Anda di halaman 1dari 18

MIMBA (Azadirachta indica A.

Juss)

DISUSUN OLEH NAMA NIM : ASTRI HARDIYANTI : N111 12 278

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

MIMBA (Azadirachta indica A.Juss)


Nama Umum Indonesia Pilipina Cina Inggris : Mimba, nimba : Neem : yin du ku lian : Neem Tree

Taksonomi dan tatanama Taksonomi dan tata nama Sinonim: Antelaea azadirachta (L.) Adelb., Azedarach fraxinifolia Moench, Melia azadirachta L., M. fraxinifolia Adelb., M. indica (A.Juss.) Brandis, M. pinnata Stokes Nama lokal/daerah: Mimba

Walaupun pemerintah telah meluncurkan program PHT (Pengendalian Hama Terpadu) agar masyarakat tidak tergantung kepada pestisida, juga mencabut subsidi dan melarang beberapa jenis pestisida, namun kenyataannya, nilai impor bahan pestisida yang pada tahun 1990an mencapai sekitar 200 milyaran rupiah (Kasryno, 1994) ternyata pada tahun 2000-an melampui angka 300 milyaran rupiah (Anon, 2000), bukannya menurun, malahan naik tajam. Hal ini menunjukkan bahwa kita masih tergantung kepada pestisida kimia sintetis, khususnya impor dan kebiasan masyarakat kita masih kuat dan sulit dirubah untuk bergantung kepada pestisida, atau memang kebijakan pemerintah kita yang masih mendukung penggunaan pestisida kimia sintetis dengan cara meloloskan beberapa jenis pestisida untuk beredar di Indonesia dan sebaliknya belum atau kurang mendukung berkembangnya pestisida hayati di Indonesia. Salah satu jenis pestisida hayati yang sudah banyak dikenal masyarakat dunia adalah yang berasal dari pohon mimba ( Azadirachta indica A. Juss) (Gagoup and Hayes, 1984; Ermel, 1995). Selain dikenal sebagai pestisida dan juga bahan pupuk, bangunan serta penghijauan, belakangan ini dikenal juga sebagai bahan obat dan kosmetik sehingga disebut sebagai tanaman multi-fungsi (Grainge and Ahmed, 1987). Mimba merupakan tanaman yang memenuhi persyaratan untuk dikembangkan menjadi sumber bahan dasar pembuatan pestisida nabati. Adapun persyaratan-persyaratan tersebut menurut Ahmed (1995) antara lain (a) merupakan tanaman tahunan, (b) tidak perlu dimusnahkan apabila suatu saat bagian tanamannya diperlukan,

(c) mudah dibudidayakan, (d) tidak menjadi gulma atau inang bagi organisme pengganggu tumbuhan (OPT) (e) mempunyai nilai tambah (f) mudah diproses, sesuai dengan kemampuan petani. Uraian : Pohon, tinggi 8-15 m, bunga banci. Batang simpodial, kulit batang mengandung gum, pahit. Daun menyirip gasal berpasangan. Anak daun dengan helaian berbentuk memanjang lanset bengkok, panjang 3-10 cm, lebar 0,5-3,5 cm, pangkal runcing tidak simetri, ujung runcing sampai mendekati meruncing, gundul tepi daun bergerigi kasar, remasan berasa pahit, warna hijau muda. Bunga memiliki susunan malai, terletak di ketiak daun paling ujung, 5-30 cm, gundul atau berambut halus pada pangkal tangkai karangan, tangkai bunga 1-2 mm. Kelopak kekuningan, bersilia, rata rata 1 mm. Mahkota putih kekuningan, bersilia, panjang 5-7 mm. Benang sari membentuk tabung benang sari, sebelah luar gundul atau berambut pendek halus, sebelah dalam berambut rapat. Putik memiliki panjang rata rata 3 mm, gundul. Buah bulat, hijau kekuningan 1,5-2 cm. Asal usul tidak jelas. Waktu berbunga Maret - Desember. Tumbuh di daerah tropis, pada dataran rendah. Tanaman ini tumbuh di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Madura pada ketinggian sampai dengan 300 m dpl, tumbuh di tempat kering berkala, sering ditemukan di tepi jalan atau di hutan terang.

