Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini Public Relations telah mengalami perkembangan yang sangat cepat da siginifikan baik di Indonesia sendiri maupun di negaranegara lain di dunia. Sejarah Perkembangan Public Relations sendiri sejalan dengan perkembangan manusia, artinya sejak manusia ada, manusia butuh berkomunikasi untuk saling memahami satu sama lain dan sejak itu pula Public Relation ada. Proses perkembangan Public Relations sendiri tidak selalu sama antara negara yang satu dengan negara lainnya karena proses sejarah perkembangan Public Relations itu sendiri tergantung pada situasi kondisi masyarakat yang cukup kompleks dan selalu berubah-ubah disetiap generasi. Di masa mendatang Public Relations diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang pesat dan sangat luar biasa. Sejarah perkembangan Public Relations juga terkait dengan keberadaan manusia sebagai unsur-unsur pemberi informasi yang akan mengembangakan Puclic Relations itu sendiri. Konsep dari Public Relations sendiri sebenarnya mengacu pada kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan memunculkan perubahan yang berdampak (Jefkins, 2004:2) itu sebabnya keberadaan suatu masyarakat dapat menjadi unsur berkembangnya public relations. Pada masa perdagangan bebas dewasa ini yang ditandai dengan berbagai perubahan dalam masyarakat terutama adalah gaya hidup, menjadikan masyarakat tersebut cenderung mencari hal-hal yang praktis, mudah, dan cepat. Mereka tidak mau bersusah-susah untuk melakukan aktivitas yang sekiranya dapat dilakukan orang lain dengan menggunakan jasa orang lain dalam pelayanan. Fenomena sosial yang terjadi di masyarakat ini sudah menjadi hal yang biasa. Namun, ada beberapa hal yang mendapat perhatian serius dari masyarakat terhadap pelayanan yang diterimanya. Masyarakat selalu membandingkan kualitas pelayanan yang mereka terima antara satu instansi dengan instansi yang lain. Masyarakat pastilah memilih pelayanan yang lebih baik dan lebih berkualitas meskipun biayanya agak mahal dibandingkan dengan yang lain. Tetapi yang terpenting adalah terciptanya tingkat kepuasan yang dicapai dan terciptanya hubungan yang baik. Dengan terciptanya tingkat kepuasan dan hubungan yang baik, maka akan terbentuk sebuah opini publik yang menguntungkan bagi instansi / perusahaan tersebut. Hubungan yang efektif dan harmonis antara pihak-pihak yang
1

berkepentingan sangat mendukung terwujudnya tujuan dan kepuasan bersama. Oleh karena itu, diperlukan suatu divisi kerja yang mampu menjadi mediator untuk menjembatani antara top
manajemen dengan stakeholdernya.

1.2 Rumusan masalah 1. Dasar dari Public Relations 2. Mendefiniskan PR 3. Sejarah perkembangan PR 4. Pengertian Manajemen PR 5. Studi kasus kehumasan di bidang kesehatan

1.3 Tujuan 1. Dapat memahami dan mengetahui tentang Basic of Public Relations 2. Dapat menjabarkan defens dar Public Relations 3. Dapat mengetahui tentang sejarah perkembangan Public Relations 4. Dapat memaham tentang pengertian manajemen PR 5. Dapat mengemukakan studi kasus kehumasan di bidang kesehetan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Defenisi Public Relations Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi (Coulsin-Thomas, 2002). Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karenapublic relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7). Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa public relation adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan (2002, p.145). Sedangkan Marston mengatakan public relation adalah suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat (1999, p.1). Scholz (1999,p.2) mengatakan bahwa public relation adalah suatu perencanaan yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai keuntungan pada kedua belah pihak. Pengertian public relation secara umum dan khusus sebagai berikut: 1. Pengertian Umum Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya. Crystallizing Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi yang mengurusi hubungan antara suatu perusahaan dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan itu (Widjaja,2001). 2. Pengertian Khusus Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan
3

publik, melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik, membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002). Dalam buku dasar-dasarpublic relation (Wilcox dan Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa public relations is a management function, of a continuing and planned character, through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and more efficient fulfillment of their common interests. yang kurang lebih memiliki arti public relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas. Definisi lainnya masih menyebutkan bahwa PR adalah sebuah fungsi manajemen, seperti yang disebutkan oleh Cutlip, Center, & Brown : PR adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan publiknya, (Cutlip, Center & Brown, II000:4) Beberapa tokoh dalam dunia komunikasi memberikan batasan-batasan atau definisi tersendiri tentang PR antara lain yaitu: John E. Marston (Modern Public Relation, 1979): Public Relations is planned, persuasive coomunication designed to influence significant public Robert T. Relly (The Action of Public Relation, 1981): Public Relations Practice is the art and social science of analyzing trends, predicting their consequences, counseling organizations leaders, and implementing planned program of action which serve both the organizations and the public interest.

