Anda di halaman 1dari 7

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Permasalahan Kesehatan adalah hak asasi manusia dan merupakan investasi, juga merupakan karunia Tuhan, oleh karenya perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya. Pembangunan kesehatan dilakukan untuk mempertinggi derajat kesehatan, hal ini besar artinya bagi pembangunan dan pembinaan sumber daya manusia Indonesia dan sebagai modal bagi pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan dewasa ini didukung oleh berbagai sektor, yang semuanya menjadi kunci keberhasilan dari pembangunan. Berbagai sektor tadi memerlukan suatu perhatian dan pembinaan kesehatan untuk menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan menjamin produktifitas dan keberhasilan pembangunan. Sektor tenaga kerja (okupasi) merupakan fokus terpenting, dimana tingkat kesehatan pekerja menjadi kunci utama produktifitas kerja dan keberhasilan pembangunan tadi. Perawatan kesehatan masyarakat memainkan peranan yang aktif untuk mendidik masyarakat terutama golongan pekerja untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal dan terhindar dari bahaya kerja, karena pada hakekatnya pembangunan adalah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Seperti halnya

tertuang dalam tujuan pembangunan kesehatan yaitu pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal, maka diperlukan adanya suatu usaha kesehatan dan keselamatan bagi pekerja. Prabu Mangkunegara (2001) mendefinisikan kesehatan kerja adalah kondisi bebas dari gangguan fisik, mental, emosi atau rasa sakit yang disebabkan lingkungan kerja. Kesehatan kerja merupakan alat yang digunakan untuk pekerja supaya dapat memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental, maupun sosial, dengan usaha preventif, kuratif terhadap penyakit/gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta penyakit yang umum terjadi. Sebagaimana bunyi Undang-undang No. 14 tahun 1969 yaitu lapangan kesehatan yang ditujukan kepada pemeliharaan dan

mempertinggi derajat kesehatan tenaga kerja yang dilakukan dengan mengatur pemberian pengobatan, perawatan tenaga kerja yang sakit, mengatur persediaan tempat, kesehatan kerja untuk mencegah penyakit. Ditinjau dari segi kesejahteraan, kesehatan kerja merupakan hal yang penting karena kesehatan pekerja dapat mempengaruhi kualitas kerja serta produktifitas kerja. Perhatian terhadap kesehatan kerja telah ditunjukkan oleh pemerintah melalui Departemen Kesehatan dengan program kesehatan kerja di Puskesmas.

Perhatian terhadap perilaku pekerja dan sarana kerja yang mendukung terhadap terlaksananya hidup sehat, merupakan suatu

prioritas utama guna menjamin keselamatan pekerja dari hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan akibat kelalaian kerja dan keadaan yang tidak sesuai dengan syarat kesehatan. Seperti yang dikatakan H.L Bloom faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan teridir dari faktor keturunan (herediter), faktor pelayanan kesehatan, faktor perilaku dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap kesehatan. Oleh karena itu untuk mencapai hidup sehat harus diarahkan terhadap perilaku hidup sehat yang tentunya unsur pengetahuan dan

pemahaman tentang kesehatan, serta keyakinan/kepercayaan tentang manfaat kesehatan bagi individu, kelompok dan masyarakat harus terpenuhi. Masalah kesehatan dan keselamatan kerja yang dihadapi pekerja dewasa ini sebanding dengan kemajuan tekhnologi. Jika tidak diantisipasi dengan penanganan keselamatan pekerja maka resiko terjadinya bahaya akibat kerja sangat tinggi. Upaya kesehatan kerja merupakan salah satu kegiatan pokok puskesmas yang ditujukan terutama pada masyarakat informal di wilayah kerja puskesmas dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan

penyakit serta kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan kerja. Pelayanan kesehatan yang diberikan berupa upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di wilayah kerja industri tersebut. Perawat komunitas dalam hal ini mempunyai peran untuk membantu meningkatkan status kesehatan tenaga kerja tersebut. Masalah kesehatan kerja pada hakekatnya dapat timbul akibat adanya hubungan interaktif antara tiga komponen utama yang

mempengaruhi performance kerja bila seseorang sedang bekerja, yaitu kapasitas kerja, Beban kerja termasuk jenis pekerjaan fisik yang cukup berat dan beban tambahan yang berasal dari lingkungan pekerjaan Bertitik tolak dari hal tersebut diatas maka sebagai seorang perawat yang profesional harus terlibat dalam upaya meningkatkan status kesehatan kerja industri tersebut. Untuk itu maka disusunlah laporan kegiatan mengenai upaya kesehatan kerja PT Lugina yang merupakan pabrik kerupuk milik bapak Bibin di RT 01 RW 08 Desa Jatimulya Kec. Situ Kab. Sumedang B. Tujuan Penulisan 1. Tujuan Umum Memperoleh pengalaman secara nyata dalam memberikan asuhan keperawatan dalam upaya peningkatan kesehatan kerja pada pekerja di PT. Lugina 2. Tujuan Khusus Mampu mengidentifikasi masalah kesehatan pada pekerja di PT. Lugina

Mampu mengidentifikasi perencanaan keperawatan diterapkan pada para pekerja di PT. Lugina

yang dapat

Mampu mengimplementasikan perencanaan yang telah dibuat dalam megatasi masalah kesehatan pada pekerja di PT. Lugina

Mampu mengevaluasi hasil implementasi terhadap pekerja di PT. Lugina

C. Metode Penulisan Dalam pembuatan laporan ini penulis menggunakan studi lapangan dan studi kepustakaan. D. Sistematika Penulisan Dalam penulisan laporan ini menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang Tujuan Penulisan Metoda Penulisan Sistematika Penulisan

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Kesehatan Kerja

BAB III LAPORAN PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN A. B. C. D. E. Pengkajian Analisa Data Dan Diagnosa Keperawatan Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi

BAB IV PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN REFERENSI