KANDUNGAN BAHAN AKTIF Seperti telah kita ketahui, bahwa tanaman merupakan gudang bahan kimia yang kaya akan kandungan berbagai jenis bahan aktif. Di dalam tanaman mungkin terkandung puluhan atau ratusan, bahkan ribuan jenis bahan kimia, sehingga sangat sulit untuk menentukan jenis dan fungsi atau manfaat setiap jenis kandungan bahan aktif tersebut. Dikenal suatu kelompok bahan aktif yang disebut Produk metabolit sekunder ( Secondary metabolic products), dimana fungsinya bagi tumbuhan tersebut dalam proses metabolismenya kurang jelas. Namun kelompok

ini dikenal berperan dalam hal berinteraksi atau berkompetisi, termasuk menjadi bahan untuk melindungi diri dari gangguan pesaingnya (Kardinan, 2002). Mimba, terutama dalam biji dan daunnya mengandung beberapa komponen dari produksi metabolit sekunder yang diduga sangat bermanfaat, baik dalam bidang pertanian (pestisida dan pupuk), maupun farmasi (kosmetik dan obat-obatan). Beberapa diantaranya adalah azadirachtin, salanin, meliantriol, nimbin dan nimbidin (Ruskin, 1993). Azadirachtin sendiri terdiri dari sekitar 17 komponen dan komponen yang mana yang paling bertanggung jawab sebagai pestisida atau obat, belum jelas diketahui (Rembold, 1989). Mimba tidak membunuh hama secara cepat, namun mengganggu hama pada proses makan, pertumbuhan, reproduksi dan lainnya (Senrayan, 1997). Azadirachtin berperan sebagai ecdyson blocker atau zat yang dapat menghambat kerja hormon ecdyson, yaitu suatu hormon yang berfungsi dalam proses metamorfosa serangga. Serangga akan terganggu pada proses pergantian kulit, ataupun proses perubahan dari telur menjadi larva, atau dari larva menjadi kepompong atau dari kepompong menjadi dewasa. Biasanya kegagalan dalam proses ini seringkali mengakibatkan kematian (Chiu, 1988). Salanin berperan sebagai penurun nafsu makan (anti-feedant) yang mengakibatkan daya rusak serangga sangat menurun, walaupun serangganya sendiri belum mati. Oleh karena itu, dalam penggunaan pestisida nabati dari mimba, seringkali hamanya tidak mati seketika setelah disemprot (knock down), namun memerlukan beberapa hari untuk mati, biasanya 4-5 hari. Namun demikian, hama yang telah disemprot tersebut daya rusaknya sudah sangat menurun, karena dalam keadaan sakit (Ruskin, 1993). Meliantriol berperan sebagai penghalau (repellent) yang mengakibatkan serangga hama enggan mendekati zat tersebut. Suatu kasus terjadi ketika belalang Schistocerca gregaria menyerang tanaman di Afrika, semua jenis tanaman terserang belalang, kecuali satu jenis tanaman, yaitu mimba (Sudarmadji, 1999). Mimbapun dapat merubah tingkah laku serangga, khususnya belalang (insect behavior) yang tadinya bersifat migrasi, bergerombol dan merusak menjadi bersifat solitair yang bersifat tidak merusak (informasi lisan Prof. K. Untung). Nimbin dan nimbidin berperan sebagai anti mikro organisme seperti anti-virus, bakterisida, fungisida sangat bermanfaat untuk digunakan dalam mengendalikan penyakit

tanaman (Ruskin, 1993). Tidak terbatas hal itu, bahan-bahan ini sering digunakan dan dipercaya masyarakat sebagai obat tradisional yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit pada manusia (Kardinan dan Taryono, 2003). Selain mengandung bahan-bahan tersebut di atas, di dalam tanaman mimba masih terdapat berpuluh, bahkan beratus jenis bahan aktif yang merupakan produksi metabolit sekunder yang belum teridentifikasi dan belum diketahui manfaatnya. Oleh karena itu,penelitian mengenai penggalian potensi mimba masih banyak diperlukan.

