinggi dlm wkt 5-7 hari. . Terjadinya pankreatitis dpt mempengaruhi fungsi dari pulau-pulau Langerhans yg merupakan produksi insulin.   Kadar amilase serum akan naik cepat dlm wkt 24 .72 jam.

Kenaikan ini sbg dampak kerusakan dari pankreas. Ini terjadi karena kandungan lemak yang tinggi pada feses. . Pada ambilan cairan peritonium banyak mengandung sekresi pankreas. Plasma pankreas dpt mengalir ke rongga abdomen disertai dg hasil sekresi pada pankreas. Feses penderita yang berwarna pucat dan berbau sangat busuk.    Kenaikan kadar fibrinogen. Pada USG terlihat peningkatan diameter pankreas karena mengalami edema.

Tindakan ini bertujuan untuk mengurangi volume sekresi yg ada pada gaster.  Semua asupan oral hrs dihentikan krn dpt mempengaruhi sekresi pd gaster & pankreas dimana sekresi itu akan naik apabila ada bahan makanan yang masuk.Pengobatan yang bersifat simptomatik seperti pemberian analgetik. contohnya meperidil untuk mengurangi nyeri. juga untuk mengurangi mual dan muntah  .  Pemberian makanan melalui Total Parenteral Nutrition (TPN)  Pemasangan NGT disertai dg pengisapan. pemberian obat antiemetik untuk mengurangi mual dan muntah.

    Pemberian preparat yg dpt mengurangi sekresi gaster spt cimetidin Pemberian cairan parenteral utk mengatasi defisit cairan dalam tubuh Pemberian insulin (bila terdpt hiperglikemia yang berat) Drainase billier. Tindakan ini bertujuan utk mengurangi timbunan sekresi pada pankreas dan akan melancarkan aliran pada pankreas. .

 Nekrosis pankreas. shg organ dpt mengalami kegagalan fungsi akibat penurunan perfusi. Syok & kegagalan organ tjd krn adanya penurunan volume cairan yg dpt berakibat pd penurunan volume darah & vaskulerisasi. Nekrosis pankreas tjd krn adanya sekresi penkreas yg mengalami refluk ke pankreas stlh dari empedu yg dpt mengakibatkan kerusakan pankreas  Syok & kegagalan organ multipe. .

Identitas Usia  Pankreatitis sering mucul pd pasien yg pecandu alkohol yang berumur lebih dari 40 tahun. cenderung untuk mengkonsumsi makanan cepat saji dan minum2an yg mengandung alkohol sbg pelarian utk mengurangi stres psikologinya. Tetapi bisa muncul pula pada usia muda sebagai akibat pecandu berat alkohol 2. Pendidikan dan pekerjaan  Pada orang berpendapatan tinggi dan rentan stres.  . penyakit ini biasanya banyak dialami oleh pekerja dg gaji/ lembur yg tinggi dan rendah nilai agamanya. Oleh karena itu.Pengkajian 1.

terutama daerah epigastrik Riwayat penyakit  Perjalanan penyakit ini biasanya dimulai dari rasa tidak enak di perut. Rasa perih itu kemudian berubah cepat mjd rasa terbakar & sakit pada abdomen terutama epigastrik. rasa perih shg kadang orang awam menganggapnya sbg gangguan lambung.3. Keluhan utama  Penderita biasanya mengeluh perut terasa sakit dan panas terbakar pada abdomen sampai tembus ke punggung. . 4.

5. Riwayat kesehatan dahulu  Riwayat terbanyak penderita adl pecandu alkohol disusul kmd adanya infeksi oleh bakteri /virus pd pankreas. Kelainan yg bisa memicu pankreatitis yaitu:  Trauma abdomen terutama pd kuadran tengah  Riwayat kelebihan lemak  Riwayat pembuluh darah & sirkulasi yg jelek  Penyakit ulkus peptikum yang lama  Pemberian obat-obatan spt kotikosteroid & diuretik dlm jangka lama. . Biasanya jika tjd infeksi disertai dg gejala rasa tdk enak di seluruh badan & kenaikan suhu tubuh.

letargi.6. stupor. 7. koma (tergantung kondisi fisiologi untuk melakukan kompensasi terhadap kelainan eksokrin pankreas) . Pemeriksaan fisik   Status penampilan kesehatan: yg srg muncul adl rasa kesakitan yg hebat pada abdomen Tingkat kesadaran: compos mentis. Riwayat kesehatan keluarga  Penyakit ini memungkinkan ditularkan dari satu anggota ke anggota yg lain melalui pemakaian alat makan bersama-sama dlm jangka waktu yang lama.