IPRA, Public Relations merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good will, saling pengertian, citra baik dari masyarakat. J.C. Seidel, Public Relations Director Of Housing, State of New York (dalam Saoemirat dan Ardianto, II00II : 1II), yang berbunyi : Public Relations adalah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para pelanggannya, para pekerjanya, dan masyarakat luas, ke dalam dengan mengadakan analisis dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri, ke luardengan mengadakan pernyataan-pernyataan. Sukatendel (1990) dalam Ardianto (II004): Suatu metode komunikasi untuk penciptaan citra positif dari mitra institusi atas dasar kesadaran untuk menghormati kepentingan bersama. Dalam definisi yang diungkapkan tersebut terdapat sejumlah butir penting yaitu: Public Relations (PR) adalah sebuah ilmu yang cabang keilmuannya berasal dari ilmu komunikasi. Sebagai suatu cabang keilmuan maka PR bukan sekadar isu semata tetapi mempunyai dasar berpikir yang dapat dijelaskan dan dipertanggung jawabkan melalui metode logika tertentu layaknya pengujian terhadap cabang keilmuan lainnya. Citra adalah obyek dari PR yang telah menjadi kebutuhan dari institusi layaknya sumber daya yang telah ada seperti sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya peralatan bahkan sumber daya pengetahuan. Mitra adalah subyek dari PR disamping institusi itu sendiri. Mitra adalah bagian dari operasi sebuah institusi, tanpa mitra sebuah institusi tidak dapat berjalan. Kepentingan bersama adalah apa yang hendak dicari oleh II (dua) institusi dalam koneksi satu dengan yang lain. Contoh yang nyata pembeli dan penjual mempunyai tujuan bersama yaitu tercapai kesepakatan untuk melakukan transaksi jual beli. Public Relations menurut definisi yang dirumuskan oleh IPR (Institute Public Relations) adalah praktek humas yang dilangsungkan secara terencana dan berkesinambungan (terusmenerus) dalam rangka menciptakan dan mempertahankan niat baik (goodwill), serta sikapsikap yang saling pengertian yang bersifat timbal balik (Mutual Understanding) antara suatu organisasi atau perusahaan dengan segenap khalayaknya. (Frank Jefkins, 1996:8) Dalam Kongres I Asosiasi PR Sedunia di Mexico City tahun 1978 diperoleh kesepakatan tentang definisi PR Sebagai seni sekaligus ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecenderungan, memperkirakan setiap kemungkinan konsekuensi darinya, memberi masukan dan saran-saran kepada pemimpin organisasi, serta menerapkan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi atau kepentingan khalayak.
5

Frank Jefkins (1995 : 9): Public Relations adalah sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifikyang berlandaskan pada saling pengertian. Dari beberapa definisi di atas, terdapat beberapa kesamaan konsep yang dapat ditarik sebagai kata kunci untuk definisi PR tersebut, yaitu : Deliberate, artinya kegiatan PR pada dasarnya adalah kegiatan yang disengaja. Planned, artinya kegiatan PR adalah kegiatan yang terorganisir rapi atau terencana. Performance, artinya PR yang efektif harus didasarkan pada kebijakan dan penampilan yang sesungguhnya. Public Interest, artinya alasan mendasar dari suatu kegiatan PR adalah untuk memenuhi kepentingan publik dan tidak semata-mata untuk membantu organisasi meningkatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Two ways communications, artinya pada dasarnya dalam kegiatan PR harus terjadi pertukaran komunikasi. Management functions, artinya PR paling efektif jika ia menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam sebuah manajemen organisasi. Dari berbagai batasan PR di atas di atas dapat ditarik konsep bahwa untuk memahami dan mengevaluasi berbagai opini publik atau isu public yang berkembang terhadap suatu organisasi/perusahaan. Dalam kegiatannya PR memberikan masukan dan nasihat terhadap berbagai kebijakan manajemen yang berhubungan dengan opini dan isu publik yang tengah berkembang.

2.2 Sejarah Perkembangan PR 2.2.1 Sejarah Perkembangan Public Relations di Indonesia Sejarah perkembangan Public Relations di Indonesia secara konsepsional terjadi pada tahun 1950. Perkembangannya di Indonesia bergerak mengikuti kondisi politik dan dan kenegaraan saat itu. Namun, sejarah lain telah mencatat bahwa perkembangan Public relations telah ada sejak jaman kerajaan yaitu sejak jaman kerajaan Mataram dimana ada usaha penambahan senopati untuk menyebarkan gosip bahwa keturunannya akan menjadi pasangan sekaligus di lingdungi oleh Nyai Roro kidul. Selang waktu berjalan dalam konteks Modern, sejarah public relations di mulai pada tanggal 18 agustus 1945, ketika Bung Karno memutuskan menunda sidang PPPKI untuk memberikan keterangan pada Pers tentang pemilihan presiden sebelum merumuskan UUD.
6