Mimba sebagai pestisida


Cara Kerja Mimba Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, biji dan daun mimba mengandung azadirachtin sebagai senyawa aktif utama, meliantriol, salanin, dan nimbin. Senyawa aktif tanaman mimba tidak membunuh hama secara cepat, tapi berpengaruh terhadap daya makan, pertumbuhan, daya reproduksi, proses ganti kulit, menghambat perkawinan dan komunikasi seksual, penurunan daya tetas telur, dan menghambat pembentukan kitin. Selain itu juga berperan sebagai pemandul. Keunggulan Mimba

Pengendalian hama dengan menggunakan mimba sebagai insektisida nabati mempunyai beberapa keunggulan antara lain: (a) di alam senyawa aktif mudah terurai, sehingga kadar residu relatif kecil, peluang untuk membunuh serangga bukan sasaran rendah dan dapat digunakan beberapa saat menjelang panen, (b) cara kerja spesifik, sehingga aman terhadap vertebrata (manusia dan ternak), (c) tidak mudah menimbulkan resistensi, karena jumlah senyawa aktif lebih dari satu.

1. Water hemlock

Water hemlock , atau ubi racun, adalah sekelompok tanaman yang sangat beracun yang asli dari daerah beriklim sedang di belahan bumi utara.Tanaman memiliki bunga putih yang sangat khas atau hijau kecil, dalam bentuk payung.hemlock dianggap tanaman di Amerika Utara yang paling beracun karena sangat fatal bagi manusia. Tanaman mengandung racun bernama cicutoxin yang menyebabkan kejang. Racun ini ditemukan di semua bagian tanaman tetapi sebagian besar terkonsentrasi di akar, yang paling kuat di musim semi. Selain kejang spontan, gejala lain termasuk mual, muntah, sakit perut, tremor dan kebingungan.Kematian biasanya disebabkan oleh kegagalan pernafasan atau fibrilasi ventrikel dan dapat terjadi hanya beberapa jam setelah konsumsi.

2. Wolfsbane (Kutukan Serigala)

Wolfsbane, juga dikenal sebagai kutukan macan tutul, kutukan wanita atau helm setan, adalah tanaman keluarga species buttercup.Tanaman ini abadi asli daerah pegunungan di belahan bumi utara. Tanaman mengandung jumlah yang sangat besar racun yang disebut alkaloid pseudaconitine, yang digunakan oleh orang-orang Ainu Jepang sebagai racun untuk berburu, di ujung kepala panah mereka. Dalam kasus jika tertelan, gejala meliputi terbakar pada tungkai dan perut, .Dalam kasus dosis besar, kematian dapat terjadi dalam 2-6 jam dan 20ml cukup untuk membunuh manusia dewasa.

3. Rosary Pea

Rosary Pea , juga dikenal sebagai mata Kepiting atau Jumbie manik, adalah pendaki abadi ramping yang tumbuh di sekitar pohon-pohon, semak dan pagar tanaman. Tanaman ini asli Indonesia, tetapi tumbuh di sebagian besar dunia. paling dikenal karena bijinya, yang digunakan sebagai manik-manik, dan memiliki warna merah terang untuk mengatur warna dengan bercak hitam tunggal . Racun yang terkandung dalam tanaman (abrin) sangat mirip dengan racun risin, ditemukan di beberapa tanaman beracun lainnya. Ada satu perbedaan utama antara racun-racun, dan itu adalah bahwa abrin adalah sekitar 75 kali lebih kuat dari risin. Ini menyimpulkan bahwa dosis mematikan jauh lebih sedikit, dan dalam beberapa kasus sesedikit 3 mikrogram bisa membunuh manusia dewasa. Menggunakan biji manik-manik bahkan menimbulkan ancaman besar, karena daalam beberapa kasus para pembuat terkena serpihan buah waktu mengebor untuk membuat lubang tali dalam biji.

4. Belladonna

Belladonna, juga dikenal sebagai Setan berry, ceri kematian atau nightshade yang mematikan, adalah asli ke Eropa, Afrika Utara dan Asia Barat. Ini juga merupakan salah satu tanaman dunia yang paling beracun karena mengandung alkaloid tropane, beberapa di antaranya menyebabkan mengigau dan halusinasi.

Gejala lain dari keracunan Belladonna termasuk kehilangan suara, mulut kering, sakit kepala, kesulitan bernafas dan kejang-kejang. Seluruh tanaman beracun, namun buah biasanya menjaadi risiko terbesar, karena rasanya manis dan cenderung menarik perhatian anak-anak. 10 20 buah bisa membunuh orang dewasa, tapi hanya perlu 1 daun (di mana racun jauh lebih terkonsentrasi) untuk membunuh seorang pria dewasa.

