Anda di halaman 1dari 18

Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.

Net

PANDUAN LENGKAP IBADAH QURBAN
Ditulis oleh :
Abu Umar Ahmad Rifai bin Masud Al-Jawi
Darul Hadits Dammaj, Yaman

,=' -=' - --
Ibadah qurban adalah suatu ibadah yang agung yang diperintahkan oleh Alloh Subhanahu wa
Taala dan RosulNya shollallohu alaihi wa alihi wa sallam. Alloh Subhanahu wa Taala
berfirman:
= - = - ' . -
Maka dirikanlah sholat untuk Robbmu dan berqurbanlah (untukNya). (Qs Al-Kautsar:2)
' ' -' - - ' , = - - - -` - . , - '' '
Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadah (qurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Alloh, Robb semesta alam. (Al-Anam:162)
Dan disebutkan dalam hadits Anas rodhiyallohu anhu di Shohihain :
- , ' = - _ ' - - -' _ = - , - , = ' - , - - - '
Nabi shollallohu alaihi wa alihi wa sallam pernah berqurban dengan dua kambing domba
berwarna belang hitam putih dan bertanduk. (muttafaq alaih)
Dan telah dimaklumi bersama bahwa suatu ibadah tentu mempunyai syarat, rukun serta hal-hal
yang diwajibkan atau disunnahkan untuk dikerjakan, yang semua itu tentunya telah diterangkan
dalam kitab dan sunnah dan dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab yang berkaitan
dengannya.
Pada risalah ini -insyaalloh- akan kami ketengahkan kepada pembaca sekalian -
hafidzokumulloh- pembahasan yang kami nukil dari beberapa kitab, di antaranya kitab Syaikhina
Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzohulloh yang khusus membahas masalah ini berjudul: At-
Tajliyah Li Ahkamil Hadyi wal Udhiyyah, dan kami lengkapi dengan nukilan dari kitab
Fathul Allam Syarh Bulugul Marom yang ditulis oleh syaikhuna Muhammad bin Hizam Al-
Badani hafidzohulloh. Kemudian apabila kami dapati pada kedua kitab tersebut nukilan dari
ulama maka kami berusaha untuk merujuk kepada kitab aslinya, walaupun dengan perantaraan
Makatabah Asy-Syamilah, wallohul muwaffiq.

Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Hukum Berqurban
Hukum berqurban adalah sunnah muakkad, berdasarkan hadits Ummu Salamah di Shohih
Muslim no.1977 bahwa Nabi shollallohu alaihi wa alihi wa sallam berkata:
' - , - - - - - - - - , ' ' = - , - = - ' - ' =
Apabila telah masuk sepuluh hari (awal bulan Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin
berqurban, maka janganlah dia menyentuh (dengan menggunting atau mencabut) sesuatupun
dari rambut dan kulitnya
Sisi pendalilannya adalah bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam menyerahkan
ibadah tersebut kepada keinginan orang yang mau berqurban.
Juga ada atsar dari beberapa shohabat rodhiyallohu anhum-, di antaranya dari Abu Bakar, Umar
dan Abu Masud, diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan lainnya dengan sanad shohih, bahwa
mereka pernah meninggalkan ibadah qurban sedangkan mereka dalam keadaan mampu untuk
berqurban, dengan tujuan supaya orang-orang tidak meyakini wajibnya berqurban. (lihat Fathul
Allam:5/517)
Syarat-syarat Ibadah Qurban
Syarat pertama: Ikhlas
Qurban merupakan ibadah yang ditujukan untuk Alloh Subhanahu wa Taala semata, dan semua
bentuk ibadah tidak syah kecuali bila dibangun di atas keikhlasan dari pelakunya.
Alloh Subhanahu wa Taala berfirman:
- - - , ' ` - ' - , -, , ` -' , -, - , ' - - = , -' ' , - ' = - - , - ' , = ' ' '
Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya menyembah Alloh dengan mengikhlaskan
ketaatan dan ibadah kepadaNya semata, dengan berpaling dari selainNya, dan supaya mereka
mendirikan sholat, menunaikan zakat; yang demikian Itulah agama yang lurus. (Al-Bayyinah:5)
' - - , - -' '' - , ' ' ' - ` ' + -, = ' - ' - ,
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Alloh, tetapi
Ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya. (Al-Hajj:37)
Syarat kedua: Hewan yang diqurbankan harus dari bahimatul anam.
Bahimatul anam adalah nama untuk tiga jenis hewan ternak, yaitu: unta, sapi atau kambing,
baik jantan atau betina dan tidak diperbolehkan dari selain ketiga jenis tersebut.
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Dalilnya adalah firman Alloh Taala:
' -` -, + - - + ' - _ ' = - - - , ' ' - - - ' - ' = - . '
Dan bagi tiap-tiap ummat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka
menyebut nama Alloh terhadap binatang ternak yang telah dirizqikan Allah kepada mereka.
(AL-Hajj:34)
Berkata imam An-Nawawi rohimahulloh : Semua ulama sepakat bahwa tidak sah berqurban
dengan selain unta, sapi atau kambing.
Yang termasuk dalam tiga jenis hewan ternak tersebut adalah semua jenis unta, sapi, kerbau,
kambing baik dari jenis dhon (domba, gembel) atau maz (berbulu lurus), selama hewan
tersebut merupakan hewan ternak piaraan dan bukan hewan liar seperti sapi hutan, kambing
hutan, zebra, rusa dan sebagainya.
Juga tidak boleh dari hasil persilangan antara binatang ternak dengan hewan liar sejenisnya.
(lihat Fathul Allam:5/529)
Lebih diutamakan hewan jantan daripada betina.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh berkata: Oleh karena yang dimaksudkan dari
binatang qurban adalah dagingnya, maka jantan lebih utama daripada betina. (Majmu
Fatawa:25/75)
Dan beliau berkata: Diperbolehkan berqurban dengan binatang ternak yang sedang hamil.