Meski demikian, sebenarnya para pakar ahli Public Relations setuju kalau Humas secara otentik yang berlaku di Indonesia dimulai pada tanggal 17 agustus 1945. Pada waktu itu pemerintah mulai menyadari perlunya rakyat untuk mengetahui segala perkembangan yang terjadi sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Dimana saat itu Indonesia baru memindahkan pusat ibukota dari Yogyakarta ke Jakarta dan tentu saja proses pembenahan struktural serta fungsional dari tiap-tiap elemen marak dilakukan pemerintah. Berawal dari pemikaran tersebutlah maka kegiatan Humas mulai di lembagakan dengan menyandang nama hubungan masyarakat karena kegiatannya dilakukan lebih banyak keluar organisasi (onong. 1991; 12). Pertamina adalah perusahaan Minyak swasta pertama di Indonesia yang menggunakan Public Relations. PR memang telah banyak di gunakan, konsepnya di pahami dan digunakan oleh pihak-pihak tersebut dengan berbagai macam pemahaman dan Implementasi. Selanjutnya pada tahun 1952, PR mulai ada pada perusahaan asing di Indonesia yaitu Stanvac Indonesia (milik Belanda-Amerika) yang menggunakan PR untuk mendekati pemerintah Indonesia. Pada tahun 1954, Garuda Indonesia Airways mulai mengembangkan unit kegiatan PR dan secara resmi di terapkan dalam jajaran kepolisian. Tahun 1955, kegiatan ini di ikuti oleh Mabes polri dan beberapa instansi terkait. Kemudian di tahun 60-an, istilah purel sebagai akronim PR makin populer ketimbang term humas. Lalu pada tahun 1962, dari presidium kabinet PM juanda meginstruksikan agar setiap instansi membentuk bagian humas, tahun inilah yang menjadi cikal bakal adanya humas di Indonesia. Jika semua ini dikaitkan dengan State of being dan sesuai dengan Method of communication maka istilah humas dapat di pertanggung jawabkan tapi jika ang dilakukan kepala humas hanya menjalin hubungan dengan eksternal maka hal ini kurang tepat jika dimaksudkan kedalam Humas. Bapak Rosady Ruslan, SH, MM membagi perkembangan Public Relations di Indonesia menjadi 4 periode, yaitu : 1. Periode 1 ( tahun 1962 ) Secara resmi di jelaskan bahwa Humas di Indonesia lahir melalui presidium kabinet PM juanda. Di dalamnya di jelaskan pula secara garis besar tugas ke humasan dinas, yaitu; a. Tugas Strategi untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan oleh pemimpin hingga pelaksanaannya b.Tugas Taktis untuk memberikan informasi, motivasi, pelaksanaan komunikasi timbal balik dua arah supaya tercipta citra atas lembaga yang diwakili.
7

2. Periode tahun 1967-1971 Pada periode ini terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (BAKOHUMAS) dengan tata kerja pelaksanaannya antara lain; Ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dalam pembangunan khususnya dibidang penerangan dan kehumasan, pembinaan dan pengembangan kehumasan. Tahun 1967 berdiri koordinasi antara humas departemen yang disingkat Bakor dan pada tahun 1970-1971 bakor diganti menjadi Bakohumas yang diatur melalui SK Menpen No. 31/kep/menpen/tahun 1971. Kerjasama ini menitik beratkan pada pemantapan koordinasi intergrasi dan singkronisasi dalam operasi penerangan dan kehumasan. 3. Periode tahun 1972-1993 Periode ini di tandai dengan munculnya Public Relations kalangan profesional pda lembaga swasta umum dengan indikator sebagai berikut; a. Pada tanggal 15 Desember 1972, berdiri organisasi yang disebut Perhimpunan

Hubungan masyarakat Indonesia (PERHUMAS) sebagai wadah profesi humas oleh kalangan praktisi swasta dan pemerintah seperti; Wardiman Djojonegoro (mantan mendiknu) dan Marah Joenoes (matan Kahupnas pertamina). Pada konvensi nasional humas di Bandung akhir tahun 1993 lahirlah Kode Etik Kehumasan Indonesia yang disebut KEKI. Perhumas juga tercata sebagai anggota internasional public relations assosiation (IPRA) dan ASEAN PRO (FAPRO). b. Pada tanggal 10 April 1987 di Jakarta terbentuk Assosiasi Perusahaan Public Relatios

(APPRI) dengan beberapa tujuan untuk mewujudkan PR yang independen, seperti; Mewujudkan fungsi Public Relations yang jujur dan bertanggung jawab dengan kode etik Memberi informasi terhadap klien bahwa APPRI memberi nasehat dalam public relations. Mengembangkan kepercayaan umum terhadap public relations.

4. Periode 1993-sekarang Public relations berkembang di kalangan swasta bidang profesional khusus dengan indikator sebagai berikut; a. Pada tanggal 27 November 1995, terbentuk himpunan Humas Berbintang (H-3).

Himpunan ini di peruntukkan sebagai wadah organisasi profesi HUMAS bidang jasa perhotelan, berkaitan erat dengan organisasi PHRI (perhimpunan Hotel dan Restoran di Indonesia).

b.

Tanggal 13 september 1996, diresmikannya Forum Komunikasi Antar Humas

Perbankan (FORKAMAS) oleh gibernur BI Soedradjad Djiwandono. Forum ini resmi bagi para pejabat HUMAS (Public Relations Officer), baik bank pemerintah (HIMBARA), swasta (PERBANAS), dan asing yang beroperasi di bidang jasa perbankan di Indonesia. c. Keluarnya SK BAPEPAM No. 63/1996, tentang wajibnya pihak emitmen (perusahaan

yang go public) di pasar Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya yang memiliki lembaga Secretary. d. Berdirinya PRSI (Public Relations Society of Indonesia) pada tanggal 11 November

2003 di jakarta. Ini menyerupai PRSA (Pubic Relations society of Amerika), sebuah organisasi profesional yang bergengsi dan berpengaruh serta mampu memberikan sertifikasi akreditasi PR profesional (APR) di Amerika yang di akui secara internasional. e. PRSI atau masyarakat PR Indonesia (MAPRI) pertama kali di pimpin oleh August

