Anda di halaman 1dari 3

1. 2.

3.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35.

Jumlah molekul udara di alveoli 108 dan jarak rata-rata tumbukan 10-8, jarak lintasan bebas rata-rata? Volume tidal yang menggambarkan volume maksimum udara yang dihirup selama 60 detik adlh respiratory minute volume Tekanan udara 600mmHg, oksigen 20% dan nitrogen 80%. Jika nitrogen d keluarkan sisa udara dlm tabung berapa? Satuan tekanan untuk respirasi : cmH2O Keadaan yang terjadi pada sistem pernapasan manusia : volume alveoli semakin besar maka tekanan semakin kecil Lung complience paru 0,2L/ cmH2O. Brp elastisitas? Randy bernafas 60x dlm 10s. Brp frekuensinya? Banyak percabangan, luas saluran napas : meningkat, kecepatan menurun Proses difusi dimulai di : alveolus Sistem pernafasan yang menyebabkan pernafasan tenang, ritmis, spontan : IDRG Saluran pernafasan yang paling mudah kopals : mulai dr bronkiolus (terminalis?) Kapasitas volume tidal dalam ruang rugi dewasa normal : 30% Kurva dissosiasi oksigen bergeser ke kiri : janin yang masih di kandungan HCO3- bisa bolak balik karena? Ada chlorine shift Pada bayi baru lahir, pernapasan pertamanya terjadi : Asfiksia (hipoksia dan hiperkapnia) Saat tekanan subatmosferik ditiadakan : thorax mengembang, paru kolaps Tv : 1 liter, Freq : 10x/menit, ruang rugi : 50ml. Brp ventilasi alveolar? 9,5L Ins o2 21%, kdalaman 30m, tek parsial? Kerja fisik : PH turun, Inspirasi tenang diatur otot utama : 80% diaphragma Ventilasi kontralateral : hub alveoli Nervus EVRG : diaktifkan IDRG CO2 terendah : di vena pulmonalis Defisit surfaktan, terjadi : tegangan permukaan dan daya recoil meningkat, complience turun Udara yang tersisa selesai ekspirasi normal (otot napas relx) : FRC (erv + rv) CO2 darah arteriol meningkat saat : metabolisme meningkat Keadaan tubuh saat kerja fisik sedang : ventilasi alveolar meningkat (hiperventilasi) Aliran balik vena meningkat saat keadaan : inspirasi? / eks kuat? Tekanan intrapleura positif saat : percobaan valsava (ngeden -> hmbatan balik vena) Otot pernapasan bayi 1 bulan : diaphragma Ke puncak -> aklimatisasi, mekanisme respirasi normal : Hb darah meningkat Pusat pernafasan yang bekerja saat menyanyi : pusat persarafan di korteks cerebri Freq napas : 20x/menit, ruang rugi 150ml, ventilasi pulmonal : 8L. Ventilasi alveolar ? 31,5L Baru sembuh dr sakit paru, hasil tes pernafasan yang dlm batas normal : TV Tahan nafassaat inspirasi kuat -> terputus krna ada batasnya, disebabkan : reflex herring breuer

36. Banyak molekul o2 untuk mengikat hemoglobin : 4 Oksigen mengikat Hb : Hb + O2 -> Hb(O2)4 37. 38. Gas yang inert : N2 (tidak termetabolisir) 39. 