Anda di halaman 1dari 2

Kendala pengembangan pisang

Kendala yang di hadapi dalam pengembangan pisang antara lain :

Ketidakpastian iklim politik, situasi dan kondisi stabilitas nasional yang belum sepenuhya pulih, secara langsung maupun tidak langsung berimbas pula pada goyahnya stabilitas daerah. Ketidakpastian perekonomian nasional, pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari fenomena pertumbuhan ekonomi nasional. Ketidakmenentuan iklim global. Misalkan Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris yang pembangunannya bertumpu pada sektor pertanian sangat rentan terhadap ketidakmenentuan iklim global seperti fluktuasi musim hujan dan musim kemarau berkepanjangan.

Selain itu strategi pengembangan juga merupakan kendala dengan mencermati perkembangan neraca perdagangan ekspor impor produk pisang, perlu penanganan yang serius dari semua pihak terkait baik antar instansi pemerintah, swasta, pelaku / praktisi agribisnis serta stakeholder lainnya. Penanganan secara bersama-sama dengan mengintegrasikan strategi yang berorientasi internal dan eksternal yang dilakukan secara konsisten dan berkesungguhan. Penjabaran rinci dari perjanjan WTO dalam perdagangan produk pertanian yang harus dipatuhi dalam mengekspor produk pertanian adalah Agreement on Agriculture yang bertujuan meningkatkan akses pasar, pengurangan subsidi ekspor dan pengurangan bantuan kepada petani agar produksi petani menjadi lebih efisien. Pemanfaatan perjanjian dan kesepakatan ini belum banyak dilakukan sehingga peluang untuk meningkatkan daya saing produk pertanian belum dapat dicapai. Selama ini ketentuan WTO masih sering merupakan hambatan ekspor dari pada peluang peningkatan ekspor. Penerapan SPS (Sanitary dan Phytosanitary) pada produk pertanian yang diperdagangkan harus memenuhi kebijakan standar sanitasi yang telah ditetapkan dimana ketentuan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, perlindungan hewan,tanaman dan lingkungan hidup.SPS pada dasarnya tidak boleh menjadi hambatan yang tidak wajar dalam perdagangan internasional.Selama ini ketentuan SPS masih merupakan hambatan ekspor bagi produk pertanian Indonesia, perlu diubah agar penerapan SPS dapat dijadikan dorongan bagi peningkatan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar Global. Operasional penyebaran dan pengembangan komoditi pisang juga mempunyai kendala, misalnya peyebaran bibit pisang yang kurang merata, pemasaran hasil produksi, hama dan penyakit serta cara penanaman yang kurang baik. Hal - hal inilah yang merupakan kendala kendala yang di hadapi dalam pengembangan produksi pisang. Seandainya kendala - kendala ini dapat diatasi mungkin produksi pisang tiap tahunnya dapat meningkat

Pengembangan tebu lahan kering di luar pulau Jawa menghadapi sejumlah kendala terutama sifat tanah yang kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman semusim. Keberhasilan usaha budidaya tebu di lahan kering selalu dibatasi dengan faktor alam yang sulit dikendalikan. Disebut dengan mikroba google karena kemampuannya mikroba tersebut mencari hambatanhambatan atau kerusakan lahan kemudian diperbaiki secara alami sesuai dengan kebutuhan tanaman pada umumnya. Di tanaman mikroba google ini mencari sifat-sifat atau gen-gen yang masih tidur ditanaman kemudian dibangunkan untuk mendapatkan kemampuannya merangsang pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Kemampuan tersebut dimiliki oleh mikroba google karena sifat mikroba ini mampu memproduksi semacam enzym yang disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi (proses kerjanya seperti tubuh membuat antibody). Hambatan utama pada pembibitan adalah sistem pembibitan yang berjenjang. Pada pola konvensional, pembibitan dimulai dari KBP (kebun bibit pokok), KBN (kebun bibit nenek), KBI (kebun bibit induk), KBD (kebun bibit datar). Pola pembibitan semacam ini sangat cocok untuk pengembangan varietas baru