Parengkuan seorang wartawan senior harian kompas da mantan ketua perhumas-Indonesia. Tujuan organisasi ini adalah meningkatkan kesadara, kepedulian, kebersamaan,

pemberdayaan serta partisipasi para anggotanya untuk berkiprah sebagai PR professional dalam aktivitas secara nasional maupun internasional. Meski dikatakan PR di Indonesia berkembang cukup pesat namun Public Relations di Indonesia sendiri lupa akan hakikinya. Seperti yang terdapat dalam sasaran PR yaitu Internal dan Eksternal Public. Namun sekarang, PR lebih intens terhadap eksternal public selain itu PR juga merupakan komunikasi dua arah (Reciprocal two ways traffic communications). Artinya, dalam PR penyampaiannya public relations di harapkan untuk menghasilkan umoan balik sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi evaluasi. Pada periode pertama public relations di Indonesia secara struktural belum banyak yang bisa ditempatkan dalam top management karena orientasinya belum bisa dikatakan sebagai PR Sejati sebab berbeda dengan pengertian konsep PR yang di terapkan oleh Ivy L.Lee. Namun, meskipun begitu hingga kini perkembangan-perkembangan PR terus ada dan di Indonesia juga berkembang hingga bisa dikatakan PR Sejati hal ini merupakan akibat dari perkembangan teknologi yang membawa perubahan. Sehingga kini, dapat disinkronisasikan dengan rumusan fungsi PR dari Departemen Penerangan R.I, yaitu; 1. Melaksanakan Hubungan ke dalam, yaitu pemberian pengertian tentang segala hal mengenai Departemen Penerangan terhadap Internal Public yaitu para karyawan. 2. Melakukan hubungan ke luar, yaitu pemberian informasi tentang segala hal mengenai Departemen Penerangan terhadap External Public yaitu masyarakat pada umumnya.
9

3.

Melakukan pembinaan serta bimbingan untuk mengembangkan Kehumasan sebagai

medium penerangan. 4. Meyelenggarakan Koordinasi Integrasi dan Sinkronisasi serta kerjasama kegiatan

Hubungan Masyarakat untuk penyempurnaan pelayanan penerangan terhadap umum. Dari beberapa keterangan bisa disimpulkan bahwa sejarah perkembangan PR di Indonesia terus berkembang hingga saat ini dan tidak memperkecil kemungkinan kalau PR di Indonesia akan terus mengalami perubahan secara signifikan dari tahun ke tahun. 2.2.2 Sejarah Perkembangan Public Relations di Dunia Public Relations adalah usaha yang di rencanakan secara terus menerus dengan sengaja untuk membangun dan mempertahankan hubungan timbal balik antar organisasi dan masyarakat dengan kata lain PR digunakan untuk menalin komunikasi. Proses Public Relations juga bisa di diskripsikan sebagai; Research Plannig Action Evaluation Seperti itulah proses yang terjadi dalam perkembangan Public Relations di Dunia. Dalam sejarahnya PR merupakan teknik menguat dengan adanya aktivitas yang di pelopori oleh Ivy L.Lee pada tahun 1906 yang berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika dan karena itu juga beliau di juluki The Father Of Public Relations. Disamping Ivy L.Lee ternyata masih ada beberapa tokoh PR lainnya seperti; 1. 2. 3. 4. 5. 6. paul Garret T.J Ross Erik Johnson Arthur W Page Carl Byois Verne Bernett Penemuan tulisan membuat metode persuasi berbeda/berubah. Opini Public mulai di pertimbangkan etika era mesir kuno. Kemudian disaat yang bersamaan Yunani kuno juga mulai melakukan olympiade untuk bertukar opini dan meningkatkan hubungan dengan masyarakat. Dasar-dasar fungsi Humas di temukan saat Revolusi Amerika. Pada dasarnya maingmasing periode perkembangan memiliki perbedaan dalam strategi mempengaruhi public, menciptakan opini public demi perkembangan organisasinya. Meskipun begitu sebenarnya konsep public relations di Amerika sudah ada sejak tahun 1850 (Broom, 2000; 102). Public Relations sebenarnya merupakan landasan bagi masyarakat untuk saling memberi informasi,

10

membujuk, dan mengintegrasikannya. Sejarah Public Relations di Dunia dibagi dalam beberapa periode, yaitu; 1. PR as non organized activity periode ( Periode tahun 1700 1800 ) Periode dimana public relations muncul dalam bentuk aktivitas yang tidak terorganisasi dengan baik, dikala itu banyak diwarnai dengan kegiatan penyatuan pendapat rakyat umum untuk kemerdekaan/kebebasan dari perbudakan dan sistem kolonialisme yang melanda dunia. Kegiatan diwarnai dengan acara yang sederhana, penyelenggaraan pidato, pertemuan dan korespondensi antarindividu. Banyaknya deklarasi kemerdekan membuat periode ini disebut juga dengan periode Public of Independence 2. Periode tahun 1801 1865 ( PR as organized activity periode)

Seiring dengan adanya kemajuan atau perkembangan bidang industri, keuangan, perdagangan dan teknologi. Aktivitas Public Relations mulai terorganisasi dengan baik, hal ini dapat dilihat dari Pesatnya perkembangan hubungan perdagangan lokal, nasional maupun internasional. Periode ini disebut masa PR of expansion karena keberhasilan aktivitas PR/Humas dan pers yang mengkampanyekan anti perbudakan di kawasan Eropa, Amerika, dan negara maju lainnya. 3. PR as professional ( Periode tahun 1866 1900 )

