Anda di halaman 1dari 14

TUGAS PENGENALAN TEKNIK KIMIA

DISTILASI

OLEH:

ADIT IQBAL

(1150611051110005)

ALBERTUS ARDIKA (115061101111005) SISCA AMELIAWATI ( 115061101111015)

TEKNIK KIMIA 2011

DAFTAR ISI
DISTILLATION ..................................................................................................................................... 3 VAPOR PRESSURE .............................................................................................................................. 4 KEADAAN EKUILIBRIUM ................................................................................................................. 5 TITIK DIDIH .......................................................................................................................................... 6 Distilasi ................................................................................................................................................... 7 SEJARAH ALAT DISTILASI ............................................................................................................... 8 Prinsip The Hickman Still Head ............................................................................................................. 9 Pembagian Distilasi .......................................................................................................................... 10

DISTILLATION
- DISTILASI

Distilasi adalah suatu metode pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan menguap (volatilitas) bahan atau perbedaan titik didih / tekanan uap dari cairan yang akan dipisahkan.

VAPOR PRESSURE Pada cairan, ketika suhu dinaikkan, sejumlah molekul


menguap seiring bertambahnya waktu. Jika cairan ditempatkan pada tempat terbuka, maka molekul akan terlepas ke atmosfer. Jika dalam wadah tertutup, beberapa dari molekul uap menempel pada dinding wadah dan kembali menjadi cairan.

KEADAAN EKUILIBRIUM
Suatu cairan yg ditempatkan diwadah tertutup kemudian dipanaskan, maka cairan tersebut akan menguap sampai ruangan dlm wadah tersebut jenuh dengan uap. Pada keadaan ini akan tercapai keadaan ekuilibrium (kesetimbangan), yaitu : Jumlah molekul yang menguap = jumlah molekul yang kembali menjadi cairan (terkondensasi). Keadaan ekuilibrium akan dicapai pada saat : Jumlah molekul yang menguap = jumlah molekul yang kembali menjadi cairan (terkondensasi) Tekanan pada titik ini dikenal sebagai Tekanan Uap (vapor pressure). Zat yang memiliki gaya tarik antar partikelnya kuat Sukar menguap rendah. Contoh : Gula, garam Zat yg memiliki gaya tarik antar partikelnya lemah Mudah menguap besar. Contoh : Etanol, Eter Tekanan Uapnya Tekanan Uapnya

Beberapa hal penting pada tekanan uap :


Tekanan uap terkait dengan pendidihan. Suatu cairan dikatakan mendidih jika tekanan uapnya sama dengan tekanan disekitarnya. Kemudahan suatu cairan mendidih tergantung atas volatilitasnya, Cairan dengan tekanan uap tinggi (cairan volatile) akan mendidih pada suhu lebih rendah. Distilasi terjadi dikarenakan beda volatilitas komponen di dalam cairan campuran
5

TITIK DIDIH
Tekanan uap cairan murni akan naik terus ketika suhu terus ditingkatkan. Sehingga jika suhu ditingkatkan maka cairan lebih cepat mendidih karena tekanan uapnya lbh cpat naik. Titik didih cairan adalah suhu di mana tekanan uap didlm sama dengan tekanan eksternal Titik didih normal cairan adalah Suhu pada tekanan uap 760 torr, yaitu tekanan atmosfer normal dipermukaan laut.

Distilasi
Perubahan materi dapat digolongkan menjadi 2, yaitu Perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika adl perubahan yg tdk menghasilkan zat baru. Pada perubahan fisika, hakekatnya zat atau komposisinya tdk berubah, yg berubahan hanya bentuk & wujudnya. Sebaliknya, pada perubahan kimia terbentuk zat baru. Contoh : Perubahan fisika : Es mencair, air menguap, lilin meleleh, beras digiling jdi tepung. Perubahan kimia : Kertas terbakar (jadi abu), beras dimasak menjadi nasi. Prinsip : Cairan dipanaskan hingga mencapai titik didihnya (menguap), kemudian uap yang terjadi dialirkan melalui suatu pendingin sehingga terjadi pengembunan atau kembali ke bentuk cair yang disebut DISTILAT. Zat yang menguap lebih dahulu adl zat yang memiliki titik didih lebih rendah.Metode ini termasuk unit operasi perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masingmasing komponen akan menguap pada titik didihnya.