Dan apabila anak yang ada di perutnya mati ketika diambil dari perut induknya, maka dianggap
telah disembelih ketika menyembelih induknya, menurut madzhab Syafii, Ahmad dan selain
mereka. (Majmu Fatawa:26/307)
Syarat ketiga: Hewan qurban sudah berumur musinnah bukan jadzaah kecuali bila berupa
domba.
Dalilnya adalah hadits Jabir bin Abdillah rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu
alaihi wa alihi wa sallam berkata:
'-' - =-= ,=--- ,'= -, ` --- ` ,=--- `
Janganlah kalian menyembelih selain musinnah, kecuali apabila sulit bagi kalian
mendapatkannya, maka sembelihlah domba (yang sudah berumur) jadzaah. (HR
Muslim:1963)
Hewan ternak dikatakan musinnah atau disebut juga tsaniyyah apabila gigi-giginya telah
tanggal, baik telah tumbuh gigi baru ataupun belum. Hal ini tentunya sudah maruf di kalangan
para peternak hewan qurban, dan satu tempat dengan tempat yang lain mungkin berbeda dari
segi umur ternak.
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net


Bagi anda yang kurang berpengalaman bisa bertanya langsung kepada penjual hewan qurban.
Para ulama juga telah memberikan perkiraan umur musinnah sebagai berikut:
unta, yang sudah genap berumur lima tahun dan sudah masuk tahun keenam.
Sapi dan kambing, yang sudah genap berumur dua tahun dan sudah masuk tahun
ketiga baik domba atau selainnya.
Sedangkan jadzaah dari unta adalah yang berumur genap empat tahun masuk tahun kelima,
dan dari sapi atau kambing telah genap satu tahun masuk tahun kedua. Tidak boleh satupun
dari hewan ternak yang masih berumur jadzaah untuk dijadikan hewan qurban kecuali domba,
sebagaimana yang telah kami jelaskan.
seorang arab badui ditanya: Bagaimana kamu tahu seekor domba sudah bisa dikatakan
jadzaah? Dia menjawab: Apabila bulu punggungnya yang semula berdiri (ketika masih kecil)
sudah mulai tidur, maka itulah jadzaah. (lihat Fathul Bari:10/14, An Nihayah bab _-` , Fathul
Allam:5/532)
Syarat keempat: Hewan qurban harus terbebas dari cacat.
Dalam hadits Al-Baro bin Azib rodhiyallohu anhu Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa
sallam berkata:
' ,' = -' , = - ' ' _ - : ' + - - , - ' -, - ' ' , = , - ' , ' , - ' ' + = = , - ' ' = ' , :
'-=' - - - ' ' - '
Ada empat hewan yang tidak boleh untuk berqurban, yaitu: hewan yang cacat matanya dan jelas
cacatnya, yang sakit dan jelas sakitnya, yang pincang dan jelas pincangnya dan yang terpotong
kakinya dalam riwayat lain: yang lemah sekali, sampai-sampai tulangnya tak bersumsum lagi.
(HR Ahmad dan Ashhabus sunan, dengan sanad shohih)
Keempat aib tersebut disepakati oleh para ulama, maka tidak syah bila berqurban dengan salah
satu darinya.
Adapun aib-aib lain yang disebutkan dalam kitab-kitab fiqih seperti cacat pada telinga
(muqobalah, mudabbiroh, khorqo, syarqo, shoma) atau cacat pada tanduk (adhba, jamma,
aqsho) atau terpotong ekornya, atau hewan yang dikebiri, semuanya itu boleh untuk dijadikan
hewan qurban, kecuali yang buta (amya) karena bila hewan yang cacat sebelah mata saja tidak
boleh untuk berqurban (sebagaimana dalam hadits di atas), apalagi yang cacat kedua matanya.
(lihat Fathul Allam:5/525-529)
Sedangkan hewan yang tanggal sebagian dari giginya selain gigi seri atas, maka yang benar
adalah boleh untuk dijadikan hewan qurban, demikian dikatakan oleh Syaikhul Islam. (lihat
Majmu Fatawa:26/308).
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net


Syarat kelima: Hewan qurban disembelih dalam waktu yang diperbolehkan untuk berqurban.
Permulaan waktunya:
Permulaan waktu dibolehkannya menyembelih qurban adalah dari selesai sholat Idul Adha,
bagi yang bisa menghadiri sholat id bersama imam.
Dalam Hadits Al-Baro bin Azib rodhiyallohu anhu Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa
sallam berkata:
- - - - ' - . - = - - _ = - ` ' - - - ' - -, , - ' - - - - ' - - - = ' = ' , ' - - ' _ - ' ' ' - -
- = - -' - , '
Sesungguhnya yang kita mulai pertama kali pada hari (Idul Adha) ini adalah sholat, kemudian
kita pulang lalu menyembelih qurban. Barangsiapa melakukan seperti itu maka dia telah
sesuai dengan sunnah kita, sedangkan yang telah menyembelih (sebelum sholat id) maka hewan
yang disembelihnya adalah daging yang disajikan untuk keluarganya, bukan termasuk qurban
sama sekali. (HR Bukhori no.5545 dan Muslim no.1961)
Bagi orang yang berhalangan untuk menghadiri sholat id bersama imam karena sakit, atau
karena tinggal sendirian di tempat yang jauh dari keramaian dan sebagainya, maka apabila mau
menyembelih qurban hendaklah menunggu sampai selesai sholat id. Demikian dikatakan oleh
Ibnu Qudamah di kitab Al-Mughni:9/52.
Akhir waktunya:
Akhir waktu penyembelihan qurban adalah tenggelamnya matahari pada hari ketiga dari hari
Tasyriq. Dan hari-hari Tasyriq menurut pendapat yang benar adalah tiga hari setelah Yaumun
Nahr (hari Idul Adha). Dalilnya firman Alloh Taala:
' , - - , ' = ` ` , -, , . = - - - - , ' = ` ` = ' -
Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Alloh dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa
yang ingin cepat (berangkat dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya dan
barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada
dosa pula baginya.(Al-Baqoroh:203)
Dinamakan hari Tasyriq karena pada hari-hari tersebut umumnya orang menjemur daging dari
hewan qurban supaya awet.