Pada masa ini, aktivitas PR berubah bentuk menjadi suatu kegiatan profesional. Hal ini dikarenakan adanya perkembangan dari kemajuan teknologi industri berupa meluasnya penggunaan listrik dan mesin pembakaran (internal combustion engine). PR dimanfaatkan para robber barons (tuan tanah perampok) untuk kegiatan bisnisnya yang menganut asas laissez faire, sistem ekonomi monopoli yang tidak memperdulikan nasib rakyat/pekerjanya.Karena itu, Public Relations pada masa ini disebut masa the public to be damned periode (1811 1900). 4. Public be informed periode ( Periode tahun 1901 1919 )

Aktivitas Public Relations pada masa ini adalah melakukan investigative reporting (reportase investigasi) untuk melawan para petani, populis, kristiani, sosialis dan serikat buruh yang memprotes keras tindak kejahatan yang dilakukan oleh para usahawan, politisi tidak bermoral serta koruptor. Mereka mengupah wartawan untuk membalas perlawanan tersebut dengan mempengaruhi berita yang dimuat di media massa. Tercatat dalam sejarah Public Relations. Pada tahun 1906 seorang paktisi dan sekaligus tokoh Public Relations Amerika Serikat Ivy Ledbetter Lee, berhasil mengatasi krisis pemogokan massal yang melumpuhkan kegiatan industri pertambangan batu bara dan perusahaan kereta api Pennsylvania Rail Road

11

melaluistrategi Management of PR Handling and Recovery. Dia berkerja sama dengan pihak pers yang mengacu pada Declaration of Principles. The Public Relations and mutual understanding periode ( Periode tahun 1920 sekarang ) Pada tahun 1923 PR/Humas dijadikan bahan studi, pemikiran dan penelitian di perguruan tinggi sebagai sebuah profesi baru. Perkembangan sekarang ini menunjukan adanya penyesuaian, perubahan sikap, saling pengertian, saling menghargai dan toleransi di berbagai kalangan organisasi dan publik. Disamping ini semua sejarah perkembangan Public relations bisa dilihat dari beberapa gambaran kronologi seperti berikut ini; 1. Abad ke-19 : PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang mandiri

5.

didasarkan pada perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. 3. 4. 5. 6. 1865-1900 1900-1918 1918-1945 1925 1928 : Publik masih dianggap bodoh : Publik diberi informasi dan dilayani : Publik diberi pendidikan dan dihargai : Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi : Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal di fakultas

sebagai mata kuliah wajib. Disamping itu banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu. 7. 8. 1945-1968 1968 : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah ilmiah karena

penelitian yang rutin dan kontinyu. Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis. 1. 1968-1979 : Publik dikembangkan di berbagai bidang, pendekatan tidak hanya satu

aspek saja 2. 1979-1990 : Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam perubahan

mental dan kualitas 3. 1990-sekarang :

a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional. b. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional. c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi. Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil
12

menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations. Perkembangan PR sebenarnya bisa dikaitkan dengan keberadaan manusia. Unsurunsur memberi informasi kepada masyarakat, membujuk masyarakat, dan mengintegrasikan masyarakat, adalah landasan bagi masyarakat. Tujuan, teknik, alat dan standar etika berubah-ubah sesuai dengan berlalunya waktu. Misalnya pada masa suku primitif mereka menggunakan kekuatan, intimidasi atau persuasi ntuk memelihara pengawasan terhadap pengikutnya. Atau menggunakan hal-hal yang bersifat magis, totem (benda-benda keramat), taboo (hal-hal bersifat tabu), dan kekuatan supranatural. Penemuan tulisan akan membuat metode persuasi berubah. Opini publik mulai berperan. Ketika era Mesir Kuno, ulama merupakan pembentuk opini dan pengguna persuasi. Pada saat Yunani kuno mulai dikembangkan Olympiade untuk bertukar pendapat dan meningkatkan hubungan dengan rakyat. Evaluasi mengenai pendapat atau opini publik merupakan perkembangan terakhir dalam sejarah kemanusiaan. Dasar-dasar fungsi humas ditemukan dalam revolusi Amerika. Ketika ada gerakan yang direncanakan dan dilaksanakan. Pada dasarnya, masing-masing periode perkembangan memiliki perbedaaan dalam startegi mempengaruhi publik, menciptakan opini publik demi perkembangan organisasinya. Berikut gambaran kronologis PR di dunia: Abad ke-19 : PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang mandiri

didasarkan pada perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi. 1865-1900 : 1900-1918 : 1918-1945 : 1925 1928 : Publik masih dianggap bodoh Publik diberi informasi dan dilayani Publik diberi pendidikan dan dihargai Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi

: Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal difakultas sebagai mata

kuliah wajib. Disamping itu banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu 1945-1968 1968 : : Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah ilmiah karena

penelitian yang rutin dan kontinyu. Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis. 1968-1979 saja 1979-1990 dan kualitas
13

: Publik dikembangkan di berbagai bidang,pendekatan tidak hanya satu aspek

Profesional/internasional memasuki globalisasi dalamperubahan mental

1990-sekarang

a.