SEJARAH ALAT DISTILASI


- Alembic ditemukan oleh Jabir bin Hayyan (Geber), di abad ke8, dia yang pertama kali menemukan berbagai peralatan kimia yang masih digunakan sampai sekarang. - Khususnya, Alembic merupakan labu pertama yang dapat memurnikan bahan kimia dengan sempurna, dan ini menjadi inspirasi untuk

Alembic

peralatan distilasi modern skala mikro, seperti The Hickman still head.

The Hickman still head

Prinsip The Hickman Still Head


The Hickman still head,terdiri dari : Conical Vials yg berisi cairan yang akan dipisahkan, yg dipasang pada bagian bawah The Hickman still head. Kemudian kondensor atau pendingin disambungan pada bagian atas the hickman still head. Jika campuran pada conical vials didihkan maka akan menguap ke atas,kemudian akan didinginkan oleh pendingin dan terkondensasi (menjadi cairan kembali), kemudian uap yg terkondensasi atau destilat akan turun dan terkumpul di The Hickman still head. Ada 2 jenis The Hickman still head,yaitu 'porting' dan 'unported'. Penampung distilat paling mudah adalah menggunakan the Hickman still head model porting; port ini dpt dibuka dan cairan di dalamnya dpt diambil menggunakan pipet Pasteur. Jika dengan the Hickman still head model unported, cairan diambil dari atas dengan pipet Pasteur. Kelemahan model unported adalah Harus membongkar kondensor yang digunakan.

Kemudian alat distilasi berkembang lagi menjadi seperti digambar. Terdapat 2 labu, labu gelas yg berleher panjang menunjuk ke samping dengan sudut ke bawah yang berfungsi supaya uap distilat dpt mengalir ke labu yg 1nya yg diletakkan dibawah kran sebagai pendingin untuk mengembunkan distilat dan biarkan menetes ke bawah supaya distilat terkumpul. Pembagian Distilasi - Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi 2, yaitu : 1. Distilasi batch Jika proses hanya dilakukan satu kali, yakni bahaya dimasukkan dalam peralatan, diproses kemudian diambil hasilnya (distilat dan residu). Distilasi Batch biasa digunakan pada skala

laboratorium, Sedangkan Distilasi kontinue (terus menerus) biasa digunakan pada skala industri.

2. Distilasi kontinyu Jika prosesnya berlangsung terus menerus. Ada aliran bahan masuk sekaligus aliran bahan keluar.

10

- Campuran cairan yang akan diproses disebut umpan. - Umpan dimasukkan melalui pertengahan kolom pada sebuah tray. Tray tempat masuk umpan disebut Feed Plate. - Tray umpan membagi kolom menjadi bagian atas (rektifikasi) dan bagian bawah (stripping). - Umpan mengalir ke bawah ke stripping section, sampai didasar kolom dan terkumpul dalam reboiler. - Kalor dipasok ke reboiler untuk menguapkan umpan, Komponen uap tsb kemudian mengalir ke atas menuju kolom refktifikasi.

Distilasi berdasarkan komponen penyusunnya terbagi menjadi 2, yaitu :


Distilasi sistem biner Yaitu umpan hanya mengandung 2 komponen saja. Distilasi sistem multi komponen Yaitu umpan mengandung lebih dari 2 komponen.

11

Macam Macam Distilasi


Distilasi sederhana Distilasi bertingkat ( fraksional ) Distilasi azeotrop Distilasi vakum Distilasi kering 1. Destilasi sederhana Prinsipnya : memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan perbedaan titik didih yang jauh berbeda.