Diperbolehkan untuk menyembelih hewan qurban pada empat hari tersebut, mulai tanggal 10
sampai tanggal 13 Dzulhijjah baik siang ataupun malam, tidak ada perbedaan dari sisi
keutamaan.
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Dari Jubeir bin Muthim rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa
sallam berkata:
_- ,--' ', .
Semua hari Tasyriq adalah hari untuk menyembelih (HR Ahmad no.16752)
Hadits tersebut dihasankan oleh Syeikhuna Yahya bin Ali Al-Hajuri hafidzohulloh karena
dikuatkan dengan jalan-jalannya dan dengan hadits yang semakna dengannya, di antaranya:
Dari Nubaisyah Al-Hudzali rodhiyallohu anhu berkata: Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi
wa sallam berkata:
- . ' , , - -' ' , , : -
Hari-hari Tasyriq, adalah hari-hari makan dan minum dalam riwayat yang lain: dan berdzikir
kepada Alloh (HR Muslim no.1141)
Kata makan dan minum mengisyaratkan akan disyariatkannya peningkatan nilai makanan
pada hari-hari itu dibandingkan dengan hari yang lain, dan memberikan kepuasan bagi diri
sendiri dan keluarga. Dan tentunya sebaik-baik makanan yang dinikmati seseorang bersama
keluarganya adalah daging. (lihat At-Tajliyah:24-27)
Syarat keenam: Tidak berserikat dalam satu hewan qurban melebihi jumlah yang disyariatkan.
Dari Jabir bin Abdillah rodhiyallohu anhuma berkata:
- , - _ - ' - = - _ ' - ' , - , - = ' ' = ' - , ' = - = - - - - - = - - ' - -
Kami menyembelih bersama Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam pada tahun
(terjadinya umroh) Hudaibiyah, satu ekor unta untuk tujuh orang dan satu ekor sapi untuk
tujuh orang. (HR Muslim no.1318)
Dan dari Atho bin Yasar berkata: Aku bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshori rodhiyallohu
anhu : Bagaimanakah qurban pada masa Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam?
Beliau menjawab:
' -'' - = - , . = ' ' _ - = , - = , , ' ' , - , - . = - = - ' - ' - ' -' _ ' - -
Pada masa itu satu orang berqurban dengan seekor kambing atas nama dirinya sendiri
dan keluarganya, maka mereka makan darinya dan memberi makan orang lain, sampai
kemudian orang-orang saling berlomba-lomba sehingga ibadah qurban berubah menjadi seperti
yang kamu saksikan sekarang (HR Tirmidzi no.1505 sanadnya shohih)

Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Kedua hadits di atas menunjukkan bahwa:
Apabila hewan qurban berupa unta, maka jumlah maksimal orang yang bergabung tujuh
orang.
Apabila hewan qurban berupa sapi, maka jumlah maksimal orang yang bergabung tujuh
orang.
Apabila hewan qurban berupa kambing, maka hanya bisa untuk orang yang berqurban
dengannya beserta keluarganya, dan tidak boleh lebih dari satu keluarga.
Berkata imam Asy-Syaukani rohimahulloh : yang benar bahwa seekor kambing itu bisa
berqurban dengannya untuk satu keluarga, meskipun jumlah mereka seratus orang atau lebih,
sebagaimana ditentukan oleh sunnah Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam. (Nailul
Author:5/143)
Adapun kadar minimal yang bisa untuk berqurban dengannya adalah seekor kambing, atau
sepertujuh sapi, atau sepertujuh unta.
Syarat ketujuh: Membaca bismillah ketika menyembelih.
Alloh Subhanahu wa Taala berfirman:
- - ' - , ' = - - - , ' ' - - , ' ' - `
Dan janganlah kalian memakan dari apa-apa yang tidak disebut nama Alloh atasnya
(ketika menyembelihnya), sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan.
(QS Al-Anam:121)
- ' ' ' - ' = - - ' ' + , ' = - - ' , = ' +, ' - -' - , - = ' + - - , ' ' + -, - = - - = ' , - _ -' - '
' ' ' - = - = ' - - - ' ' ' - -
Dan telah Kami jadikan untuk kalian unta-unta itu sebagian dari syiar-syiar Alloh, padanya
terdapat kebaikan bagi kalian. Maka sebutlah nama Alloh ketika kalian menyembelihnya
dalam keadaan unta-unta itu berdiri (terikat kaki kiri depannya). Kemudian apabila unta-unta itu
telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang rela dengan apa
yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta-minta. Demikianlah
Kami telah menundukkan unta-unta itu untuk kalian, supaya kalian bersyukur. (QS Al-Hajj:36)
Dari Jundub bin Abdillah Bin Sufyan Al-Bajali rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh
shollallohu alaihi wa alihi wa sallam berkata:
-'- _--,' _--, ' - '+-'- = _--,' '-, .- _- - -
Barangsiapa menyembelih (qurbannya) sebelum sholat (id) maka hendaklah dia mengganti
dengan qurban yang lain, dan siapa yang belum menyembelih hendaklah segera menyembelih
dengan menyebut nama Alloh (muttafaq alaih, Al Bukhori no.985 dan Muslim no.1960)
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: Disyariatkan untuk membaca basmalah ketika
menyembelih. Kemudian beliau menyebutkan beberapa pendapat ulama (tentang hukum
membaca basmalah).
Sampai pada perkataan beliau: dan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah wajib
secara mutlak, maka sembelihan tidak boleh dimakan apabila disembelih tanpa bismillah,
baik dengan disengaja atau karena lupa. Demikian salah satu pendapat imam Ahmad yang
dipilih oleh Abul Khoththob dan yang lainnya serta banyak ulama salaf. Ini adalah pendapat
yang paling tepat, karena kitab dan sunnah telah mengaitkan hukum halalnya sembelihan dengan
menyebut nama Alloh dalam banyak tempat (lihat Tafsir Ibnu Taimiyah:2/9)
Berkata syaikhuna Yahya hafidzohulloh: Kesimpulannya; bahwa apabila orang meninggalkan
basmalah ketika menyembelih dengan sengaja, maka dia berdosa karena dia telah
melanggar hukum Alloh. Adapun bila meninggalkannya karena lupa, maka tidak berdosa,
akan tetapi sembelihannya haram untuk dimakan sebagaimana yang telah dijelaskan di
muka, walhamdulillah.