perubahan

mental,

kualitas,

pola

pikir,

pola

pandang,

sikap dan pola perilaku secara nasioal/internasional b. membangun kerjasama secara lokal, nasional, internasional c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi Asal Mula Istilah Pengertian : 1. Hubungan dengan masyarakat luas baik melalui publisitas khususnya fungsi-fungsi organisasi dan sebagainya terkait dengan usaha menciptakan opini publik dan citra yang menyenangkan untuk dirinya sendiri (Websters New World Dictionary) 2. Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap publik, mengidentifikasi kebijaksanan dan prosedur seorang individu atau organisasi berdasarkan kepentingan publik dan menjalankan suatu program untuk mendapatkan pengertian dan penerimaan publik (Public Relations News) 3. Filsafat sosial dan manajemen yang dinyatakan dalam kebijaksanaan beserta pelaksaannya yang melalui interpretasi yang peka mengenai peristiwa-peristiwa berdasarkan pada komunikasi dua arah dengan publiknya, berusaha memperoleh saling pengertian dan itikad baik (Moore, 2004: 6). Public Relations yang diterjemahkan menjadi hubungan masyarakat (humas) mempunyai dua pengertian. Pertama, humas dalam artian sebagai teknik komunikasi atau technique of communication dan kedua, humas sebagai metode komunikasi atau method of communication (Abdurrahman, 1993: 10). Konsep Public Relations sebenarnya berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut akan muncul perubahan yang berdampak (lihat Jefkins, 2004: 2). Public Relations menyangkut suatu bentuk komunikasi yang berlaku untuk semua organisasi (non profit komersial, publik- privat, pemerintah swasta). Artinya Public Relations jauh lebih luas ketimbang pemasaran dan periklanan atau propaganda, dan telah lebih awal. Dewasa ini, Public Relations harus berhadapan dengan fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu buruk, baik, atau tanpa pengaruh yang jelas. Karena itu, staf Public Relations dituntut mampu menjadikan orang-orang lain memahami suatu pesan, demi menjaga reputasi atau citra lembaga yang diwakilinya.

2.3 Pengertian Manajemen PR


14

Pengertian Manajemen PR Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi/humas akan menggunakan konsepkonsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa proses humas (tahapan fact finding, planning, communicating,evaluation) sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Untuk keperluan pembahasan manajemen hubungan masyarakat, maka sementara manajemen itu dapat dirumuskan sebagai suatu proses dari kelompok orangorang yang secara koordinatif, memimpin kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuantujuan bersama. Manajemen PR (humas) dapat dikatakan sebagai penerapan fungsi-fungsi

manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penstaffan, pemimpinan dan evaluasi) dalam kegiatan-kegiatan humas. Manajemen humas berarti melakukan penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap berbagai kegiatan komunikasi yang disponsori oleh organisasi. Betuk kegiatan komunikasi bisa berupa kegiatan kecil sampai pada kegiatan yang sangat komplek seperti konferensi pers dengan menggunakan satelit. Manajemen humas bisa mencakup :

Manajemen terhadap seluruh kegiatan kehumasan yang dilakukan oleh organisasi Manajemen terhadap kegiatan-kegiatan kehumasan yang lebih spesifik atau yang berupa satuan-satuan kegiatan kehumasan. Dalam proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu yang

dipergunakan oleh kelompok orang-orang yang disebut manajer di dalam mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu sendiri. Proses ini pun mencakup fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam melaksanakan manajemen (POAC, Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Peran Manajer dan Hubungan Masyarakat Dengan melihat proses peranan manajemen dan hubungan masyarakat (humas) dalam suatu organisasi yang sudah dikemukakan, dapat dikatakan bahwa manajemen itu adalah upaya menyusun sasaran dan kerja sama melalui orang lain. Disamping itu, untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif dan agar pekerjaan terlaksana dengan baik. Fungsi dan tanggung jawab manajer humas hendaknya mengupayakan terjadinya hubungan yang lancar dan efektif antara semua bagian dalam perusahaan disatu sisi dan antara perusahaan itu dengan publik internal dan publik eksternal. Staf humas harus menerapkan ketiga prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat dan mampu secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik. Dengan demikian ia dapat memberi masukan pada pimpinan untuk menciptakan lingkungan usaha yang saling
15

menguntungkan dan berkelanjutan serta mampu bersaing. Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, tiap staf humas harus mempelajari setiap langkah dan sasaran perusahaan. Memantau keadaannya sejauh mana langkah dan sasaran itu akan mempengaruhi lingkungan. Apakah pendapat umum terhadap langkah dan sasaran itu. Hasil pemantauan hari ini dibandingkan lagi dengan hasil pemantauan esoknya dan begitu seterusnya secara berkesinambungan. Tanggung jawab khusus manajer hubungan masyarakat ialah mengelola stafnya agar setiap langkah selalu berlangsung efektif. Melaksanakan koordinasi pekerjaan agar jangan sampai ada pekerjaan yang tumpang-tindih, mengawasi pekerjaan staf agar jangan menyimpang jauh dari perencanaan dengan metode kerja yang benar, alat kerja yang sesuai, dan informasi kerja yang tepat. Penilaian dan hal-hal lain yang khas ada pada manajer hubungan masyarakat antara lain mungkin perlu penataran baru, penyaringan baru untuk mendapatkan tenaga inti atau diperlukannya penambahan tenaga yang berkualitas tertentu. Kualitas yang khas pada manajer hubungan masyarakat ialah kemampuan menganalisis. Setiap anggota staf humas juga harus berkemampuan sebagai juru analisis. Manajer hubungan masyarakat harus pula bisa membenahi dirinya, dan menganggap dirinya mampu bekerja efektif tanpa perintah, karena manajer humas sendiri bukan mengurus bagian yang memberi perintah. Fungsi petugas PR atau PR Officer (PRO) pun berkembang seiring kemajuan dunia usaha. Ada 4 fungsi utama yang dituntut dari petugas PR, yaitu sebagai: 1. Communicator