2,3 DPG : dalam eritrosit, menurunkan afinitas Hb thd O2 40. Kelebihan asam H3O+ di ginjal dan intrasel, di buffer oleh : HPO4241. Kehilangan H3O+ di ekstrasel dinetralkan oleh H2CO3 42. Kekurangan asam H3O+ dalam tubuh dinetralkan oleh : HCO343. Dapar maximum : [asam] = [garam] 44. Efek haldane : pengikatan O2 pada Hb akan mengusir CO2 dr Hb (pengaruh tekanan O2 thd lepasnya ikatan karbominoHb) 45. Efek bhor : Pengaruh PCO2 terhadap dissosiasi oksiHb 46. Pengangkutan O2 : Jumlah oksigen dlm darah sebanding dengan Hb 47. Buffer terbesar : Hb dan OksiHb 48. Buffer dengan kapasitas terbesar : protein plasma 49. Kurva dissosiasi oksiHb : Peningkatan Hb meningkatkan saturasi Hb 50. Kursa dissosiasi oksiHb menunjukkan : hubungan PO2 dan saturasi Hb 51. P-50 : P02 50mmHg dan merupakan unloading tension dr Hb 52. Pengangkutan CO2 terbanyak dlm bentuk : ion bikarbonat plasma 53. Cloride shift : masuknya Cl ke SDM menggantikan H2CO3 yg kluar sel 54. Kemampuan elastik paru untuk kmbali : recoil, untuk kemudahan di regang : complience 55. Nitrogen wash out, untuk : ukur FRC 56. Bronkiolus respiratorik : epitel torak rendah/selapis kubis 57. Sel yang berpigmen pda epitel daerah olfaktori : sel sustentakuler (penyokong) 58. Epitel concha nasalis medius : 59. Bagian konduksi sistem respirasi : 60. Laringeal epiglotis terdiri dr : epitel bertingkat torak bersilia bersel goblet 61. Tulang rawan elastin terdapat di : kuneiform laring 62. Trachea membranosa : otot polos 63. Epiglotis pars lingual tersusun ats : epitel berlapis gepeng tnpa tanduk 64. Sel clara dimana? Antara sel kubis 65. Stigma alveoli dimna? Dinding alveolus 66. Alat pngukur vol.udara : spirometer 67. Proses inhalasi : 68. Difusi : 69. Brp tekanan udara saat biasa dan saat flu? 70. Paru pecah krna mlebihi daerah elastis disebut : pnuemotharax? 71. Blm trachea banyak sel basal, sel basal adlh : reserve cell (cad), akn jd sel lain (pnyokong/olfact) 72. Lung unit yang termasuk fungsi respiratorius : bronkus resp, duct, sack, alveol 73. Ciri saluran alveoli : alveoli bergabung membentuk sakus alveolaris 74. Pembuluh darah yang memperdarai hidung : A.lat nasi can a.fascialis, A.dorsalis nasi cab a.opthalmic, A.infraorbitalis cab A.max int 75. Tulang yang membentuk septum nasi : os.vomer

76. Saraf yang mempersarafi rongga hidung : N.ethmoidalis 77. Pembuluh darah balik terakhir perdarahan rongga hidung : v.opthallmica 78. Infeksi gigi premolar, menyebabkan infeksi sinus : maxillaris 79. Muara sinus maxillaris : hiatus semilunaris 80. Bangunan disekitar concha nasalis superior : recessus sphenoethoidalis (Muara : sinus sphenioid) 81. Sinus sphenoid dipersarafi : N.ethmoidalis post, cab orbital ganglion pterygopalatinum 82. Berbatasan dngn organ/tulang : chiasma opticum & hypofisis 83. Otot yang menggerakkan kartilago cricoideus ke cranial : M.cricotyroidea? 84. Gerak abduksi pita suara : M.tryreoarytaenoideus, M.vocalis, M.cricoarytaenoideus lat 85. Batas faring dan laring : laringofaring 86. Cincin waldeyer melintasi : oropharynx , (melintang = nasofaring) 87. Adenoid adlh 88. Tersedak saat makan, hub naso dan orofaring saat mnelan ... 