Anda di halaman 1dari 15

KOMPOL K. EDI.

PM
BANDUNG, PEBRUARI 2012

1. HUBUNGAN ADALAH PERWUJUDAN YANG SALING BERKAITAN ANTAR KOMPONAN/UNSUR-UNSUR PENGEMBAN FUNGSI DALAM SUATU ORGANISASI. 2. TATA CARA KERJA ADALAH ATURAN-ATURAN YANG HARUS DIIKUTI DALAM MELAKSANAKAN KERJA DI LINGKUNGAN ORGANISASI, SESUAI DENGAN STRUKTUR DAN HUBUNGAN FUNGSIONAL ANTAR KOMPONAN/UNSUR-UNSUR DALAM ORGANISASI TERSEBUT.

3. HUBUNGAN TATA CARA KERJA (HTCK) ADALAH SUATU PROSEDUR YG MENGATUR TTG MEKANISME HUBUNGAN KERJA ANTAR KOMPONEN/UNSUR-UNSUR PENGEMBAN FUNGSI DI LINGKUNGAN ORGANISASI ATAU LEMBAGA PEMERINTAH NON POLRI YG DILAKSANAKAN SECARA SISTEMATIS, TRANSPARAN, PROPORSIONAL, KOORDINATIF SERTA SESUAI DENGAN KETENTUAN YG BERLAKU GUNA MENCAPAI TUJUAN YG DIINGINKAN.
4. UNIT INTELKAM POLSEK ADALAH UNSUR PELAKSANA TUGAS POKOK YG BERADA DI BAWAH KAPOLSEK.

1. HUBUNGAN VERTIKAL
MERUPAKAN KETERKAITAN ANTAR FUNGSI DLM RANGKA PELAPORAN DAN PENGENDALIAN YG BERSIFAT TEGAK LURUS / BERJENJANG DARI ATAS KE BAWAH/DARI BAWAH KE ATAS.

2. HUBUNGAN HORIZONTAL
MERUPAKAN KETERKAITAN ANTAR FUNGSI DLM RANGKA KOORDINASI YG BERSIFAT LURUS / SEJAJAR / MENDATAR ATAU SETINGKAT.

3. HUBUNGAN DIAGONAL
MERUPAKAN KETERKAITAN ANTAR FUNGSI SIFATNYA TIDAK VERTIKAL / TIDAK HORIZONTAL DAN DPT MENJANGKAU ESELON LAIN YG LEBIH TINGGI MAUPUN ANTAR FUNGSI DI LINGKUNGAN INTELKAM POLRI.

4. HUBUNGAN LINTAS SEKTORAL


MERUPAKAN KERJASAMA DENGAN INSTANSI / LEMBAGA DI LUAR POLRI DLM RANGKA KEGIATAN DAN PELAKSANAAN FUNGSI TEKNIS YG MENJADI TANGGUNG JAWABNYA.

SEBAGAI URAT NADI ATURAN MAIN BAGI ORGANISASI UNIT INTEL POLSEK DLM MELAKSANAKAN TUPOKSI

BAHAN PERTIMBANGAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN / KEBIJAKAN. TOLAK UKUR/ACUAN/PEDOMAN DLM RANGKA TUPOKSI. MENGHINDARI TERJADINYA TUMPANG TINDIH PELAKSANAAN TUPOKSI BAROMETER.

AGAR UNIT INTELKAM POLSEK DAPAT BERJALAN DGN BAIK APABILA : TUPOKSI TERLAKSANA DGN BAIK TERCIPTA TATA KELOLA, PROSEDUR DAN MEKANISME SEHINGGA TIDAK TERJADI TUMPANG TINDIH DLM LAKS TUGAS.

KETERPADUAN : PRINSIP DIMANA SETIAP PEJABAT/FUNGSI MERUPAKAN KOMPONEN DARI SUATU SISTEM. EFISIENSI : PERBANDINGAN TERBAIK ANTARA INPUT DAN OUTPUT (TDK PEMBOROSAN) EFEKTIVITAS : PENDEKATAN TERCAPAINYA TUJUAN SECARA BERDAYAGUNA KESEIMBANGAN : ADANYA KESERASIAN, KEHARMONISAN LAKS TUPOKSI. BERKESINAMBUNGAN : DILAKSANAKAN SECARA TERUS MENERUS DGN MEMPERHATIKAN BUTIR DI ATAS.

1. KOORDINAS
2. INTEGRASI 3. SINKRONISASI

1. UNIT INTELKAM MERUPAKAN UNSUR PELAKSANA TUGAS POKOK YANG BERADA DI BAWAH KAPOLSEK. 2. UNIT INTELKAM BERTUGAS MENYELENGGARAKAN FUNGSI INTELIJEN DI BIDANG KEAMANAN MELIPUTI PENGUMPULAN BAHAN KETERANGAN/INFORMASI UNTUK KEPERLUAN DETEKSI DINI ( EARLY DETECTION ) DAN PERINGATAN DINI ( EARLY WARNING ), DALAM RANGKA PENCEGAHAN TERJADINYA GANGGUAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASYARAKAT, SERTA PELAYANAN PERIZINAN.