Sebagai juru bicara organisasi, PR berkomunikasi secara intensif melalui media dan kelompok masyarakat. Hampir semua teknik komunikasi antar pesona (interpersonal communication) dipergunakan, komunikasi lisan, komunikasi tatap muka sebagai mediator maupun persuader. 2. Relationship

Relationship yang tidak harmonis beresiko menimbulkan ketidakpuasan publik yang pada akhirnya mengancam kelangsungan bisnis perusahaan. 3. Management backup

Menunjang kegiatan departemen lain dalam perusahaan seperti bagian pemasaran, operasional, teknik, keuangan, personalia demi terciptanya tujuan bersama. 4. Good image maker

16

Menciptakan citra perusahaan dan publisitas positif. Dalam dua dekade terakhir, publik mencermati nama nama pejabat PR yang kerap muncul sebagai nara sumber perusahaan atau organisasi yang diwakilinya. Dalam bukunya Effective Public Relations, Scott Cutlip menyebutkan lima fungsi PR di organisasi non profit: 1. 2. 3. 4. 5. Mengembangkan awareness dan persepsi masyarakat terhadap misi organisasi Menciptakan saluran komunikasi yang tepat dengan publik yang dilayaninya Menciptakan dan mengembangkan iklim dan budaya untuk fundraising Memformulasikan kebijakan publik yang berkaitan dengan misi organisasi Memotivasi etos kerja publik internal baik manajemen, karyawan, sukarelawan, dan

mitra terkait untuk mencapai misi organisasi.

2.4 Studi Kasus Kehumasan di Bidang Kesehatan Perkembangan jaman yang semakin maju, menuntut manusia untuk selalu berusaha menjadi lebih baik. Hal ini dapat diwujudkan melalui aktivitas sendiri maupun melalui aktivitas orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Proses pemenuhan kebutuhan melalui orang lain inilah yang disebut dengan pelayanan. Pada masa perdagangan bebas dewasa ini yang ditandai dengan berbagai perubahan dalam masyarakat terutama adalah gaya hidup, menjadikan masyarakat tersebut cenderung mencari hal-hal yang praktis, mudah, dan cepat. Mereka tidak mau bersusah-susah untuk melakukan aktivitas yang sekiranya dapat dilakukan orang lain dengan menggunakan jasa orang lain dalam pelayanan. Fenomena sosial yang terjadi di masyarakat ini sudah menjadi hal yang biasa. Namun, ada beberapa hal yang mendapat perhatian serius dari masyarakat terhadap pelayanan yang diterimanya. Masyarakat selalu membandingkan kualitas pelayanan yang mereka terima antara satu instansi dengan instansi yang lain. Masyarakat pastilah memilih pelayanan yang lebih baik dan lebih berkualitas meskipun biayanya agak mahal dibandingkan dengan yang lain. Tetapi yang terpenting adalah terciptanya tingkat kepuasan yang dicapai dan terciptanya hubungan yang baik. Dengan terciptanya tingkat kepuasan dan hubungan yang baik, maka akan terbentuk sebuah opini publik yang menguntungkan bagi instansi / perusahaan tersebut. Hubungan yang efektif dan harmonis antara pihak-pihak yang berkepentingan sangat mendukung terwujudnya tujuan dan kepuasan bersama. Oleh karena itu, diperlukan suatu divisi kerja yang mampu menjadi mediator untuk menjembatani antara top manajemen dengan stakeholdernya.

17

Dari sinilah eksistensi Public Relations difungsikan melalui hubungan-hubungan yang harmonis dan simbiosis mutualisme antara instansi dengan stakeholdernya. Inilah yang secara tidak langsung menimbulkan persaingan antar berbagai instansi / perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, agar instansi / perusahaan yang bersangkutan tidak kehilangan pelanggan karena pelayanan yang kurang memuaskan. Salah satu perusahaan / instansi yang selalu berusaha menjaga kualitas pelayanannya adalah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Kualitas pelayanan di instansi kesehatan haruslah terus dipertahankan kualitasnya karena perhatian masyarakat yang besar terhadap masalah pelayanan kesehatan. Hal ini dapat diamati dari banyaknya kasus pengaduan yang ditujukan kepada Instansi Kesehatan baik itu Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Bersalin, Apotek, maupun kepada petugas kesehatan yaitu Dokter, Perawat, Fishioteraphis, Ahli Gizi, Humas, Personalia, serta petugas lainnya. Rumah sakit sebagai lembaga kesehatan, dimana masalah pelayanan kesehatannya yang paling sering mendapat pengaduan maupun keluhan dari masyarakat. Keluhan-keluhan dari masyarakat tersebut biasanya diakibatkan oleh kelalaian atau kesalahan dari petugas kesehatan di rumah sakit tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam hal ini adalah pasien. Dimana pasien merasa kurang puas terhadap kualitas pelayanan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Banyak faktor yang bisa dikatakan rawan tuntutan dari sebuah Rumah Sakit. Contohnya adalah Prosedur Pendaftaran pasien yang berbelit-belit, padahal pasien dalam keadaan kritis; pelayanan yang kurang cepat dan tanggap dari pihak dokter terhadap pasien yang dalam keadaan gawat; dokter yang langsung memberikan resep obat kepada pasien tanpa pemeriksaan terlebih dahulu; dokter yang kurang ramah dalam memeriksa pasien; penundaan operasi karena sebab yang tidak jelas padahal pasien tidak memungkinkan untuk bertahan; petugas Customer Service yang kurang ramah dalam memberikan informasi kepada pasien maupun pengunjung; satpam yang terlalu galak terhadap keluarga pasien yang ingin berkunjung terutama pada waktu lantai sedang dibersihkan; kebersihan ruang inap yang kurang terjaga; administrasi yang berbelit-belit; fasilitas kesehatan yang kurang lengkap; keamanan dan kenyamanan pasien dan keluarga selama menjalani proses perawatan kesehatan yang kurang terjamin; biaya perawatan yang terlalu mahal; serta terjadinya malpraktek. Dalam kehidupan di masyarakat, biasanya apabila mereka telah memilih rumah sakit, maka mereka akan percaya sepenuhnya terhadap kualitas / mutu pelayanan dari rumah sakit tersebut. Sehingga mungkin akan terbentuk Customer Relations yang baik antara rumah sakit dan konsumen yang pernah menjadi pasien di rumah sakit tersebut. Sudah sepantasnya
18

apabila terjadi kesalahan dari rumah sakit baik itu mengandung unsur kesengajaan atau bukan, konsumen mendapatkan ganti rugi dari rumah sakit. Meskipun konsumen tidak begitu mengharapkan ganti rugi dari rumah sakit, namun ada harapan peningkatan atau perbaikan dalam pelayanan terhadap pasien. Berbagai macam keluhan dari masyarakat dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif bagi rumah sakit itu sendiri. Dampak positif yang ditimbulkan dari keluhan tersebut dianggap sebagai masukan yang akan membawa peningkatan kualitas / mutu pelayanan. Dan bisa dianggap sebagai titik pacu untuk memperbaiki kesalahan demi menciptakan kualitas / mutu pelayanan yang lebih baik. Sedangkan dampak negatifnya adalah jika keluhan-keluhan tersebut tidak segera ditangani, maka akan menurunkan kredibilitas rumah sakit secara keseluruhan, karena dari satu pasien dapat mempengaruhi pasien lain atau konsumen lainnya, sehingga akan membuat image yang buruk bagi rumah sakit tersebut. Akhir-akhir ini, dalam kenyataannya adalah masyarakat terutama konsumen rumah sakit semakin kritis terhadap kualitas / mutu pelayanan yang mereka terima. Untuk itu, rumah sakit berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas / mutu pelayanan, baik mutu pelayanan fasilitas, maupun keramahan petugas, yang bertujuan agar mereka tidak kehilangan konsumen / langganan mereka.

19

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan Dari apa yang telah dibahas bisa di simulkan bahwa perkembangan Public Relations di Indonesia maupun di Dunia sama-sama berkembang dengan cukup pesat dan semua itu terjadi dikarenakan perkembangan teknologi juga perubahan jaman. Public Relations memberi kesempatan kepada tiap-tiap organisasi untuk melakukan perubahan dan mendekatkan diri kepada pihak eksternal organisasi. Baik perkembangan PR di Indonesia maupun di Dunia bisa di simpulkan bahwa meskipun perkembangan terus ada dan malah berkembang cukup pesat PR dari dulu hingga saat ini mempunyai satu tujuan yang sama yaitu untuk memberi informasi dan menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat.

3.2 Saran Perkembangan Public Relation saat ini di era modern berkembang dengan sangat baik bahkan dengan adanya banyak sekali perusahaan atau organisasi yang membuka kegiatan Public Relations. Jadi akankah lebih baik kalau PR bisa lebih berguna bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi lebih banyak lagi dari yang sebelumnya.

20

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Citra Aditya Bakti Effendy, Onong Uchjana. 1999. Hubungan Masyarakat. Suatu Cetakan ke lima. Bandung: Remaja Rosdakarya. http://adeputriwibowo.blogspot.com/2011/12/sejarah-perkembangan-public-relation-di.html http://alwayskantry009.wordpress.com/2008/10/18/sejarah-public-relation-di-indonesia/ http://bincangmedia.wordpress.com/tag/pr-di-indonesia/ http://hisyamhananto.wordpress.com/2010/03/07/sejarah-dan-perkembangan-public-relations/ http://klasikpenafatma.blogspot.com/2011/04/public-relations.html http://kuliahonlinekomunikasi.blogspot.com/2011/10/sejarah-perkembangan-publicrelations.html http://pr.marketing.co.id/2011/11/21/sejarah-dan-perkembangan-public-relations-di-dunia/ http://www.scribd.com/doc/13349678/SEJARAH-PERKEMBANGAN-PUBLICRELATION-DI-INDONESIA http://wine-homework.blogspot.com/2010/03/sejarah-perkembangan-public-relation.html Jefkins, Frank dan Daniel Yadin. 1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public Relations. Jakarta: Grafiti Moore, Frazier. 2004. Humas, Membangun Citra dengan Komunikasi. Bandung: Rosda. Study Komunikologis.

21