89. Naso dan oror ditutupi : 90. Otot yang menggerakkan naso? Oro? 91. Ikatan dalam pita suara asli mengikat : 92. Persarafan motor sensoris faring : N. 9 (saraf batuk) & 10 93. Otot dinding thorax murni : M.subcostalis 94. Persarafan costa 1 dan 2 post dilakukan oleh : A.intercostalis suprema 95. Batas trigonum auskultasi : inf=latissimus dorsi, med=trapezius 96. Punksi pleura : tepi atas iga pda dorsal mid-axillaris 97. Napas dngan buka mulut : pembengkakan limfoid pada nasofaring atas blakang 98. Yang menyebabkan aditus laringis menutup : kontraksi otot intrinsik laring 99. Gangguan batuk dan hilang suara, gangguan pada : pharynx 100. Bersuara, tegangan : plica vocalis 101. Pilek dan panas, cairan kluar dr tlinga tengah krna : canalis tuba auditiva menghub nasopharynx, dibelakang hidung dngan tlinga tengah 102. Rangsang pada mukosa tonsila yang mengakhibatkan muntah : N.glossopharyngeus 103. M. constrictor pharyngea sup , memisahkan tonsila dengan N9? / V.palatina ext? 104. Spatium peripharingeale dr lat tonsila palatina ke caudal hingga : os hyoid? 105. Regio ethmoidalis, dengan fossa cranialis ant di hub : lamina cribossa 106. Ke lat, fossa tonsilaris berbatasan dngan : 107. Bawah fossa hypofisis ada sinus : sphenoid 108. PH < 7,4 : asidosis metabolik yang tidak terkompensasi 109. Keadaan normal : CO2 content sama dngan CO2 capacity 110. Asidosis metabolik : Diare berat, Gagal ginjal 111. Kompensasi : hiperventilasi 112. Asidosis respiratorik : gangguan sal.pernapasan, CO2 content > CO2 capacity, peningkatan PCO2 113. Alkalosis respiratorik : Histeria, CO2 content < CO2 capacity

114. Bisul di hidung, nyeri sampai dahi krna: saraf sama dgn dahi 115. Sinus maxilaris : brada dlm os.palatinum dan maxila 116. Concha nasalis inf : muara ductus nasolacrimalis 117. Pemeriksaan bayi br lahir : ambil jar paru bayi dan tes ngapung ato gak dlm air 118. Letak anyaman pembuluh balik hidung yang sering epistasis : submukosa septum nasi bag. Caudal 119. Sinus paranasalis : meatus nasi sup,med, rec.spenoidalis, bulla ethmoidalis (smua bnar) 120. Pasien mengeluh suara kecil dan serak : N.recurrents merupakan cab N.vagus 121. Tumor lewat getah bening, menjalar ke : v.pulmonalis 122. Lipatan pleura peralihan ppleura costalis dgn diafragmatica, memotong : iga 4 pd linea parasternalis 123. Lipatan pleura memotong : iga 10 pd mid-axilaris 124. Recessus costodiaphragmaticum dpat dicapai setinggi iga : 10-12 pda garis vertical bwah scapula 125. Membuat lubang pd pasien sesak napas, di : trachea atas 126. Jar yang dipotong trachea : cincin trachea 127. Percabangan trachea terletak stinggi : discus intervertebralis 4 dan 5 128. Ciri diaphragma : batas vena cava stinggi th5? 129. Tersedak kacang, kacang masuk bagian : br.epartherialis 130. Penutupan aditus laryng krna kontraksi : m.arytaenoideus obliq, m.aryepigloticus. yang buka : m.thyreoepigloticus 131. Ekspirasi diaphragmatic paksaan : m.obliquus abdominis internus 132. Mendengarkan bising napas lobus inf paru : sela iga 4-5 dinding lateral kanan thorax 133. Dorsal puncak paru brada stinggi : smua salah 134. Fascies mediastinalis paru knan berhub dngan : vena azygos, N.phrenicus, oesophagus, v.cava.sup (smua bnar) 135. Mekanisme pernapasa, yg tidak setara dngan kecepatan difusi : berat molekul 136. 