Dan apabila ketika menyembelih menyebut nama-nama Alloh yang lain selain lafadz
bismillah (misalnya bismirrohman) maka tidak syah sembelihannya, karena Nabi
shollallohu alaihi wa alihi wa sallam tidak menyebut kecuali lafadz bismillah ketika
menyembelih atau ketika makan dan sebagainya, dan beliaulah yang mengatakan:
,+ -- ,' '- - '-- -= - --'= = ,'= ---
Barangsiapa mengada-adakan perkara yang baru dalam perkara (agama) kita ini maka perkara
itu tertolak.(Muttafaq Alaih dari hadits Aisyah)
(lihat At-Tajliyah:40)
Hal-Hal Yang Diwajibkan Dalam Ibadah Qurban
Kewajiban pertama: Menahan dari mengambil sebagian dari rambut, kuku dan kulitnya.
Orang yang hendak berqurban, apabila telah masuk sepuluh hari awwal dari bulan Dzulhijjah,
tidak boleh mengambil sedikitpun dari rambut, kuku dan kulitnya.
Dalilnya adalah hadits Ummi Salamah yang diriwayatkan oleh imam Muslim bahwa Rosululloh
shollallohu alaihi wa alihi wa sallam berkata:
- ' - ' = - - - - - - - , ' ' = - , - = ' - , - , : - ' ' - - - - =' , ' ' - ' - =
= - , _ - = ' - , -
Apabila telah masuk sepuluh hari (awal bulan Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin
berqurban, maka janganlah dia menyentuh sesuatupun dari rambut dan kulitnya dan dalam
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

riwayat lain: jangan mengambil sesuatupun dari rambut dan kukunya sampai disembelih
qurbannya. (HR Muslim:1977)
Hukum asal dari suatu larangan adalah haram selama tidak ada dalil yang bisa memalingkannya
kepada makruh. Maka diharamkan bagi orang yang hendak berqurban untuk mengambil
sedikitpun dari rambut, kuku dan kulitnya, baik dengan mencukur, mencabut, menggigit atau
dengan cara yang lain. Apabila dia melakukannya maka yang wajib atasnya adalah beristighfar,
memohon ampunan kepada Alloh dan tidak perlu untuk membayar kaffaroh (denda/tebusan),
baik dilakukan dengan sengaja atau karena lupa. (lihat Al Mughni:9/437)
Syaikhuna Yahya hafidzohulloh ketika ditanya tentang masalah ini beliau menjawab: Apabila
mengambilnya dengan sengaja maka dia berdosa, akan tetapi kalau dia merasa terganggu
(kesakitan) dengan keberadaannya (misalnya kuku mau terlepas, bila dibiarkan akan
menyakitkan) maka boleh untuk mengambilnya. (pertanyaan malam Rabu 1 Dzulhijjah 1433H)
Adapun tentang orang yang diperuntukkan qurban tersebut, Syaikh Abdul Aziz bin Bazz
rohimahulloh berkata: Tidak disebutkan dalam hadits ini lafadz: -= _=-, - (dan orang yang
diniatkan untuknya qurban tersebut). Tambahan lafadz seperti ini adalah tambahan dari sebagian
ahli fiqh atau sebagian ulama. Yang benar adalah bahwa hanya orang yang berqurban sajalah
yang tidak boleh mengambil (rambut dan kulitnya) sampai menyembelih qurbannya. Adapun
orang yang diniatkan untuknya qurban tersebut seperti istri dan anak-anaknya, maka tidak
berdosa apabila melakukan hal tersebut, karena kepala keluarga dialah yang mengeluarkan harta
untuk berqurban, inilah pendapat yang benar. (lihat Majmu Fatawa Syaikh bin Bazz: 25/242)
Adapun syaikhuna Yahya hafidzohulloh berpendapat bahwa larangan tersebut mencakup istri,
anak-anak beserta seluruh anggota keluarga, dan siapa saja yang diniatkan pahala qurban
untuknya. Beliau membawakan perkataan para ulama yang berpendapat seperti ini (lihat At-
Tajliyah:41).
Kewajiban kedua: Lemah lembut terhadap hewan qurban ketika menyembelih.
Dalilnya adalah hadits Syaddad bin Aus, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam
berkata:
- - - _ ' = ' - = ' ' ' - - ' , - - = ' - ' - ' - . - - - - = - = , ' _ - -' , - -= ' - = - - =, - , '
Sesungguhnya Alloh telah mewajibkan untuk berbuat baik kepada segala sesuatu. Apabila
kalian membunuh, perbaguslah cara membunuhnya dan apabila kalian menyembelih,
perbaguslah dalam menyembelihnya. Dan hendaknya seorang dari kalian (yang akan
menyembelih) menajamkan parangnya dan menenangkan hewan sembelihannya. (HR Muslim
no.1955)
Dari Qurroh bin Iyas rodhiyallohu anhu bahwa ada seseorang berkata: Wahai Rosululloh, saya
ingin menyembelih seekor kambing tetapi saya merasa kasihan terhadapnya. Beliau menjawab:
- =-= '+--= '-'
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Kambing itu apabila kamu mengasihaninya maka Alloh akan mengasihanimu. (HR Ahmad
no.15592, dengan sanad shohih)
Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhuma- bahwa ada seseorang yang merebahkan seekor kambing
untuk disembelih sambil dia menajamkan parangnya, maka Rosululloh shollallohu alaihi wa
alihi wa sallam berkata kepadanya:
' + = - - . - = - - - - = ' ' ' -, - ' + -, - - = ' ,
Celaka kamu!, apakah kamu ingin membunuhnya berkali-kali? Tidakkah kamu tajamkan
parangmu sebelum membaringkannya?! (HR Abdurrozzaq no.8608 dan Hakim no.7563 dan
dishohihkan oleh Al Albani di shohih At Targhib:2/274)
Dan diperbolehkan untuk meminta bantuan orang lain dalam memegang qurbannya
supaya tidak banyak bergerak ketika disembelih.
