Anda di halaman 1dari 187

Satiti Retno Pudjiati

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK-UGM/RSUP DR. Sardjito Yogyakarta

Tujuan umum: 1. Mengetahui penyebab IMS, 2. Bagaimana transmisinya 3. Mengetahui manifestasi klinisnya

PENDAHULUAN PENYAKIT KELAMIN

VD (VENEREAL DISEASES)

STD (SEXUALLY TRANSMITTED DISEASES) = PMS (PENYAKIT MENULAR SEKSUAL)

Infeksi Menular Seksual = IMS

Sejarah
5 VD KLASIK
1. SIFILIS

2. GONORE
3. LGV 4. ULKUS MOLE 5. GRANULOMA INGUINALE

IMS BERKEMBANG MASUKNYA PENY. BARU O/K KONTAK SEKSUAL

IMS
* Peny. infeksi yg banyak dijumpai di USA 20 jenis penyebab IMS yg teridentifikasi > 50 jenis IMS/sindome termasuk HIV/AIDS

Menyerang 13 juta L & P tiap th di USA


Estimasi biaya IMS: 10 triliun USD

Sebab-sebab meningkatnya kasus PMS:


1. Core group (PSK & pelanggan) sulit dirubah

2. Sanggama pramarital >>>


3. Pemakaian pil KB & AKDR

4. Mobilitas penduduk >>


5. Jml penduduk usia aktif seksual >>

6. Fasilitas Tx & penelitian << terkoordinasi


7. Angka kelahiran >> umur muda >>

Kebanyakan kuman IMS termasuk HIV :


Beradaptasi dg kehangatan hidup intrasel dlm tubuh manusia Relatif bersifat lembut Mudah mati di luar tubuh Media transmisi adalah cairan genital dan darah

U/ transmisi hrs berlindung dr paparan lingkungan luar yg tdk cocok Memanfaatkan proteksi melalui pertukaran cairan genital saat sanggama

Cara penularan lain langka


kecelakaan

Contoh beberapa penyebab IMS :

1. Bakteri: Gonokok, Chlamydia trachomatis 2. Virus: VHS, VHB, VPH, HIV 3. Protozoa: Trikomonas vaginalis

4. Jamur: Candida albicans, Sarcoptes scabei

Sindrom IMS yang banyak dijumpai: 1. S.Discar uretral

2. S.Discar vagina
3. S.Ulkus genital

4. S.Nyeri perut bawah


5. Pembengkakan scrotum

6. Bubo inguinal
7. Konjungtivitis neonatal

Sindroma discar uretral = Discar uretra menular seksual

Infeksi N. gonorrhoe & C. trachomatis penyebab terbanyak

Pada pria heteroseksual, hanya terbatas pd uretra pars anterior


Mudah dikenal baik oleh penderita maupun klinisi

Dikenal sebagai Uretritis menular seksual

Ditandai dengan adanya eksudat dlm uretra yg akan keluar dari mulut uretra sebagai discar uretral (kencing nanah) * Tergantung penyebabnya, dikenal 2 uretritis yi: - uretritis gonore (UG) dan - uretritis non gonore/ Uretritis non spesifik (UNG/UNS) uretritis klamidial)

URETRITIS GONORE

Disebut juga:
Uretritis Gonokokal (UG) atau Gonore (GO) Definisi: uretritis (radang uretra) o/k infeksi N. gonorrhoeae * Inkubasi: 1-7 hari

Klinis: * keluhan gatal/nyeri pd ujung kemaluan; BAK sakit * Keluar cairan pus dari kemaluan, t/u pagi, makin banyak

Px klinis: mukosa uretra eritem, edem, discar mukopurulen, ektropion

* Komplikasi: demam, skrotum bengkak nyeri/bengkak inguinal * Diagnosis: Riwayat CS (+), klinis & lab

* Lab: Gram PMN > 5 & DGNI (+)


* Gram gold standard (sensitifitas & spesifisitas mendekati 100%)

Terapi
Cefixime 400 mg orally in a single dose, OR Ceftriaxone 125 mg IM in a single dose, OR Ciprofloxacin 500 mg orally in a single dose, OR Ofloxacin 400 mg orally in a single dose, OR Levofloxacin 250 mg orally in a single dose,

URETRITIS NON SPESIFIK

Definisi: infeksi uretra yg penyebabnya bukan o/k N.gonorrhoeae Penyebab:

- terbanyak Chlamedia trachomatis


- Ureaplasma urealyticum - Trichomonas vaginalis - Candida albicans - HSV

- tdk diketahui (20%)