2. Destilasi bertingkat (fraksionasi) Pada dasarnya sama dg destilasi sederhana, hanya saja ada tambahan kolom fraksinasi yg akan mempersingkat beberapa pekerjaan pemisahan dari distilasi biasa menjadi hanya satu pekerjaan. Destilasi bertingkat sebenarnya adalah suatu proses destilasi berulang. Proses berulang ini terjadi pada kolom fraksional. Kolom fraksional terdiri atas beberapa plat yang setiap platnya equivalen dg 1 kali destilasi biasa. Pada setiap plat terjadi pengembunan. Uap yang naik plat yang lebih tinggi lebih banyak mengandung cairan yang lebih mudah menguap. Semakin banyak plate CONTOH : 1. Pemisahan campuran alkoholair makin baik suatu pemisahan komponen.

12

Titik didih alkohol adalah 780C dan titik didih air adalah 1000C. Campuran tersebut dicampurkan dalam labu didih.Pada suhu sekitar 78*C alkohol mulai mendidih tetapi sebagian air juga ikut menguap.Oleh karena alkohol lebih mudah menguap,kadar alkohol dalam uap lebih tinggi daripada kadar alkohol dalam campuran semula.Ketika mencapai kolom fraksionasi,uap mengembun dan memanaskan kolom tersebut.Setelah suhu kolom mencapai 78*C,alkohol tak lagi mengembun sehingga uap yang mengandung lebih banyak alkohol naik ke kolom di atasnya,sedangkan sebagian air turun ke dalam labu didih.Proses seperti itu berulang beberapa kali (bergantung pada banyaknya plat dalam kolom),sehingga akhirnya diperoleh alkohol yang lebih murni. Minyak mentah dapat dipisahkan dengan distilasi fraksional. Minyak yang diuapkan dan rantai hidrokarbon yang panjang dan berbeda akan mengembun pada temperatur yang berbeda. 3. Destilasi azeotrop Digunakan untuk memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan), biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tersebut, atau dengan menggunakan tekanan tinggi. Azeotrop Apa itu azeotrop? Azeotrop merupakan campuran 2 atau lebi komponen pada komposisi tertentu dimana komposisi tersebut tidak bisa berubah hanya melalui distilasi biasa. Ketika campuran azeotrop dididihkan, fasa uap yang dihasilkan memiliki komposisi yang sama dengan fasa cairnya. Campuran azeotrop ini sering disebut juga constant boiling mixture. Beberapa pasangan cairan tidak dapat dipisah dengan cara distilasi biasa karena merupakan campuran azeotrop. Contoh Campuran Azeotrop :
13

Etanol air Propanolethyl acetate. 4. Destilasi Vakum Metode : Dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm. Tekanan operasi yg biasanya digunakan adl 0,4 atm (300mmHg). - Pengurangan tekanan ini akan membuat titik didihnya juga menjadi lebih rendah dari titik didih atmosfernya, sehingga dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk destilasi tidak perlu terlalu tinggi. Destilasi ini berguna untuk : 1. Cairan yg akan didistilasi mempunyai titik didih atmosfer yg tinggi. 2. Komponen yg rusak atau terjadi perubahan kimia pada temperatur di dekat titik didih atmosfernya. 3. Biaya yg dikeluarkan lebih murah.
5. Destilasi kering (Destructive Distillation) Prinsip : Memanaskan material padat untuk menghasilkan produk gas (yang dpt diembunkan menjadi cairan). Metode ini membutuhkan suhu yang tinggi,sehingga destilasi kering melibatkan pirolisis. Contoh : Mengambil cairan (asap cair) dari kayu atau tempurung kelapa.

Destilasi kering melibatkan pirolisis. Pirolisis adl Penguraian senyawa organik oleh pemanasan pada suhu 300 6000C tanpa berhubungan langsung dengan udara luar. Menurut Tahir (1992) pada proses pirolisis dihasilkan 3 produk, yaitu : 1. Gas 2. Destilat yg berupa asap cair 3. Residu berupa Karbon (Arang)

14