Disebutkan dari seorang sahabat Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam, dia adalah
salah seorang dari kaum Anshor, meriwayatkan bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa
sallam merebahkan hewan qurban untuk disembelih, maka beliau berkata kepada seseorang:
-,=- _'= -= -'='
Bantulah aku (untuk memegang) hewan qurbanku! maka dia membantu beliau. (HR Ahmad
no.23169, dengan sanad shohih)
Kewajiban ketiga: Tidak menjual sedikitpun dari daging qurban dan tidak pula memberi
tukang sembelih (jagal) dari daging tersebut sebagai upah.
Dalilnya hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu berkata:
- _ ' - - , - - - - - - -- - _ ' = , ' - , ' = = ' = = ' ' ' + - ' = ' , ' = ' + - = ' - - ' + -
' : ' - - - = - , = - = -
Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam memerintahkanku untuk mengurus unta
(qurban)nya; dengan menyedekahkan dagingnya,kulitnya dan kain penutupnya dan supaya tidak
memberi sedikitpun darinya untuk yang menyembelih, beliau berkata: Kami akan
memberinya upah dari kami sendiri. (muttafaq alaih, Bukhori:1717 dan Muslim:1317)
Berkata Ibnu Qudamah rohimahulloh: Akan tetapi bila tukang sembelih itu diberi dari daging
qurban karena kefaqirannya atau sebagai hadiyah untuknya, maka yang seperti itu tidak
mengapa; karena dia berhak untuk menerimanya sebagaimana orang lain, bahkan mungkin dia
lebih pantas untuk mengambilnya; karena dialah yang telah mengerjakan penyembelihan itu
dengan tangannya sendiri, dan tentu dia punya keinginan untuk mendapat bagian darinya.Dan
tidak boleh menjual sedikitpun dari qurbannya, baik dagingnya atau kulitnya.
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Imam Ahmad berkata: Subhanalloh, bagaimana bisa dia menjualnya, bukankah dia telah
menjadikannya untuk Alloh Tabaroka wa Taala? (lihat Al-Mughni:9/450)
Hal-Hal Yang Disunnahkan Dalam Ibadah Qurban
Sunnah pertama: Menyembelih dengan tangan sendiri.
Dalilnya hadits Anas yang telah kami sebutkan di awal risalah ini:
, ' = - _ ' - - -' _ = - - - , - ' - + = - , - , = ' - , - - - ' - ' - + =' - - _ ' = ' = _ - - _ --
Nabi shollallohu alaihi wa alihi wa sallam pernah berqurban dengan dua kambing domba
berwarna belang dan bertanduk, beliau menyembelih dengan kedua tangan beliau sendiri,
dengan menyebut nama Alloh dan bertakbir, dan meletakkan kaki beliau di atas sisi tubuh kedua
kambing itu .(muttafaq alaih)
Sunnah kedua: Membaca takbir setelah basmalah.
Lafadznya: (- - - --) Bismillah Wallohu Akbar.
Dalilnya hadits Anas di atas.
Boleh juga mengucapkan: = - - + '' - - . - - - = ' berdasarkan hadits Jabir rodhiyallohu anhu yang
diriwayatkan oleh Abu dawud no.2795 dan Al-Baihaqi:9/281, dihasankan oleh syaikhuna
Muhammad bin Hizam hafidzohulloh. (lihat Fathul Allam:5/522)
Sunnah ketiga: Meletakkan kaki kanan di bahu hewan yang akan disembelih setelah
direbahkan di atas sisi sebelah kirinya, apabila hewan tersebut kambing atau sapi.
Dalilnya hadits Anas di atas.
Berkata imam An-Nawawi rohimahulloh : Hadits tersebut (yaitu hadits Aisyah yang semakna
dengan hadits Anas dengan beberapa tambahan) adalah dalil bahwa disunnahkan untuk
merebahkan kambing di atas lambung sebelah kirinya ketika disembelih, dan tidak disembelih
dalam keadaan berdiri atau berlutut, tapi dalam keadaan terbaring miring (kearah kiri) karena itu
lebih mudah baginya. Demikian disebutkan dalam hadits-hadits dan telah sepakat kaum
muslimin akan hal ini. (lihat Syarh Shohih Muslim no.1967)
Berkata Syaikhuna Yahya Hafidzohulloh: Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam
meletakkan kaki beliau di atas bahu (kambing yang beliau sembelih) tidak lain dengan tujuan
supaya lebih kuat dalam memegangnya, sehingga kecil kemungkinan bagi kambing tersebut
untuk menggerakkan kepalanya, karena yang demikian bisa menghambat proses penyembelihan
atau menyakiti yang menyembelih. (lihat At-Tajliyah:50)
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Sunnah keempat: Menyembelih unta dengan nahr, dalam keadaan berdiri dan diikat kaki
kirinya yang depan.
Yang dimaksud dengan nahr adalah menusuk urat nadi di pangkal lehernya dengan besi runcing
atau pisau.