Inkubasi: 1-5 minggu Klinis:- BAK sakit (gatal, pedih pd pangkal/muara uretra) - polakisuria: + darah, nokturia - keluar cairan dr uretra, jernih- sdkt keruh, lendir, t/u pagi;tdk sebanyak UGO/bercak pd celana Px: - meatus eksternus eritem, edem; tdk ada radang - discar uretra mukous, seromukous atau jernih, mukopurulen

Lab: Gram: PMN > 5; DGNI (-)


Urine 2 gelas (Thompson) Dx: CS (+); klinis + lab

Tx: - Tetracycline 4 x 500 mg/hr 7 hr - Doksisiklin 2 x 100 mg/ hr 7 hr - Eritromisin 4 x 500 mg/hr 7 hr - Mitra sex (+) Komplikasi: demam, skrotum bengkak, nyeri/bengkak inguinal

Sindroma discar vaginal/ Discar vaginal menular seksual


Semua wanita

mengalami keluarnya discar vagina lubrikasi * Lubrikasi diperlukan selama intercourse untuk mengurangi nyeri saat penetrasi menyenangkan * Discar vagina bersifat asam membunuh kuman membersihkan vagina

On average, a woman discharges 2 grams of dead cells and 3 grams of mucus through the vagina everyday.

Keluarnya sedikit discar vagina bagi wanita adalah hal biasa discar fisiologis
* Discar vagina normal mengandung: -air, pyridine, squalen, urea, as asetat, as laktat, albumin, mucin, alkohol, gliserol, keton, aldehid * Perubahan pd discar normal dpt terjadi oleh berbagai sebab: -menstruasi, stres emosi, status nutrisi, hamil, KB hormon, aktivitas sex

Jika disertai keluhan atau mengganggu (discomfort) abnormal

Vaginitis

servisitis

biasanya tidak menimbulkan keluhan Akhiran syaraf sensoris vagina/serviks sedikit Setelah eksudat keluar sampai vulva keluhan*

Discar vaginal menular seksual: 1. Discar vagina 2. Discar endoservik


1. Discar vagina Vaginitis: keputihan, kadang gatal, iritasi, kadang bau Dikenal 3 penyakit utama Vaginitis: - vaginosis bakterial, - trikomoniasis, - kandidosis vulvovaginal/vulvovaginitis candidal 2. Discar endoservik Cervicitis mukopurulenta GO, non-GO

Vaginitis/keputihan
Kebanyakan keputihan pd wanita dewasa bukan gejala inf gonokok atau klamidia Penyebab umumnya: Trikomonas, Kandida, bakteri anaerob

WHO STD-related vaginal discharge


keputihan tdk selalu ditularkan secara seksual Gejala: abnormalitas volume, warna, bau dari discar vagina

Gejala yg menyertai: gatal, edem, disuri, sakit perut/


punggung bawah

Vaginosis bakterial (VB) Definisi: gangguan pada vagina tanpa peradangan, merupakan sindroma klinik akibat perubahan lingkungan

lokal/mikro, maupun perubahan endogen yg


mengakibatkan pergantian flora normal Lactobasilus sp. penghasil H2O2 oleh bakteri anaerob: terutama G.

vaginalis Prevotella sp, mycoplasma hominis


Etiologi: bukan organisme tunggal perubahan situasi dlm vagina --> anaerob
Klinis: tanpa gejala, atau hanya vagina yg berbau seperti ikan

Komplikasi: korioamnionitis, infeksi nifas, PID, prematur

Dx: 3 dari 4 gejala: 1. Discar vagina, homogen, putih keabuan, melekat pd dinding vagina 2. PH vagina > 4,5 3. Discar bau spt ikan --> tes amin 4. Clue cells --> Gram

Gram
Cleu cell

Tx: * metronidazol 500mg, dosis tunggal selama 7 hari * klindamisin cream 2%, intra vaginal, 5 gr, selama 7 hr * metronidazol gel 0,75 % intravag. 2 x sehari, 5 hr alternatif: * metronidazol 2 gr, oral, ds tunggal, atau * klindamisin 300 mg, oral, 2x /hr, 7 hr

TRIKOMONIASIS/Vaginitis Trikomonal Definisi: peny. Infeksi protozoa yg disebabkan oleh T. vaginalis Etiologi: T. vaginalis inkubasi: 3-28 hr

Gb. Klinis: tidak khas, kadang discar vagina banyak, Kuning atau hijau, kadang berbuih. Yg khas adalah bau busuk

Dx: 1. Discar vagina kuning kehijauan,atau berbuih dan bau busuk 2. Peradangan pd dinding vagina 3. Lab: NaCl 0,9% : T. vaginalis motil

Terapi:
* harus diberikan pd yg bergejala maupun tidak

- Metronidazol 2 gr dosis tunggal, atau


- metronidazol 2x 500 mg, 7 hr. * mitra seksual harus diobati: dosis multipel 7 hr

*Kehamilan: kontraindikasi
Klotrimazole intravaginal dosis tunggal atau dosis terbagi

KANDIDOSIS VULVOVAGINAL/ Vulvovaginitis kandidal

Definisi: infeksi vagina dan/atau vulva oleh kandida khususnya C. albicans

Etiologi: Genus candida t/u C. albicans (80%)


kandida: kuman oportunis: di seluruh badan Predisposisi: hormonal, DM, antibiotik, imunosupresi, iritasi

Gb.klinis:

keluhan gatal/panas/iritasi, keputihan tak


bau/masam Discar putih kadang disertai semacam sariawan

(thrush) berupa pseudomembran yg melekat pd


daerah erosif

Diagnosis: 1. Keluhan gatal/iritasi vulvovaginal 2. Discar putih kental spt susu/keju, bisa banyak, masam 3. Dinding vagina dijumpai gumpalan keju 4. Vulva & vagina inflamatif 5. Lab KOH 10%: pseudohifa

Terapi
* Mikonasol 200mg/hr, intravag., 3 hr * Klotrimazol 500mg,intravag, ds tunggal * nistatin 100.000 IU,intravag/hr, 14 hr vulva: klotrimasol cr.,mikonasol cr, 7-14 hr alternatif; flukonazol 150mg, ds tunggal, oral

Servisitis
Tidak mudah membedakan servisitis dari vaginitis 4 faktor risiko u/ prediksi servisitis: 1. umur < 21 th 2. Lajang 3. CS > 1 org dlm 3 bln terakhir 4. CS dg pasangan baru dlm 3 bln terakhir

Servisitis menular seksual = Servisitis mukopurulenta * Biasanya asimtomatis

* Datang karena mitra menderita UMS

CERVICITIS GO Definisi: peradangan serviks o/k N. gonorrhoeae Penyebab: N. gonorrhoeae: diplokokus Gram neg Klinis: asimtomatis; keputihan warna kuning Px: vulva tenang inspeculo: dd vagina eritem/tenang ektoserviks: eritem/normal endoserviks: eritem, edem, ektopi, bleeding, discar mukopurulen

Lab: Gram: pmn > 10; DGNI (+); kultur

Terapi
- Cefixine 400 mg. orally single dose - Ceftriaxone 250 mg. IM single dose

- Thiamphenicol 3,5 gr dosis tunggal


- Ofloxacin 800 mg dosis tunggal

- Erythromycin 4x500 mg/hr 7 hari


- ciprofloxacin 500 mg dosis tunggal

CERVISITIS NON GO Definisi: peradangan serviks bukan o/k GO Penyebab: C. trachomatis (terbanyak) Klinis: asimtomatis; keputihan kuning Px: vulva tenang inspeculo: dd vagina eritem/normal ektoserviks: eritem/normal endoserviks: eritem, edem, ektopi, swab bleeding, discar mukopurulen

Lab: Gram: pmn > 10; DGNI (-); ELISA, PCR

C. Trachomatis immunofluoresence dg antibodi monoklonal

Dx: klinis + lab

Tx: - doksisiklin 2x 100 mg/hr- 7 hr

- Tetrasiklin 4x 500 /hr- 7 hr


- azitromycin 1 gr dosis tunggal Hamil: Erythromycin 4x500 mg/hr 7 hr

Infeksi menular seksual o/k GO & C. trachomatis di ekstra genital

Pharyngitis & tonsilitis chlamydia

Satiti Retno Pudjiati Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK-UGM/RSUP DR. Sardjito Yogyakarta

PENY.KELAMIN DG GEJALA ULKUS GENITAL


PENDAHULUAN: PMS dg ulkus genital t/u: sifilis, ulkus mole, HG, LGV penting ---> penularan HIV SIFILIS Definisis: peny. Infeksi disebabkan oleh T. pallidum, kronis, sitemik, menyerang seluruh organ tubuh, penularan kontak seksual, dpt menular pd bayi. Etiologi: T. pallidum --> Spirochaeta, spiral, Gram neg. Bergerak berputar, atau maju spt pembuka tutup botol Penularan: kontak langsung dari lesi infeksius treponema --> selaput lendir --> kelenjar limfe --> pemb.darah --> seluruh tubuh

Perjalanan sifilis tanpa Tx:

1. Sifilis primer
2. Sifilis sekunder

3. Laten dini
4. Laten lanjut - tertier benigna, kardiovaskuler, neurosifilis 5. Sifilis lanjut

1. sifilis primer
-ulkus di daerah genital eksterna, 3 mgg setelak

CS
- tunggal/multipel, uk 1-2 cm

- papula- erosi, keras, permukaan tertutup krusta - ulserasi


- tepi meninggi, keras ulkus durum -pembesaran lln. Inguinal bilateral - sembuh spontan 4-6 mgg

primer

Sifilis sekunder:
- ruam pd kulit, selaput lendir, organ tubuh - demam, malaise -lesi kulit simetris, makula, papula, -folikulitis, papuloskuamosa,pustula

- alopesia : moth-eaten alopecia - oksipital


- papula basah daerah lembab: kondilomata lata -lesi pd mukosa mulut, kerongkongan, serviks:

plakat
- pembesaran kel. Limfe multipel - splenomegali

sekunder

Sifilis laten dini: - stadium sifilis tanpa gejala klinis - tes serologis reaktif -< 1 th

Sifilis laten lanjut: - Gumma - endarteritis obliterans - peradangan-nekrosis - neurosifilis, kardiosifilis

Sifilis pd kehamilan & sifilis kongenital:

- infeksi janin terjadi umur 10 mgg - ibu pada tingkat dini - ibu tdk diobati --> bayi

Sifilis kongenital dini: < 2 th - lesi kulit: terjadi segera, vesikobulosa,

erosi,
papuloskuamosa, - mukosa: hidung, pharing: perdarahan - tulang: osteokondritis tl panjang - anemia hemolitik - hepatosplenomegali - SSP

Sifilis kongenital dini

Syphilitic pemphigus

Sifilis kongenital lanjut: > 2 th -keratitis interstisialis, pubertas, bilateral

-gigi hutschinson
- gigi Mulberry -Gangguan saraf pusat VIII tuli - neurosifilis -Sklerosis sabre -Rhagade - kardiovaskular

Diagnosis: klinis + lab 1. Lab: medan gelap (dark field) 2, antibodi serum : VDRL (1/16), TPHA

Tx.: sifilis primer & sekunder Benzatin penisilin G 2,4 juta IU, IM, ds tunggal anak: 50.000 IU/kg , IM, ds tunggal sifilis laten: laten dini: Benzatin penisilin G 2,4 juta IU. IM, ds tunggal laten lanjut: Benzatin penisilin G 2,4 juta IU, IM/mgg, 3 mgg anak: 50.000 IU/kg,IM,ds tunggal 50.000 IU/kg,IM/mgg, 3 mgg Sifilis terstier: Benzatin penisilin G 2,4 juta IU/mgg, 3 mgg Tindak lanjut: ulang serologi, 6, 12, 24 bl Tx. Berhasil jika titer turun 4 x

ULKUS MOLE = CHANCROID

Definisi: peny. Infeksi genital akut, setempat, disebakan oleh


H. ducreyi, dg gejala klinis ulkus pd inokulasi, disertai supurasi kel.limfe regional.

Etiologi: H. ducreyi, bakteri Gram neg., anaerob fakultatif

batang kecil/pendek, ujung bulat, tdk bergerak, spora (-)


Gram: batang sejajar, berderet spt rel/ikan

Gb.klinis: - inkubasi 2-35 hr, rerata 7 hr

- wanita asimtomatik
- pria heteroseksual > homo - masuk melalui kulit non-intak - pria: preputium, meatus uretre eksternum; tak sunat >> - wanita: sekitar meatus uretra, dlm labia minora

- tanpa gejala prodromal


-KU: ulkus, adenopati

-Lesi awal: papula kecil, eritem di sekitar,


sentral pustulasi- erosi -ulkus terbentuk dlm 48 jam setelah lesi awal,

tertutup eksudat
nekrotik kuning keabuan. Tanpa stadium vesikel. -ulkus multipel, sangat nyeri, tepi tak rata, bergaung, batas tegas, -dasar ulkus rapuh, kotor, mudah berdarah, nekrotik,

tak indurasi
-ukuran 2-3 cm, menyebarke perineum, anus, skrotum, paha

Komplikasi: - adenitis inguinal = bubo inflamatorik - timbul bbrp hari-3 mgg setelah lesi primer, unilateral - kelnejar membesar, nyeri, bergabung, supurasiabses unilokuler. - kulit eritematus, fluktuasi - pecah- sinus tunggalulkus chancroid - fimosis, parafimosis - sikatrik - fistula uretra - fistula rektovaginal Dx: Klinis + lab Gram- basil berderet

Tx: - azitromisin 1 gr,oral, ds tunggal, atau - ceftriaxone250 mg.IM, ds tunggal, atau

- siprofloksasin 300mg, 2x /hr, 3 hr, atau


- eritromisin base 4 x 500 mg, oral, 7 hr

lokal: kompres/irigasi/rendam lar.saline


aspirasi bubo > 5 cm - mencegah pecah

HERPES GENITALIS Definisi: Infeksi genital o/k HSV, vesikel berkelompok, rekuren

Etiologi: HSV-1, HSV -2


Gb.klinis: inkubasi 3-7 hr, berat/ringan/asimtomatik - rasa terbakar dan gatal sebelum lesi muncul - gejala konstitusi, malaise, demam, nyeri otot - vesikel berkelompok dasar eritem

- mudah pecah - erosi multipel


- sembuh 5-7 hr, tanpa parut

Komplikasi: abortus, malformasi mikrosefali, hepatitis, infeksi berat, ensefalitis, keratokonjungtivitis, lahir mati Dx: - klinis khas - lab: tes Tzank: sel raksasa berinti banyak (multinucleated giant cell)

- ELISA: deteksi antigen & antibodi

Tx. Spesifik: - asiklovir: 5x 200 mg/hr, oral ,5-10 hr - valasiklovir: 2 x 500-1000mg/hr, oral, 5-10 hr -famsiklovir: 3 x 500 mg/hr, oral, 5 hr
Non-spesifk: analgetik, antipruritus, antiseptik, antibiotik

LIMFOGRANULOMA VENEREUM = LGV

Definisi: PMS yg mengenai pemb drh & kel. Limfe, t/u genital, anus,rektum. Etiologi: C. trachomatis serovar L1,L2,L3 Gb.klinis: 1. Stadium dini: - lesi primer genital - sindroma inguinal 2. Stadium lanjut: - sindrom ano-rektal - elefantiasis genital

Lesi primer genital: - inkubasi 3-20 hr - lesi tdk khas: erosi, ulkus dangkal, papul, vesikel, tdk sakit cepat hilang - lokasi : sulkus koronarius, frenulum, preputium, penis,

uretra, skrotum; dd posterior vagina, portio,


posterior serviks - limfangitis dorsal penis- nodul limfangitis - bubonuli

Sindrom inguinal:

- bbrp hari-mgg setelah lesi primer menghilang


- limfadenitis inguinal unilateral - pria> wanita

- demam, menggigil, nausea, anoreksia, sakit kepala


- lln. Inguinal membesar, nyeri, padat - perilimfadenitis - perlekatan antar kelenjar - paket - biru, panas, nyeri

- perlunakan kelenjar-fluktuasi - abses multipel


- abses pecah - sinus/fistel multipel - 1/3 kasus - involusi - massa padat, kenyal

Dx: klinis + Px.penunjang

Tx: doksisiklin 2 x 100 mg/hr, oral, 21 hr, atau


eritromisin base 4 x 500 mg/hr, oral, 21 hr

Satiti Retno Pudjiati

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK-UGM/RSUP DR. Sardjito Yogyakarta

Pengertian HIV
HIV : Human Immunodeficiency Virus : virus yg menyerang sistem kekebalan tubuh manusia bentuk: seperti binatang bulu babi (binatang laut) yg berbulu tegak dan tajam

SEJARAH ASAL MULA HIV Kera hijau Afrika ?


1926-46: Beberapa ilmuwan menganggap HIV menyebar dari monyet ke manusia 60% kera hijau liar yang ter tangkap SIV (Simeon
Immuno deficiency Virus) pos tanpa - skt Inj SIV pd Mackua di Asia => skt ok evolusi => resist alami ==> transfer pd manusia (cross-species transmission) ==> asal epidemi AIDS

Transfer antar sp: in certain fertility rites is a possible explanation

EPIDEMIOLOGI

AIDS diperkirakan muncul di Afrika Sub-Sahara pada abad ke-20 dan sekarang menjadi wabah global. WHO memperkirakan 2,8 - 3,5 juta jiwa melayang karena AIDS pada tahun 2004
Di negara-negara yang memiliki akses ke penanganan obat antiretroviral, tingkat kematian dan kejadian menurun. Namun, obat tersebut juga memiliki efek samping seperti lipodystrophy, dyslipidaemia, dan penolakan insulin.

PENEMUAN KASUS HIV/AIDS

1981 ahli kesehatan di Los Angeles


penelitian kasus seri terhadap 4 pemuda/mahasiswa. ditemukan pneumonia (Pneumonic

Carinii)
+ penurunan kekebalan tubuh (imunitas).

OS sbl nya sehat.

1982: Para ilmuwan menemukan sindrom


yang dikenal sebagai Gay Related Immune

Deficiency (GRID), yakni penurunan


kekebalan tubuh yang dihubungkan dengan

kaum gay.

1983 HIV ditemukan dr serum


penderita di
Afrika tengah

TK Haiti 60-70 sbgn pulang 70 Haiti sorga homoseks asal

Januari83,
Dr. Luc Montagnier (Institut PasteurPerancis) LAV (Lymphadenopathy Associated Virus) isolasi dr kelenjar limfe penderita AIDS

th84, dr. Robert Gallo, National Cancer


Institute (NCI) Amerika, memisahkan retrovirus penyebab AIDS dan diberi nama HTLVIII (Human Lymphotropic Virus III) =
LAV

th86, Komite Internasional taxonomi virus HIV

15 April87 Di Indonesia pertama kl ditemukan kasus HIV/AIDS, seorang turis asal Belanda, Edward Hop, 44 th, meninggal di Rumah Sakit Sanglah, Bali Kematian lelaki asing itu disebabkan AIDS.

Hingga akhir 1987, 6 orang yang didiagnosis HIV positif, 2 di antara mereka mengidap AIDS

1987-Des 2001: 671 pengidap AIDS,


280 orang meninggal dunia.

2001: UNAIDS (United Nations Joint


Program on HIV/AIDS) memperkirakan jumlah Orang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA) 40 juta.

Sampai sekarang, di subsahara Afrika paling banyak terdapat ODHA, yakni 70 persen dari ODHA yang ada di dunia.

Sedikitnya 12 juta anak menjadi yatim piatu karena HIV/AIDS.

2002: 3,1 juta orang meninggal karena


penyakit AIDS.

9 Januari 2003:

Bali bertambah 18 orang lagi.

Total kumulatif penderita 233 251 Sampai saat ini belum bisa dipastikan posisi Bali dalam hal urutan jumlah penderita HIV/AIDS dalam skala nasional.

Juli 2003:

satu kasus baru petugas kesehatan akibat


secara tidak sengaja tersuntik jarum suntik dikhawatirkan akan menyebabkan ketakutan di kalangan para petugas kesehatan, terutama bagi mereka yang

ditugaskan untuk merawat ODHA (Orang


Dengan HIV/AIDS).

Menurut UNAIDS/WHO (Mei 2006) Jml ODHA sekitar: 36,3 jt; anak: 2,3 jt (pd akhir 2005) Jml kasus baru 2005: 4,1 jt

05930.000, tot 8,3 jt 1,3 jt Amerika utara 720.000 Eropa barat & tenga 05 260 rb; tot 1,9 jt
1,5 jt 05 2,7 jt , tot 24,5 jt

INDONESIA ???

INDONESIA TERANCAM HIV/AIDS

Dikelilingi negara epidemi lanjut

Mobilitas (dagang, wisata, ikan, budaya)


Adanya risiko tinggi & industri seks Krisis multidimensi Meningkatnya NAPZA Penggunaan kondom rendah Lemahnya pengendalian infeksi

PENGERTIAN AIDS
(Acquired Immunodeficiency Syndrome)
:Merupakan kumpulan berbagai gejala dan infeksi sebagai akibat dari hilangnya sistem kekebalan tubuh karena infeksi dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV

Sel darah putih

membunuh kuman penyakit Mudah infeksi Infeksi oportunistik

hancur

HIV dan Tubuh manusia

* u/ dpt berada di dlm tubuh mns, HIV harus masuk


langsung ke aliran darah * Di luar tubuh mns, HIV sangat cepat mati * HIV mati oleh air panas, sabun, bahan pencuci hama lain * HIV tdk dpt menular lewat udara spt virus lainnya

* Dlm tb mns, HIV bersarang dlm sel darah putih tertentu


yg disebut sel T4 * Sel T4 terdapat pd cairan tubuh, maka HIV ditemukan terutama dlm:darah, air mani, cairan vagina

HIV ditemukan dlm jml kecil di: air mata, air liur, cairan otak, keringat, ASI

tdk ada bukti dpt menularkan

* HIV tdk terdapat dlm: urine, faeces, muntahan * HIV tdk dpt menembus kulit utuh

Persyaratan transmisi:
A
HIV fragil: cepat mati di luar tubuh => hindari kontak langsung dg subjek * sanggama * pertukaran darah
B

Infeksi perlu dosis minimal (nilai ambang)

hanya cairan genital/darah

Penularan
Sejak awal wabah, tiga jalur penularan HIV sudah diketahui:

Jalur seksual, yang menjadi penyebab utama infeksi


HIV.

Jalur darah atau produk darah, yang terutama


mengancam pemakai narkoba, orang dengan hemophilia, dan penerima transfusi darah.