1 .White Snakeroot

Umbi Ular Putih, juga dikenal sebagai White Sanicle atau Boneset Tinggi, adalah tanaman yang sangat beracun, asli Amerika Utara.Bunga berwarna putih dan setelah mekar, biji berbulu kecil yang dihembuskan angin.Tanaman ini memiliki prosentase tinggi tremetol toksin, yang tidak membunuh manusia secara langsung, namun tidak langsung.Ketika tanaman dimakan oleh ternak, toksin diserap ke dalam susu dan daging. Ketika manusia kemudian, pada gilirannya, makan daging sapi atau minum susu, racun memasuki tubuh dan menyebabkan sesuatu yang disebut penyakit susu, yang sangat fatal. Ribuan pemukim Eropa meninggal karena penyakit susu di Amerika pada awal abad 19. Hal ini juga percaya bahwa ibu Abraham Lincoln, Nancy Hanks, meninggal karena penyakit susu.

2. Mata boneka

Mata boneka, juga dikenal sebagai Baneberry Putih, adalah tanaman berbunga asli Amerika Utara dan timur.nama Mata boneka berasal dari buah yang seperti mata mendelik, diameter 1 cm warna putih berry dengan gores stigma hitam,. Meskipun seluruh tanaman telah dinyatakan beracun untuk konsumsi manusia, bagian paling beracun adalah racun terkonsentrasi di buah, yang paling dikhawatirkan adalah anak-anak, karena buah ini juga manis rasanya Buah mengandung racun karsinogenik, yang memiliki efek sebagai penghenti kerja otot jantung manusia dan dapat dengan mudah menyebabkan kematian yang cepat. 3. Angels trumpets (Kembang Terompet)

Kembang Terompet adalah tanaman berbunga, asli ke daerah tropis Amerika Selatan, tetapi ditemukan di seluruh dunia. Kembang Terompet Nama ini berasal dari bunga berbentuk terompet terjumbai , tertutup bulu-bulu halus, yang menggantung dari pohon. Bunga ini memiliki berbagai ukuran (14-50cm) dan berbagai warna, termasuk putih, kuning, oranye dan pink. Semua bagian dari tanaman mengandung racun, seperti alkaloid tropane skopolamin dan atropin. Tanaman ini kadang-kadang berubah menjadi teh dan dicerna sebagai obat halusinogen . tingkat toksisitas yang bervariasi tergantung lokasi tanaman, dan bagian ke bagian, hampir tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak racun

yang Anda telan. Sebagai akibatnya, banyak pengguna yang overdosis dan meninggal dari itu. 4. Pohon Strychnine

Strychnine, lebih dikenal sebagai kacang racun atau Tombol Quaker, adalah pohon berukuran sedang, asli India dan Asia Tenggara. Benih kecil di dalam pohon hijau mirip buah jeruk, sangat beracun, dipenuhi dengan alkaloid beracun Strychnine dan Brucine. 30 mg racun ini cukup fatal bagi orang dewasa, dan akan menyebabkan kematian yang menyakitkan dengan kejang-kejang hebat karena stimulasi simultan dari ganglia sensoris di tulang belakang. 5. English Yew

English Yew adalah asli Eropa, Afrika Utara dan Asia Barat Daya.Ini adalah pohon kecil yang memiliki biji tertutup dalam, lembut merah, berry seperti baju besi. berry armor adalah bagian satunya buah yang tidak beracun dan ini memungkinkan burung untuk makan buah dan menyebar benih tanpa efek sakit. Dibutuhkan dosis sekitar 50g untuk membunuh manusia. Gejala termasuk kesulitan bernapas, tremor otot, kejang, kolaps dan akhirnya gagal jantung. Dalam kasuskasus keracunan yang parah, kematian berlangsung begitu cepat sehingga gejala lainnya tidak tampak.