Dalilnya Firman Alloh Taala:
, - ' + , ' = - - '
Maka sebutlah oleh kalian nama Alloh ketika kalian menyembelihnya dalam keadaan dia
berdiri (dan terikat). (Al-Hajj:36)
Ibnu Umar rodhiyallohu anhuma- pernah melewati seseorang yang sedang menderumkan
untanya untuk disembelih, maka beliau berkata kepadanya:
- _'- --=- -- -,-- '-', '+`- '- ,'=
Berdirikanlah (dan sembelihlah) dalam keadaan unta itu berdiri dan terikat, itu adalah sunnah
Nabi Muhammad shollallohu alaihi wa alihi wa sallam. (muttafaq alaih)
Berkata imam An-Nawawi rohimahulloh: Disunnahkan untuk menyembelih unta dalam
keadaan berdiri dan terikat kaki kiri depannya. Sedangkan sapi dan kambing, sunnahnya adalah
disembelih dengan terbaring di atas lambung sebelah kiri, kaki kanan belakang dibiarkan terlepas
sedangkan kaki-kaki lainnya semua diikat menjadi satu. (lihat Syarh Shohih Muslim no.1320)
Sunnah kelima dan keenam: Memakan sebagian dari daging qurban dan bershodaqoh
dengannya.
Dalilnya firman Alloh Taala:
- - ' _ -' - ' , - = ' + - - , ' ' + -, - = - - = '
Kemudian apabila unta itu telah roboh (mati), maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah
dengannya orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang
yang meminta. (Al-Hajj:36)
Dari Jabir rodhiyallohu anhu, dia berkata: Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam
melarang dari (makan) daging qurban setelah tiga hari, kemudian lama setelah itu beliau berkata:
= - , '
Makanlah kalian (dari daging qurban) dan ambillah (sebagian) untuk bekal di perjalanan, dan
simpanlah (sebagian yang lain). (HR Muslim:1972)
Dan dalam hadits Aisyah rodhiyallohu anha disebutkan dengan lafadz:
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

, - - - = , '
Makan, simpan dan bersodaqohlah kalian (dari qurban kalian). (HR Muslim:1971)
Dan juga dalam hadits Jabir rodhiyallohu anhu yang panjang, tentang sifat haji Rosululloh
shollallohu alaihi wa alihi wa sallam disebutkan bahwa setelah beliau selesai menyembelih
unta-unta beliau:
- - - . - - ` ' = - - - ' + - = ' - ' ' ' - = - = - - ' + - - ' - - .
kemudian beliau memerintahkan untuk mengambil dari setiap unta tersebut sepotong daging
dan dikumpulkan di dalam satu kuali, setelah matang beliau makan sebagian dagingnya dan
minum sebagian dari kuahnya. (HR Muslim:1218)
Imam An-Nawawi rohimahulloh berkata: Makan dari setiap hewan qurban hukumnya sunnah,
akan tetapi karena untuk makan dari seratus unta tidak memungkinkan, maka beliau kumpulkan
dalam satu kuali, supaya beliau bisa meminum kuahnya, yang mana didalamnya terkandung sari-
sari daging dari semua unta tersebut, dan beliau makan dari sebagian daging itu sekedarnya.
Para ulama sepakat bahwa makan dari hadyi tathowwu (qurban yang disembelih di tanah suci
yang tidak wajib) dan makan dari hewan qurban yang lain hukumnya sunnah bukan wajib.
(Syarh shohih Muslim no.1218)
Sunnah ketujuh: Menggemukkan hewan qurban.
Imam Al-Bukhori rohimahulloh meriwayatkan atsar dari Abi Umamah bin Sahl bin Hunaif
rodhiyallohu anhu secara muallaq, bahwa beliau berkata:
,---, ,-'--' ' -,--''- ,=-` --- '-
Kami dahulu menggemukkan hewan qurban di Madinah, begitu pula kaum muslimin.
Berkata ibnu Qudamah rohimahulloh: Dan disunnahkan untuk menggemukkan hewan qurban,
berdasarkan firman Alloh Taala:
, ' - ' , - - - ' + - ' - -' - = , - = '
Demikianlah (perintah Alloh), dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Alloh, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (Al-Hajj:32)
Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata: Pengagungan Syiar Alloh dalam ibadah qurban adalah
dengan menggemukkan hewan qurban, membesarkan dan membaguskan badannya.
Yang demikian itu akan lebih memperbanyak pahala dan menambah manfaatnya. (lihat Al-
Mughni:9/439)
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Sunnah kedelapan: Menyembelih di hari Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah.
Dalilnya adalah hadits Al-Baro bin Azib yang telah kami sebutkan di awal risalah ini bahwa
Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam berkata: Sesungguhnya yang kita mulai
pertama kali pada hari (Idul Adha) ini adalah sholat, kemudian kita pulang lalu
menyembelih qurban.
Diperbolehkan menyembelih qurban pada tiga hari tasyriq (tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah),
sebagaimana kami jelaskan di muka, akan tetapi menyembelih pada hari id lebih afdhol, karena
Rosululloh shollallohu alaihi wa alihi wa sallam menyembelih qurbannya pada hari itu, dan kita
tidak mengetahui adanya dalil yang menyebutkan bahwa beliau menyembelih qurban pada selain
hari tersebut, dan Alloh tidak memilihkan sesuatu untuk NabiNya kecuali yang paling afdhol.
(lihat At-Tajliyah:55)
Beberapa Permasalahan Penting
Berkaitan Dengan Ibadah Qurban
Masalah pertama: Bolehkah mengganti hewan yang sudah diniatkan untuk berqurban dengan
hewan yang lain atau menjualnya?
Apabila menggantinya dengan yang lebih baik dari hewan yang pertama, kebanyakan ulama
membolehkan. Demikian juga menjualnya kemudian menggantinya dengan yang lebih baik.
Dalilnya hadits Aisyah:
- .,-- -' - ----` ,''=- -+= ,`,-= =-, ` ,' ==' - '+, -'=` `'- '+-'- -'=' . ,'= ---
Seandainya bukan karena kaummu (Quraisy) baru saja terlepas dari jahiliyyah, tentu akan aku
infaqkan perbendaharaan Kabah di jalan Alloh, akan kujadikan pintunya sejajar dengan tanah,
dan akan kuperluas bangunannya sampai ke Hijr Ismail. (muttafaq alaih)
Telah dimaklumi bersama bahwa Kabah adalah semulia-mulia waqof di atas bumi ini, meskipun
demikian Rosululloh shollallohu alaihi wasallam ingin menggantinya dengan yang lebih baik.
Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu yang sudah diniatkan untuk Alloh secara umum boleh
diganti dengan yang lebih baik. Demikian yang dirojihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
dan lainnya sebagaimana dinukil oleh syaikhuna Yahya hafidzohulloh, dan beliau melemahkan
hadits yang melarang hal tersebut. (lihat At-Tajliyah:56-57, Fathul Allam:5/524)
Masalah kedua: Apabila hewan qurban disembelih setelah berakhirnya waktu ibadah qurban?
Bila hewan qurban tersebut adalah qurban yang wajib
Misalnya apabila pemiliknya bernadzar untuk berqurban dengannya; maka apabila
mengakhirkannya dengan sengaja maka tidak sah qurbannya, dan tidak diperintahkan untuk
mengganti. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam berkata:
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

,+ '-- ,'= ,' `-= .-= - . '-- -
Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada pada agama kita ini, maka amalan itu
tertolak. (HR Muslim)
Sedangkan apabila karena hal-hal yang tidak disengaja misalnya; karena lupa, atau tidak tahu
hukum, atau karena hewannya kabur dan baru bisa ditangkap setelah berakhirnya waktu qurban,
maka dia boleh untuk menyembelihnya dengan niat qurban, karena dia mempunyai udzur. Hal
itu sebagaimana dikatakan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wasallam:
=' ` '+' '- ` ' ` '+'-,' '+,-- -`- = '- - . ,'= ---
Barangsiapa tertidur dari sholatnya atau lupa mengerjakannya, maka hendaklah dia segera
sholat, tidak ada kewajiban baginya untuk menebus kecuali dengan itu. (muttafaq alaih) (lihat
Asy Syarhul Mumti:7/464-465)
Bila qurban tersebut diniatkan untuk tathowwu (qurban yang sunnah)
maka apabila telah berakhir waktunya, hilang kesempatan untuk berqurban, tapi boleh baginya
untuk menyembelih dan membagikan dagingnya dengan niat shodaqoh. (lihat fathul
Allam:5/521-522)
Masalah ketiga: Haruskah menentukan hewan mana yang akan diqurbankan?
Jumhur (kebanyakan) ulama berpendapat harusnya menentukan hewan yang mana yang akan
dijadikan qurban. Dengan penentuan ini maka hewan yang sudah ditunjuk tidak boleh
disembelih selain dalam rangka ibadah qurban, tidak boleh dijual, tidak boleh dicukur bulunya,
tidak boleh dijual anaknya, tidak boleh diminum susunya, kecuali bila lebih dari kebutuhan
anaknya dan sebagainya.
Akan tetapi mereka berselisih tentang bagaimana cara menentukannya. Sebagian berpendapat
bahwa cara menentukannya adalah dengan ucapan seperti: ini qurbanku. Sebagian yang lain
menentukannya dengan membeli hewan tersebut untuk qurban.
Yang benar dalam masalah ini adalah bahwa seekor hewan dihukumi sebagai hewan qurban
ketika menyembelihnya dengan niat untuk qurban, karena tidak adanya dalil yang menjelaskan
tentang waktu penentuan ataupun lafadznya.
Dengan demikian, maka tidak wajib untuk memenuhi hal-hal yang disebutkan oleh jumhur di
atas, sehingga diperbolehkan untuk mencukur bulunya, meminum susunya dan seterusnya.
Demikian yang dirojihkan oleh syaikhuna Muhammad bin Hizam hafidzohulloh. (lihat Fathul
Allam:5/523-524)


Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Masalah keempat: Hewan apakah yang paling afdhol untuk qurban?
Yang paling afdhol untuk qurban adalah unta, kemudian sapi, kemudian kambing, kemudian
bagian dari satu ekor unta, kemudian bagian dari satu ekor sapi.
Dalilnya hadits Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi
wasallam berkata:
-- '--' ,-'`' ='-' - --- '--' _'` ='-' - .. ,'= ---
Barangsiapa berangkat (menuju sholat Jumat) pada awal waktu, maka seakan-akan dia
berqurban dengan seekor unta, dan barangsiapa berangkat pada waktu kedua, maka seakan-akan
dia berqurban dengan seekor sapi.(muttafaq alaih).
Ini menunjukkan bahwasanya bershodaqoh dengan unta lebih besar pahalanya daripada
bershodaqoh dengan sapi. Dan bershodaqoh dengan sapi lebih besar pahalanya daripada
bershodaqoh dengan kambing. Rosululloh shollallohu alaihi wasallam telah menyebutkan
bahwasanya pahala itu sesuai dengan kadar rasa capek atau nafkah yang dikeluarkan. (HR. Al
Bukhori:1787 dan Muslim:1211).
Dan juga karena yang paling afdhol untuk hadyi adalah unta, maka qurban diqiyaskan
dengannya, karena sama-sama sembelihan. (lihat Fathul Allam:5/530)
Adapun syaikhuna Yahya hafidzohulloh, beliau merojihkan bahwa yang paling afdhol untuk
qurban adalah kambing, karena Rosululloh berqurban dengannya, dan yang paling afdhol untuk
hadyi adalah unta, karena Rosululloh shollallohu alaihi wasallam berhadyi dengannya. sebaik-
baik petunjuk adalah petunjuk Rosululloh shollallohu alaihi wasallam. (Faidah Mudawwanah
min Durus Syaikhina Yahya, bitarikh 25/11/131H )
Masalah kelima: Bolehkah makan dari qurban yang diniatkan untuk nadzar?
Orang yang bernadzar untuk berqurban, diperbolehkan baginya untuk makan dari qurban
tersebut, karena nadzar tidak merubah hukum yang terkait dengan hewan qurban yaitu untuk
disembelih dan dimakan. Nadzar hanya menjadikan qurban yang tadinya sunnah menjadi wajib.
(lihat Fathul Allam: 5/535)
Masalah keenam: Perbedaan niat orang-orang yang bergabung dalam satu sembelihan.
