Anda di halaman 1dari 20

PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang - Banten

Oleh : 1. Diana Mulyana (3335100837) 2. Mela Widiawati (3335100749) 3. Rizkita Amanda (3335100503)

4. Sayyidah (3335101647) 5. Tri Budi P (3335101209) 6. Vera Nita Sako (3335101649)

SEJARAH SINGKAT
PT. Indah Kiat Pulp and Paper pertama kali didirikan di Tangerang pada tahun 1976 dengan 2 unit mesin yang berkapasitas 50 ton/hari. Pada bulan Juni 1990, PT. Indah Kiat Pulp and Paper secara resmi mulai Go Public sehingga komposisi kepemilikan sahamnya adalah sebagai berikut : PT. Puri Nusa Eka Persada 57,25% ; Chung Hwa Pulp International Corporation 16,11% ; Yuen Foong Yu Invest Corporation 7,62% ; Publik umum 19,02% Pada tahun 1988 dilakukan modifikasi terhadap ketiga line mesin di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang, sehingga terjadi peningkatan kapasitas produksi total menjadi 250 ton/hari. Dan sejak tahun 1988, PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang menggunakan 2 line mesinnya untuk memproduksi color paper dan 1 line mesinnya digunakan untuk memproduksi woodfree paper. Saat ini kapasitas produksi total mencapai 105.000 ton/tahun.

LOKASI PABRIK
PT. IKPP, Tbk. Tangerang merupakan salah satu anak perusahaan Sinar Mas Group yang berkantor pusat di Plaza BII, Jl. MH Thamrin no 51 Jakarta Pusat 10350. PT. IKPP Tangerang Mills terletak di Jalan Raya Serpong KM 8, Desa Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan Luas area sekitar 28 hektar dengan status kepemilikan sertifikat hak dan status peruntukkan Industri. Posisi pabrik PT. IKPP Tangerang tergolong strategis apabila ditinjau dari sisi ekonomisnya. Hal ini dikarenakan tata letaknya berdekatan dengan jalan tol Tangerang-Jakarta-Merak. Posisi seperti ini mendukung kelancaran transportasi penyaluran bahan bahan baku utama dan bahan penunjang yang diperlukan untuk proses produksi kertas serta mempermudah pengiriman hasil produksi ke tempat distributor atau ke konsumen di luar negeri yang biasanya dengan menggunakan kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Priok. PT. IKPP Tangerang terletak berdekatan dengan Sungai Cisadane. Hal tersebut mempermudah pemenuhan kebutuhan air, baik untuk proses produksi maupun kegiatan non-produksi.

Unit Proses
1. Stock Preparation.

2. Paper Machine.
3. Finishing & Converting.

STOCK PREPARATION
Merupakan tahap awal pembuatan kertas. Bahan baku berupa lembaran pulp NBKP (Naubholz Bleached Kraft Paper) dan LBKP (Laubholz Bleached Kraft Paper) dihancurkan secara mekanis dan dilakukan penambahan bahan kimia menjadi bubur pulp.

Preparation terdapat 4 tahapan utama, yaitu :

1. Pulping
Lembaran pulp akan mengalami penghancuran dan pencampuran bahan kimia seperti CaCl2, Tinofix, dan lain lainnya dalam sebuah pulper yang dibantu dengan penambahan air. 2. Proses Pembersihan (Cleaning)

Pembersihan menggunakan High Centrifugal Cleaner (HCC) yang berjumlah 3 unit.

3. Proses Penggilingan (Refining) Proses penggilingan dengan menggunakan Double Disk Refiner (DDR) untuk menghasilkan bubur pulp dengan derajat giling (Freeness) sesuai.

4. Proses Pencampuran (Mixing)


Setelah melalui proses refining, bubur pulp dialirkan ke mixing chest dimana terjadi pencampuran LBKP, NBKP.

Setelah itu bubur pulp masuk ke machine chest dan kemudian dilanjutkan ke Paper Machine untuk dibuat menjadi lembaran kertas.

Diagram Alir Stock Preparation

PAPER MACHINE
Pada bagian paper machine, bubur pulp mengalami proses menjadi lembaran kertas. 1. Stuff Box

Setelah masuk kedalam machine chest bubur pulp masuk kedalam stuf box yang berfungsi sebagai pengatur jumlah aliran.
2. Centrifugal Cleaner Alat ini berfungsi untuk memisahkan pasir dan kotoran kotoran lain yang terkandung didalam bubur kertas berdasarkan gaya centrifugal.

3. Horizontal Screen Pada Horizontal Screen terjadi proses pemisahan dan penyaringan untuk memisahkan bubur pulp dari gumpalan gumpalan serat dan kotoran lainnya yang mungkin masih tinggal agar diperoleh ukuran bubur pulp yang homogen. 4. Head Box Sebelum memasuki head box bubur pulp yang lolos dari proses screening akan ditambahkan zat retention aid yang berfungsi sebagai pengikat serat. Head box berfungsi untuk mengatur gramatur kertas yang akan diproduksi.

5. Dewatering Proses pengurangan kadar air yang terkandung didalam bubur pulp dengan cara meloloskan air kebawah plastik wire ketika bergesekan dengan hidrofoil. Sehingga pada wire mulai terbentuk lembaran kertas yang masih basah. 6. Pressing Lembaran kertas mengalami proses pressing dengan cara dilewatkan pada 2 buah roll silinder yang

berputar.
7. Drying Lembaran kertas yang telah melewati proses pressing kemudian dilewatkan pada dryer untuk mengurangi kadar air yang terkandung didalam lembaran kertas.

8. Calendering Calendering bertujuan untuk menghaluskan permukaan kertas. Pada proses ini digunakan 4 buah roll yang berputar berlawanan arah satu sama lain. 9. Reeling Pada bagian ini merupakan proses penggulungan lembaran kertas menjadi bentuk jumbo roll (roll besar).

Diagram Alir Paper Machine

Finishing Converting
Kertas jumbo roll yang telah di produksi di bagian paper machine diperiksa kualitasnya oleh seksi quality control. Kertas yang telah memenuhi syarat akan dikirim ke departemen Finishing Converting yang merupakan tahapan paling akhir dalam produksi kertas. Seksi Finishing bertanggung jawab dalam mengadakan pengawasan dalam proses penyortiran dan pengepakan secara manual lembaran kertas

3 Tahap Finishing
Pemotongan
Kertas jumbo roll dari paper machine akan dipotong menjadi ukuran tertentu sesuai dengan permintaan konsumen.

Penyortiran
Proses penyortiran dilakukan pada kertas dalam bentuk lembaran. Penyortiran dilakukan untuk memisahkan lembaran kertas yang cacat (kotor, bergelombang, sobek, warna belang). Packing Proses pembungkusan kertas dalam bentuk roll dilakukan dengan menggunakan wrapping paper dan dipacking dengan wooden pallet dan dilapisi dengan plastik.

2 Tahap Converting

Pemotongan Pembungkusan Setelah proses pemotongan lembaran kertas akan mengalami proses pembungkusan.

Diagram Alir Finishing & Converting