. Tanaman Bersifat Racun

1. Castor Bean (Biji Kasturi)

Castor bean atau biji kasturi yang sering disebut sebagai jarak pagar dengan nama latin Ricinus comunis, ternyata mengandung racun yang sangat berbahaya bagi manusia. Racun yang terkandung disebut ricin yang sangat berbahaya bagi manusia. Walaupun minyak jarak digunakan sebagai bahan tambahan makanan dalam permen dan coklat. Namun demikian kita tidak pernah keracunan, karena ricin yang terkadung dalam biji jarak ketika diekstraksi untuk memperoleh minyaknya, molekul ricin tidak bercampur dengan dengan minyak sehingga terbuang sebagai hasil samping. Jumlah 500 mikrogram (1 mikrogram = satu per sejuta gram) risin atau hanya sebesar ujung peniti sudah cukup untuk membuat manusia menemui kematiannya. Kemampuannya ini membuat risin menjadi zat bioteroris yang ditakuti. Namun di sisi lain, kemampuan potensialnya membunuh sel menjadi harapan bagi pengembangan teknik penyembuhan penyakit seperti tumor, kerusakan sumsum tulang, dan AIDS. Risin merupakan suatu protein globular dengan bobot molekul 66 kDa (kilo dalton) tersusun atas dua buah rantai yang saling berhubungan, yaitu rantai A (32 kDa) dan rantai B (32 kDa). Kedua rantai penyusun risin adalah suatu glikoprotein, protein yang mengikat gugus karbohidrat manosa. Keduanya secara kovalen dihubungkan oleh jembatan disulfida. Ditinjau dari segi fungsinya, kedua rantai penyusun risin berbeda satu sama lain. Rantai A memiliki aktivitas toksik karena dapat menghambat sintesis protein. Sedangkan rantai B berfungsi mengikat reseptor permukaan sel yang mengandung galaktosa. Gejala yang ditimbulkan risin cukup beragam bergantung pada jalur masuk molekul ini ke dalam tubuh. Gejala yang timbul apabila kita terpapar risin melalui jalur udara (pernafasan) adalah batuk, kesulitan bernafas, demam, mual, muntah, kulit berwarna kebiru-biruan, dan tekanan darah rendah. Terpapar risin melalui jalur pencernaan (mulut) akan menimbulkan gejala awal seperti diarrhea, dehidrasi, tekanan darah rendah, halusinasi, dan darah dalam urin. Sedangkan apabila bubuk risin mengenai mata dan kulit, maka akan menimbulkan mata merah dan rasa sakit pada mata dan kulit. 2. Narcissus

Narcissists, yang juga disebut daffodil ini, sebenarnya adalah racun yang berbahaya juga. Yang menyebabkannya adalah bukan bunga atau batangnya melainkan akar simpannya (bulbs). Satu kasus fatal yang terkenal di Toulouse di awal tahun 1900-an terjadi ketika akar-akar simpan (yang menggelembung) ini dikira sebagai bawang dan dikonsumsi. Di botanical.com dijelaskan sbb: Socrates menyebut tanaman ini Chaplet of the infernal Gods karena efek narkotika-nya. Ekstrak dari akarnya ketika dioleskan pada luka terbuka akan menyebabkan sempoyongan, mati rasa seluruh sistem syaraf dan kelumpuhan jantung. Mesi demikian tanaman ini juga punya khasiat karena dipercaya dapat menyembuhkan kebotakan juga digunakan sebagai zat perangsang (aphrodisiac).

3. Choke cherry

Chokecherry atau Prunus virginiana merupakan tanaman asli Amerika Utara. Buah tanaman ini berdiameter sekitar 1 cm dengan warna ungu kehitaman. Tanaman ini mengandung asam hydrocyanic yang berbahaya bagi kesehatan ternak. Hewan yang mengkonsumsi tanaman ini dalam jumlah besar bisa meninggal dalam waktu 60 menit. Keberadaan tanaman ini sangat berbahaya karena, hewan-hewan lebih menyukai tanaman ini dibanding tanaman lain yang berada disekitarnya.

Pengobatan yang disarankan termasuk injeksi intraperitoneal atau intravena dari campuran 20 ml larutan 10% natrium tiosulfat dan 10 ml larutan 10% natrium nitrit. Untuk hewan dalam stadium lanjut keracunan, pengobatan intravena sangat penting. Jangan biarkan binatang menjadi bersemangat ketika mereka sedang dirawat. Untuk nasihat mengenai pengobatan, konsultasikan dengan dokter hewan setempat.

4. Moonseed (bijibulan)

Biji dari buah yang berasal dari Amerika Utara ini adalah racun yang sangat berbahaya bagi manusia, meski burung bisa memakannya. Moonseed dengan nama Latin Menispermum candense awalnya menyebabkan kelumpuhan dan lebih fatal lagi pada dosis yang lebih banyak dan apabila tidak diobati dengan segera.

Anda mungkin juga menyukai