3. DALAM MELAKSANAKAN TUGAS UNIT INTELKAM MENYELENGGARAKAN FUNGSI:


a. PEMBINAAN KEGIATAN INTELIJEN DALAM BIDANG KEAMANAN DAN PRODUK INTELIJEN DI LINGKUNGAN POLSEK b. PELAKSANAAN KEGIATAN OPERASIONAL INTELIJEN KEAMANAN GUNA TERSELENGGARANYA DETEKSI DINI (EARLY DETECTION) DAN PERINGATAN DINI (EARLY WARNING), PENGEMBANGAN JARINGAN INFORMASI MELALUI PEMBERDAYAAN PERSONEL PENGEMBAN FUNGSI INTELIJEN c. PENGUMPULAN, PENYIMPANAN, DAN PEMUTAKHIRAN BIODATA TOKOH FORMAL ATAU INFORMAL ORGANISASI SOSIAL, MASYARAKAT, POLITIK, DAN PEMERINTAH TINGKAT KECAMATAN/KELURAHAN d. PENDOKUMENTASIAN DAN PERKEMBANGAN LINGKUNGAN INTELIJEN PENGANALISISAN TERHADAP SERTA PENYUSUNAN PRODUK

e. PENYUSUNAN INTEL DASAR, PRAKIRAAN INTELIJEN KEAMANAN, DAN MENYAJIKAN HASIL ANALISIS SETIAP PERKEMBANGAN YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN PIMPINAN f. PEMBERIAN PELAYANAN DALAM BENTUK IZIN KERAMAIAN UMUM DAN KEGIATAN MASYARAKAT LAINNYA, PENERBITAN SKCK KEPADA MASYARAKAT YANG MEMERLUKAN, SERTA MELAKUKAN PENGAWASAN DAN PENGAMANAN ATAS PELAKSANAANNYA

UNIT INTELKAM DIPIMPIN OLEH KANIT INTELKAM YG BERTANGGUNG JAWAB KEPADA KAPOLSEK, DAN DALAM PELAKSANAAN TUGAS SEHARI-HARI DI BAWAH KENDALI WAKAPOLSEK

KHUSUS UNTUK POLSEK TIPE METROPOLITAN, UNIT INTELKAM DALAM MELAKSANAKAN TUGAS DIBANTU OLEH:
A. PERWIRA UNIT OPERASIONAL (PANIT OPSNAL), YG BERTUGAS MELAKUKAN PEMBINAAN KEGIATAN INTELIJEN DLM BID KEAMANAN, DAN MENGUMPULKAN, MENYIMPAN, DAN MELAKUKAN PEMUTAKHIRAN BIODATA TOKOH FORMAL ATAU INFORMAL ORGANISASI SOSIAL, MASYARAKAT, POLITIK, DAN PEMERINTAH TINGKAT KECAMATAN/KELURAHAN, PENDOKUMENTASIAN DAN PENGANALISISAN THD PERKEMBANGAN LINGKUNGAN SERTA PENYUSUNAN PRODUK INTELIJEN UTK MENDUKUNG KEGIATAN POLSEK, DAN PEMBERDAYAAN PERSONEL PENGEMBAN FUNGSI INTELIJEN; b. PERWIRA UNIT ADMINISTRASI (PANITMIN), YG BERTUGAS MENYELENGGARAKAN KEGIATAN ADMINISTRASI DAN KETATAUSAHAAN, MEMBERIKAN PELAYANAN DLM BENTUK IZIN KERAMAIAN UMUM DAN KEGIATAN MASYARAKAT LAINNYA, SURAT PEMBERITAHUAN KEGIATAN POLITIK, DAN SKCK KEPADA MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN, DAN MELAKUKAN PENGAWASAN DAN PENGAMANAN ATAS PELAKSANAANNYA; D c. SUB UNIT (SUBNIT), YANG BERTUGAS MELAKSANAKAN TUGAS2 OPS MELIPUTI KEGIATAN OPERASIONAL INTELIJEN DASAR GUNA TERSELENGGARANYA DETEKSI DINI (EARLY DETECTION) DAN PERINGATAN DINI (EARLY WARNING), PENGEMBANGAN JARINGAN INFORMASI DAN PENYUSUNAN PRAKIRAAN INTELIJEN DAN MENYAJIKAN HASIL ANALISIS SETIAP PERKEMBANGAN YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN PIMPINAN.

1. HUBUNGAN VERTIKAL 2. HUBUNGAN DIAGONAL

KANIT INTEL DGN KASUBNIT INTELKAM DGN ANGGOTA UNIT

ATAU

KANIT

KANIT INTELKAM DGN PARA KASI DI LINGKUNGAN POLSEK HUBUNGAN ANTARA KANIT DI LINGKUNGAN POLSEK

3. HUBUNGAN HORISONTAL

4. HUBUNGAN LINTAS SEKTORAL

HUBUNGAN KANIT INTELKAM DGN INSTANSI DI LUAR ( KECAMATAN / KORAMIL )

PERKAP NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PADA TINGKAT KEPOLISIAN RESORT DAN KEPOLISIAN SEKTOR

dan