50% sinus tertutup, perbandingan tek sinus dan tek normal yang diakhibatkan sinus : 16xPsehat 137. Tekanan 8 cmH2O, elastisitas 4. Volume: 2 L 138. Vestibulum nasi : 139. Berbaring dan berdiri, yang sangat dipengaruhi : VC 140. Transport O2 : efek haldane meningkatkan transport drh 141. Buffer saat asma : H2CO3 HCO3142. Emfisema : tahanan napas menurun 143. Meningkatkan PCO3 kapiler arteri : peningkatan aktivitas metabolik 144. Yg menurunkan kerja otot pernapasan : 145. Otot inspirasi utama, efek kontraksinya : peningkatan intrapulmo 146. Br.intapulmonal : epitel berlapis torak bersel goblet 147. Br.terminalis : ada sel clara bentuk kubah 148. Mulai pertukaran gas : Br.respiratorius 149. Sesak napas : tek udara di tmpat tinggi lbi kcil 150. Daki gunung: hipoksia hipoksik 151. Fungsi transmural: 152. Pada kisaran brpa pelepasan o2 relatif besar : 10 dan 40 153. Asidosis respiratorik : morfin 154. Kemampuan kembang kempis paru : test FEV 1 detik 155. Tek intrapleura -4, pda puncak respirasi jdi : -8 156. Sesak napas, 2,3 DPG di aktifkan untuk : 157. Inspirasi dan ekspirasi kuat, vol yang dpat dihitung : VC

158. Maximum voluntary ventilation, brp lama? 159. Sesak napas : elastisitas berkurang 160. Sakus alveolaris : serat retikulin dan elastin mengelilingi muara sakus 161. Pusat kendali irama dasar pernapasan : apneustik 162. FEV 1detik : 83%, 3detik : 97% 163. Ganguan pernapasan pada asma : peningkatan CO2 164. Otot inspirasi tenang : M.intercostalis eksternus & diafragma 165. Otot inspirasi kuat : M.sternocleido & M.pectoralis mayor 166. Otot ekspirasi kuat : M.intercostalis intermus & abdomen 167. Letak amandel : belakang arcus palatoglossus 168. Sesak napas : obstruksi (penyumbatan jln napas) 169. Penyaring udara berdebu : vestibulum nasi 170. Bila debu ngeiritasi nasopharynx, saraf yang terkena : N.9 171. Bagian laring yang bisa tertutup : aditus laring, glotis, infraglotis 172. Saraf yang menyempitkan bronchus : N.10 173. Ciri mikro bronkiolus : tidak ditemukan T.R.hialin 174. Pada penyakit asma bronkiale : ekspirasi lebih susah dr inspirasi 175. Saluran pernapasan atas : sel basal merupaka reserve cell 176. Fungsi laring sbg fonasi : ukuran celah dan tingkat ketegangan otot menentukan nada suara 177. Hemoglobin : penetapan kadar HB dengan cara sahli adl pembentukan hematin asam 178. Vaskularisasi paru : PCO2 a.pulmo lebih tinggi dr v.pulmo 179. Tempat untung mendengarkan bising napas lobus inferior paru : sela iga 4-5 dinding lateral kanan thorax 180. Bifurcatio trachea setinggi : thorax 5 181. Puncak paru disebelah dorsal : spina scapula 182. Pada inspirasi dgn cidera N.phenicus kiri, diafragma kiri : naik pasif 183. Otot yang membantu abduksi pita suara : M.crycoarytaenoideus posterior? 184. Otot yang berfungsi membantu inspirasi : scalenus ant, sternocleido, pectoralis mayor, latisimus dorsi (smua bnr) 185. Lateral trigonum auskultasi : infraspinatus 186. Pleura costalis dipersarafi: 187. Otot dinding torak sejati : diafragma, intercostalis, subcostalis 188. Sinus yang berada dibawah fossa hipophysis : sinus sphenoidalis 189. Laring berbatasan langsung dgn : 190. Lariung dan faring dipisahkan : aditus laring 191. Lipatan passava : M.spincter palatopharingeal, M.salpingopharyngeus, M.constriktor pharyngeal sup, M.levator velli