Jika sebagian orang yang bergabung dalam satu sembelihan berniat untuk berqurban dengannya,
sedangkan yang lain bergabung dengan niat untuk mendapatkan bagian dagingnya saja, bukan
untuk qurban, maka orang yang berniat untuk qurban sah qurbannya, dan masing-masing
mendapatkan sesuai apa yang dia niatkan. (Fathul Allam:5/537)


Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Masalah ketujuh: Berqurban untuk orang lain tanpa sepengetahuannya
Apabila orang tersebut sudah meninggal, maka tidak disunnahkan untuk menghususkan suatu
qurban atas nama yang telah meninggal itu. Karena Rosululloh shollallohu alaihi wasallam tidak
pernah berqurban atas nama Khodijah, istri tercinta beliau, tidak pula atas nama Hamzah bin
Abdil Muththolib, tidak pula atas nama ana-anak beliau yang meninggal sebelum beliau,
sedangkan anak adalah buah hati dan bagian dari beliau. Yang beliau lakukan adalah berqurban
atas nama beliau dan keluarga beliau. Dan secara otomatis masuk di dalam bilangan keluarga
beliau siapa saja yang meninggal dari keluarga beliau dalam keadaan Islam, sehingga dengan
demikian beliau berqurban atas nama yang telah meninggal tapi tidak secara khusus, dan yang
seperti ini boleh. (lihat Asy Syarhul Mumti:7/479-480, Fathul Allam:5/538)
Syaikhuna Yahya hafidzohulloh berkata: Tidak disyariatkan berqurban atas nama mayyit. Dan
beliau menukilkan perkataan Ibnul Mubarok: Lebih aku sukai bila dia bershodaqoh atas
namanya (mayyit) bukan berqurban. (lihat At-Tajliyah:58)
Masalah kedelapan: Apabila mewakilkan orang lain untuk menyembelih, haruskah orang yang
mewakilinya menyebut nama pemilik qurban ketika menyembelih?
Para ulama sepakat bahwa orang yang mewakili tidak wajib menyebut nama pemilik hewan
qurban ketika menyembelih, dan apabila dia sebutkan namanya boleh-boleh saja. (lihat Fathul
Allam:5/539)
Masalah kesembilan: Bila mewakilkan seorang ahlul kitab dalam menyembelih qurban?
Qurbannya sah, karena sembelihan ahlul kitab adalah sembelihan yang sah, sedangkan yang
berqurban dengannya adalah seorang muslim pemilik hewan tersebut. Akan tetapi hal yang
seperti makruh menurut jumhur ulama. (Fathul Allam:5/539)
Masalah kesepuluh: Bolehkah seorang budak berqurban dari hartanya sendiri?
Apabila diizinkan oleh tuannya boleh bagi budak untuk berqurban sendiri, dan bila tidak
diizinkan maka tidak boleh. (Fathul Allam:5/539)
Masalah kesebelas: Bolehkah berqurban untuk anak yatim dari harta anak yatim tersebut?
Jika kebiasaan daerah setempat memang sudah dimaklumi bahwa anak yatim bila dia mampu
untuk berqurban, maka walinya mengambil dari sebagian hartanya untuk berqurban atas nama
anak yatim tersebut, bahkan kalau itu tidak dilakukan dia akan bersedih hati, maka yang
demikian ini boleh, sebagaimana dia senang kalau dibelikan baju baru untuk hari raya meskipun
dia mempunyai baju yang banyak, supaya dia bisa bergaya seperti yang lain.
sedangkan bila kebiasaan setempat kebalikan dari itu, maka sebaiknya tidak diambil dari harta
anak yatim untuk berqurban. (lihat Asy Syarhul Mumti:7/484-485)
Panduan Lengkap Ibadah Qurban ISNAD.Net

Masalah kedua belas: Mana yang lebih utama; berqurban atau bershodaqoh seharga hewan
qurban tersebut?
Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: Menyembelih pada saat yang disyariatkan seperti hadyi
dan qurban, lebih utama dari pada bershodaqoh dengan uang yang senilai atau lebih dari itu. Hal
itu dikarenakan yang dimaksudkan oleh syariat pada saat-saat tersebut adalah penyembelihan
dan pengaliran darah, yang mana itu adalah suatu ibadah yang digandengkan dengan sholat,
sebagaimana firman Alloh Taala:
=- =-' .-
Maka dirikanlah sholat untuk Robbmu dan berqurbanlah (untukNya). (Al-Kautsar:2)
-- -`- . ,-'' - -'-- ',=-
Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadah (qurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk
Alloh, Robb semesta alam. (Al-Anam:162)
Oleh karena itu, bila ada orang haji tamattu atau qiron kemudian dia bershodaqoh dengan uang
yang berlipat kali dari harga seekor hewan yang seharusnya diqurbankan, maka shodaqoh
tersebut tidak bisa menggantikannya. Demikian pula udhiyah (qurban bagi yang tidak haji).
(lihat Tuhfatul Maudud hal.65, Fathul Allam:5/540)
Maroji:
Shohih Al-Bukhori, Muhammad bin ismail Al-Bukhori, cet. Dar Thouq an-Najah, edisi
pertama.
Shohih Muslim, Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi, cet. Dar Ihyaut Turots Beirut.
Asy Syarhul Mumti, Syaikh Ibnu Utsaimin, cet. Dar Ibnul Jauzi Saudi Arabia, edisi
pertama.
Majmu Fatawa Syaikh bin Baz
Daqoiqut Tafsir libni Taymiyah, cet. Muassasah ulumul Quran, edisi kedua
Musnad Ahmad bin Hambal, cet. Ar-Risalah, edisi pertama.
Mustadrok Hakim, cet. Darul Kutub Al-Ilmiyah, edisi pertama.
Nailul Author, Asy-Syaukani, cet. Darul Hadits Mesir, edisi pertama.
Syarh Shohih Muslim, An-Nawawi, cet. Ihyaut Turots Beirut, edisi kedua.
Al-Mughni, Ibnu Qudamah, cet. Maktabah Al-Qohiroh.
Tuhfatul Maudud, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah, darul Bayan damaskus, edisi perta