 Observasi  TTV:     Frekuensi nadi dan tekanan darah: takikardi (karena terjadi kompensasi terhadap nyeri). Pada aksila terdapat pembesaran limfe. Pada abdomen. . kulit & mukosa bibir terasa kering. Auskultasi bising usus mungkin meningkat sbg respon mekanik thdp peradangan pankreas. hipertensi (krn peningkatan rangsangan persyarafan akibat nyeri)  Frekuensi pernapasan: takipneu (sbg kompensasi utk meningkatkan produksi energi aerob utk mencukupi energi pafa fase nyeri aktif)  Suhu tubuh: srg muncul hipertemi krn efek p’radangan Pada leher biasanya terdapat pembesaran kelenjar limfe leher apabila ada infeksi sistemik. terlihat distensi abdomen krn pembengkakan pankreas. Jika dipalpasi tdpt nyeri takan pada epigastrik. Pada keadaan dehidrasi.

 Endoskopi: penggambaran duktus pankreas berguna untuk diagnosa fistula. menentukan luasnya edema dan .8. Catatan: prosedur ini dikontra indikasikan padafase akut. pseudositis.Pemeriksaan  Scan-CT: penunjang nekrosis  Ultrasound abdomen: dapat digunakan untuk mengidentifikasi inflamasi pankreas.  Aspirasi jarum penunjuk CT: dilakukan untuk menentukan adanya infeksi. penyakit obstruksibilier dan striktur/anomali duktus pankreas. abses. . karsinoma dan obstruksi traktus bilier.

. kalsifikasi pankreas.terjadi peningkatan umum (mungkin disebabkan oleh penyakit hati alkoholik atau penekanan duktus koledokus). adanya udara bebas intra peritoneal disebabkan olehperforasi atau pembekuan abses.  Pemeriksaan seri GI atas: sering menunjukkan bukti pembesaran pankreas/inflamasi  Amilase serum: meningkat karena obstruksi aliran normal enzim pankreas (kadar normal tidak menyingkirkan penyakit). Foto abdomen: dapat menunjukkan dilatasi lubang usus besar berbatasan dengan pankreas ataufaktor pencetus intra abdomen yang lain.

Lipase serum: biasanya meningkat bersama amilase.  Kalsium serum: hipokalsemi dpt terlihat dalam 2-3 hari stl timbul penyakit (biasanya menunjukkan nekrosis lemak & dpt disertai nekrosis pankreas).  Albumin dan protein serum dpt meningkat (meningkatkan permeabilitas kapiler dan transudasi cairan kearea ekstrasel).  Bilirubin serum line: biasanya meningkat bila pankreatitis disertai oleh penyakit bilier. tetapi tetap tinggi lebih lama. Fosfatase Alka Amilase urine: meningkat dalam 2-3 hari setelah serangan. .

 LDH/AST (SGOT): mungkin meningkat lebih dari 15x normal krn gangguan bilier dlm hati.Kalium: hipokalemia dpt tjd krn kehilangan dari gaster.  Trigliserida: kadar dapat melebihi 1700 mg/dl & mungkin agen penyebab pankreatitis akut. hiperkalemia dpt tjd sekunder thdp nekrosis jaringan.  . insufisiensi ginjal. asidosis.

000 tjd pada 80% pasien.Darah lengkap: SDM 10.  Glukosa serum: meningkat sementara umum tjd khususnya selama serangan awal/akut. Urine analisa. Ht biasanya meningkat (hemokonsentrasi) akibat dr muntah /dari efusi cairan ke dalam pankreas /area retroperitoneal. amilase. mioglobin. Hb mungkin menurun krn perdarahan.000-25. Hiperglikemi lanjut menunjukkan adanya kerusakan sel beta & nekrosis pankreas & tanda prognosis buruk.  Feses: peningkatan kandungan lemak (seatoreal) menunjukkan gagal pencernaan lemak dan protein  . hematuria & proteinuria mungkin ada (kerusakan glomerolus).

distensi abdomen.      B1 Breath : takipnea B2 Blood : hipotensi B3 Brain : pusing B4 Bladder : timbul nyeri punggung samping kiri (retrocostavertebra) bila dehidrasi B5 Bowel : mual muntah. nyeri tekan pada epigastrik B6 Bone : bisa mengalami penurunan kekuatan .

 ???? .

5. 2. 3. 4.1. Nyeri berhubungan dengan proses inflamasi pankreas Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan mual muntah Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan respon sistemik peradangan Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan efusi pleura Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mual muntah .

Terima Kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful