Anda di halaman 1dari 9

Devina XI IPA 3/22

Meneliti Pengaruh Transpor Pasif Osmosis dan Difusi pada Pembuatan Telur Asin dan Telur Rasa
I. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan transport pasif osmosis dan difusi pada kehidupan sehari-hari.

II. Tujuan Mengamati terjadinya proses osmosis dan difusi pada pengasinan telur bebek dan pembuatan telur rasa.

III. TEORI Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Masa kadaluwarsa telur asin bisa mencapai satu bulan (30 hari). Sebagai salah satu hasil ternak unggas, telur merupakan bahan pangan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, dimana zat-zat gizi yang terkandung dalam produk unggas ini mengandung protein, lemak, karbohidrat dan beberapa vitamin serta mineral. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Disamping itu, telur juga merupakan sumber protein yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, membentuk kecerdasan dan kesehatan. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. Selain itu, juga termasuk salah satu jenis bahan pangan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat karena

harganya murah dan relatif terjangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur Telur asin adalah telur itik yang diolah dalam keadaan utuh, dimana kandungan garam dapat menghambat perkembangan mikroorganisme dan sekaligus dapat

memberikan aroma yang khas, sehingga telur dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Menurut Murtidjo (1990), telur asin adalah telur segar yang diolah dalam keadaan utuh, diawetkan sekaligus diasinkan dengan menggunakan garam, dimana kandungan garam dapat menghambat perkembangan mikroorganisme sehingga telur dapat disimpan lama. Menurut Murtidjo (1988), telur itik yang diasinkan mengandung keuntungan seperti : (a) nilai gizi telur dapat dipertahankan dalam waktu yang relatif lama, (b) nilai ekonomis telur dapat ditingkatkan, (c) memenuhi selera konsumen telur itik dan, (d) merupakan alternatif pemesaran disamping telur segar. Selanjutnya syarat telur yang akan diasinkan adalah : 1) telur masih segar dan baru, 2) telur sudah harus dibersihkan dari kotoran, 3) kulit telur masih utuh dan tidak retak serta 4) sebelum diasinkan, telur harus diamplas untuk memudahkan proses pengasinan. Pembuatan telur asin dengan cara merendam dalam larutan garam jenuh sangat mudah dan praktis. Mula-mula telur diamplas untuk membuka pori-pori kulitnya, sehingga pada saat perendaman akan mudah menyerap garam. Larutan garam disiapkan dengan cara mencampur air dan garam dapur sampai jenuh. Transpor pasif merupakan transpor ion, molekul, dan senyawa yang tidak memerlukan energi untuk melewati membran plasma. Transpor pasif mencangkup osmosis dan difusi. 1. Osmosis Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya rendah melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel. Membran selektif permeabel akan membiarkan air keluar dan masuk membran dengan bebas. Namun membatasi masuknya zat yang terlarut didalamnya. Larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis.

2. Difusi Merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ketempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran ataupun tidak. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan keseimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Difusi dibedakan menjadi dua : Difusi dipermudah dengan saluran protein Substansi seperti asam amino, gula, dan substansi bermuatan tidak dapat berdifusi melalui membrane plasma. Substansi-substansi tersebut melewati membran plasma melalui saluran yang di bentuk oleh protein. Protein yang membentuk saluran ini merupakan protein integral. Difusi dipermudah dengan protein pembawa Proses difusi ini melibatkan protein yang membentuk suatu salauran dan mengikat substansi yang ditranspor. Protein ini disebut protein pembawa. Protein pembawa biasanya mengangkut molekul polar, misalnya asam amino dan glukosa.

IV. ALAT DAN BAHAN

A. Alat : 1. Ember atau baskom 2. Ampelas kayu 3. Lap tangan 5. Panci 6. Koran 7. Timbangan 8. Pensil 9. Kompor 10. Kotak untuk menyimpan telur

B. Bahan : 1. Telur bebek 3 butir 2. Telur ayam 3 butir 3. Garam 4. Air 5. Gula 6. Alkohol

V. CARA KERJA 1. Bersihkan telur ayam dan bebek dengan tissue dan alcohol hingga bersih. 2. Telur bebek diamplas sampai terasa halus kulit luarnya/cangkangnya.

3. Buat larutan pengasin yang terdiri dari garam yang dicampur dengan air dan diaduk rata hingga semua garam larut dan buat larutan rasa jeruk dari campuran nutrisari, gula dan air secukupnya untuk membuat telur dengan rasa jeruk. 4. Timbang telur dan beri nama telur untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah telur dimasukan kedalam larutan. 5. Letakkan beberapa telur ayam dan telur bebek di masing-masing campuran tersebut. Pastikan semua permukaan tertutup.

6. Simpan lamanya 1 minggu. 7. Setelah satu minggu, buka baskom dan bungkusan pada tiap telur, cuci bersih, lalu rebus dalam air mendidih (+/- 30 menit) dalam panci.

8. Setelah direbus amati dan cicipi telur tersebut. Catat hasilnya.

VI. HASIL PENGAMATAN

Jenis Telur

Gambar dan keterangan Rasa: asin Bau: garam Warna kulit bagian dalam: putih Berat telur bertambah Rasa: tidak terasa Bau: Jeruk Warna kulit bagian dalam: orange kekuningan Berat telur bertambah

Telur Asin Telur Rasa Jeruk

VII. ANALISIS DATA Pertama-tama telur yang direndam di dalam larutan garam akan mengalami osmosis karena telur tersebut ditempatkan di tempat atau lingkungan yang konsentrasinya lebih rendah daripada di dalam telur (isi telur). Kita anggap telur sebagai sel tunggal yang terbungkus cangkang yang memiliki pori-pori dan merupakan membran yang bersifat selektif permeabel, kuning telur sebagai inti. Oleh karena itu, hal ini menyebabkan telur akan mengeluarkan air karena konsentrasi air di dalam telur lebih tinggi daripada diluar telur sehingga menyebabkan proses osmosis, air mengalir dari hipotonik ke hipertonik yaitu telur mengeluarkan air.

Kedua air garam masuk ke dalam telur melewati membran/cangkang telur karena konsentrasi di luar lebih tinggi daripada di dalam, sehingga telur menjadi asin setelah perendaman 14 hari, hal ini sesuai dengan pengertian difusi yaitu proses perpindahan molekul-molekul zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Untuk membuktikan ada tidaknya molekul yang masuk, lihat hasil pengamatan di atas, berat telur bertambah, hal tersebut menunjukkan bahwa volume telur bertambah akibat masuknya sesuatu molekul ke dalam telur, dalam hal ini air dan garamlah yang masuk ke telur, dan bukti lain yang menunjukkan bahwa air tersebut masuk ke dalam telur adalah berubahnya volume air setelah perendaman. Volume air setelah merendam telur selama 14 hari lebih sedikit daripada volume air pada saat sebelumnya. Hal ini menunjukkan air masuk ke dalam telur bukan isi telur yang keluar. Begitu juga dengan larutan nutrisari jeruk terjadi proses yang sama yaitu difusi dan osmosis. Peristiwa osmosis terjadi saat air mengalir dari hipotonik ke hipertonik yaitu dari dalam telur(hipotonik) ke luar telur(hipertonik) dan difusi terjadi saat air larutan nutrisari dan gula masuk ke dalam telur. Pada percobaan pertama, yaitu telur asin, proses osmosis dan difusi berlangsung dengan baik sehingga telur memiliki rasa yang asin dan bau yang asin pula. Hal ini dikarenakan perbandingan garam dan air seimbang sehingga proses osmosis dan difusi berlangsung dengan lancar. Berat telur bertambah dan volume air berkurang dikarenakan molekul air dan garam bergerak masuk ke dalam Pada percobaan kedua, yaitu telur rasa jeruk, proses osmosis dan difusi juga tidak berlangsung dengan baik sehingga telur tersebut kurang berasa tetapi berbau jeruk. Hal ini dikarenakan perbandingan larutan jeruk dan air yang kurang seimbang sehingga proses osmosis-difusi kurang berjalan dengan lancar.

VIII. KESIMPULAN 1. Proses perpindahan molekul yang terjadi pada percobaan telur asin ini adalah osmosis dan difusi 2. Peristiwa osmosis pada percobaan kali ini adalah perpindahan molekul air dari konsentrasi pelarut tinggi menuju konsentrasi pelarut rendah. 3. Peristiwa difusi pada percobaan ini adalah perpindahan larutan garam dan larutan

nutrisari gula dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. 4. Peristiwa osmosis dan difusi ini mempengaruhi berat dan ukuran telur, pada percobaan di atas, berat dan ukuran telur bertambah besar karena larutan garam masuk ke dalam telur dan juga mempengaruhi volume air di luar telur. 5. Cangkang pada telur merupakan membran yang memiliki pori-pori dan bersifat selektif permeabel, sehingga molekul air dan garam dapat masuk. 6. Pengamplasan pada telur bebek dimaksudkan untuk mengikis kalsium agar mempermudah molekur dapat masuk.

IX. DAFTAR PUSTAKA Pratiwi, D.A. dkk. 2007. BIOLOGI SMA jilid 2 untuk Kelas XI. Jakarta : Erlangga. www.wikipedia.com kaoruandhimura.wordpress.com/2008/12/01/difusi-osmosis X. LAMPIRAN

6. Pembahasan Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.