Jalur ibu-anak, dengan penularan pada mingguminggu terakhir kehamilan dan saat kelahiran. Awalnya, tingkat penularan jalur ini adalah 20%. Setelah ada penanganan, menurun hingga tinggal 1%

Perilaku risiko tinggi terinfeksi HIV

SANGGAMA
Anal: Dinding > tipis, tidak elastis Sel M: + + Vaginal: Dinding > tebal, lebih elastis Sel M (microfold):+ Jaringan limfoid submukosal ++

Sel M = Sel microfold/membranous (Sel epitel khusus mangangkut antigen (tms virus) ke limfosit submukosal

Perjalanan Infeksi HIV

HIV

tubuh mns
Periode jendela (window period) 3-6 bl HIV (-) menular

inkubasi 5-10 th

gejala AIDS Bertahap bertambah berat meninggal

Tampak sehat

STADIUM INFEKSI HIV ----------------------------------------------------------------------------------------Stadium &Gambaran Klinis Durasi khas Rerata Angka CD4 ----------------------------------------------------------------------------------------1. ST.1: Infeksi HIV primer akut (SINDROM SEROKONVERSI 1-2 minggu 1000-500

2. ST 2: Asimtomatik (TANPA GEJALA kecuali PGL)


3. ST 3: Simtomatik dini (Infeksi tidak megancam hidup; atau gejala kronik/intermiten) 4. ST 4: Simtomatik lanjut (Gejala berat, infeksi atau kanker mengancam hidup)

10+ tahun

750-500

0-5 tahun

500-100)

0-3 tahun

200)-50

5. ST 5: ST PARAH (ADVANCED)

1-2 tahun

50-0

(> cepat meninggal,

Stadium awal infeksi HIV * sakit bbrp hari/mgg sesudah infeksi * gejala mirip influensa

* demam
* lesu/lemah
Hilang sendiri

* nyeri sendi
* batuk/sakit tenggorokan

* pembesaran kelenjar

Stadium tanpa gejala * tidak timbul gejala apapun * tampak sehat * HIV (+) * dpt berlangsung 5-7 th * virus terus menyerang pertahanan tubuh

Stadium simtomatik dini


* Istilah klinis bila terjadi 2 atau lebih gejala klinis yg berlangsung 3 bl/lebih: * kelainan darah * demam > 38 C, keringat malam, berkala/terus * BB turun > 10 %, dlm 3 bl * Kelemahan tubuh mengganggu aktivitas * Lnn. Membesar multipel, leher, inguinal, axila * diare berkala/terus, lama, sebab tak jelas * batuk & sesak > 1 bl * kulit gatal, bercak merah-kebiruan * sakit tenggorokan * pendarahan tak jelas sebabnya

Stadium AIDS (sim.lanjut)


* kekebalan tubuh sangat rusak

* infeksi oportunistik
* TBC * Candidiasis * Toxoplasmosis * Pneumocystis * Sarkoma kaposi * Limfoma
kematian

Infeksi oportunistik pada pasien AIDS di Jakarta


Total Kandidiasis oral/ Esofagus Tuberkulosis - Paru - Ekstraparu - Paru+ekstraparu Infeksi CMV Pneumonia rekurens Ensefalitis Tokosplasma Pneumonia P.Carinii Infeksi HSV Kriptosporodiosis Histoplasmosis M.avium kompleks 42 24 12 2 10 15 14 9 7 5 1 1 1 % 80,8 46,1

28,8 26,9 17,3 13,4 9,6 2 2 2

Manifestasi kutan HIV/AIDS HIV exanthemata:


Pd infeksi HIV akut erupsi morbiliformis menyerupai mononukleosis, transient, generalisata, Gatal, pd tubuh, ekstremitas, kepala, leher UKK: makula, papula, skuama, hemoragik/nekrotik sentral

Infeksi laten

PGL (Persistent Geberelize lymphadenopathy)

Infeksi
Virus Herpes Simplex imuno kompeten.

Herpes genitalis

Virus Varisela Zoster

Herpes zoster = dompo

EBV: ditandai dg plak putif filiformis pd lidah dan mukosa oropharing


sulit dibedakan dg Candidiasis

HAIRY LEUKOPLAKIA

HPV= Human papilloma Virus

Condiloma acuminata

Virus mollusca

Molluscum contagiosum

INFEKSI JAMUR
CANDIDIASIS

DERMATOPHYTOSIS

Tinea pedis

Tinea kruris

MALASSEZIA FURFUR

Tinea versikolor = Panu

DEEP FUNGAL INFECTION


CUTANEOUS CRYPTOCOCCOSIS

Histoplasma capsulatum

CUTANEOUS HISTOPLASMOSIS INSIDENSI: 10%

Histoplasmosis + hairy leukoplakia + Candidiasis

Penicillosis: Penicillium marneffei

Mucormycosis

Infeksi bakteri

Abses

Impetigo

Bacillary angiomatosis & Bacillary peliosis Penyebab: Bartonella henselae

Nocardia spp.