palatini 192. Adenoid terletak di : recessus pharyngeus 193. Tersedak krna : faring adl perbatasan saluran napas dan makan 194. Terakan intrapleura menjadi 1 jika? 195. PO2 rendah, PCO2 tinggi : hipoksia hipoksik 196. Kejenuhan Hb pda tubuhga sampe 100% krna : 197. Surfaktan berkurang, tegangan permukaan turun : complience naik 198. Zat dapat larut pda pelarut jika : kemiripan kpolaran 199. Akhibat dr chlorine shift : kadar Cl vena < arteri 200. Pengaruh 2,3 DPG : peningkatan dissosiasi O2

201. Kemampuan elastik paru-paru ketika menerima gaya : lung complience 202. Kurva dissosiasi berbentuk sigmoid krna : pngikatan O2 oleh Hb terjadi dlm 4 tahap 203. Penyusun tulang (septum nasi) : cartilago septi nasi, nasi lateral, ala masi mayor 204. Volume udara yang dapat dihirup selama 15detik : maximal voluntary ventilation 205. Beda tekanan antara alveol dgn tekanan permukaan tubuh disebut : transthoracic pressure 206. Paru-paru pecah karena melebihi daerah elastis : pneumothorax 207. Elastis paru : emfisema meningkatkan pengembangan paru (complience naik) 208. Inspirasi maximal : tekanan intrapleura subatmosferik menurun 209. Karbamino : mengurangi transportasi O2 210. Refleks herring : hambat inspirasi bila paru mengembang 211. Surfaktan : menurunkan kecenderungan alveol kolaps waktu ekspirasi 212. Keracunan CO2 menyebabkan kurva geser ke kiri 213. Pusat apneustik : menghambat pusat respirasi 214. Trigonum infrahyoid : caroticum, musculare, occipitale, subclavia (yg bukan : submandibula) 215. Cabang a.subclavia di scalenus : truncus coctocervical 216. Yang tidak melekat pada T.R.thyreoid : M.constriktor pharyngeus medius 217. Muara duktus gl.parotis : smua salah 218. Sinus frontalis bermuara pada : meatus nasi media 219. Pusat afferen vagus : pusat respirasi medulla 220. Org yang belum adaptasi ketinggian : hipoksia hipoksik 221. PO2 di vena lebih tinggi dr normal : hipoksia histotoksik 222. Awal ekspirasi : elastic recoil meningkat 223. Penyelam yang memakai snorkel : peningkatan ruang rugi 224. Tahanan pembuluh darah pulmonal meningkat bila tekanan arteri pulmonal meningkat 225. Vagina caroticum dibentuk oleh : fascia colli media 226. Fascia paratidecoasseterica lanjutan dari : fascia colli superficial 227. Danger space setinggi : thorax 4 228. Percabangan a.carotis communis setinggi : tepi cranial cartilago thyreoid 229. A.carotis eksterna dan interna dipisahkan : M.digastricus venter posterior 230. Dissosiasi HbO2 menurun pada : penurunan pH darah 231. Bersin, benda asing masuk ke : kavum nasi 232. Pars kartilaginea : T.R.hialin 233. Bagian konduksi yang tidak ber sel goblet : br.terminalis 234. Br.terminalis : epitel selapis torak bersilia/ torak rendah 235. Penyakit paru restriktif : complience turun 236. Fungsi stokes : reduktor 237. Fungsi k-ferisianida : oksidator 238. Tujuan pemberian stokes: untuk mengetahui medHB dpat kembali menjadi Hb 239. Pada pemanbahan stokes maka: terjadi perubahan warna darah menjadi merah terang menjadi gelap 240. Pengenceran darah setelah pemberian stokes dapat menyebabkan : terjadi perubahan oksiHb jadi medHb