Nocardiosis

Infeksi Micobacterium
M.Tuberculosis

TBC kutis

M.Leprae

Lepra

Infeksi Protozoa

Leishmania donovani

Entamoeba histolytica

Amebiasis cutis

Inflamatory disorders

Psoriasis

Psoriasis

Penyakit Reiter

Eosinofilik folliculitis

Acquired ichtyosis

Drug eruption

Steven Jonson syndrome

Erupsi obat karena Nevirapine

Autoimun

Vasculitis

Photosensitivity

Pigmentasi

Malignansi

Sarcoma Kaposi

Limfoma Non-Hodgkin

Karsinoma Penis

HIV-ASSCIATED

SYNDROMELIPODYSRROPHY

LIPOHYPERTROPHY*

LIPOATROPHY**

Biaya penanggulangan HIV/AIDS


Dalam komponen pembiayaan, ada

US$ 8,3 miliar

dana yang tersedia untuk upaya penanggulangan di tahun 2005. Jumlah ini lima

kali lebih banyak dari 2001.

pembiayaan yang tersedia di tahun

KESULITAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI INDONESIA

*Rendahnya daya jangkau terhadap kelompok risiko tinggi : *pengguna narkotika suntik, *pekerja seks komersial dan pelanggannya, * homoseksual Di samping itu,

* penggunaan kondom relatif masih rendah, * tingginya penggunaan jarum suntik bergantian di kalangan pengguna narkotika suntik

Situasi HIV/AIDS di Indonesia 1987-2006 Situasi dlm kurun 9 th yg semula perlahan, sejak th 2000 meingkat sangat tajam

Peningkatan cukup tajam karena penularan via jarum suntik


Kecenderungan dimasa depan: 1. Kecenderungan Epidemi: Jika tdk ada peningkatan upaya penanggulangan yg bermakna, diprediksi --> th 2010: AIDS 400.000; kematian: 100.000 --> th 2015: AIDS 1.000.000; kematian: 350.000

Kecenderungan ini disebabkan: >> populasi perilaku berisiko (penasun) Stigma & diskriminasi thdp ODHA Resistensi thdp obat ARV Surveilans ARV blm berjalan baik Penyediaan ARV blm mencukupi 2. Kecenderungan respons: KPA di semua tingkat semakin kuat Peningkatan anggaran pemerintah Peningkatan cakupan program Peningkatan peran sipil (LSM) Bantuan internasional tetap berlangsung sampai th 2010

Dampak sosial dan ekonomi: 1. Dampak thdp demografi: * Tingginya proporsi kelompok umur muda --> menurunkan angka harapan hidup * kontribusi pd ekonomi & perkembangan sosial semakin kecil dan kurang dpt diandalkan 2. Dampak thdp sistem pelayanan kesehatan: * Semakin banyak yg sakit--> butuh jasa pelayanan kesehatan * Biaya untuk perawatan semakin tinggi * Waktu terbuang u/ merawat keluarga * John Kaldor dkk (2005): th 2010 -> 6% tempat tidur u/ AIDS ( --> 14 % u/Papua) th 2025 --> 11% & 29% * Kebutuhan ARV meningkat

3. Dampak thdp ekonomi nasional: * Peningkatan kemiskinan * Peningkatan ketidak seimbangan ekonomi * Menurunnya produktivitas kerja * Peningkatan investasi u/ melatih tenaga baru * Meningkatnya biaya asuransi 4. Dampak terhadap tatanan sosial: * Penderita dijauhkan dr pergaulan sosial * Penderita akan kehilangan pekerjaan * peningkatan kerawanan sosial * Perceraian meningkat * Peningkatan jumlah anak yatim piatu

Strategi Nasional penanggulangan HIV/AIDS I. Tujuan Umum penanggulangan HIV/AIDS Mencegah dan mengurangi penularan HIV Meningkatkan kualitas hidup ODHA Mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV/AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat II. Tujuan khusus penanggulangan HIV/AIDS Menyediakan dan menyebarluaskan informasi Menyediakan dan meningkatkan mutu pelayanan, perawatan, pengobatan, dan dukungan thdp ODHA Menigkatkan peran sertaremaja, perempuan, keluarga dan masyrakat Mengembangkan dan meningkatkan kemitraan antara pemerintah, LSM, sektor swasta, dunia usaha, organisasi profesi dan mitra internasional Meningkatkan koordinasi kebijakan nasional dan daerah

Beri Nilai